NovelToon NovelToon
Takdir Sang Penanda Langit

Takdir Sang Penanda Langit

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Reinkarnasi / Balas Dendam
Popularitas:710
Nilai: 5
Nama Author: Leon Messi

Nama adalah hal yang sakral di dunia Haochun, Nama adalah berkah Dewa, nama adalah kekuatan. Manusia tanpa nama bukanlah siapa-siapa, semua manusia yang tak bernama hanyalah orang-orang buangan dan kriminal.

Karena hak pada Berkah dan Nama mereka dicabut.

Mereka akan dipanggil dengan sebutan apapun yang orang inginkan. Meskipun mereka bisa membuat nama sendiri, tetap saja itu tak memiliki makna apapun.

Nama lahir adalah kehormatan mutlak di dunia ini. Dan inilah kisah tentang anak Klan Bangsawan kelas satu. Dia memiliki Inti Spritual yang sangat buruk. Saking buruknya, bahkan tidak seorang pun sebelum dia di dunia Kultivasi yang memiliki Inti spritual seperti itu.

Sehingga dia dianggap sebagai aib keluarga. Berkah namanya miliknya dicabut layaknya hukuman bagi

penjahat keji.

Dimulailah kisah anak buangan yang membawa nasib baik dan buruk bersamaan.

Berjuang tanpa kekuatan Berkah Nama seperti yang dimiliki orang lain. Huang Kai yang berganti nama menjadi Feng Yan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Leon Messi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 15

Zhao YunZhi

Beberapa saat sebelumnya di dalam kota tidak jauh dari penginapan.

"Serahkan saja pusaka yang segelnya sudah terbuka itu, kami tidak akan menyakiti dan kalian bebas untuk pergi".

Seorang dengan tubuh besar bersama dua temannya menghadang tiga orang yang diam-diam pergi dari penginapan.

"Dasar orang-orang dungu! apa kalian kira kami sangat bodoh membuka segel benda pusaka di keramaian. Hanya orang tidak berpengalaman yang seperti itu, kalian tidak hanya dungu tapi juga buta tidak bisa melihat pemuda kecil yang kaya."

Tiga penghadang itu saling tatap setelah mendengar perkataan dari seorang yang mereka hadang.

"Kalau di pikir-pikir kau ada benarnya, tapi bocah itu akan kami urus nanti. Lebih baik memastikan yang sudah ada di depan mata."

Seorang wanita muda maju ke samping pria yang berbicara sebelumnya. "Apa kalian tidak tahu peraturan ketat di kota ini? Sepertinya kalian meremehkan Raja kota Pintu Angin."

"Tidak usah banyak bicara, bekuk mereka!." Perintah pria besar itu kepada dua temannya.

"Cih, hanya ranah master tahap menengah berani membual di depanku Su Jingmi, Bai Li kau jaga saja nona Zhao. Tiga cecunguk tidak tahu diri ini aku sendiri sudah cukup."

Orang yang disebut Bai Li membawa nona muda dari penginapan tempat Feng Yan sebelumnya menjauh dari sana.

Mendengar ucapan lawannya tiga penghadang tadi agak ciut nyalinya.

Mereka tidak memiliki teknik mengidentifikasi kekuatan lawan. Tapi semua yang dikatakan oleh Su Jingmi tentang kekuatan mereka tidaklah salah.

Meski tahu mereka bertiga berada di ranah master menengah tapi tetap berani menghadapi seorang diri, pastilah dia seorang pendekar ranah Grandmaster pikir mereka.

"Saudara Mo bagaimana ini?

Sepertinya mereka orang-orang kuat." bisik salah satu penghadang.

"Jangan tertipu dengan ucapannya, aku yakin dia hanya menggertak agar kita takut." Balas pria berbadan besar yang yang dipanggil Mo.

"Kalian berdua lawan pria ini, aku akan menyandera wanita muda itu." Kedua temannya mengangguk setuju dengan ide tersebut.

Menyiapkan kuda-kuda tiga orang itu menyebut lantang nama masing-masing hingga terpancar kekuatan dari

Berkah nama.

"MO CHENG!"

"LUN KUN!"

"GEN TA!"

Menghadapi tiga orang dengan berkah nama Su Jingmi tampaknya tidak ingin mengambil resiko meskipun basis kultivasi mereka masih kalah jauh darinya.

"SU JINGMI!"

Berkah nama yang keluar dari tubuh Su Jingmi tampak lebih kuat dan besar, ia mengacungkan pedang ke tiga lawannya. "Akan kutunjukkan perbedaan kekuatan kita manusia rendahan."

Tiga orang itu menerjang ke arah Su Jingmi yang telah bersiap menahan serangan, namun dengan licik Mo Cheng mengalihkan sasaran ke arah gadis yang berada dalam penjagaan Su Bai Li.

Mo Cheng melompat tinggi dan

Berniat menebaskan kampak tepat ke kepala Su Bai Li.

