NovelToon NovelToon
Cinta Tak Perna Salah (Dilema Cinta Riana )

Cinta Tak Perna Salah (Dilema Cinta Riana )

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Perjodohan
Popularitas:394
Nilai: 5
Nama Author: Wisye Titiheru

Seri Cinta Tak Perna Salah dengan menceritakan dilema dari kisah cinta seorang dokter Riana Yang terhalang oleh perbedaan. kisah ini mengisahkan tentang perjodohan, perselingkuhan dan cinta beda usia yang menjadi permasalahan orangtua. Dan juga rahasia lama yang tersimpan. yang menjadi pengahalang Riana untuk bahagia bersama pilihannya.
Apakah dokter Riana akan bisa bertahan dalam masalah yang dia hadapi untuk mempertahankan cinta sejatinya???

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wisye Titiheru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Cucu Kesayangan

Ria masih diberikan tindakan oleh dokter. Bayi laki - laki itu akan di bawa ke ruangan maminya akan dirawat bersama maminya untuk pemulihan setelah dilakukan semua prosedur ketika bayi itu lahir.

Pada saat bayi itu di dorong keluar, Stella dan Rian juga orangtua Stella dan Papanya Rian datang melihat bayi laki - laki.

"Ambil cucu kalian, saya akan membawa anak perempuan saya pulang."

Semua mata memandang ke arah mamanya Riana dan Rian.

"Mama bicara ngawur apa sih."

"Saya akan membawa milik saya, kalian boleh mengambil milik kalian."

"Mama, kakak tidak akan membiarkan anaknya yang baru dia lahirkan terpisah darinya. Stop omong kosong ma."

Papanya langsung membawa istrinya pulang. Dia menangis air matanya jatuh. Melihat hal itu, Stella menyuruh Rian ikut mengantar mama dan papanya. Karena takut terjadi sesuatu. Rian langsung mengejar orangtuanya. Dia mengambil kunci mobil papanya. Di mobil papanya hanya menangis menahan malu dan juga sedih karena anak dan cucunya diperlakukan seperti itu oleh neneknya. Sampai rumah pun papa tidak banyak bicara dia langsung masuk ke kamar. Karena takut terjadi sesuatu Rian menyusul ke kamar papanya.

"Mama keterlaluan. Maafkan papa dan mama tolong sampaikan ke kakak. Kamu pergi lihat kakakmu sayang. Papa percaya padamu."

Rian keluar dari kamar papanya, melihat mamanya yang egois hanya mengeleng kepala.

"Kamu juga sudah tidak dengar saya." Rian berhenti dan melihat ke mamanya.

"Kakak dan Rian sayang mama dan papa, sampai kapan pun, papa dan mama itu orangtua kami."

Rian sudah memesan taksi, karena mobilnya ada di rumah sakit. Dia kembali ke rumah sakit. Sampai disana kakaknya sudah berada di ruangan, dia mencium kakaknya di kening.

"Selamat kakak, your a mommy now."

"Terima kasih dek."

Rian langsung melihat keponakan laki - lakinya. Air matanya jatuh, dia tidak menyangka bahwa keponakannya akan lahir dan mendapat perlakukan jelek dari neneknya, yaitu mama Riana dan Rian.

"Selamat ya bro. Aku titip kakak dan keponakanku. Besok aku akan berangkat, aku harus mejalankan tugasku di Jepang."

Davin mengangguk dan tersenyum, dia langsung memeluk sahabatnya itu. Rian dan Davin, berbicara sangat pelan. Tidak ingin membangunkan bayi kecil yang tertidur pulas.

"Siapa nama keponakan ku?"

"Elvano Ivander Andreas, Ini nama yang kami berdua pilih. Nama panggilannya El."

Rian minta untuk mengendong baby El, dengan bantuan omanya, baby El berpindah ke tangganya Rian.

"Mukanya El campuran kamu dan papinya nak."

"Iya ya tante."

Rian senang sekali. Handphonenya Rian berbunyi, dan di layar handphone tertera nama papa. Stella yang melihat meminta kak Stella mengangkat panggilan itu.

"Papa, ini cucunya papa. Hallo Kakek nama saya Elvano Ivander Andreas."

"Hallo cucu kakek, kamu mirip om Rian."

"Iya kah, mamanya Davin katakan hal yang sama."

Papanya meminta berbicara dengan anak perempuannya. Sangat lama, beliau mengucapkan selamat kepada anaknya perempuan dan Davin menantunya. Dan permohonan maaf, karena papanya tidak bisa ada di sana sampai akhir. Tetapi papanya berjanji akan datang berkunjung. Ria menangis, Davin mengelap air mata di pipi istrinya.

"Jangan bersedih sayang, papa janji mau datang kan??"

"Iya mas."

Rian yang melihat kakaknya menangis, menghampirinya dan memeluk.

"Kakak harus kuat, ingat ada El yang harus kakak perhatikan. Jadi harus sehat dan bahagia. Kalau kakak sedih kasihan keponakanku."

"Iya dek. Katanya besok kamu berangkat ya??"

