NovelToon NovelToon
Doa Kutukan Dari Istriku

Doa Kutukan Dari Istriku

Status: tamat
Genre:Kutukan / Penyesalan Suami / Selingkuh / Tamat
Popularitas:2.8M
Nilai: 5
Nama Author: Santi Suki

Vandra tidak menyangka kalau perselingkuhannya dengan Erika diketahui oleh Alya, istrinya.


Luka hati yang dalam dirasakan oleh Alya sampai mengucapakan kata-kata yang tidak pernah keluar dari mulutnya selama ini.


"Doa orang yang terzalimi pasti akan dikabulkan oleh Allah di dunia ini. Cepat atau lambat."


Vandra tidak menyangka kalau doa Alya untuknya sebelum perpisahan itu terkabul satu persatu.


Doa apakah yang diucapkan oleh Alya untuk Vandra?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Santi Suki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16

Kedatangan Bu Vany dan Pak Indera di sore hari membuat suasana rumah Alya terasa berbeda. Biasanya, keduanya datang dengan senyum hangat, membawa buah tangan, atau sekadar melepas rindu pada cucu-cucu mereka. Namun, kali ini wajah mereka tampak tegang, seolah ada awan mendung yang menggantung di antara langkah kaki mereka.

Alya yang menyambut dengan ramah di pintu tetap berusaha menampilkan senyum terbaiknya. Ia pikir, kedua mertuanya akan bermalam, atau mungkin ingin menghiburnya di tengah badai rumah tangga yang sedang mengguncang. Namun, tatapan cemas Bu Vany dan raut murung Pak Indera membuatnya menyadari ada sesuatu yang lebih berat.

"Ada sesuatu yang mau kita bicarakan sama kamu, Alya," kata Bu Vany dengan suara pelan, tetapi jelas penuh kegelisahan. Tangannya tampak gemetar saat menggenggam ujung kerudungnya.

"Apa itu, Ma?" tanya Alya, mencoba terdengar tenang meski dadanya berdebar.

"Kami dengar kalau kamu melaporkan Vandra ke polisi atas kasus perzinaan." Suara Bu Vany bergetar, hampir pecah.

Alya menarik napas panjang. Ia tahu saatnya tiba. Tak ada lagi yang bisa ditutup-tutupi. "Iya, Ma. Tadi pagi aku sudah membuat laporan ke kantor polisi bersama Pak Wirawan."

Mendengar itu, wajah Pak Indera dan Bu Vany mendadak pucat pasi, seakan darah mereka disedot keluar dari tubuhnya. Mereka terdiam cukup lama, saling berpandangan dengan mata nanar. Dalam benak mereka, gambaran menantunya yang dulu begitu lembut, penyabar, penuh bakti, kini berubah menjadi sosok wanita tegas yang berani mengambil langkah drastis.

"Bagaimana kalau sampai Vero dibully sama teman-temannya karena ayahnya masuk penjara?" tanya Bu Vany, kali ini dengan suara serak, matanya berkaca-kaca. Ia takut bukan hanya nama keluarga yang tercoreng, tapi juga masa depan cucunya yang ikut tercabik karena stigma.

"Apa kamu sudah memikirkan masak-masak atas tindakan yang kamu pilih ini, Alya?" tambah Pak Indera, berusaha menahan nada suaranya agar tidak meninggi.

Alya menunduk sebentar, lalu menatap keduanya dengan mata yang basah tapi mantap. "Pa ... Ma, aku sudah memikirkan ini sejak lama. Bahkan, seharusnya Mas Vandra tahu. Dahulu, saat ramai dibicarakan undang-undang perselingkuhan, kami pernah membahasnya. Waktu itu, kami berdua sama-sama setuju, kalau pelaku perselingkuhan apalagi yang sampai berzina memang pantas di penjara. Dan sekarang, Mas Vandra sendiri yang melanggar. Aku hanya menepati apa yang dulu pernah menjadi kesepakatan kami."

