DISKRIPSI
Tersebutlah di Distrik Ahinan Dusun Be jie
ada sepasang suami istri yang telah dikaruniai seorang Anak perempuan yang bernama Mey Ling. Dan anehnya di punggung Mey Ling seperti ada tatto yang bertuliskan Lady Ma,seorang selir dari masa Dinasty Ming
.
Pada saat berumur 12 tahun anak ini bermimpi di ajak ke sebuah goa oleh sang nenek dan di wariskan harta karun. Tersebarnya berita itu membuat banyak pihak memburu harta ini.
Suatu hari berita ini sampai keKaisaran, yang menyebabkan Mey Ling menjadi rebutan para pendekar dan para Prajurit Kekaisaran. Untuk mencari harta karun banyak terjadi pertempuran dan pertumpahan darah. Merasa menjadi ujung tombak permasalahan ini, May Ling akhirnya melarikan diri dalam kegelapan malam di sebuah hutan bambu.
Tapi sesuatu telah terjadi ke pada May Ling
Apakah Itu??
Silahkan Reader baca kelanjutan kisah Mey Ling Reinkarnasi Lady Ma.
Reader akan di ajak bernostagia di Negara Tirai Bambu, Mengenal gunung yang indah...
Lembah yang seperti sorga atau Sungai yang airnya bening berwarna hijau seperti permandian bidadari Sorga.
💜💜💜💜💜
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayumi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Gadis bercadar.
Bab.16
Suasana betul-betul mencekam. Prajurit masih Delapan belas orang, Kuda Mereka semua sudah mati dihisap darahnya.
Jenderal Fang Yin mengayunkan Pedang
Pusakanya kesana Kemari untuk membunuh ribuan Ular, tapi Ular terus menyerang dengan ganas. Dalam keadaan jiwa di ujung tanduk terdengar Suara Seruling dari jauh yang membuat Ular-ular itu berkumpul, dengan Kepala seperti mendengar sesuatu. Tiba-tiba
ribuan jarum beracun melesat mengenai Ular itu. Dan seketika Ular itu tergeletak
tak bernyawa.
"Kurang ajar!! siapa berani melawan Xian
Mong, keluar Kamu Kutu kumpret!!" teriak
Nenek jahat itu marah seperti kebakaran
Jenggot.
"Aku yang melawanmu Nenek peot,"
berbarengan dengan Suara nyaring itu keluarlah dari Pohon Peach seorang gadis belia yang memakai cadar. Rambutnya panjang terurai keperakan. Suara gelang Kakinya terdengar gemerincing di setiap langkahnya. Pakaiannya dari Sutra halus yang berkilau. Semua mata terpukau
melihat tampilan Gadis belia itu.
"Berani Kau melawan Xian Mong, trimalah
ini bocah tengik!!" Bentak Nenek Xian Mong marah besar. Belum pernah ada yang berani kepada dirinya. Mendengar namanya saja Orang takut, apalagi mau melawannya. Tapi Gadis belia ini malah menantangnya.
"Marilah Kita bermain-main Xian Mong, Dua ratus tahun Aku mencari kesempatan supaya bisa bertemu denganmu. Dulu
begitu sombongnya Kau, sewaktu Kau
menjadi Permaisuri, Kau mefitnahku, Kau
menggunduliku...ha..ha...ha... sekarang
terimalah balasanku," teriak Gadis itu
dengan suara melengking. Matanya yang
hitam menyorotkan dendam kesumat.
"Jangan banyak bacot, keluarkan saja
Pedangmu," kata Nenek Xian Mong
langsung menyerang.
Sebuah Pedang tipis dari Perak menghujan ke Tubuh gadis itu. Dengan tenangnya Gadis itu berkelit kesamping dan menangkis Pedang lawan dengan Seruling Mas nya. Akan tetapi Kaki Nenek itu cepat menendang Gadis belia itu. Dengan manisnya Gadis itu
menjatuhkan dirinya, kemudian jungkir
balik sambil tangannya memukul Kaki
Nenek itu.
Nenek itu cepat meloncat tinggi serta
berteriak nyaring. Terlihat jarum beracun
keluar dari lengan Jubahnya. Gadis itu
mengibaskan Lengan Bajunya, sekali
kibas Jarum beracun itu jatuh ke Tanah.
Semua Prajurit menahan nafas melihat
permainan Silat Mereka. Mereka seolah
dari aliran sesat. Pangeran Fang Yin
terus memandang Gadis belia itu.
Ingatannya kembali kepada Mey Ling.
Tiba-tiba Gadis itu melompat tinggi dan mencabut Pedangnya. Sinar terang keluar
dari Pedang Pusaka itu. Ada sinar merah
memanjang yang membuat mata sangat
silau.
"Terimalah kematianmu nenek sihir!!teriak Gadis itu menyerang dengan ganas. Nenek Xian Mong memukul
dada Gadis itu dengan tenaga dalam.
tapi meleset, Xian Mong sampai terhuyung karena memukul tempat kosong. Saat itulah Kaki Kiri Gadis itu
menghajar Pinggang Nenek itu dari samping dan...trackkkk....
terdengar suara Tulang patah. Belum
puas sampai disitu, tangannya cepat menghujam Jantung Nenek Xian Mong dengan Pedangnya. Setelah itu, Dia
lalu mencabut Pedangnya dan menendang tubuh Nenek itu dan Tubuh itu terjatuh di tumpukkan Ular yang
sudah mati itu. Tamatlah riwayat Nenek
Xian Mong yang jahat itu. Mereka semua terperangah melihat kehebatan Gadis
belia itu.
