NovelToon NovelToon
PERNIKAHAN SANG MAFIA

PERNIKAHAN SANG MAFIA

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Balas Dendam / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:190.5k
Nilai: 5
Nama Author: Ani.hendra

Dante Valtieri, pemimpin organisasi mafia terkuat di Eropa, dikenal dengan julukan "Tangan Besi". Ia tidak pernah ragu menghancurkan siapa saja yang menghalangi jalannya, dan namanya saja sudah cukup membuat orang bergidik ngeri. Namun, di balik sifatnya yang kejam, Dante memiliki tujuan tersembunyi, menyatukan seluruh kelompok kekuasaan di bawah satu payung demi membalas dendam atas kematian keluarganya.

Rencana itu terancam ketika ia terpaksa menyetujui pernikahan perjanjian dengan Elara Sterling, putri tunggal pemimpin kelompok lawan yang dihormati namun terjepit kesulitan keuangan. Elara, seorang wanita cerdas, berpendidikan tinggi, dan memiliki prinsip yang teguh, sama sekali tidak menginginkan pernikahan ini. Ia menganggap Dante hanyalah seorang penjahat yang tidak memiliki hati.

Ketika bahaya mengancam nyawa Elara akibat persaingan kekuasaan, Dante harus memilih antara ambisi balas dendamnya atau melindungi wanita yang mulai ia cinta?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ani.hendra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MISTERI INFORMAN

💌 PERNIKAHAN SANG MAFIA 💌

🍀 HAPPY READING 🍀

.

.

Tiga hari telah berlalu sejak insiden penyelaman di hutan itu. Kondisi Elara secara fisik perlahan membaik, namun bayang-bayang kejadian itu sepertinya masih membekas di matanya yang kini tampak lebih waspada dan pendiam. Di sisi lain, situasi di kediaman utama keluarga Valtieri perlahan mulai pulih, meski ketatnya penjagaan di setiap sudut rumah menandakan bahwa ancaman belum benar-benar berlalu.

Pagi itu, Elara duduk di tepi jendela sambil menikmati sarapan ringan yang disiapkan oleh pelayan. Dari balik jendela kaca yang tertutup tirai tipis, ia bisa melihat halaman depan yang kini dijaga ketat oleh beberapa orang berseragam. Angin sepoi-sepoi menembus masuk ke ventilasi yang terbuka, membuat Elara menunduk lesu. Ia sadar, meski secara fisik ia sudah kembali ke tempat yang ia anggap aman, namun secara batin ia masih merasa terperangkap dalam ketakutan yang tak berujung.

Suara pintu yang terbuka membuat Elara menoleh. Dante masuk dengan wajah yang tampak sedikit lelah namun masih setegas biasanya. Tali leher jasnya sedikit longgar, menandakan ia mungkin baru saja melewati pertemuan atau diskusi yang alot. Ia menghampiri Elara dan mencium kening istrinya sekilas sebelum duduk di hadapan Elara di meja makan kecil itu.

"Bagaimana perasaanmu hari ini?" tanya Dante lembut sambil menuangkan teh hangat untuk Elara.

Elara tersenyum tipis, mencoba menyembunyikan kegelisahannya. "Lebih baik dari kemarin. Badanku sudah tidak terlalu sakit. Tapi... pikiranku rasanya masih kacau, Dante." Elara menatap mata Dante lekat-lekat. "Apa ada kabar dari anak buahmu? Apakah mereka berhasil menemukan jejak keberadaan Lucas?"

Wajah Dante yang tadinya terlihat santai berubah menjadi sedikit kaku. Ia mengangguk pelan namun ragu. "Ada sedikit perkembangan, tapi belum cukup untuk menentukan lokasi pastinya. Pasukanku menemukan beberapa jejak yang mengarah ke wilayah perbatasan, tapi jejak itu tiba-tiba berhenti di sebuah terminal transportasi umum. Sepertinya dia menggunakan jalur yang tidak terduga untuk menghilangkan jejaknya." Dante menjeda ucapannya sejenak, lalu melanjutkan dengan nada yang lebih berat. "Tapi ada satu hal yang membuatku semakin curiga."

"Apa itu?" tanya Elara antusias namun hati-hati.

"Informasi yang kami dapat dari saksi mata di terminal itu mengatakan bahwa Lucas tidak berjalan sendirian. Ia terlihat ditemani oleh beberapa orang yang berpakaian rapi dan sepertinya bersenjata. Berdasarkan deskripsi saksi mata itu, mereka bukan orang-orang yang bekerja untuk organisasi yang biasa kami hadapi atau kenal. Sepertinya ada pihak ketiga yang memberikan bantuan padanya." Dante menghela napas panjang, wajahnya tampak bingung sekaligus geram. "Ini berarti masalah ini jauh lebih rumit dari sekadar balas dendam pribadi antara Lucas dan aku. Ada kemungkin dia bekerja sama dengan musuh besar kita yang lain atau bahkan organisasi internasional yang ingin menjatuhkan keluarga kita."

