NovelToon NovelToon
Kecubung Biru

Kecubung Biru

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Petualangan / Balas Dendam / Chicklit / Tamat
Popularitas:24.7k
Nilai: 5
Nama Author: C4703R

Kecubung Biru hanya bisa menatap getir. Akan Bumi Menoreh yang membara.
Diantara pertikaian ayah dan pamannya, Pulung Jiwo dan Ronggo Pekik.
Juga mesti membantu perjuangan Diponegoro dalam melawan Kumpeni.
Perang ini mesti mengabaikan segala kepentingannya, asmara yang membara dan kesehariannya yang sunyi, untuk dilewatkan bersama kepingan dendam.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon C4703R, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pesisir Selatan

Dengan latar belakang laut selatan yang menggelora dan hamparan pasir lembut yang siap tersirami darah pejuang-pejuang sejati.

“Wah semilir,“ angin laut membuai setiap jiwa yang datang pada tempat tersebut.

“Enak ya?“

“Tapi sebentar lagi bakalan kacau. Kita yang bakalan merubahnya.“

“Kenapa disini?“

“Ini daerah netral. Dimana tak ada yang diuntungkan dan dirugikan. Daerahnya luas. Bisa menampung ribuan orang dalam satu lokasi.“

“Mereka juga tak dekat istana. Kita juga tak dekat hutan. Dimana saling siaga pada daerah yang asing. “

Didepan sekali tampak Pangeran Diponegoro. Badannya yang ramping, liat, tampak sangat perkasa. Dengan balutan pakaian prajurit keraton. Menandakan darah bangsawan nya yang begitu berwibawa. Pedang di kanan. Keris di kiri. Dan kuda hitam yang garang. Siap menghadapi musuh yang jumlahnya sangat banyak itu. Keris Naga Siluman siap hunus di punggungnya.

Para putra yang berjumlah 17 orang siap mendampingi. Termasuk Bagus Sodewo. Dengan kewibawaan dan kesaktian. Dengan aji Pancasona yang begitu melegenda. Mereka terlahir dari tujuh istri sang pangeran. Adipati Anom juga siap. Den Bei sang ahli strategi turut juga. Mereka bahu membahu. Menjemput musuh.

Pasukannya yang besar ini terdiri dari para pemuda dari empat kerajaan. Kasunanan dengan Kyai Mojo yang memimpin. Sentot sebagai panglima membawahi 400 pasukan berkuda yang hebat. Juga ada yang dari Mangkunegaran. Puro Pakualaman serta di lingkup Kesultanan sendiri.

Kebanyakan dari para rakyat yang ingin ikut berjuang mendukung raja baru mereka, Diponegoro. Sebagai penguasa baru yang lepas dari pengaruh Kumpeni.

Singgasananya masih belum tetap. Terkadang di Selarong atau Dekso. Bahkan Pleret. pada bekas puing-puing istana Sultan Agung. Istana yang dahulu bedah akibat pemberontakan. Yang dipergunakan oleh Amangkurat memerintah seluruh Bumi Mataram. Dari situlah seringkali dipakai untuk mengumpulkan para bangsawan dalam satu pasewakan agung menentukan arah gerak perjuangan selanjutnya. Kondisi berpindah-pindah ini dipergunakan sebagai siasat dalam melakukan peperangan, agar tak mudah dilacak keberadaannya. Mungkin yang sering dipakai di gua selarong itu pada gua lanang dan gua wadon.

Selain panah dan pusaka andalan terdapat juga senapan yang pelornya di produksi sendiri. Meskipun senapan itu buatan Jerman yang kebanyakan diperoleh dari merampas para serdadu Kumpeni yang kalah dan terbunuh. Jumlahnya tentu saja tak seberapa banyak. Tak sebanding dengan kekuatan musuh. Ada juga meriam kuat namun jumlahnya tak seberapa.

