Kisah seorang Anak yang di tinggal pergi Ayahnya untuk selama-lamanya, membuat Ia kecewa pada Ibunya, dan berubah sikap dari anak yang penurut dan perhatian jadi anak yang cuek dan melawan Ibunya bahkan tega mengusirnya di masa tua.
Akan kah sang Anak bisa kembali menjadi penyayang? dan bagaimana nasib Ibunya setelah di usir oleh putranya? lalu apa sebenarnya yang terjadi kenapa si Anak bisa berubah sikapnya? penasaran kita langsung saja ke TKP.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nadataskia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PELAMPIASAN (PART 2)
Setelah duduk selama lima menit dan di rasa sudah agak tenang ayah memulai membicarakan maksud kedatangannya.
"Gini loh Kak, saya maaf sebelumnya saya tahu kalo keluarga saya berhutang sama Kakak, tapi yang kalo mau nagih ya lihat-lihat kondisi lah! jangan di depan orang banyak khan ini urusan keluarga masa mau di bawa ke tempat umum," kata ayah mengeluarkan unek-uneknya.
"Oh, jadi sih Ningsih ngadu sama kamu, huh dasar bisanya cuma ngadu domba orang saja," kata Sari menghina ibu.
"Maksud Kakak apa! kenapa Kakak menuduh Istri saya mengadu domba! bukannya malah Kakak yang terus saja mencari kesalahan Istri saya," ayah tidak terima dengan uncapan Kakak iparnya.
"Loh emang itu kenyataannya kan! saya khan hanya bertanya soal uangnya sudah ada belum, ya kalo emang belum ada ga apa-apa mau di apain lagi!" Sari membela diri.
"Kakak kan yang nyuruh dia kalo ga bisa bayar utang jual motor, sedangkan Kakak tau motor itu satu-satunya yang saya punya buat mencari nafkah, kalo motornya di jual terus gimana saya mau cari uangnya!" jelas ayah.
"Loh saya ga mau tau soal itu, saya juga butuh uang sama kaya kamu, apa salah kalo saya minta uang saya sendiri tau gini dulu engga saya pinjemin deh!" sesal Sari.
"Ya, buat masalah utang sabarlah saya lagi usahain tapi saya minta tolong kalo mau nanggih jangan di tempat umum rumah kan ada, datengin rumahnya minta secara baik-baik" ayah menasehati.
"Dih, udah di tolong bukannya terima kasih malah nyeramahin," sindir Sari. "Lagian si Ningsihnya juga sih sombong udah tau ga punya duit pake sok-sokan nyekolahin bocah TK, kan biayanya mahal emang sanggup bayarnya, paling juga ujung-ujungnya pinjem."
"Eh kok gitu sih, terus maksud Kakak anak saya ga boleh sekolah gitu! jadi Anak bodoh aja, selamanya ga bisa baca tulis," ayah minta penjelasan.
"Ya harusnya nyadar diri lah sama keadaan jangan maksain kalo engga sanggup." Sari makin menyidir membuat ayah emosi.
Brakkk ...!!!
"Apa maksudnya ngomong begitu, coba jelasin?" bentak ayah karena emosi.
Karena tersulut emosi dengan uncapan Kakak iparnya ayah tidak sadar telah memukul meja membuat suara keras yang mengema di ruang tamu, membuat suami dari Kakak ipar keluar yang tidak lain adalah Kakak kandung ayah.
"Ada apa sih! kok ribut banget sampe kaget saya?" tanya Yanto kakak kandung ayah.
"Lah ini adikmu, ngamuk di rumah orang seenaknya aja," jelas Sari istrinya.
"Ada apa Man, kok ngamuk di rumah orang di depan Kakakmu lagi?" tanya Yanto pada ayah setelah melihat meja yang berantakan.
"Tanya aja sama istri Kakak," jawab ayah pergi tanpa menjelaskan semuanya.
Dengan amarah yang mendalam ayah pergi ke rumah Orang tuanya untuk menjemput kedua anaknya, ayah merasa sungkan terus berdebat dengan Kakak iparnya di tambah ada Kakak kandungan juga percuma bicara karena sang suami takut sama istri jadi bakal membela istrinya dari pada adiknya.
*****
Karena masih tersulut emosi sesampainya ayah di rumah Orang tuanya tanpa memberi salam langsung masuk dan memanggil anaknya.
"Nadia, Kasih ayo, Nak pulang udah waktunya buat sekolah," panggil ayah.
"Ayah ... iya sebentar, De kita pulang Ayah sudah datang jemput!" ujar Nadia senang melihat ayahnya datang.
"Eh, Herman kok masuk ga salam dulu, terus main pulang aja ga mau duduk dulu apa?" tawar nenek kepada ayah.
"Iya suruh dengerin omongan Ibu, supaya saya dan Ningsih keluarin Nadia atau Kasih dari sekolah gitu, maaf Bu ini tanggung jawab saya sebagai orang tua apapun keadaannya saya bakal tetep nyekolahin mereka, dari manapun dapat uangnya selama itu halal bakalan saya jalani," uncap ayah menolak.
