NovelToon NovelToon
Gadis SMA Milik Sang Duda

Gadis SMA Milik Sang Duda

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Romansa Fantasi / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:4.1k
Nilai: 5
Nama Author: Vava olive

Seorang gadis sma yang berpura-pura sudah kuliah dan mengajar les kini terjebak dalam sebuah hubungan yang membuat hidupnya berubah menjadi nyonya besar

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vava olive, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15

Saga terus menggenggam tangan nadia,

Bahkan sesekali ia meremas tangan tersebut sehingga membuat nadia meringis.

"Kenapa kita kesini pak?" Tanya nadia begitu pintu apartemen telah terbuka.

Setelah melepaskan tangan nadia,Saga dengan kasarnya melepaskan jas miliknya serta melemparkan asal.

"Aku tidak suka penghianatan nadia.."

Saga pun menyerang nadia dengan sedikit kasar,

Ia mulai mencium kembali bibir mungilnya dan memaksakan lidahnya masuk kedalam mulut nadia hingga beberapa kali nadia kehabisan nafas.

"Ah pak,lepaskan!"

"Jangan harap aku melepaskan mu nad.."

Jawab saga yang kini mendorong tubuh nadia hingga menempel ketembok,

Ia menarik satu kaki nadia agar melingkar ke tubuhnya.

"Sudah pak..ehmmm.."

Dengan cekatan saga kini membopong tubuh nadia dan membawanya kedalam kamar lalu melemparkan keatas kasur berukuran king.

"Aawww.." pekik nadia.

"Ma-mau apa pak.." ucap nadia yang ketakutan begitu melihat saga melepaskan dasi beserta kemejanya.

"Jangan pura-pura ga tau nadia.."

Ucap saga yang kembali menyerang nadia.

Saga kini mulai mencium tengkuk leher nadia hingga membuatnya beberapa kali mendengar lenguhan keluar dari mulut nadia.

"Pak..tolong aku belum.."

Belum sampai nadia menyelesaikan ucapannya,saga sudah berhasil melepas baju serta celana leging miliknya.

"Tolong jangan pak.." pinta nadia hingga ia pun meneteskan airmatanya.

Saga yang tengah berada diantara amarah dan gairah tak memperdulikan ucapan nadia.

Ia pun mulai melepaskan semua pakaiannya.

Dan kini tengah berada tepat di antara paha kanan dan kiri nadia.

Saga mulai mengelus perlahan dan memainkan milik nadia menggunakan lidahnya.

"Aahh pak..aku mohon jangan.."

Setelah cukup lama saga memainkan nadia,kini ia memposisikan lobak importnya tepat didepan belahan milik nadia.

"Pak saga aku mohon jangan.." ucap nadia yang kini terlihat menangis.

Dengan susah payah akhirnya lobak itu berhasil menembus pertahanan milik nadia.

Tangis pun pecah seketika,

Tubuh nadia melemas merasakan apa yang ia jaga selama ini dirampas begitu saja oleh orang yang bahkan tak mempunyai hubungan apapun dengan dirinya.

Saga mencium kening nadia,dan mulai menggerakkan pinggulnya perlahan.

"Kalau ini bukan kali pertamanya,bagaimana mungkin rasanya seperti ini.." bathin saga.

Namun karna sudah kepalang tanggung ia pun menuntaskan urusannya itu.

Setelah nafasnya mulai teratur saga pun bangkit dari kasur dan meninggalkan nadia yang masih terbaring lemas,

Dan masuk kedalam kamar mandi.

Namun ketika ia mengguyur tubuhnya dengan shower betapa terkejutnya dia melihat ada bercak merah di pangkal pahanya.

"Nadia!" Ucap saga.

Ia segera membersihkan tubuhnya dengan cepat dan menghampiri nadia yang tengah menangis dibawah selimut.

"Nadia"

Saga beberapa kali memanggil nama tersebut tapi tak mendapatkan jawaban,

Ia pun membuka selimut dengan sedikit paksaan lalu melihat memang ada bercak darah di antara paha nadia.

"Nadia aku mohon..aku minta maaf" ucap saga yang kini panik melihat keadaan nadia,dimana ia telah menyadari bahwa hal penting dalam hidup nadia telah ia rampas.