“Wah bagus ini.“

“Meriam buatan eropa.“

“Iya senjata terbaru yang sanggup membunuh berpuluh-puluh musuh. “

“Suatu saat kita akan membuatnya sendiri.“

“Tapi sulit.“

“Juga bahannya belum tentu ada.“

“Bahan ada. Tinggal mengambil butir pasir besi di laut. Lalu kita mencetaknya dengan pasir biasa. Nanti kita bentuk yang enak untuk pemakaiannya. “

Kini mereka menunggu pasukan musuh yang jumlahnya juga berimbang. Musuh masih berada di seberang sungai. Yang sudah terkumpul. Karena akan ada perang besar. Yang dikabarkan langsung oleh para pimpinannya agar semua segera tuntas. Dan mereka merasa nyaman untuk tetap berada di sini dalam memonopoli segalanya. Terutama untuk persaingan mereka sendiri dengan para negeri kolonial yang kuat-kuat. Inggris, Perancis, Portugis yang siap menunggu kesempatan menguasai Jawa kalau mereka tak berhasil memadamkan perang besar di negeri bagiannya ini.

Mulai dari orang-orang Kumpeni dengan 23.000 pasukannya yang perkasa. Gabungan dari empat kerajaan. Serta merekrut orang-orang dari mancanegara kilen dan mancanegara wetan, termasuk orang Madura serta Bali. Mereka ini para pasukan Kumpeni yang terlatih. Sulit ditembus pertahanannya. Apalagi senjata mereka modern. Juga untuk mengimbangi pangeran sendiri yang masih berdarah Madura. Dengan begitu kekuatannya juga bisa dideteksi dan mampu mengimbanginya.

Disana ada patih Danurejo yang pandai bersiasat. Dia mewakili Sultan yang masih kecil. Yang kali ini tengah bersama dua wanita, ibu suri serta permaisuri. Nenek dan ibu yang tetap di dalam loji. Dengan 400 pasukan penjaganya.

Terdapat juga Kapten Hermanus, Andreas Viktor, juga ahli strategi lainnya dari Kumpeni. Mereka-mereka ini yang sudah malang melintang menghadapi kerusuhan akibat berselisih dengan penguasa lokal di seluruh wilayah Hindia Belanda yang demikian luas. Jadi pengalamannya tak bisa diragukan lagi. Bahkan sudah mendapat pendidikan akan ilmu kemiliteran di negerinya sana.

Jendral Merkus De Kock tak kelihatan. Barangkali dia masih di Batavia. Mencari strategi bagaimana melakukan pendekatan agar tak melanjutkan pertempuran namun bisa dalam pengawasan pemerintah langsung. Kalau tak berhasil maka negara lain akan mencaploknya. Bisa saja Turki yang kuat, Inggris yang terus mengintai, juga perancis yang haus akan koloni luar Eropanya. Mereka-mereka ini bakalan merenggutnya. Sebab kondisi politik kala itu, dimana daerah yang belum dikuasai eropa dianggap masih bisa menjadi rebutan. Mereka menganggap penting. Selain untuk menambah pemasukan negara, juga pamor dari negara itu semakin dihormati diantara negara-negara kuat tersebut.

“Ayo kita bergerak,“ ujar para pimpinan.

“Kita akan membuat mereka tak berkutik.“

“Benar persenjataan kita semakin lengkap saja ini.“

“Akan kita pakai untuk menghancurkan keberadaan mereka.“

Pasukan besar Kumpeni mulai bergerak. Mereka melintasi sungai Progo yang dalam. Untung pada bagian ini tak banyak bebatuan besar berada pada dasarnya. Tapi pasir-pasir kasar yang banyak jumlahnya dan sedikit lunak sehingga membenamkan kaki hingga mata kaki.

“Wah aku tak berani ini,“ kata serdadu yang merasa sangat dalam, sungai yang bakal mereka seberang itu. “Nunggu perahu membalik saja.“

“Kelamaan tapi,“ ujar rekannya. “Mereka keburu menyerang kita nanti.“

Sebagian pasukan itu memakai perahu, rakit dan kapal dalam menyeberanginya. Terutama yang membawa senjata berat. Agar nanti berfungsi maksimal. Tidak rusak karena terendam, atau fungsinya menurun kala dipergunakan untuk perang sesungguhnya.