Elara terdiam mendengar penjelasan Dante itu. Ia sama sekali tidak menyangka bahwa persoalan yang mereka hadapi ternyata memiliki akar yang begitu luas dan dalam. Jika benar Lucas dibantu oleh pihak lain yang jauh lebih besar dan berbahaya, maka pertarungan yang menanti mereka di depan sana akan jauh lebih berat dan berbahaya dari yang mereka bayangkan.

"Lalu apa rencanamu selanjutnya, Dante? Kalau ternyata musuhmu makin banyak dan makin besar, apakah kita bisa menghadapinya sendirian?" tanya Elara dengan nada khawatir.

Dante menatap Elara, matanya menyiratkan tekad yang kuat namun juga rasa sayang yang mendalam. "Untuk saat ini, aku akan memerintahkan pasukanku untuk menyelidiki jejak-jejak yang ada lebih dalam lagi. Aku juga akan menghubungi beberapa sekutu kami yang dapat dipercaya untuk meminta bantuan informasi. Tapi mengenai pertanyaanmu tadi... aku mulai berpikir kalau tindakanku selama ini mungkin salah."

Elara mengernyitkan keningnya bingung. "Maksudmu?"

"Aku terlalu memprioritaskan kekuasaan dan kekuatan militer sehingga melupakan kesejahteraan orang-orang di sekitarku. Akibatnya, banyak orang yang terluka dan banyak musuh yang muncul. Kalau hal ini berlanjut, aku khawatir kau dan orang-orang yang aku sayang akan terus menjadi sasaran empuk bagi musuhku. Aku tidak ingin hal itu terjadi lagi, Elara," ujar Dante dengan nada jujur dan penyesalan.

Elara memegang tangan Dante di atas meja, memberikan dukungan. "Aku mengerti maksudmu, Dante. Aku juga tidak ingin kita terus-menerus hidup dalam ketakutan seperti ini. Tapi apa yang bisa kita lakukan? Menyerah begitu saja atau lari dari masalah rasanya bukan tindakan yang bijak juga."

"Aku tahu. Aku tidak berniat lari dari masalah atau meninggalkan tanggung jawabku begitu saja. Tapi mungkin aku harus mengambil langkah drastis untuk mengubah haluan organisasi ini. Mungkin aku harus mengurusi bisnis yang halal dan menjauhi jalur kekerasan agar kita bisa hidup tenang di masa depan. Tentu saja langkah ini tidak mudah dan akan menimbulkan banyak tantangan, tapi untuk keselamatanmu dan masa depan kita, aku rasa ini adalah langkah yang harus diambil," ungkap Dante panjang lebar.

Elara terdiam sejenak mencerna perkataan Dante itu. Di satu sisi ia merasa lega mendengar rencana Dante yang ingin meninggalkan jalur kekerasan, namun di sisi lain ia sadar perubahan sebesar itu pasti tidak akan berjalan mulus dan akan banyak tantangan yang harus mereka hadapi.

"Itu keputusan yang besar, Dante. Aku mendukungmu jika itu memang jalan terbaik bagi kita. Tapi kau harus ingat, musuhmu tidak akan diam saja melihat perubahan itu. Mereka mungkin akan mencoba menghalangimu dengan berbagai cara," ujar Elara memberi peringatan sekalian dukungan.

"Aku sadar hal itu. Tapi setidaknya kita punya tujuan yang jelas untuk masa depan. Dan aku yakin, jika kita bergerak bersama dan saling mendukung, kita bisa melewati segala tantangan itu," balas Dante mantap.

Sore itu, Dante mengadakan pertemuan penting di ruang kerjanya dengan para anggota intinya yang masih setia. Ruangan itu tampak tegang namun tertib. Dante duduk di kursi utamanya dengan wajah yang serius namun tenang. Di hadapannya duduk para anggota yang setia yang merupakan pilar utama organisasi ini selama bertahun-tahun.

"Aku memanggil kalian semua di sini untuk menyampaikan sebuah keputusan penting yang akan menentukan masa depan organisasi kita," buka Dante dengan suara tegas. Para anggota yang hadir saling berpandangan satu sama lain dengan ra namun waspada.

"Seperti yang kalian ketahui, insiden yang terjadi beberapa hari yang lalu membuka mataku bahwa jalan yang kita tempuh selama ini semakin berbahaya dan membawa dampak buruk bagi kita dan orang-orang di sekitar kita. Informasi yang didapat juga menunjukkan bahwa ancaman yang kita hadapi makin kompleks dan berbahaya. Untuk itu, aku memutuskan untuk mulai mengalihkan haluan organisasi kita perlahan-lahan ke jalur yang lebih legal dan aman. Kita akan mengurangi urusan yang berbau kekerasan dan menggantinya dengan bisnis yang halal dan mensejahterakan," ujar Dante tegas.

