Arthur adalah seorang anak yang terlahir dengan Mana atau energi sihir yang cacat.
ia lahir di dunia sihir dimana dunia tersebut sihir sangat dibutuhkan. ia memiliki cita cita untuk menjadi Penyihir terhebat di kerajaan dan juga mencari tahu tentang ingatan-ingatan samar yang sering ia lihat dalam mimpinya.
Akankah ia mampu menjadi penyihir terhebat dan menguak semua pertanyaan mengenai ingatan tersebut?
Note:
Main character tidak dibuat langsung overpower. akan ada developement character atau pembangunan karakter agar lebih menarik oleh karena itu Alur akan berjalan sedikit lambat.
ini adalah karya pertama saya. bila ada kesalahan atau kurang seru tolong di maklumi yaa.
agar author semangat lanjutin jangan lupa like dan komen.
mohon dukungannya yaa terimakasih🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pandu Diwanata, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Agnosticae
Langit sudah terlihat gelap itu artinya malam telah tiba. Tak ada satupun penerangan di dalam hutan itu. Yang ada hanyalah suara jangkrik yang saling bersahutan.
Magdalena pun mengangkat tangan kirinya dan mengeluarkan sihir api sebagai penerangan. Ia kemudian berjalan menuju keluar hutan diikuti oleh Arthur dan Elina dibelakangnya.
Setelah ketiganya keluar dari dalam hutan, Magdalena memberikan saran kepada Arthur dan Elina untuk pergi menuju sebuah desa yang berada di kaki gunung.
"Tak akan ada kereta kuda yang mau melewati jalan ini saat malam hari oleh karena itu Kalian ikuti saja jalan ini, dibawah ada sebuah desa dan kalian bisa mencari tempat penginapan di sana" Ucap Magdalena sambil menunjuk arah desa tersebut.
Mereka berdua hanya mengangguk dan segera pergi meninggalkan hutan itu dan Magdalena.
Elina memiliki ketakutan terhadap Roh kutukan (Hantu) oleh karena itu ia terus memegang lengan kanan adiknya itu.
Sedari kecil Elina selalu membaca tentang cerita Roh kutukan padahal dia adalah orang yang penakut.
"Bisakah kau diam sedikit?" Ucap Arthur sedikit kesal. Ia risih karena Elina terus berbicara bahwa ia takut dan meminta agar dirinya tidak ditinggalkan sendiri disini.
"A-arthur A-aku takut" Ucap Elina sambil berjalan dengan kaki yang gemetar. Ia memeluk Spellbook miliknya berharap cahaya dari buku itu dapat menerangi jalan. Namun kenyataannya cahaya buku itu hanya mampu menerangi wajahnya saja.
"Jangan kau pegang saja buku itu, gunakan sihir yang dapat menciptakan cahaya!" Ujar Arthur.
"T-tidak bisa, sihir ku tak menghasilkan cahaya" ucap Elina sedikit memelas.
Tiba-tiba ada sebuah suara dari dalam hutan. Suara itu ternyata berasal dari dahan pohon yang tumbang. Mendengar suara itu, Elina langsung ketakutan memeluk Arthur dengan sangat erat.
"Aaaaaaa tidak!!!! Aku mohon jangan makan aku!!! Makan saja anak ini!!!" Teriak Elina.
Burung burung Cocytus yang peka terhadap suara dan sedang tertidur pun langsung berhamburan berterbangan ke atas dan membuat suara yang mirip dengan burung gagak akibat mendengar suara teriakan yang kencang dari Elina.
Burung burung itu bersuara untuk berkomunikasi satu sama lain atau bertukar informasi bahwa ada manusia/pemburu.
Burung Cocytus sendiri merupakan Beast kelas menengah dan sering diburu karena harga dagingnya yang mahal.
Adapun kelas Beast (Hewan buas):
1.Kelas Atas.
Kelas Menengah.
Kelas bawah.
Dan dari kelas di atas itu menentukan seberapa besar kekuatan dan harga beast tersebut.
.
.
.
"Tenanglah!, mereka buta pada malam hari, selagi kita tidak membuat suara seperti tadi maka kita akan selamat" Bisik Arthur yang mencoba menenangkan Elina yang sedang menangis ketakutan.
Butuh waktu kurang lebih dua jam mereka agar bisa keluar dari hutan itu. Selama itu juga Arthur mengambil kesempatan dengan menakut-nakuti Elina dengam cerita Roh Kutukan Elina agar terus memeluknya sepanjang perjalanan.
.
.
.
Sebuah cahaya samar akhirnya terlihat di ujung jalan. Mereka pun segera menghampiri cahaya itu.
Setelah keluar dari hutan itu, sungguh betapa bahagia Elina melihat ada sebuah pemukiman yang lumayan besar. Mereka berdua pun lantas bergegas untuk mencari tempat penginapan.
