NovelToon NovelToon
Tanah Berdebu

Tanah Berdebu

Status: sedang berlangsung
Genre:Pernikahan rahasia
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Warning !!!
Cerita ini hanya fiktif belaka. Jika ada kesamaan nama tokoh, tempat, atau alur, Adalah Hasil Imajinasi Penulis, Murni Kebetulan Semata. Interpretasi agama dalam cerita ini merupakan bagian dari pengembangan karakter dan tidak dimaksudkan untuk mengubah ajaran atau akidah yang ada. Terimakasih 🙏

Di balik jubah sucinya sebagai pewaris pesantren, Zavier El-Shaarawy menjalani kehidupan ganda yang gelap di gemerlap Kota A. Sebagai pria liar yang haus kebebasan, ia terjerat dalam asmara membara bersama Zaheera Bareeka, gadis kota yang menjadi pusat dunianya. Namun, rahasia itu runtuh saat takdir menyeret mereka kembali ke tembok pesantren yang kaku.
Demi menutupi dosa dan menyelamatkan kehormatan keluarga, Zavier nekat membawa Zaheera masuk ke dunianya. Di bawah pengawasan Keluarga, sebuah pernikahan rahasia dilangsungkan demi menghalalkan sentuhan yang terlanjur melampaui batas.

Happy Reading Dear 🤗🌷

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#16

Seminggu menjelang hari besar itu, suasana di kediaman Pak Narendra berubah menjadi lebih khidmat. Aroma kayu cendana dan wangi bunga melati yang mulai dipesan untuk dekorasi memenuhi sudut-sudut rumah. Di ruang tengah yang tenang, Pak Narendra duduk berdua dengan putri semata wayangnya, Zaheera.

Zaheera duduk bersimpuh di atas karpet bulu, tangannya digenggam erat oleh sang ayah. Jilbab Abu yang ia kenakan tampak kontras dengan wajahnya yang sedikit pucat karena rasa gugup yang terus menghantui.

"Zaheera, dengarkan Daddy, Nak," suara Narendra rendah dan penuh wibawa, namun ada getaran haru di sana. "Sebentar lagi, tanggung jawab Daddy atas dirimu akan berpindah ke pundak Zavier. Dia bukan sekadar pria biasa, dia adalah putra seorang ulama besar. Dia adalah Gus yang dihormati di tanah ini."

Zaheera menunduk, menatap jemarinya yang saling bertautan.

"Jadilah istri yang taat, Sayang. Lindungi nama baik suamimu sebagaimana dia telah bersedia melindungimu," lanjut Narendra, matanya berkaca-kaca teringat pengakuan Zavier di taman malam itu. "Jangan pernah lagi kau bahas masa lalumu. Jangan kau buka luka lama yang sudah Allah tutup rapat. Zavier adalah laki-laki yang sangat baik, dia menerima kondisi kamu tanpa syarat. Itu adalah kemuliaan yang jarang dimiliki laki-laki zaman sekarang."

Zaheera hanya mengangguk kaku. Tenggorokannya terasa tersumbat. Dalam hati, ia berteriak perih. “Zavier memang sempurna, Dad. Dia bahkan terlalu sempurna sampai dia rela menanggung dosa yang kami buat bersama sebagai dosanya sendiri di depan Daddy.”

"Iya, Dad. Aku akan berusaha menjadi istri yang baik untuknya," ucap Zaheera lirih.

Narendra mencium kening putrinya lama. Ia merasa tenang, mengira bahwa pernikahan ini adalah awal dari pembersihan jiwa putrinya. Ia tidak pernah tahu bahwa "pria baik" yang ia puji itu adalah partner yang sama dalam dosa yang ia tangisi setiap malam di atas sajadah.

Di saat yang sama, di dalam perpustakaan pribadi ndalem Pesantren Al-Iman, Zavier duduk bersila di depan Abi Luqman. Di atas meja kayu kecil di antara mereka, tergeletak sebuah kitab kuning yang sudah cukup tua. Kitab Uqudul Lujain dan beberapa pasal dari kitab Qurratul Uyun.

Sore itu, Abi Luqman memberikan wejangan khusus—sebuah tradisi turun-temurun bagi setiap putra Kyai yang akan menempuh hidup baru.

"Zavier, anakku," ujar Abi Luqman sambil membuka salah satu halaman kitab. "Menikah bukan hanya soal menyatukan dua raga, tapi soal ibadah yang paling lama masanya. Di dalam kitab ini diajarkan bagaimana adab seorang suami mendatangi istrinya sesuai tuntunan Al-Qur'an dan Sunnah Rasulullah."

Zavier menunduk sangat dalam. Jantungnya berdegup kencang, bukan karena antusias, melainkan karena rasa hina yang luar biasa.

