NovelToon NovelToon
Menjadi Cantik

Menjadi Cantik

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan di Sekolah/Kampus / Keluarga / Romansa
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: VanGenZ

Sejak kecil, Hana terbiasa dibandingkan dengan kakaknya yang cantik dan sempurna. Sementara dirinya hanya dikenal sebagai gadis dengan wajah penuh jerawat.

Ia mencoba untuk tetap tidak peduli. Namun, semuanya berubah ketika orang yang ia percaya justru mengkhianatinya.

Memasuki SMK, Hana memutuskan untuk berubah. Ia mulai merawat diri, memperbaiki penampilan, dan berusaha menjadi "cantik" seperti yang diinginkan orang-orang.

Tetapi perjalanan itu tidak semudah yang ia bayangkan.
Dimulai dari masalah keluarga, tekanan pergaulan, dan luka masa lalu perlahan menghancurkan kepercayaan dirinya.

Di tengah semua itu, Hana mulai bertanya pada dirinya sendiri:

Apakah kecantikan benar-benar sesuatu yang harus diperjuangkan?

Atau selama ini ia hanya berusaha menjadi orang lain demi diterima?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon VanGenZ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sosok Mencurigakan Di Balik CCTV.

Lorong sekolah terasa jauh lebih sepi dibanding aula. Suara keramaian dari pameran P5 masih terdengar samar dari kejauhan, gelak tawa, suara guru berbicara, dan langkah kaki yang berlalu lalang. Tapi di bagian gedung administrasi, suasananya jauh lebih tenang.

Hana berjalan di samping Kenzo menuju ruang tata usaha. Jari telunjuknya masih dibalut tisu, meski darahnya sudah berhenti.

Kenzo membuka pintu ruangan perlahan. “Permisi, Bu,” katanya.

Di dalam, seorang guru piket sedang duduk di depan komputer. Ia menoleh ketika mereka masuk. Kenzo menjelaskan situasinya secara singkat, tentang produk kelompok Hana yang rusak dan kemungkinan seseorang membuka lemari kelas mereka.

Guru itu terlihat berpikir sebentar. “Kalau memang begitu, coba cek saja rekaman CCTV di koridor kelas,” katanya akhirnya. “Tapi cepat ya, sebentar lagi penilaian dimulai.”

Kenzo mengangguk. “Terima kasih, Bu.”

Beberapa menit kemudian mereka sudah berdiri di depan monitor komputer kecil yang menampilkan rekaman CCTV.

Layar itu menunjukkan lorong kelas yang cukup sepi. Ada pintu kelas di sisi kiri dan kanan. Kamera dipasang di ujung koridor sehingga sebagian pintu kelas mereka terlihat.

Kenzo memegang mouse dan mulai memutar rekaman. “Sekarang kita cari waktu yang masuk akal dulu,” katanya.

Hana berdiri di sampingnya, menatap layar dengan serius.

“Terakhir kamu lihat lilinnya kapan?” tanya Kenzo.

Hana mencoba mengingat. “Kemarin sore.”

“Jam berapa kira-kira?”

“Sekitar… setengah empat.” Jawab Hana sembari mengingat-ngingat lagi

Kenzo mengangguk.

“Berarti kita mulai dari setelah itu.”

Ia memajukan rekaman. Di layar terlihat beberapa siswa berjalan melewati lorong. Ada yang masuk kelas, ada yang keluar.

Hana memperhatikan dengan sangat fokus.“Sebentar,” katanya tiba-tiba.

Kenzo menghentikan video. “Apa?”

Hana menunjuk layar. "Kalau tujuan orang itu mau merusak lilin itu, dia pasti datang waktu lorong sepi.”

Kenzo menoleh padanya. Hana melanjutkan pelan, “Kalau banyak orang lewat, pasti ada yang lihat dia buka lemari.”

Kenzo memikirkan itu beberapa detik. Lalu mengangguk.

“Masuk akal.”

Ia memajukan rekaman lagi, tapi sekarang memperhatikan waktu di sudut layar.

“Berarti kemungkinan antara setelah jam sekolah selesai sampai sore.”

Hana ikut menatap angka waktu di layar. “Jam empat lewat mungkin,” katanya.

Kenzo berhenti sebentar lalu memutar bagian sekitar jam empat. Lorong terlihat lebih sepi. Beberapa siswa lewat, lalu hilang. Hana menyilangkan tangannya tanpa sadar, menatap layar dengan konsentrasi penuh.