Seketika suasana ruang tamu terasa berat. Hanya suara detik jam dinding yang terdengar. Bu Vany menutup wajahnya dengan kedua telapak tangan, mencoba menahan tangis.

"Apa kamu bisa menjamin kalau tindakan yang kamu ambil ini tidak akan memberikan efek buruk kepada anak-anak? Terutama kepada Vero," tanya Bu Vany lagi, kali ini lebih lirih, seakan memohon.

"Insya Allah, Ma," jawab Alya dengan suara bergetar tapi mantap. "Aku akan perlahan menjelaskan kepada Vero apa yang terjadi, kenapa aku harus melakukan ini. Vero anaknya cerdas. Dia bisa memahami dan belajar mengontrol emosinya. Aku percaya, dengan doa dan kasih sayang kita, dia tidak akan tumbuh dengan kebencian."

Pak Indera akhirnya menghela napas panjang. Sorot matanya tajam, tapi lebih banyak ke arah putus asa.

"Baiklah kalau begitu. Kami tidak akan ikut campur masalah itu." Suara Pak Indera terdengar berat, seperti keluar dari kerongkongan yang kering. "Lalu, apa Vandra bersedia menceraikan kamu? Mengingat dia sangat mencintai kamu."

Alya tersenyum getir. Ada luka yang berputar kembali di dalam hatinya, luka dari cinta yang dikhianati. "Itu dulu, Pa. Kalau sekarang, sudah tidak. Mas Vandra bersedia bercerai denganku. Dia sudah tahu konsekuensinya sejak awal ketika memilih berselingkuh. Dia sendiri yang sudah tidak menginginkan aku lagi."

"Tapi Mama rasa, Vandra masih mencintai kamu, Alya," potong Bu Vany, kali ini dengan tangisan yang mulai pecah. "Mungkin … mungkin saja dia dalam pengaruh guna-guna. Itu sebabnya dia berubah begini. Dia seperti bukan Vandra yang dulu."

Alya menggeleng pelan, matanya berkaca-kaca tapi nadanya tetap tegas. "Orang yang kuat iman dan selalu ingat kepada Allah tidak akan goyah oleh guna-guna, Ma. Mas Vandra berselingkuh bukan karena ada orang lain yang memengaruhinya, tapi karena dia lemah iman. Karena dia lebih memilih nafsu daripada janji yang pernah dia ikrarkan."

Hening kembali menyelimuti ruangan. Hanya suara isakan Bu Vany yang terdengar lirih.

"Jika kamu dan Vandra sudah bercerai, apa kamu juga akan pergi jauh dari kita dan tidak menganggap lagi kita keluarga?" tanya Pak Indera tiba-tiba, suaranya penuh cemas. Di balik tatapan tegasnya, ada ketakutan seorang ayah mertua kehilangan menantu yang sudah ia anggap seperti anak sendiri.

Alya mendekat, meraih tangan kedua mertuanya, lalu menatap mereka dengan air mata yang akhirnya jatuh juga. "Tentu saja tidak, Pa. Sampai kapan pun kalian tetap orang tua bagiku. Kakek-neneknya Vero dan Axel. Aku tidak akan pernah menjauhkan anak-anak dari kalian semua, termasuk sama Mas Vandra. Bagaimanapun juga, dia tetap ayah kandung mereka."

Jawaban itu membuat dada Bu Vany berguncang hebat. Ia tak kuasa lagi menahan tangisnya.

"Terima kasih, Alya. Kamu terlalu baik. Bahkan setelah semua ini, kamu masih memikirkan kami." Ia lalu meraih Alya ke dalam pelukan erat, seakan tak ingin melepaskan.

Tangisan itu akhirnya pecah, bukan hanya milik Bu Vany, tetapi juga milik Alya. Mereka berdua larut dalam pelukan panjang, menangisi cinta yang runtuh, rumah tangga yang hancur, sekaligus kekuatan seorang ibu yang rela menjadi tameng bagi anak-anaknya.