"Pertama, mulailah dengan doa. Jangan biarkan setan ikut campur dalam penyatuan mu," Abi Luqman menjelaskan dengan suara tenang, membacakan bait demi bait teks Arab gundul di depannya. "Sentuhlah istrimu dengan kelembutan, karena dia adalah amanah, bukan pemuas nafsu semata. Carilah keberkahan dalam setiap sentuhanmu."

Zavier mendengarkan setiap kata-kata Abinya seperti mendengar dentuman palu yang menghantam kepalanya. Setiap penjelasan tentang "bagaimana menjamah istri", "bagaimana memulai percumbuan yang diridhoi", dan "bagaimana menjaga kesucian setelahnya", terasa seperti sindiran tajam bagi jiwanya yang kotor.

Zavier merasa sangat hina. Ia sudah tahu semua masalah ranjang itu di luar kepala. Ia bahkan telah mempraktikkannya hampir setiap hari selama dua tahun terakhir di penthouse mewah dan hotel-hotel berbintang di Kota A bersama Zaheera. Teknik, posisi, dan cara memuaskan—semuanya sudah ia khatamkan dalam kegelapan dosa.

Kini, mendengarnya dibahas dalam konteks "ibadah" dan "kesucian" dari mulut ayahnya yang suci, membuat Zavier merasa ingin menghilang dari muka bumi.

"Kamu mengerti, Nak? Apa ada yang ingin kamu tanyakan?" tanya Abi Luqman lembut, menatap putranya dengan bangga.

Zavier menelan ludah dengan susah payah. "Mengerti, Abi. Zavier mengerti."

"Bagus. Ingat, Zavier, istrimu nanti adalah orang baru di lingkungan ini. Dia butuh bimbinganmu. Jangan hanya kau penuhi nafsu lahiriahnya, tapi bimbing juga batinnya menuju Allah," tambah Abi Luqman.

Zavier mencium tangan Abinya dengan gemetar. Saat ia keluar dari ruangan itu, ia bersandar pada tembok koridor, terengah-engah seolah baru saja berlari maraton. Ia menatap telapak tangannya sendiri. Tangan yang sebentar lagi akan menjabat tangan Daddy dalam akad nikah, tangan yang sama yang telah melanggar batas-batas Tuhan berkali-kali.

Malamnya, Zavier dan Zaheera kembali bertukar pesan singkat.

Zavi: Tadi aku belajar kitab adab suami istri dengan Abi, Zee. Aku merasa seperti orang yang paling munafik di dunia ini.

Zee: Sama, Zavi. Daddy terus memujimu sebagai pria baik yang mau menerima kekuranganku. Dia tidak tahu kalau kitalah yang bersama-sama merusak semuanya.

Zavi: Mungkin ini cara Allah menghukum kita, Zee. Dengan rasa malu yang terus membakar sebelum hari pernikahan tiba. Tapi aku janji, setelah akad nanti, aku akan membuang semua cara lama kita. Kita akan mulai dari awal, sesuai dengan apa yang Abi ajarkan tadi. Aku ingin kita suci di depan-Nya.

Zee: Aku takut, Zavi. Aku takut masa lalu kita tiba-tiba meledak di tengah kebahagiaan kita nanti.

Zavi: Selama kita saling menjaga dan menutup aib, Allah akan menolong kita. Tidurlah, Calon Istriku. Enam hari lagi.

Zavier meletakkan ponselnya dan berjalan menuju tempat wudhu. Ia ingin membasuh rasa hinanya dengan air suci, meski ia tahu bahwa luka di hatinya butuh waktu seumur hidup untuk benar-benar pulih. Di sisi lain, Zaheera kembali mengenakan jilbabnya di depan cermin, berlatih untuk menjadi "istri Gus" yang sempurna, meski bayang-bayang kota A masih sesekali membisikkan kegelapan di telinganya.

Pernikahan ini bukan lagi sekadar perayaan cinta, melainkan sebuah pelarian besar-besaran menuju pintu taubat yang mereka harapkan tidak akan pernah tertutup.

1
winpar
lnjuttttttt💪💪💪💪💪lnjuttttttt
Ros🍂: Okay kak🥰
total 1 replies
winpar
thorrrr lnjut ceritanya thorrrr
Ros🍂: ashiappp kak🥰
total 1 replies
Nasya Sifa Aura
semangat thor 💪💪💪
Ros🍂: Jangan lupa di-like ya kak🙏 biar Author semangat, ma'aciww 🥰
total 1 replies
Nasya Sifa Aura
di tggu up ny ya thor jgn lm2 ,, aku nggak sanggup nggu lm2 🤣🤣🤣
Ros🍂: persis Zavier 🤣 nggak kuat lama-lama 🥰🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!