NovelToon NovelToon
Suci Dalam Noda

Suci Dalam Noda

Status: tamat
Genre:Anak Yatim Piatu / Tamat
Popularitas:12.5M
Nilai: 5
Nama Author: Senjahari_ID24

Karena nila setitik rusak susu sebelanga, itulah perumpamaan yang terjadi dalam kehidupan Khalisa Suci Kirani. Jejak noda yang tersemat padanya membawa lara. Cemoohan sudah akrab menyapa yang selalu ditanggapi Khalisa dengan senyuman. Bahkan secara tak terduga, orang-orang yang dianggapnya keluarga termasuk sang suami, bermain madu dan racun di balik punggungnya sebab jejak noda tersebut.

Namun, saat poros hidup yang menjadi kekuatannya terenggut dari sisinya, mampukah Khalisa tetap tersenyum kala noda itu menyeretnya hingga ke dasar nestapa?

Yudhistira Lazuardi, si pengacara muda yang memutuskan mandiri dan menjauh dari keluarganya demi meredam kisruh di dalamnya, alih-alih mendapat ketenangan, hidupnya mendadak tak lagi sama saat membiarkan sosok Khalisa yang dipenuhi problema masuk ke dalamnya.

"Dua ratus juta!"

"Dua ratus juta di muka sekarang juga, untuk dia!" Yudhistira mengarahkan telunjuknya tepat pada Khalisa. Dengan rahang mengetat dan sorot mata tajam tak terbaca.

Akankah Khalisa tetap suci semurni arti namanya? Atau justru tergerus noda yang tak pernah diinginkannya.

Ikuti kisahnya.

Jangan plagiat! Ingat Azab

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senjahari_ID24, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bertemu Lagi

Bab 16. Bertemu Lagi

“Mbak, sudah hampir Magrib begini sedang apa di sini? Jangan bilang cegat angkot tujuan Buah Batu lagi?” cecar Yudhis langsung saja.

Entah sebab apa, dia tak bisa berhenti peduli saat kedua matanya menangkap sosok Khalisa lagi. Yudhis geram sendiri melihatnya berkeliaran seakan tak tahu arah. Padahal, semalam sebelum diantar pulang dia sudah mencerocos panjang kali lebar supaya wanita ini lebih berhati-hati di kala langit berangsur gelap. Karena bahasa tubuh wanita muda yang selalu bepergian menggendong anak ini tampak rapuh dan takut-takut, sangat ideal menjadi sasaran empuk para preman jalanan.

Mundur satu langkah dengan kening berkerut. Khalisa memindai si pria perlente yang mendadak mencecarnya entah dari mana datangnya. Setelah beberapa detik begitu menyadari yang menegurnya ialah si pria bawel semalam.

“I-iya, lagi cegat angkot, memangnya kenapa?” jawabnya tergagap sebab terkejut.

“Coba lihat jam di ponsel Mbak, sudah jam berapa ini? Apa omongan panjang lebar saya semalam cuma masuk kuping kanan terus keluar dari kuping kiri?” selorohnya, berkacak pinggang dengan tatapan tajam.

“Mak-maksudnya bagaimana, Pak pengacara? Kenapa Anda getol sekali mengomeli saya?” Khalisa merengut kesal. Pria ini sudah dua kali merecokinya tepat ketika sedang mencegat angkutan umum.

“Coba ingat-ingat. Apa yang semalam saya bilang sama Mbak? Saya yakin, masih hangat dalam ingatan.” Yudhis menekankan kata-katanya.

Khalisa mengerjap sembari memutar kembali ingatan semalam. Untuk beberapa saat ia masih pusing sendiri. Ia juga mengeluarkan ponselnya, angka pada layar menunjukkan waktu pukul lima lebih 45 menit. Seketika netranya membola saat menemukan benang merah antara angka jam dengan omelan si pria yang identitasnya merupakan pengacara ini. Membasahi bibir, Khalisa menimpali sembari meringis.

“Ini sudah mau jam enam. Dan angkot jurusan Buah Batu waktunya berdemo,” cicitnya pelan, merutuki diri lantaran lagi-lagi tak ingat waktu, juga terlupa akan informasi krusial yang semalam dijejalkan pria ini padanya.

“Terus, sekarang mau pulang pakai apa?”

“Mu-mungkin jalan kaki,” sahutnya bingung.

