NovelToon NovelToon
Transmigrasi Ratu Kiamat Ke Tahun 1960

Transmigrasi Ratu Kiamat Ke Tahun 1960

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Sistem / Ruang Ajaib
Popularitas:41.2k
Nilai: 5
Nama Author: cloudia

bukan novel terjemahan!!
negara : China

sinopsis:
buku ini merupakan novel dengan tema tahun 1960 dengan protagonis pria yang mungkin akan terlambat. bagi yang suka wanita kuat yang tidak pernah lemah, silahkan coba membaca.

Sinopsis:
bagaimana jika seorang ratu kiamat penguasa dunia bertransmigrasi ke tahun 1960? dengan gelar ratu iblis yang selalu melekat di dirinya karena latihan kejam milik nya. bagaimana kehidupan dia selanjutnya?

----
protagonis wanita dalam buku : kakak, gendong aku
protagonis pria dalam buku : kakak tampan, jangan pergi
umpan meriam pria : kakak tampan, bagi uang


pria misterius : kalian terlalu berisik, mau kalian bersikap manja sekalipun. dia akan tetap menjadi milikku
su Jinyu : berisik, bubar kalian semua. aku bahkan lebih muda dari kalian dan menjauhlah dari ku

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cloudia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

panggilan dari kakek Xu

Dua hari setelah Jinyu "menemukan" para penyusup di gua, kompleks militer gempar.

Pagi itu, Su Yichen pulang dari markas dengan wajah yang sulit dibaca. Ibu Liu yang sedang menjemur pakaian di halaman langsung menghampiri.

"Yichen, kenapa? Kok pulang siang begini?"

Su Yichen menghela napas, tapi sudut bibirnya sedikit terangkat tanda ia sebenarnya senang. "Ada kabar dari Komandan Xu. Dia memanggil Jinyu."

Ibu Liu terkejut. "Memanggil Jinyu? Untuk apa?"

"Kontribusinya kemarin. Enam penyusup itu ternyata mata-mata asing. Mereka sudah dicari sejak lama." Su Yichen tersenyum bangga. "Komandan Xu bilang, gadis kecil ini luar biasa. Dia ingin bertemu lagi."

Dari dalam rumah, Jinyu yang mendengar percakapan itu hanya mengangkat alis. Yoyo yang melingkar di pergelangan tangannya—menyamar sebagai gelang perak—berbisik pelan.

Shshsss~ "Kau dipanggil komandan lagi. Naik pangkat, nih."

Diam kau.

Tapi Jinyu sendiri agak penasaran. Komandan Xu, pria tua galak yang memberinya lencana waktu liburan di Danau Barat dulu dan yang menyuruh memanggil dia kakek?, Apa lagi yang diinginkannya?

Sore harinya, Su Yichen menjemput Jinyu. Ibu Liu sibuk merapikan baju putrinya, baju merah terang kesukaan Jinyu, rambut cokelatnya disisir rapi dan dibiarkan tergerai seperti biasa.

"Jaga sikap, ya, Nak," pesan Ibu Liu. "Komandan Xu itu orang penting. Tapi kau sudah pernah bertemu, jadi pasti bisa."

Jinyu mengangguk patuh. "Iya, Bu."

Kakak Ketiga yang sedari tadi mengintip dari balik pintu, tiba-tiba berseru, "Yuyu keren! Dipanggil komandan lagi!"

"Sudah sudah, sana kerjakan PR mu!" Ibu Liu mengusirnya sambil tersenyum.

Perjalanan ke markas militer memakan waktu sekitar setengah jam. Kali ini mereka tidak ke kantor Komandan Xu di barak dekat Danau Barat, tapi ke markas pusat di kota—bangunan megah berlantai tiga dengan penjaga bersenjata di setiap sudut.

Jinyu mengamati sekeliling dengan mata waspada. Markas militer sungguhan. Di dunia kiamat, aku punya benteng sendiri. Tapi ini... beda.

Ayah Su menggandeng tangannya melewati lorong-lorong panjang. Para perwira yang berpapasan memberi hormat, dan Ayah Su membalas dengan anggukan. Beberapa dari mereka menatap Jinyu dengan rasa ingin tahu gadis kecil berbaju merah itu dengan mata keemasan yang langka.

Akhirnya mereka tiba di sebuah ruangan di lantai tiga. Pintu kayu jati dengan plakat bertuliskan: Komandan Xu Weiguo - Markas Besar Militer.

Ayah Su mengetuk.

"Masuk."

Suara berat itu masih sama seperti yang Jinyu ingat. Mereka masuk. Di dalam, Komandan Xu duduk di belakang meja besar yang penuh tumpukan dokumen. Di sampingnya, beberapa perwira tinggi duduk rapi. Semua mata tertuju pada Jinyu.