“Ini meriamnya.“ Dengan hati-hati meriam berat itu didorong pelan-pelan meniti balok kayu untuk naik ke kapal.

“Ayo dorong.“

“Kita hati-hati mengangkatnya.“

“Yah jatuh awas basah nanti.“ Kalau jatuh, akan basah. Maka fungsinya kurang maksimal. Meskipun tak rusak, tapi akan mudah berkarat dan bisa jadi untuk sumbu penyalaan akan terganggu. Berbeda dengan kondisi normal yang menggunakannya juga enak.

Yang lain dari pasukan itu kebanyakan menyeberanginya dengan berenang. Karena merasa sanggup melintasinya. Dan dapat langsung campur tangan kalau keduanya sudah mulai melakukan kontak fisik.

Bisa saja para laskar menyerang dikala pasukan musuh lemah, karena penyeberangan.

Tapi semuanya tak dilakukan. Akan ada perundingan akhir. Sebelum menentukan serangan frontal ini.

Kalaupun memaksa menyerang. Kemungkinan mereka tak bakalan menyeberang. Tapi melakukan serangan jarak jauh yang bakalan merugikan pasukan Diponegoro sendiri. Karena meriam-meriam yang mereka miliki tak banyak.

Sedangkan musuh mempunyai banyak meriam belian dari negara penghasil yang kuat. Seperti Jerman, Inggris, atau Belanda sendiri. Yang semuanya menguras anggaran negara demi memenangkan perang di pusat Jawa ini.

1
Andrias CPC
trims 🙏
Dhina ♑
Pangeran Diponegoro,,
sejauh mana mengerti detilnya Thor 🤗🤗🙏🙏 ada yang ingin saya ketahui
Andrias CPC: wah nggak begitu paham aku. 😁
itu hanya gambaran seting kisah untuk membawa tokoh utama pada situasi zaman itu.
total 1 replies
Dhina ♑
ulang, Kecubung Biru
Mase Solo
disini ada kata/sebutan "AKU" mksdnya gimna ya,,apa ini crta dlm cerita/kisah pribadi/cerita sejarah,,,maaf
Author SUPERSTAR: Hi, baca Aku (Bukan) Wanita Murahan yuk
total 3 replies
Sis Fauzi
semangat pulung jiwo
Sis Fauzi
mantap Thor ❤️ lanjuut
Sis Fauzi
love love love author ❤️
Sis Fauzi
suka banget kisahnya p dipenegoro ❤️
Sis Fauzi
Selasa pagi hadir Thor ❤️ salam persahabatan dariku 🙏 saling dukung y 💪 feedback DIBALIK EMOTICON CINTA dan RICH PRANAJA PEWARIS TIRTANALA 👍
Andrias CPC: thanks 👍
total 1 replies
Rian Cappuchino
Kak mampir yuk ke novelku.Judulnya "Ray stardust."

Kutunggu kedatangan kalian

Terima kasih
Andrias CPC: iya😁😁
total 1 replies
anggita
lembayung.sutra.,~ habis?
Andrias CPC: habis kalau ini.
total 1 replies
anggita
kecubung biru💪👍
Andrias CPC: 😁😁
yuk yang lain 😁
total 1 replies
anggita
tmbah like 👍dari novel silat 13 Pembunuh.,🗡💀
anggita
sya mpir, baca, trus like ae lah👍
anggita
tmbah like lgi 👍
anggita
Respct buat Author~crita berlatar sjarah melawan pnjajhan di bumi nusantara sdh jrang ada yg nulis.,💪 smangat trus.
Andrias CPC: trims 🙏
aku mampir balik 😁😁
total 1 replies
💫lie azika
perjuangan yg melelahkan namun harus di lawan
Andrias CPC: iya
yuk lanjut sampai akhir 😁😁
total 1 replies
💫lie azika
para pejuang hebat , bagus kak cerita nya.
Andrias CPC: trims ya 🙏
total 1 replies
Dhina ♑
Aceh ya thor??
Dhina ♑: oh,, lupa ku...rasa tak asing, tapi bingung 😂😂
total 2 replies
My Calangheyo
boomlike n rate bg drias 😍
Andrias CPC: thanks 🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!