“Jarak dari sini sekitar enam sampai tujuh kilo meter, mau sampai jam berapa, hmm? Memangnya kuat berjalan kaki mana sambil gendong anak?” Yudhis bersedekap mengintimidasi, membuat Khalisa merasa mulas-mulas dan spontan menunduk tak berani membalas tatapan memperingatkan si pengacara.

“Ya, m-mau bagaimana lagi,” ujarnya pasrah, lebih tepatnya tak tahu harus berbuat apa.

“Punya aplikasi ojek online?”

“Sudah saya bilang, ponsel saya cuma bisa telepon sama kirim pesan, Pak,” jelas Khalisa, memberanikan mengangkat wajahnya.

“Yakin, hafal rute jalan untuk dilalui berjalan kaki?”

“Sebenarnya, saya juga kurang hafal, Pak?” Khalisa terkekeh kering, menertawakan dirinya sendiri. Jarangnya berpergian membuatnya tak begitu hafal seluk beluk jalanan Kota Bandung.

“Haish!” Yudhistira berdecak frustrasi, mengusap wajahnya kasar. “Ikut saya!” titahnya.

“Eh, i-ikut ke mana?” Khalisa tak serta menyetujui. Walaupun jujur saja ia mulai ketakutan sekarang, kebingungan harus pulang dengan cara apa.

“Mbak mau pulang tidak? Cepat ikut, saya antar. Setidaknya saya sudah berusaha menjadi warga negara yang baik, berupaya meminimalisir potensi kejahatan.”

Bukankah semalam juga aku sampai dengan aman berkat pengacara bawel ini? Dia juga temannya si pak polisi. Dari pada minta tolong sama orang lewat seram juga. Cuma ikut sama dia ini yang terbilang cukup aman untuk sekarang, batinnya.

Meski jujur saja ia was-was takut ceroboh mengambil keputusan. Setelah berpikir ulang, Khalisa tak punya pilihan lain. Memilih mengangguk lalu mengekori langkah Yudhistira daripada luntang-lantung tak tahu arah jalan pulang.

Bersambung.

1
Icha Arlita
keren pokok nya
PrettyDuck: Halo pembaca setia Noveltoon 🤗
Aku baru merilis cerita berjudul : "In Between" ✨️
Kalau berkenan silahkan berkunjung dan nikmati ceritanya 💕

Mila tidak pernah menyangka kalau 'penghancur' masa remajanya akan kembali lagi jadi bosnya di kantor. Ini bukan cuma soal benci, tapi soal luka yang dipaksa sembuh saat pelakunya ada di depan mata.
total 1 replies
Icha Arlita
ga pernah banyak komen pokok nya cerita yg amat sangat menarik 👍👍
Icha Arlita
di bacanya ada kesel nya ada seneng ada terharu nya paket komplit, tp banyak greget ny
Icha Arlita
tolol tolol 🤦
Mini Amora
🩷🩷🩷
Mini Amora
Terima kasih tuk karya indahmu thor🩷
Mini Amora
abang Yudhis... pas bgttt kan momentnya tuk nikahin khalisa🤭
Mini Amora
masyaAlloh... papi Barata bijak bgttt.
Mini Amora
ouhhhhh... ternyata akhirnya Maharani hamil toh.. syukurlah jadi Barata punya 2 jagoan... yudhistira & erlangga
Mini Amora
erlangga anak kandung Barata??

apa Barata nikah lagi yaa thor?
kan Maharani mandul...
Ida Setiarti
lope lope sekebon bunga 🥀🥀🥀🌹🌹🌹🌹🌹🥀🥀🥀🥀🥀🥀
Nur Inayah
aku jadi kangen baca lagi kisah Brama dan Selena🤭🤭
Lyana: bacanya dimana kak?
total 1 replies
Nur Inayah
aku udah baca ini entah yg keberapa kali, tetep aja candu dan gak pernah bosan, semua karya kak senja emang secandu itu🥰🥰
citra marwah
Aku udh baca yg kedua kali nya....tapi masih kurang huhuhuhu suka bgt dengan sikap dan sifat yudistira....senang juga dengan Khalisa yg skrg,kasihan dengan yg dlu...
citra marwah
hahahhahahahhaha pengen jdi khalisa yg sekarang bukan yg dulu😁
citra marwah
Cah gemblung gawe kaget ....syafa syafa
citra marwah
hahhahaha geli sendiri ya khal klo ingat itu pria nyuci cd😹
Hari Saktiawan
lope lope bang Yudis
Andy Mauliana
mengsedih
Andy Mauliana
Hanya ada nopel2 ya ges
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!