"Komandan Xu," Ayah Su memberi hormat. "Saya bawa putri saya, Su Jinyu."

Jinyu melangkah maju, membungkuk dalam-dalam sopan seperti yang diajarkan Ibu Liu. "Selamat sore, Kakek Xu. Terima kasih sudah memanggil saya."

Komandan Xu tersenyum, sesuatu yang langka terjadi di ruangan ini. Para perwira di sampingnya saling pandang, terkejut.

"Su Jinyu," panggilnya. "Kau tahu, enam orang yang kau temukan di gunung itu ternyata mata-mata asing. Mereka sudah merencanakan penyusupan selama berbulan-bulan. Berkat laporanmu, kita bisa menangkap mereka semua."

Jinyu memasang wajah polos. "Saya hanya tidak sengaja melihat mereka, Kakek Xu. Saya pikir mereka orang jahat, jadi saya lapor Ayah."

Komandan Xu tertawa kecil. "Tidak sengaja? Kau berani mendekati mereka, melihat mereka terikat, lalu lapor? Itu bukan keberanian biasa untuk anak 4 tahun."

Jinyu diam. Ia tidak bisa bilang aku yang mengikat mereka. Jadi ia hanya tersenyum sopan.

Seorang perwira di samping Komandan Xu pria paruh baya dengan kacamata tebal berkata, "Komandan, anak ini luar biasa. Keberanian dan ketelitiannya langka."

"Iya, aku tahu." Komandan Xu menatap Jinyu dengan penuh minat. "Nak, aku punya tawaran untukmu."

Jinyu mengangkat alis. "Tawaran, Kakek Xu?"

"Aku sedang merencanakan program baru. Program pembinaan militer untuk anak-anak prajurit." Komandan Xu menjelaskan dengan nada serius. "Usia 5 sampai 10 tahun. Mereka akan dilatih dasar-dasar militer, disiplin, strategi, bela diri, juga pengetahuan umum. Bukan untuk menjadikan mereka tentara anak, tapi untuk menanamkan jiwa yang kuat sejak dini."

Jinyu terdiam. Ini menarik.

"Program ini sukarela," lanjut Komandan Xu. "Tidak ada paksaan. Hanya anak-anak yang mau dan orang tuanya setuju. Aku ingin kau ikut, Jinyu. Menurutku, kau punya bakat yang perlu diasah."

Ayah Su yang mendengar itu terkejut. "Komandan, Jinyu baru 4 tahun. Usianya belum genap 5."

Komandan Xu tersenyum. "Aku tahu. Tapi lihat dia, Yichen. Tingginya sudah seperti anak 7 tahun, cara bicaranya seperti orang dewasa. Aku yakin dia bisa." Ia menatap Jinyu lagi. "Bagaimana, Nak? Kau mau?"

Jinyu berpikir sejenak. Program militer untuk anak-anak? Ini bisa berguna. Selain belajar hal baru, ia juga bisa mengakses informasi lebih banyak. Dan yang paling penting—

["Terima tawaran itu,"] bisik sistem tiba-tiba. ["Kesempatan langka. Kau bisa akses sumber daya militer, dapat informasi penting, dan—"]

Dan kau bisa nyuruh-nyuruh aku ambil herbal lagi?

["Itu bonus."]

Jinyu hampir tertawa. Tapi ia menahan diri.

"Kakek Xu," katanya hati-hati. "Saya masih kecil. Tapi kalau Kakek percaya saya bisa, saya mau mencoba."

Komandan Xu tertawa lebar. "Bagus! Keberanian dan kerendahan hati. Kombinasi langka." Ia berdiri, berjalan mendekat, lalu berjongkok di depan Jinyu. "Program ini akan mulai bulan depan. Aku akan umumkan ke semua prajurit yang punya anak usia 5-10 tahun. Yang mau silakan daftar, yang tidak tidak apa-apa." Ia mengelus kepala Jinyu. "Tapi kau, Nak, kau akan jadi salah satu murid pertama yang kubimbing langsung."

Para perwira di ruangan itu bertepuk tangan penghormatan untuk anggota termuda di lingkungan militer.

Saat mereka keluar dari ruangan, Ayah Su menggandeng tangan Jinyu dengan erat. Di lorong, ia berbisik, "Kau hebat, Yuyu. Ayah bangga."

Jinyu tersenyum tipis. "Terima kasih, Ayah."

Di dalam hati, Yoyo bersiul.

Shshsss~ "Anak emas komandan, nih. Naik pangkat terus."

Kau hitung pangkat, ular?

Shshsss~ "Bisa aja."

Jinyu tertawa kecil cukup keras sampai Ayah Su menoleh bingung. Tapi Jinyu hanya menggeleng, pura-pura tidak terjadi apa-apa.