Belum sempat Jendral Fang Yin dan semua Prajurit mengucapkan terimakasih Gadis itu sudah lenyap ntah kemana. Sayup-sayup terdengar nyanyian merdu yang tidak asing di Telinga Jenderal Fang Yin.
💌Aku hidup untuk mu duhai durjana
Semilir Angin atau hijaunya dedaunan tidak bisa membuat hatiku berdebar
Aku mati dalam kesunyian
Kehindahan Alam atau merdunya suara Burung, tidak mengubah niatku untuk Menjamah jiwamu
Aku adalah iblis tanpa sayap
Bertualang ke belahan Dunia
Mencari Kamu sang durjana
Yang telah mengoyak jantungku
Aku telah menghirup bau tubuhmu
Kamu kini tumbuh di rumah mewah berlapiskan emas ....
ohhh Sang durjana...💌💌
"Siao Ling!!" teriak Jendral Fang Yin tanpa
sadar.
"Jendral Fang ada apa?" dengan reflek Prajurit pertama datang menghadap.
"Tidak ada apa-apa, Aku merasa kagum dengan Gadis belia tadi. Seperti pembunuh berdarah dingin," ucap Jendral Fang ingat akan Mata Gadis itu yang bersinar dingin sewaktu menusuk Jantung lawan. Seandainya Dia Mey Ling kenapa Dia tidak menyapaku. Tidak mungkin dalam waktu setahun Ilmunya begitu tinggi. Pikir Jendral Fang Yin bingung.
"Jenderal Fang, mari Kita kembali ke Istana. Tentu Kaisar menunggu laporan Kita," kata Prajurit Utama menyadarkan Jendral Fang.
Dengan berat hati Jendral Fang Yin pergi meninggalkan tempat itu. Dua Prajurit yang gugur ditinggal dengan alasan Kuda Mereka semua sudah mati. Tidak mungkin Mereka memanggul mayat sejauh itu.
Dalam perjalanan pulang Jendral Fang Yin banyak di elu-elukan oleh Rakyat
Jelata, Mereka menunggu Jenderal Fang sambil membawa Sepotong Roti dan air bersih serta buah Persik.
"Paduka yang Mulia Pangeran Fang Yin yang Kami hormati, ini persembahan hamba, tolong diterima tidak begitu mewah, tapi hamba memberinya dengan iklas," kata seorang Gadis sambil menjura.
"Jikalau Paduka berkenan Anak hamba
Xiao Cing, hamba serahkan dengan sukarela. Tapi apabila Paduka menolak
tercemarlah nama Kami," kata Mok Ly
Ibu dari Gadis Desa itu.
"Bibi, Aku Fang Yin tidak menolak, tapi tolong jaga Anak Bibi dulu sampai Dia
cukup umur, karena di Istana belum ada
tempat untuk harem, semua masih ditata.
Aku hanya seorang Jenderal yang memutuskan adalah Kaisar," dalih Jendral Fang Yin membuat Ibu itu manggut-manggut, walaupun Dia kecewa.
"Ampun Paduka, bisakah Paduka memberi janji yang membuat hati Kami
lega dan juga Xiao Cing," kata Ibu itu
kekeh membuat Prajurit yang lain sebal.
Dengan bijaksananya Jendral Fang Yin
menjawab.
"Ibu, janji adalah ucapan dibibir yang bisa dilupakan dengan segera, tapi Aku tentu tidak bisa melupakan Ibu Mok Ly dengan Gadis cantik Xiao Cing. Nah, untuk Ibu berbenah Rumah silahkan Ibu ambil sekantong kecil pemberianku, semoga Ibu bisa memanfaatkannya," Dengan gembira Ibu Mok Ly menerima pemberian Jendral Fang Yin. Tidak lupa Mereka menjura berkali-kali.
Langit sudah memerah di ufuk barat, rombongan Jendral Fang Yin baru memasuki Istana. Mereka disambut gembira oleh Rakyat di sepanjang jalan.
Sampai di Istana Rombongan diJamu
di Balairung. Terlihat Kaisar muda sangat
bersuka cita. Hidangan dan Minuman silih berganti datangnya.
Setelah Mereka selesai menyantap hidangan Kaisar Muda menyuruh Jendral
Fang Yin mengatakan apa yang terjadi. Akhirnya Jendral Fang mulai bercerita
dengan jujur.
"Jadi Gadis itu yang membunuh Nenek
Xian Mong, bukan kalian. Kenapa Kalian
bisa dikalahkan oleh seorang Gadis,"
kata Kaisar Muda dengan kecewa.
"Siapakah Gadis itu?, Aku ingin menjadikannya Permaisuri," teriak Kaisar sambil tengadah. Pernyataan Kaisar
yang spontan itu membuat Jendral Fang Yin kaget. Hatinya terasa tertusuk, sakit!.
Bagaimana kalau Dia Mey Ling. Sungguh
dirinya tidak bisa menggambarkan apa
yang akan terjadi apabila Gadis itu bisa
diketemukan.
"Jendral Fang, Aku memerintahkan Kamu
dan Dua puluh Prajurit pilihan untuk mencari Gadis itu sampai ketemu, tapi sebelum Kamu bertemu jangan berani menginjakkan Kakimu di Istana ini," kata
Kaisar mengancam.
******
Hallo reader tolong ya...
di like n rate..
di comment ya supaya
penulis tahu kekurangannya.
ditunggu saran n kritiknya.
I Love You guyss...mks.
tahta, waria, Echa ja yak😜😜
akupun punya Mey..jurus seribu akun🙈🙈🤭