"Loh kok, kamu ngomong gitu Man, udah ngomong apa aja si Ningsih ke kamu sampe kamu berani ngomong kaya gitu ke Ibu," nenek tidak terima dengan uncapan ayah.
"Ya ... Ningsih cuma nyampein, semua apa yang Ibu omongin kedia, dan terima kasih Bu sudah merhatiin keluarga saya, tapi ini rumah tangga saya tolong jangan terlalu ikut campur dengan urusan saya, toh saya menyekolahkan Anak-anak juga ga minta duit dari Ibu khan? kalaupun Ibu memberikan saya uang tapi saya ganti kan, Bu," jelas ayah lagi.
"Oh jadi kamu udah merasa hebat, bisa ngelawan sama Ibu! Ibu engga nyangka cuma karena istri kamu bisa ngelawan Ibu ga kaya Kakakmu dia perhatian sering kasih uang ke Ibu, kamu mah bisa apa?" Kata nenek menyindir ayah.
Tanpa menjawab perkataan nenek, ayah pergi meninggalkan ibunya yang masih terus saja mengomel tidak terima dengan uncapan ayah.
Tapi ayah sudah tinggal bersama kedua orang tuanya dari kecil, membuat dia paham dengan kelakuan orang tuanya yang suka memutar balikkan fakta, Jadi ayah lebih percaya dengan uncapan Istrinya dari pada orang tuanya.
"Heh, Ninggsih menggadu domba! *itu tidak mungkin kalo emang niatnya inggin mengadu domba kenapa tidak dia lakukan dari dulu, terus kenapa juga dulu dia memilih tuk kembali lagi kesini padahal impiannya untuk bisa lepas dari keluarga ini sudah terkabul, kalo emang Ninggsih perempuan yang seperti itu tidak mungkin dia rela bertahan denganku hanya untuk terus di sakiti pasti dia sudah pergi meninggalkan ku tanpa kembali" batin* ayah sepanjang perjalanan pulang.
Sedikit Cerita tentang kisah masa kecil ayah, dulu kehidupan masa remaja ayah yang seharusnya menyenangkan penuh canda dan tawa tapi tidak, malah hanya ada kesedihan dan kesakitan karena orang tuanya selalu menyuruh ayah untuk bekerja dan berkerja tidak seperti Kakak-Kakaknya yang hidup dengan kebahagian. kalo setiap kali ayah melakukan kesalahan pasti sebuah gesper mendarat di tubuh ayah membuat ia harus menahan sakit.
Itu sebabnya jangan salahkan ayah jika sekarang ayah lebih memilih istrinya dari pada orang tuanya sendiri Karena semenjak kehadiran istrinya membuat ayah merasakan kebahagiaan yang sempurna.
Saat hari raya idul fitri saat semua anak mengenakan pakaian baru, celana baru, sepatu baru, semua serba baru tidak dengan ayah ia hanya memakai baju lamanya saja, tidak di pikirkan oleh orang tuanya.
Tapi saat merayakan hari raya idul fitri setelah menikah itu semua berbeda dengan masa lalunya ibu selalu mendahulukan keperluan Anak-anak dan juga ayah, ibu selalu sibuk mencari pakaian buat mereka saat hari raya tiba, setelah semua kebutuhan keluarganya terpenuhi baru ibu memikirkan dirinya, pernah sekali ayah bertanya pada ibu.
"Ayah, gimana suka gak sama baju pilihan ibu?".
"Suka banget Bu, bagus terus buat Ibu mana kok belum milih juga?" Ayah balik bertanya.
"Oh gampang Ibu mah, yang penting buat Ayah dulu sama Anak-anak, kalo Ibu pake baju yang tahun lalu juga masih bagus" jawab Ibu dengan senyum manisnya.
Ayah terkenang saat tahun-tahun kemarin menjelang lebaran ibu selalu mendahului kepentingan orang lain dari pada kepentingan dirinya, ini lah hal yang membuat ayah lebih memilih menjaga hati ibu dari pada percaya sama omongan orang yang tidak suka pada keluarga mereka.
Bagi ayah, ibu ibarat Berlian yang tersembunyi dalam batu karang susah buat di dapat maka dari itu ayah harus mempertahankannya, membuatnya untuk tetap bersinar di tenggah bebatuan yang kapan saja bisa menghancurkannya.
Ayah telah puas melampiaskan kemarahannya dan kembali dengan perasaan lega dan ayah akan terus percaya dan mendukung ibu, karena ibu adalah tanggung jawab ayah sekarang.
BERSAMBUNG ...
*****
Bab ini sudah selesai kita lanjut ke bab berikutnya tapi sebelumnya jangan lupa buat like👍 dan komennya yach Vote author nya berikan dukungan kalian agar saya lebih semangat lagi nulisnya.
❤Terima kasih sudah baca❤
Jangan lupa tambahkan favorit ya❤
SELAMAT ULANG TAHUN NAJUA
semoga panjang umur sehat selalu. Jadi anak berbakti. kebanggaan orang tua. Amin.
🎊🎊🎊🎁🎁🎁🎈🎈🎈🎉🎉🎉
tetep semangat selalu pokoknya ya, love you kak 😘