Setelah Dante selesai berbicara, ruangan itu hening sejenak. Anggota yang duduk paling depan, seorang pria tua yang sudah setia sejak zaman ayah Dante, angkat bicara dengan nada ragu namun bijak.

"Maaf, Tuan. Kami memahami kekhawatiran dan tujuan Tuan. Namun langkah yang Tuan usulkan ini sangat radikal dan berisiko. Kita harus mempertimbangkan dampaknya secara matang. Banyak pihak yang mungkin tidak setuju dengan perubahan ini, baik dari kalangan internal kita maupun dari pihak luar. Kita bisa menghadapi perpecahan atau bahkan serangan dari pihak yang merasa dirugikan oleh perubahan ini," ujar pria itu memberi pandangan.

"Aku sadar hal itu, Pak Herman. Aku sadar perubahan ini tidak mudah dan akan banyak tantangan yang menghadang. Tapi kita tidak bisa terus berjalan di jalan yang salah ini selamanya. Kita harus berani mengambil langkah untuk perubahan demi masa depan yang lebih baik. Tentu saja aku tidak akan melakukannya secara tiba-tiba. Kita akan menyusun rencana secara bertahap dan matang agar dampak buruknya bisa diminimalisir," jawab Dante menjelaskan tujuannya.

Pembicaraan berlangsung alot namun kondusif. Para anggota yang hadir menyampaikan pendapat dan kekhawatiran mereka masing-masing. Ada yang setuju dan mendukung langkah Dante, namun ada juga yang menyarankan pertimbangan lebih lanjut karena risiko yang cukup besar. Meski demikian, mayoritas anggota akhirnya setuju untuk mendukung keputusan Dante karena mereka percaya pada kemampuan dan visi pemimpin mereka itu.

Setelah pertemuan selesai dan para anggota pulang, Dante duduk sendirian di ruangannya dengan pikiran yang melayang. Ia sadar langkah yang diambilnya ini sangat berat dan berisiko. Ia harus berhadapan dengan berbagai tantangan dan rintangan yang mungkin datang dari mana saja. Namun melihat dukungan Elara dan anggota setianya, ia merasa punya kekuatan untuk melangkah maju. Malam itu, Dante berjanji dalam hatinya bahwa ia akan berjuang sekuat tenaga untuk mewujudkan perubahan ini demi menciptakan masa depan yang aman dan bahagia bagi dirinya, Elara, dan orang-orang yang dicintainya. Namun ia sadar, perjalanan menuju perubahan itu tidak akan mudah dan musuh mungkin saja berusaha menghancurkan langkahnya itu dari berbagai arah.

BERSAMBUNG

^_^

Tolong dukung ya my readers tersayang. Ini novel ke 14 aku 😍

Salam sehat selalu, dari author yang cantik buat my readers yang paling cantik.

^_^

1
Gretchen Paula
semangat ya 🤭
Gretchen Paula
setiap episodenya aku suka banget thor 😊
Victoria Genevieve
up lagi Thor ini kan libur 😄
Victoria Genevieve
Bayak baget cobaan Dante Thor 😒
si paling cute
lanjut🥺
si paling cute
ledakan apa itu thor
Flowers🪴
semangat ya Dante kamu pasti bisa melaluinya. Kebahagiaan akan berpihak kepadamu😍
Flowers🪴
Ada masalah lagi bang 🥺
Victoria Genevieve
semangat ye🙏
Ani.hendra: 👍👍👍👍👍👍
total 1 replies
Victoria Genevieve
👍👍👍👍👍👍👍👍
Ani.hendra: 🙏🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
si paling cute
💪💪💪💪💪💪💪💪
si paling cute
Dante ujian hidup mu berat banget sih. tapi gak apa apa ada aku kok yang semangati🥺
Ani.hendra: 🙏🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
Flowers🪴
trus bilang lanjut 🤭
Ani.hendra: 👍👍👍👍👍👍
total 1 replies
Flowers🪴
Kasih 👍 dan 💪
Ani.hendra: 🙏🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
Bunga Yona
semangat 👍
Ani.hendra: 🙏🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
Bunga Yona
Harus happy ending ya thor😔
Ani.hendra: 🙏🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
Cheryl Emery
keren 🙏 update lagi ya 🤭
Ani.hendra: 🙏🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
Cheryl Emery
senang banget gue kalau sudah update, tapi bacanya terlalu singkat thor🤭 bisa nambah lagi gak 😍
Ani.hendra: 🙏🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
Gretchen Paula
👍👍👍👍👍👍👍
Ani.hendra: 🙏🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
Gretchen Paula
Ya Elara, benar....kalau bukan kamu yang kasih dukungan siapa lagi. kasih semangat trs ya 😊
Ani.hendra: 🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!