Malam harinya, keluarga Su merayakan dengan makan malam spesial. Ibu Liu memasak hidangan kesukaan Jinyu, ayam goreng tepung dan sup jamur. Kakak Ketiga tak henti-hentinya memuji adiknya.

"Yuyu keren! Jadi murid komandan! Nanti kalau aku ikut militer, Yuyu harus bantu aku, ya!"

Jinyu mengangguk. "Iya, Kakak Ketiga."

Kakak Kedua yang kebetulan pulang akhir pekan ini ikut memuji. "Adik kita memang jenius. Kakak Pertama, kamu lihat sendiri."

Kakak Pertama yang biasanya diam, kali ini tersenyum. "Iya. Dia istimewa."

Ayah Su mengangkat gelas tehnya. "Untuk Yuyu. Semoga sukses dengan program barunya."

Semua mengangkat gelas. Jinyu ikut mengangkat gelas kecilnya, merasa hangat.

Malam itu, setelah semua tidur, Jinyu berbaring di ranjang. Yoyo melingkar di perutnya, sistem diam mungkin sedang mengkatalog herbal.

Shshsss~ "Jinyu."

"Hm?"

Shshsss~ "Kau sadar, hidupmu sekarang jauh dari kata damai, kan?"

Jinyu tersenyum dalam gelap. "Iya. Tapi... aku suka."

Shshsss~ "Dari ratu iblis jadi murid militer. Promosi atau degradasi, ya?"

"Terserah kau bilang."

Tapi di sudut hatinya, Jinyu merasa ini bukan degradasi. Ini awal yang baru. Dan untuk pertama kalinya, ia menantikan masa depan.

Di luar, angin malam berdesir lembut. Jinyu memejamkan mata, memikirkan program baru yang akan dimulai bulan depan. Anak-anak prajurit seusianya. Pelatihan militer. Bimbingan langsung dari Kakek Xu.

Ini bisa menarik, pikirnya. Atau bisa jadi ribet.

Yang jelas, hidupnya tidak akan pernah damai lagi.

Dan entah kenapa, ia menyukainya.

1
Fauziah Daud
lanjuttt
sasa adzka
sedih😭
sasa adzka
penasaran siapa lelaki misterius itu kak.... kaya nya masa lalu jiwa ratu iblis sebelum transmigrasi k zaman kuno..
apa dia jiwa kekasih yg dulu meninggal... ahhhh makin keren aja
semangat up nya kak😍😍😍😍
sasa adzka
nahhh kan d balas jinyu lebih kejam 🤭🤭
Fauziah Daud
trusemangattt
sasa adzka
semangat up nya kak😍😍
sasa adzka
😍😍😍
sasa adzka
nah siapa lagi pria misterius itu.. apa jodoh kamerad su.. hayooo kakak othor mah bikin penasaran aja neh😄😄😄
semangat up nya kak😍😍😍
ᵉᶠ ↷✦; 𝓔 𝓵 𝓵 𝓮 ❞
pasti ada rahasia di balik ini semua
ᵉᶠ ↷✦; 𝓔 𝓵 𝓵 𝓮 ❞
dasar sistem usil 🤣
ᵉᶠ ↷✦; 𝓔 𝓵 𝓵 𝓮 ❞
ada ada aja tingkah sistem dan ular perak nya 🤣
ᵉᶠ ↷✦; 𝓔 𝓵 𝓵 𝓮 ❞
baru kali ini nemuin sistem yang kocak dan bersahabat 🤣
ᵉᶠ ↷✦; 𝓔 𝓵 𝓵 𝓮 ❞
di sebut balita dong 🤣
balita jenius ini komandan
ᵉᶠ ↷✦; 𝓔 𝓵 𝓵 𝓮 ❞
si jenius mulai beraksi, tunjukkan pesona mu Yuyu
ᵉᶠ ↷✦; 𝓔 𝓵 𝓵 𝓮 ❞
ada sistem dan ruang dimensi, semakin seru
ᵉᶠ ↷✦; 𝓔 𝓵 𝓵 𝓮 ❞
ketegasan yang menjadi utama, keren
sasa adzka
eh kakak othor sayank... ko jinyu gak jelas pindah gitu.. 😄😄😄 ada kekuatan magic ya dari penulis novel🤣🤣🤣🤣
semangat up trus kak..
btw itu cerita satu nya lagi ko gak up kak.. lagi nungguin loh aku..
sasa adzka
kak othor apa mungkin masih berkaitan sodara dari ibu song Jiajia si jinyu nya.. karena kan jinyu juga gak tau siapa ibu nya.. bisa kan sama ibu tapi beda ayah😄😄
Fauziah Daud
trusemangattt
sasa adzka
😂😂😂😂 aku bantu dari atas pohon... gokil ne ular.. kira bantu d patok kah😄😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!