"Iya kak, aku ditugaskan ke Jepang kak."

"Jaga diri kamu ya dek. Ingat harus telepon kakak."

"Siap kakak."

Sudah tiga hari Ria di rumah sakit, dan ini hari terakhir dia dirawat setelah melahirkan anak laki - lakinya dengan cara operasi. Selama Ria di rumah sakit mama mertuanya selalu ada, bahkan nginap disini. Semalam kami semua nginap dirumah sakit. Waktu sedang beberes, papanya Ria datang.

Ria langsung memeluk papanya. Dan ciuman seorang papa kepada anaknya berlabu di pipi dan kening anaknya.

"Selamat sayang, papa bangga sama kakak. Jadi mami dan istri yang baik ya."

"Terima kasih papa. Terima kasih."

"Mungkin ini akan kaka lewati berat, tetapi harus kuat. Apapun yang terjadi papa sayang kakak."

"Terima kasih papa."

Papa langsung menghampiri cucunya, Davin mengendong El dan memberikan dalam gendongan papa, air mata papa jatuh.

"Hallo cucu kakek. Jadi anak yang kuat ya sayang. Kakek sayang ade El."

Papa mengucapkan terima kasih kepada mertuaku , memohon maaf serta menitip saya dan El kepada mereka. Papa berbicara sambil menangis. Lalu di peluk oleh papa mertuaku. Papa kesini membawa banyak sekali kebutuhan El dari baju, kursi untuk membujuk El, kursi yang goyang - goyang sampai semua skin carenya. Papa memilih semua sendiri untuk cucu laki - lakinya.

Hari ini mertuaku tidak mengijinkan aku dan El tinggal di Apartemen, mama mau kita semua pulang ke rumah. Davin sebenarnya tidak mau dia lebih memilih di apartemen mengurus anaknya, namun mengingat dia dan istrinya bekerja akhirnya Davin mengalah pulang ke rumah orangtuanya.

Stella kakaknya sudah menyewa agen yang menawarkan jasa membersihkan rumah untuk membersihkan seluruh rumah, sudah dua hari mereka bekerja. Stella juga menganti tempat tidur di kamar adeknya menjadi yang lebih besar. Serta dia menyediakan kamar bayi yang terhubung dengan kamar opa dan omanya. Bersebelahan dengan kamar Davin dan Ria juga.

Sambutan kepada Elvano Ivander Andreas dibuat sangat meriah, dengan dekorasi berwarna biru yang bagus.

"Terima kasih antie ini istimewa sekali."

"Untuk generasinya Andreas harus istimewa."

"Terima kasih. El akan tahu, bahwa antienya sangat mencintai dia."

El sudah ada di kamarnya, opanya tidak berpindah jauh dari cucunya. Davin yang mau menengok anaknya, hanya bisa tersenyum.

"Dek, jangan perna bawa cucu papa ke apartemen, dia harus bersama papa opanya."

"Kasihan maminya dong."

"Nanti papa ngomong sama Ria."

Kelahiran El menjadi hiburan buat mama dan papa yaitu opa dan omanya. Seperti saat ini selesai El menyusui di maminya langsung dibawa ke kamar mereka.

"Oma dan opa sabotase ya???"

"Ria biar mama dan papa yang jaga ya."

"Berarti Ria dan Davin harus disini dong."

"Papa setuju."

"Mama lebih dari setuju."

"Jangan tidur malam - malam Ria."

Selesai pumping ASI, dia masuk ke kamarnya bersama suami. Tadi di ruang makan, Ria di temani oleh sahabatnya Stella. Sampai di kamar Davin sedang menjalankan proyeknya. Puji Tuhan semenjak istrinya hamil dan sudah melahirkan dia selalu mendapat berkat pekerjaan tambahan.

"Sudah selesai sayang."

"Sudah suamiku."

"Sisai buat papinya El tidak??"

"Sayang stop ya, maminya El belum selesai masa nifasnya."

"Mimi cucu sayang, hanya mimi."

"Stop mas."

Davin semakin mendekat. Lalu dia memberikan cincin berlian ke jari manis istrinya. Lalu dia mencium bibir istrinya sangat lama dan dalam. Ciumannya itu bisa membuat getaran - getaran kecil, namun dia tahu bahwa istrinya belum bisa di sentuh sekarang, satu bulan lah dia harus puasa menahan keinginannya.

"Ini hadiah kecil, buat maminya El. Terima kasih sayang, sudah memberikan El yang ganteng bagi keturunan kami. Kamu mami dan istri yang hebat."

"Ini mahal sayang."

"Buat kamu segalanya."

"Beli pakai uang apa mas?? Bukan kah semua uang kamu, sudah serahkan ke saya."

"Ini bonus di luar itu maminya El, dari pada mas pake ngak guna, mendingan buat kamu."

"Terima kasih mas."

"I love you Riana istriku."

"Love you more mas Davin suamiku."

Ria pun tidur dalam pelukan Davin. Sepanjang malam El bangun, hanya oma dan opanya yang urus, karena sudah ada stok ASInya di kulkas.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!