Beberapa detik berlalu. Kenzo meliriknya sekilas. “Kamu cepat juga mikirnya,” katanya tiba-tiba.

Hana menoleh sedikit. “Maksudnya kak?" Tanyanya pelan

“Tadi soal waktunya,” kata Kenzo. “Logikanya tepat.”

Hana terlihat sedikit canggung. “Itu bukan apa-apa,” jawabnya pelan. “Cuma… coba nebak aja.”

Kenzo tersenyum kecil. “Walau cuma nebak, tapi masuk akal.” Ujar Kenzo.

Hana tidak membalas. Ia kembali fokus ke layar. Rekaman terus berjalan. Koridor masih terlihat kosong. Lalu—

“Sebentar,” kata Hana tiba-tiba.

Kenzo langsung menghentikan video. Di layar terlihat seseorang muncul dari ujung lorong. Sosok itu mengenakan seragam sekolah. Dan… bertudung. Orang itu berjalan perlahan di koridor, lalu berhenti sebentar di depan salah satu kelas.

Hana mendekat ke layar, sehingga jaraknya dengan Kenzo sedikit menyempit. “Dia lihat kanan kiri dulu,” katanya pelan.

Kenzo sedikit salah tingkah karena kedekataannyaengan Hana, tetapi tetap berusaha fokus ke monitor komputer. Sosok orang itu memang terlihat celingak-celinguk, seolah memastikan tidak ada orang di sekitar.

Lalu ia membuka pintu kelas. Hana menahan napas. Kenzo memajukan rekaman lagi. Beberapa detik berlalu. Pintu kelas terbuka kembali.

Perempuan itu keluar. Tapi kali ini gerakannya berbeda. Ia terlihat sedikit terburu-buru. Di tangannya tidak ada apa-apa, tapi setelah keluar ia langsung menutup pintu dan berjalan cepat menyusuri lorong.

Beberapa langkah kemudian ia bahkan hampir berlari menuju tangga. Kenzo menghentikan video. Ruangan itu tiba-tiba terasa sangat sunyi. Hana menatap layar tanpa berkedip.Dadanya terasa berdebar lebih cepat.

“Dia masuk ke kelas kami." bisiknya pelan.

Kenzo mengangguk pelan. “Dan waktunya cocok.”

Hana menatap ulang rekaman itu. Orang bertudung itu memang tidak terlihat jelas wajahnya karena kamera berada cukup jauh. Tapi satu hal yang jelas. Ia masuk ke kelas, dan keluar dengan terburu-buru.

Kenzo memutar ulang bagian itu sekali lagi. Perempuan itu kembali terlihat membuka pintu kelas, masuk sebentar, lalu keluar dengan langkah cepat.

Hana merasakan perutnya seperti diikat. Kalau orang itu benar-benar masuk ke kelas… Maka kemungkinan besar dialah yang membuka lemari.

Dan kalau dia membuka lemari… Berarti dia juga yang merusak lilin itu. Kenzo menyandarkan tubuhnya sedikit ke kursi.

“Sepertinya kita sudah dapat jawabannya.”

Hana masih menatap layar. “Tapi wajahnya nggak kelihatan jelas,” katanya pelan.

Kenzo memperbesar sedikit gambar di layar. Sayangnya kualitas kamera cctv tidak terlalu tajam. Wajah orang itu tetap sulit dikenali.

Yang terlihat jelas hanya: seragam sekolah, tas yang diselempangkan, dan tudung yang menutupi rambutnya.

Kenzo memutar rekaman sekali lagi. Orang itu kembali terlihat melihat ke kanan dan kiri sebelum masuk ke kelas. Gerakannya jelas mencurigakan.

Hana menarik napas pelan. Setidaknya sekarang ia tahu satu hal. Lilin itu tidak pecah karena kecelakaan. Seseorang benar-benar sengaja masuk ke kelas mereka. Dan merusaknya.

Kenzo mematikan video.

“Kita tunjukkan ini ke guru saja,” katanya.

Hana mengangguk pelan. Di dalam kepalanya masih ada satu pertanyaan besar.

Siapa orang itu?

Dan yang lebih penting— Kenapa dia melakukan itu?

1
Night Watcher
coba mampir
Ran
sepertinya menairk
Ran
keren Thor, udah buat cerita baru aja nih
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!