Desa tersebut mirip dengan desa mereka berdua. Rumah rumah disana masih terbuat dari kayu dan terdapat lubang perapian di atapnya. Para penduduk pun masih beraktivitas pada malam hari. Dan juga terdapat sebuah pasar kecil disana.
Setelah bertanya pada orang yang mereka temui di jalan, sampailah keduanya di depan sebuah tempat penginapan yang cukup besar. Rumah itu memiliki tiga lantai dan terbuat dari kayu.
Kemudian mereka masuk ke dalam penginapan itu . Suasana di dalam tak begitu ramai. Hanya ada beberapa orang yang duduk disana sambil menikmati makanan maupun minuman.
Ruangan tersebut juga sangat minimalis. Disana hanya terdapat meja resepsionis dan beberapa kursi dan meja untuk pengunjung di ruang lobby.
"Tunggulah di sana, biar aku yang memesan kamar" Ucap Elina sambil menunjuk ke arah kursi yang kosong.
Arthur pun pergi menuju kursi tersebut dan menunggu Elina disana.
Disebelah Arthur Terdapat dua pria, yang pertama mengenakan jubah berwarna dengan topi caping dan yang kedua hanya menggunakan tudung untuk menutup wajahnya. Keduanya tengah menikmati segelas kopi dan melakukan sedang melakukan percakapan. Karena terlalu dekat, Arthur tak sengaja mendengar percakapan kedua pria itu.
"Apakah kau tahu kawan? Kelompok Agnosticae sudah mulai bergerak" ucap salah satu pria bertopi caping yang sedang meletakan gelas yang baru saja ia seruput.
"Agnosticae? Siapa mereka?" Tanya yang satunya.
"Mereka adalah sekte sesat yang menganggap bahwa Illia itu tidak ada, mereka menebarkan doktrinnya dan menipu masyarakat luas untuk kepentingan pribadi mereka, kelompok itu dipimpin oleh 11 orang yang sering dijuluki sebagai 11 Malaikat tanpa kepala. Para pemimpin itu dapat dikenali dengan anting rumbai berwarna merah di kedua telinga dan sebuah angka bagian tubuh mereka sendiri sebagai identitas Petinggi" Ucap pria bertopi caping itu.
"Info yang menarik" Ucap pria yang satunya sambil memberikan beberapa koin emas kepada pria bertopi caping itu.
Melihatnya hal itu Arthur paham kalau mereka adalah seorang informan.
"Apa pergerakan terakhir yang mereka lakukan ?" Tanya pria satunya.
"Belum lama ini Sang malaikat ke 7 muncul di desa Raha dekat Venezia" Ucap pria bertopi caping.
"Kemudian?" tanya pria yang satunya.
"Hanya dalam waktu satu malam ia berhasil mencuci otak penduduk disana. Ia membuat mereka semua menyembelih anak perempuan yang masih perawan" Jelas Pria bertopi caping.
"Benar-benar Mengerikan, hanya dengan satu malam saja ia dapat membodohi satu desa, sebelas orang itu pasti adalah orator yang sangat ulung" Ucap Pria yang satunya sambil menggelengkan kepalanya.
"Ngomong-ngomong apa tujuan si malaikat itu dengan menyuruh mereka semua untuk mengorbankan perempuan perawan?" Tanya pria yang satu sambil mulai menyeruput secangkir kopi miliknya yang mulai dingin.
"Sebuah ritual, mereka menggunakan nyawa sebagai persembahan kepada L dan memanfaatkan mayat-mayat itu. Ada yang dijual organnya dan ada pula yang dijadikan sebagai alat pemuas sebelum membusuk" Jelas pria bertopi caping.
"L? Siapa dia?" Tanya pria yang satunya.
"Entahlah belum ada satupun yang dapat mengeruk informasi mengenai L. Lagipula kabar terkini bahwa Wizard Kekaisaran telah menanggapi serius sekte itu. Yang mulia Julius Caesar telah mengerahkan beberapa Kapten Wizard untuk mencari dan menghancurkan sekte itu. Aku rasa tak lama lagi sekte itu akan hancur" Jelas Pria bertopi caping.
Tak lama kemudian Elina datang menghampiri Arthur.
finally
semangat terus thor 💪
semangat terus Thor 💪
thank's. up nya cerita ini makin menarik
👍👍👍👍👍
tunggu kelanjutan kisah ini .......!!!
buat author semangat terus 💪
maaf. ya Thor. 🙏🙏🙏 komentar aku julid ....
semangat Thor 💪
Arthur adalah seorang dewa kematian karena itu aku mengingatkan pada author tentang kekuatan Arthur.
seorang dewa kematian haruslah kuat dan tak tertandingi kekuatannya tapi disini kekuatan Arthur masih lemah .
next Arthur harus kuat
jangan bikin pembaca jadi malas baca alias bosan karna MC nya lemah.
apa lagi MC disini adalah dewa kematian yaitu dewa yg paling ditakutkan bahkan oleh para dewa .
oke Thor semangat terus ya...💪😘😘💖💖👍👍