NovelToon NovelToon
Warisan Mutiara Surgawi

Warisan Mutiara Surgawi

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Mengubah Takdir / Ruang Ajaib
Popularitas:11.4k
Nilai: 5
Nama Author: Agen one

Setelah hidup selama 500 tahun penuh pengkhianatan, kesengsaraan, dan perjuangan, Tian Hao akhirnya kembali ke masa lalu.

Dengan ingatan dari kehidupan sebelumnya, ia memperoleh Warisan Mutiara Surgawi yang mempercepat jalur kultivasinya.

"Kali ini... aku akan mencapai keabadian."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agen one, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15: Bertatapan

Tian Hao, dari kejauhan, hanya memperhatikan gerak-gerik itu dengan perasaan dingin. Ia tahu betul apa yang sedang terjadi.

Kerajaan Selatan dan Keluarga Tian sedang menjahit aliansi di balik tirai.

Di dunia yang kejam ini, tidak ada "titipan murid" yang tulus; yang ada hanyalah pertukaran kepentingan. Sang pangeran adalah pion sekaligus jaminan dari kesepakatan besar yang sedang dibangun.

​Namun, di tengah hiruk-pukuk kekaguman massa, sesuatu yang tidak terduga terjadi.

​Xiao Liu Xuan, yang sedang berbincang dengan Tian Fei, tiba-tiba mengalihkan pandangannya.

Matanya yang tajam seolah menembus ratusan murid di barisan depan, melewati para murid inti yang sombong, dan berhenti tepat pada satu titik di barisan paling belakang yang gelap.

​Mata mereka bertemu.

​Tian Hao membelalak kecil. Untuk sesaat, ia merasa seolah-olah sang pangeran bisa melihat jiwa berusia lima ratus tahun yang bersembunyi di balik tubuh remaja ringkih ini.

Xiao Liu Xuan tidak menunjukkan keterkejutan; sebaliknya, ia memberikan senyum tipis sebuah senyum yang berbeda dari senyum ramahnya tadi.

Senyum itu sarat akan pengenalan, seperti sesama predator yang saling menyadari keberadaan satu sama lain di dalam hutan yang sama.

​Tian Hao membalas senyuman itu dengan sudut bibir yang nyaris tidak terangkat. Sebuah tantangan bisu telah dilemparkan.

"​Orang ini... dia tidak sedang memakai topeng. Dia adalah topeng itu sendiri," batin Tian Hao. "Dia jauh lebih berbahaya daripada ratusan monster di Hutan Terlarang."

​Upacara penyambutan berlanjut dengan berbagai formalitas yang membosankan. Tarian, perjamuan, dan pidato kemenangan mengisi sisa hari itu.

Namun bagi Tian Hao, semua itu hanyalah kebisingan yang tidak perlu. Begitu upacara selesai, ia langsung berbalik dan berjalan pergi menuju kamarnya yang sunyi.

​Ia tidak butuh pangeran, ia tidak butuh pengakuan, dan ia tidak butuh pesta.

​Sesampainya di kamar, ia kembali duduk bersila. Ia mengeluarkan telur Ular Putih yang ia ambil semalam. Cahaya bulan mulai masuk melalui jendela, menyinari wajahnya yang kembali tenang dan datar.

​"Biarkan mereka berpesta dengan kepalsuan," gumamnya, suaranya hilang ditelan kesunyian malam. "Aku akan berpesta dengan kekuatan."

​Tian Hao mulai menyerap esensi dari telur tersebut, membiarkan energi liar mengalir ke dalam nadinya.

Baginya, satu-satunya kebenaran yang tidak akan pernah mengkhianatinya adalah kekuatan yang ia raih dengan tangannya sendiri.

Di dunia ini, pangeran bisa jatuh, kerajaan bisa hancur, namun keabadian... keabadian hanya milik mereka yang berani berjalan sendirian di jalan yang paling gelap.

​Malam itu, saat seluruh kediaman merayakan kedatangan sang pangeran dengan lampu-lampu terang, kamar Tian Hao tetap gelap gulita.

​Malam di kediaman keluarga Tian perlahan mendingin, namun di dalam kamar kecil yang tersembunyi di sudut paviliun, udara justru bergetar hebat.

Tian Hao duduk bersila di atas lantai kayu yang keras, dikelilingi oleh pendar biru dari ratusan kupu-kupu cahaya yang dipancarkan oleh Mutiara Surgawi.

Di depannya, esensi dari telur Ular Putih menguap menjadi kabut perak yang kental, masuk ke dalam pori-porinya seperti arus sungai yang meluap.

​Setiap tarikan napas adalah siksaan. Energi dari makhluk suci itu begitu liar; ia tidak ingin dijinakkan.

Rasanya seperti ribuan pecahan kaca yang mengalir di dalam pembuluh darahnya, mengikis dinding-dinding nadinya hanya untuk membangunnya kembali menjadi lebih kuat.

Namun, Tian Hao tidak bergeming. Wajahnya tetap datar, seolah-olah rasa sakit yang mampu membuat praktisi biasa berteriak histeris itu hanyalah sekadar gangguan kecil yang lewat.

​Lima jam berlalu dalam keheningan yang menyesakkan. Saat fajar hampir menyapa, sebuah dentuman rendah terdengar dari dalam tubuhnya. Energi di sekitarnya tersedot masuk dalam satu pusaran besar.

​Ranah Pemurnian Tubuh Tahap 3.

1
aldo
lanjut thor seru sekali 🙏🙏
𝘿𝙚𝙬𝙖 𝘽𝙤𝙣𝙜𝙠𝙤𝙠
tes ..🤔
aldo
lanjut thor seru sekali 🙏🙏🙏🙏
Leon: /Bye-Bye/
total 1 replies
saniscara patriawuha.
sat set sat set...
Leon: 🙏🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
saniscara patriawuha.
sikattttt...
Leon: 👍👍👍👍👍
total 1 replies
saniscara patriawuha.
gassddddd....
saniscara patriawuha.
kasihhh fahammm duluu lahhhh.....
saniscara patriawuha.
biasanya langsung masuk ke dentiannya untuk membantu kultivasinya...
Leon: Hehe, memang di dunia Tianxu sistem kultivasi nya begitu bang/Shy/
total 1 replies
saniscara patriawuha.
gassssdd....
Leon: 🥲🙂🙂🙂🙂
total 1 replies
saniscara patriawuha.
lanjuttttkeunnnnn
saniscara patriawuha.
gasssss...
saniscara patriawuha.
tapi bisakah nanti mang MC kembali lagi ke masa depan untuk membalaskan dendamnya....
y@y@
👍🏿⭐👍🏻⭐👍🏿
aldo
lanjut thor
Leon: siaapp. jangan lupa kasih bintang 5 ya🙏🙏🙏
total 1 replies
y@y@
👍🏿🌟👍🏼🌟👍🏿
y@y@
🌟👍🏿👍🏼👍🏿🌟
Leon
ngopi lur/Coffee/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!