Gea keluar dari taksi dan mulai melangkahkan kakinya menuju ke kamar kosannya. Gea melihat ada sepatu Sarah sahabatnya sekaligus teman 1 kamarnya. Apa Rendy ada di dalam?, sepatunya ada di sini juga. Gea bicara di hatinya.
Gea mendorong sedikit pintunya yang tidak dikunci, mendengar desahan Sarah sedang berhubungan intim Gea menarik kembali pintunya dan berniat untuk pergi.
Sarah memang sudah biasa melakukan itu dengan pacarnya. Tiba-tiba langkah Gea terhenti ketika mendengar suara pria tersebut tidak asing baginya.
Tubuh Gea gemetaran terlintas di pikirannya takut kalau yang dia dengar barusan itu adalah pacarnya.
Gak mungkin Rendy dan Sarah memiliki hubungan di belakangnya.
Perlahan-lahan Gea membuka pintunya, dan matanya terbelalak terkejut melihat pacar dan sahabat sedang hubungan intim di sofa ruang tamu.
Dada Gea terasa sakit, dan napasnya merasa sesak, hatinya sangat hancur tidak sanggup menerima kenyataan yang di lihatnya langsung.
"Apa yang kalian lakukan hah!!" teriaknya sambil menahan tubuhnya agar tidak jatuh ke lantai.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Delita Shira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Halaman = 15
Gea dan Aksan masuk ke arena hiburan. Aku yakin dia tidak mungkin menyukai gadis bodoh itu.
Gak mungkin seorang Karisa bisa kalah dengan gadis bodoh itu. Bara membeli tiketnya lalu ia membeli kaos di dalam dan segera ganti pakaiannya.
Bara membeli topi juga agar ia tidak dikenali sama Aksan maupun Gea. Aksan dan Gea terlihat bahagia mereka main seperti anak kecil. Bara terus menguntit nya.
Aksan memilih gelang kerajinan tangan dari pendagang ia membelikan gelang sepasang.
" Ini untuk kamu, dan ini untuk ku!". Aksan mengambil tangan Gea lalu ia memasangkan gelang itu di tangannya.
" Terimakasih "
"Sama-sama" Aksan sangat gemas sembari mencubit hidung Gea, mereka jalan lagi dan naik wahana lainnya.
Bara masih menguntit mereka dari kejauhan.
Sebelum naik wahana Aksan membelikan Gea eskrim. Sekali lagi Gea di buat senang sama Aksan.
Mereka tertawa senang, melihat mereka tertawa hati Bara merasa kesal.
Seseorang menumpahkan eskrim ke baju Bara, " ****!!' Teriaknya.
" Maaf pak saya tidak sengaja?". Orang yang menumpahkan eskrim meminta maaf.
Bara ingin marah tapi wajahnya langsung merah karena Gea melihatnya. Sial dia melihat ke sini lagi. Dari kejauhan Gea melihat Bara.
" Ada apa?" Tanya Aksan penasaran karena dari tadi mata Gea ke arah pria yang pakai kaos hitam.
" Seperti tuan Bara" Jawab Gea sembari menjilat eskrim. Aksan melihat ke arahnya juga. Melihat Aksan dan Gea sedang menatapnya Bara tidak jadi marah-marah ia memutuskan untuk pergi dari sana.
" Kayanya bukan, jam segini Bara pasti di kantor!”.
" Benar juga yang anda bilang barusan!".
Bara pergi ke toilet umum. Sial harus antri pula, Bara tidak sabaran ia pergi ke outlet untuk beli kaos baru, lalu segera mengganti pakaiannya.
Gara-gara wanita itu pakaian ku jadi kotor. Bara menggerutu dihatinya.
Keluar dari outlet Bara langsung ketempat tadi dimana Gea dan Aksan duduk. Di mana mereka?. Bara memutar kepalanya dan mencari keberadaan mereka tidak ketemu.
Bara mencoba keliling-keliling mencari mereka di semua wahana tidak ketemu. Sial aku kehilangan jejak mereka.
Gea dan Aksan memutuskan untuk pergi dari taman hiburan.
Sebelum Gea pamit mereka makan dulu di pinggir jalan, Aksan untuk pertama kalinya dia makan-makanan di pinggir jalan.
Tidak terasa hari makin sore, Gea harus pulang karena Bara akan balik kerumah.
" Aksan maaf, kayanya saya harus pulang, ini udah sore!" Aksan merasa sedih karena harus berpisah dengan Gea. Waktu begitu cepat tidak terasa mereka menghabiskan waktunya 4 jam.
" Saya antar kamu"
" Tidak usah, saya bisa sendiri". Gea masih berdiri belum juga pergi.
"Thanks ya Ge, kamu sudah menemani saya seharian ini.
" Sama-sama, saya juga senang" Aksan belum juga ingin pergi, ia masih ingin berlama-lama dengan Gea.
" Kenapa masih disini?". Tanya Gea karena Aksan tidak bergeming.
" Saya nunggu kamu pulang duluan?". Mereka sama-sama tertawaan karena pikiran mereka sama.
" Oke gini saja, kamu kesana, aku ke parkiran" Usul Aksan.
" Oke, sampai jumpa!" Gea jalan lebih dulu, Aksan menatapnya terus, sampai Gea menghilang dari pandangannya.
Di kantor Bara lupa tidak pakaian kantornya, ia mengunakan kaos dan jasnya.
Adam melongo melihatnya. Tuan dari mana?, kenapa pakaiannya seperti itu?. Adam menghampiri Bara yang baru saja duduk.
Bersambung Jika suka tolong bantu like dan VOTE 🤗🤗🤗🤗🤗