"Hiyaaa, matilah kau untukku bajingan!" Kampak yang telah diselimuti energi berwarna kecoklatan itu terlihat sangat ganas di tambah lagi dengan kekuatan fisik yang telah diperkuat berkah nama.

Melihat serangan yang datang Su Bai Li hanya tersenyum dan tiba-tiba sebuah tombak muncul di tangan kanannya. Ia langsung mengalirkan energi spiritual kedalam tombak, energi memutari tombak itu dan berwarna keemasan terlihat sangat mendominasi.

Tombak penghancur gunung!" Su Bai Li hanya berdiri dengan satu kaki ke belakang sebagai kuda-kuda penopang.

Kampak dan Mo Cheng pun berhenti sesaat di udara sebelum tombak Su Bai Li melempar tubuhnya hingga menabrak dinding batu pembatas rumah warga.

"Ahk"

Pekik kesakitan terdengar dari mulut Mo Cheng. Bahkan dengan bantuan kekuatan Berkah nama ia tidak bisa mengimbangi kekuatan Su Baili. Artinya tingkat kultivasinya tertinggal cukup jauh dari lawannya itu.

"Kenapa orang-orang kuat seperti kalian ada di kota kecil ini?" ucap Mo Cheng dengan suara bergetar menahan sakit.

""Kukira ayam jantan yang berkokok, ternyata hanya ayam betina yang berkotek " tidak hanya ucapan Su Bai Li yang menghina, nada bicaranya pun membuat Mo Cheng merasa sangat direndahkan.

Mo Cheng mengalihkan pandangan pada dua temannya yang ternyata sudah tidak bergerak, entah pingsan atau sudah mati.

Tepp tepp tepp

"Cepat! Suara pertarungan dari arah sini." Terdengar banyak suara langkah

Kaki di jalan maupun di atas atap pemukiman.

"Sial"

"Kakak itu prajurit penjaga kota, sebaiknya kita segera pergi dari sini." Su Bai Li memanggil kakaknya yang sedang memeriksa kondisi dua lawan sebelumnya.

Adik dimana nona Zhao?!" teriak Su Jingmi yang kehilangan sosok nona Zhao yang dia maksud.

"Celaka, sebelumnya dia masih dibelakangku. Sepertinya kita berpisah dulu untuk mencarinya kak." Su Bai Li Su Jingmi segera pergi dari tempat itu ke arah yang berbeda.

Sementara itu gadis muda yang di sebut nona Zhao oleh Su bersaudara tengah mengendap-endap dalam bayangan gelap bangunan-bangunan.

"Akhirnya aku memiliki kesempatan kabur dari dua saudara Su, mereka pikir semudah itu membawaku kembali."

"GE HE!!" "LAO FU!!" ucap dua pria itu berbarengan selajur mengepung YunZhi

Ge He memiliki dua belati berwarna hitam sebagai senjata utamanya, sedangkan si botak Lao Fu terlihat menggunakan tombak berbilah golok besar.

Yunzhi tidak tinggal diam, segera ia meluncur menyerang Lao Fu yang menggunakan tombak.

Teng... teng...

Tombak dan pedang saling berbenturan menghasilkan percikan api karena ternyata tangkai tombak itu terbuat dari logam.

Dukk

Tendangan kaki kanan Yunzhi yang tidak dapat diantisipasi oleh Lao Fu tepat mengenai tulang iga nya. Saat Lao Fu terhuyung Yunzhi mengalirkan energi ke pedangnya bersiap menyabet leher lawannya.

"Ahhk"

"Kurang ajar! Ternyata gerakan tadi hanya tipuan untuk memancingku menyerang" ucapnya sambil meringis.

"Baiklah, aku tidak akan bermain-main lagi. Lao Fu ayo kita selesaikan!.

Ge He mulai menyiapkan kuda-kuda untuk melancancar serangan kuat, dari bilah kedua belatinya memancar energi pekat.

"Bersiaplah untuk mati gadis terkutuk"

<

"Ugh"

Ge He tidak sempat bereaksi saat sebuah tebasan pedang mendarat di punggungnya. Seseorang dari dalam rumah menyerangnya dari belakang.

"Si..sia..pa?" ucap Ge He lirih sambil mencoba memalingkan wajah melihat penyerang yang membokongnya.

1
Nanik S
Lanjutkan Tor .. walau sayang ada perjodohan
azizan zizan
alur yang membingungkan blok blak blok blak blok blak blok blak tak ada hujung pangkal tau2 cerita beralih ke padang dewa...lah 🤔🤔🤔 ini orang gila ka hapa yang buat novel Nih..
azizan zizan
ini cerita undur kembali kebelakang kah...pantasan like nol...
Nanik S
Kenapa mesti ada perjodohan masih kecil .. kadang cerita seperti ini amat membosankan
Nanik S
Lanjut terus Tor
Nanik S
Cukup menarik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!