Belum selesai Revisi
Bagaimana rasanya jika dijodohkan dengan orang yang tidak kita Cintai? Bisakah Kita menerima perjodohan dengan menunggu kepastian masa lalu yang menghilang tanpa kabar?
Siapakah yang akan Muti pilih? Renald atau Rizky?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tufa_hans, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Anggaplah aku sebagai sahabatmu
Beberapa hari kemudian.
Tok tok tok....
"Silahkan masuk!" ucap Renald setelah mendengar pintu ruangannya di ketok.
Rizky masuk dengan membawa sebuah proposal di tangannya, lalu berjalan menghampiri Renald yg sedang duduk menatapnya di kursi kebesarannya. "Kau sudah sembuh?" ucap Renald tersenyum.
"Alhamdulillah sudah tuan." Jawab Rizky membalas senyuman Renald kaku.
"Silahkan duduk?"
"Terima kasih tuan."
"Apa kau butuh sesuatu Rizky? atau ada yg ingin kau tanyakan?" Renald menghentikan aktifitasnya dan menatap Rizky dg wajah yg di penuhi dg tanda tanya, karna Renald tidak menyuruh Rizky untuk menemuinya.
Rizky menyodorkan proposal yg di pegangnya pada Renald. dan Renaldpun membaca proposal yang di bawa Rizky sambil mengerutkan alisnya.
"Apa ini ada hubungannya dg Mutia?" Renald memandang Rizky intens.
"Jika memang benar begitu, kau tak perlu khawatir, aku akan menjauhi Muti, aku tidak akan pernah menemuinya, aku harap kau tak mencampurkan urusan pribadi dan kerjaan, percayalah padaku, aku akan menjauh darinya sebisa mungkin, aku sadar diri Muti milikmu aku tak berhak merebut milik orang lain." Renald tersenyum lembut.
"Tapi tuan...."
"Maafkan aku yg belum bisa melupakan istrimu, tapi aku janji, aku akan melupakannya dan mengikhlaskan Muti untukmu, aku hanya masa lalunya sedangkan kau adalah masa depannya, jagalah dia dan sayangi dia, cinta tak perlu memiliki, cukup melihatnya bahagia akupun bahagia, walaupun kebahagiaannya bukanlah aku." Renald berdiri dari tempat duduknya dan duduk di jendela kantor, ia menatap suasana luar.
"Maafkan saya tuan, maafkan saya yg telah menjadi penghalang di antara kalian, saya tak pernah tau sebelumnya kalau Muti punya kekasih, saya menerima perjodohan ini karna tidak ingin mengecewakan orang tua saya tuan, tapi sekarang saya sudah terlanjur mencintainya, dan sulit bagi saya untuk melepasnya, walaupun saya tau, hati Muti hanya untuk tuan." Rizky menundukkan kepalanya.
"Kau tak perlu minta maaf, ini semua sudah jalan takdir, mungkin jodohku bukanlah Muti, kau tak bersalah, jadi jangan pernah minta maaf padaku, karna tak ada yg perlu di maafkan, berusahalah merebut hatinya, hati Muti sebenarnya lembut, hanya saja memang kelihatannya keras, tapi sebenarnya tidak sekeras yg orang lain fikirkan." Renald memaksakan senyumnya.
"Saya berhenti bekerja, hanya karna ingin membantu perusahaan orang tua saya saja tuan, sama sekali bukan karna Tuan dan Muti." Rizky mencari alasan lain, karna tak ingin membuat Renald merasa bersalah.
"Jika itu sudah menjadi keputusan yg terbaik untukmu, maka aku bisa apa? aku tak berhak menghalangimu, tapi tunggulah sampai aku bisa menemukan orang yg bisa menggantikan posisimu di perusahaan ini." Renald mengucapkannya seakan tersirat sejuta kesedihan di matanya, bukan karna Muti, tapi karna ia sudah menganggap Rizky sebagai sahabatnya.
"Terima kasih atas pengertian tuan."
"Jika saja suatu saat nanti kau membutuhkanku, maka jangan pernah sungkan untuk menghubungiku, jangan anggap aku sebagai masa lalu Muti, anggaplah aku sebagai sahabatmu." Renald menoleh dan menatap Rizky sambil tersenyum lembut.
Renald kini berjalan dan duduk kembali di kursi kebesarannya. lalu ia mentandatangani proposal yang dibawa Rizky.
"Terima kasih atas kerja kerasmu selama ini." Ucap Renald sambil mengulurkan tangannya.
Lalu Rizky menjabat tangan Renald dengan tersenyum kaku, Rizky merasa bersalah karna ia telah mencampurkan urusan pribadinya dg kerjaan, dan Rizky melupakan usahanya untuk mandiri, dan kembali ke perusahaan orang tuanya, semua itu ia lakukan hanya karna takut kehilangan orang yg sangat ia cintai.
"Itu sudah menjadi tanggung jawabku tuan, kalau begitu saya permisi ke ruanganku dulu."
"Silahkan." Renald tersenyum.
Kemudian Rizky meninggalkan ruangan Renald, sedangkan Renald menatap kepergian Rizky dengan perasaan bersalah, karna Renald, Rizky sampai serangan jantung dan tidak sadarkan diri, seandainya saja Renald tahu kalau Rizky adalah suaminya Muti, mungkin Renald tidak akan curhat tentang masalah pribadinya pada Rizky.
"Aku tau, kau hanya ingin menghindariku, aku tidak mau memaksamu untuk mempercayaiku, tapi aku janji padamu, aku akan menjauhi Muti demi kebahagiaannya, walaupun hati ini sakit, aku akan menahannya, dan aku akan pasrah pada takdirku, aku percaya suatu saat nanti, sakit ini akan berganti dg kebahagiaan yg tidak pernah ku sangka sebelumnya."
Sedangkan Rizky di ruangannya sedang memikirkan keputusannya, entah keputusannya sudah benar atau tidak.
🍁🍁🍁🍁🍁
Bersambung....
sukses
semngat
mksh
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu, searchnya pakek tanda kurung biar gak melenceng yaa