Plak..

"Kamu jahat?" Ucap nadia setelah menampar dada bidang saga yang masih polos.

"Aku tidak tau..."

"Iyaa,kamu tidak tau..lalu apakah menurutmu jika kamu tau,kamu bebas melakukan hal seperti itu?"

"Bahkan aku tidak mempunyai hubungan apapun denganmu.."

"Kenapa kamu bisa mengunciku seperti itu.."

"Kenapa aku harus menurutimu.."

"Aku hanya ingin mencari tambahan uang untuk kuliah.." tangis nadia tersedu-sedu.

Mendengar semua ucapan nadia,membuat saga tak henti-hentinya meminta maaf.

"Aku berjanji akan bertanggung jawab atas dirimu.." ucap saga sembari memeluk tubuh nadia.

Cukup lama nadia berdiam diri dalam keadaan sebelumnya,

Sebelumnya ia telah menghubungi papanya bahwa ia akan menginap di rumah teman.

Dengan alasan besok libur sekolah.

Lalu ia bangkit dari kasur dan menuju kamar mandi.

Ia berjalan sangat pelan karna merasakan perih diantara kedua pahanya.

Jam telah menunjukkan pukul 23:00.

Nadia kini duduk termenung di depan cermin,ia menyisir rambutnya masih basah.

"Aduuhh aku laper.." gumam nadia sembari memegang perutnya yang baru saja berbunyi seperti ayam jago.

Nadia memakai kemeja saga tadi siang dan membuka perlahan pintu kamar,dia mengintip kesekeliling yang nampak gelap tanpa pencahayaan sama sekali.

Ia keluar dengan langkah yang sangat hati-hati.

"Kamu mau apa?"

"Astaga!"

"Kamu lapar?" Tanya saga.

"Engga!.."

"Aku cuma mau keluar dari sini!" Ucap nadia ketus.

"Hmm..keluar dengan hanya memakai kemeja itu?"

"Bukankah kamu tidak mengenakan pakaian lain selain selembar kain itu saja?" Tanya saga yang mengetahui bahwa pakaian lainnya telah ia rusak tadi.

"Hmm..kenapa engga?"

Nadia melangkahkan kakinya menuju pintu apartemen, dan ketika tangannya telah menggenggam handle pintu,

Tangan saga sontak menarik tubuh nadia hingga jatuh kedalam pelukannya.

Keduanya saling bertatapan satu sama lain untuk beberapa saat sampai akhirnya nadia meminta untuk di lepaskan.

"Awas!"

"Aku akan membuatkanmu makanan" ucap saga yang kini meninggalkan nadia dan berjalan ke arah dapur.

Saga menggunakan Peralatan seadanya untuk membuat spagheti,

Untuk saja beberapa hari lalu ia sempat mampir ke apartemen dan meninggalkan belanjaannya disini.

"Aku akan makan tapi jangan mengajakku berbicara" ucap nadia yang kini duduk di depan televisi.

Saga hanya terdiam mendengar ucapan nadia.

"Hmm..kamu ga pulang?"

"Aldo gimana?" Tanya nadia begitu makannya sudah hampir selesai.

"Dia di rumah,sudah biasa tidur sendiri"

"Kenapa?"

"Kau ingin aku pulang?"

"Iyaa!"

"Kembalikan kemejaku terlebih dahulu" pinta saga sembari mengacungkan lengannya ke arah nadia.

"Aku kedinginan sejak tadi.."

"Dan bahkan aku pun juga belum makan"

"Salahmu sendiri"

"Nad..." saga menatap tajam nadia yang tengah bersandar sofa.

"Apa sakit sekali?"

Nadia menatap balik saga,lalu memalingkan wajahnya.

Ia tak mampu menjawab,karna selain rasa sakit,ia juga menangisi sesuatu yang hilang dari dirinya.

"Aku minta maaf.."

"Aku akan bertanggung jawab dengan segala hal yang terjadi kedepannya.."

"Apa maksudnya?"

"Aku tidak akan mengecewakanmu!" Jawab saga singkat.

Saga berlalu meninggalkan nadia yang mematung karna jawaban saga yang tidak beralasan.

"Cihh.." gerutu nadia

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!