Pak Indera hanya bisa menatap keduanya dengan sorot mata yang sayu, bibirnya bergetar namun tak sanggup lagi berkata-kata. Di dalam hatinya, ia tahu cinta Alya terhadap keluarganya jauh lebih tulus dan besar daripada cinta Vandra yang terjerat pada nafsu sesaat.

1
Ning Suswati
doa isteri langsung menembuh langit, mengalahkan doa ibu setelah anak laki2nya menikah, jgn menyalahkan alya, salahnya sendiri yg menginginkan, karena dia yg berbuat penghianatan
Ning Suswati
kalau bukan jodoh, tak akan ada peluangnya, tapi kalau sdh taqdir jodoh semuanya jadi lancar
Ning Suswati
🤣🤣🤣🤣🤣
kacian deh lho, segala cara sdh dilakukan sekalipun bermandikan lumpur dosa,masih aja belum sadar, akan dosa2 yg semakin menumpuk, terus aja bikin sensasi murahan
Ning Suswati
karma gk perlu diundang dia akan datang dg sendirinya, jadi laki2 kebanyakan cuma ada nafsu yg ada di otaknya, tdk perlu pakai perasaan.itu sdh taqdir cintaan tuhan
Ning Suswati
sdh tau anaknya dablek, mau2 nya mendengarkan aduan dari mulut anak yg sdh mempermalukan seisi dunia, masih aja mau di bela, otak nya gk digunakan, sdh jadi jalang juga masih mau dibelain, bukan anak kecil
Ning Suswati
asssyyyiiiiiik, diterima lamaran papa biru, jgn lama2 untuk segera di sah kan dong
Ning Suswati
semoga babang biru cepat dapat laporan kejadian dan dalang dari semua fitnah pada alya
Ning Suswati
makanya diurus gundiknya itu vandra, jadi laki gk ngaruh, apa yg dilakukan gubdiknya gk tau, kalau masih jual tanah kaplingan🤭
Ning Suswati
semoga babang biru segera dapat bertindak dan cari pelakunya, jgn kasih ampun lagi, gk perlu lapor polisi paling juga lepas lagi, hukum rimba aja babang biru
Ning Suswati
enakkan punya isteri muda yg pintar dan berhati iblis, rasakan tuh vandra, apa yg terjadi sekarang semua ulah isteri siri yg gila dan berhati daqjal
Ning Suswati
semua rencana erika sangat cocok dg kerjaan jalangkung, apakah nasib baik akan berpihak kepada manusia berhati iblis, aq rasa sekali ini albiruni akan segera bertindak utk melindungi alya
Ning Suswati
perasaan luka bathin tdk semudah itu akan sembuh, apalagi luka karena penghianatan dlm rumah tangga, tapi tdk semua laki2 bejat, berdamailah dg hati dan bahagia itu kita yg raih
Ning Suswati
kebanyakan sih laki2, tdk bisa menjaga dan melindungi anak2 nya sendiri demi perempuan pemuas nafsu syetan jalang
Ning Suswati
bagus deh, ada zara si preman sekaligus tante yg baik hati, tau yg benar dan baik untuk keluarga
Ning Suswati
baguslah ada yg ngawal vandra dan nek kunti
Ning Suswati
erika ibarat kerbau selalu berkubang dalam lumpur, dan ini lumpur dosa, disitulah tempanya yg bisa membuat kebahagiaan bermandikan uang keringat hasil dosa
Ning Suswati
semoga saja vandra siap2 menerima kenyataan, bertahn dg erika karena sdh tdk ada lagi pelabuhan dan rumah untuk pulang
Ning Suswati
hhhhh emang enak bikin susah sendiri dan karma tdk akan lalai dg tugasnya, semoga cepat katauan kerjaan lanjutan erika menjual diri
Nyai Klipang
vandra lidahnya selalu kelu kalo mau bicara, mending vandra di buat bisu sekalian👍
Ning Suswati
yg namanya jalangkung pastilah, masa mau hidup kismin
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!