NovelToon NovelToon
Pasangan Misterius X & V

Pasangan Misterius X & V

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Pengantin Pengganti / Transmigrasi
Popularitas:5.4k
Nilai: 5
Nama Author: ShinZa_17

Di mata dunia, pernikahan hanyalah sebuah formalitas saja.
Hingga suatu hari, seorang pria misterius yang selalu mengenakan topeng - yang dikenal sebagai asisten biasa - menikahi seorang wanita yang dijadikan alat penebus hutang.
Mereka tidak ada yang mencurigai apapun... hingga segalanya perlahan mulai berubah.

Ketika sang kakak menghilang secara tiba-tiba, sang adik perempuan dipaksa menggantikan posisinya sebagai istri.

Keputusan itu disetujui tanpa ragu oleh keluarga demi menebus hutang mereka.

Tidak ada seorangpun yang peduli dengan perasaannya... atau bahkan menanyakan keadannya.

Namun, mereka tidak pernah menyadari satu hal penting - adik perempuan mereka sebenarnya telah mati sejak berada di dalam gudang yang pengap karena dianggap telah mencoreng nama keluarga.

Kini, di dalam tubuh yang lemah dan penuh luka, telah tergantikan oleh jiwa lain.

Jika penasaran, ayo ikuti kisah mereka hingga akhir.

Selamat membaca...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ShinZa_17, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14 Dijebak dan Gatal-gatal

Di sisi lain, hari kemarin sebelum pernikahan Tuan X dan Violet diadakan, tepat saat Agnes kabur dari Rumah, Tuan X telah menyuruh tangan kanannya untuk mengikuti Agnes.

Mobil tangan kanan Tuan X dan ketiga bodyguardnya telah berada di sana, saat Agnes keluar dari rumah. Mereka melihat Agnes memberhentikan sebuah taksi. Tetapi taksi yang dinaiki oleh Agnes tidak menyadari bahwa ia telah dipantau.

Taksi itu melaju dengan kecepatan sedang di jalan raya. Agnes menatap ke belakang untuk memastikan orang suruhan Papanya tidak mengikutinya. Ia pun membuka jendela mobil setelah dirasa aman. Angin jalanan menerpa wajahnya, klakson saling bersahutan. Di trotoar pun terlihat orang-orang berlalu lalang sibuk dengan urusannya masing-masing.

Namun tanpa disadari oleh Agnes, tiga buah mobil sudah mengikutinya sejak ia masuk ke dalam taksi dari jarak aman.

“Pak, nanti berhenti di Hotel Navara, ya,” ucap Agnes.

“Tentu, nona.”

Taksi berhenti di depan hotel mewah yang bertuliskan ‘Hotel Navara’. Agnes turun dengan anggun, setelah membayar ongkosnya.

Dengan langkah yang mantap dan dagu terangkat, ia masuk ke dalam lobi hotel. Lampu kristal bergantung dengan megah, memantulkan bayangan-bayangan di lantai marmer. Beberapa pasang mata menatapnya, namun ia mengabaikan itu.

Saat berjalan, ia merasa seperti diikuti oleh seseorang, tetapi ketika ia melihat sekitar, tidak ada siapapun selain resepsionis, pelayan dan juga orang-orang yang berlalu lalang.

“Tidak ada yang aneh. Sepertinya itu hanya perasaanku saja,” gumamnya.

Agnes pun kembali berjalan menuju meja resepsionis.

“Saya ingin satu kamar suite,” ucapnya tanpa ragu.

Resepsionis itu tersenyum profesional. “Baik, nona. Boleh tunjukan kartu identitasnya?”

“Tunggu sebentar. Saya ambil dulu.” Agnes pun membuka tasnya dan mengambil dompetnya. Namun ternyata, zonk. Tidak ada.

“Kemana ya?”

“Bagaimana, nona? Apa saya bisa melihatnya?” tanya resepsionis.

“Bisa tunggu sebentar gak! Saya sedang mencarinya,” ucap Agnes dengan keras.

Semua orang langsung memperhatikannya.

“Nona, jika tidak ada, silakan keluar,” ucap resepsionis masih berusaha dengan sikap sopannya.

Tiba-tiba dari arah belakang, seseorang memberikan kartu identitas pada resepsionis itu.

“Gunakan milik saya.”

Agnes pun langsung mendongak. Terlihat seorang pria berjas dengan suara dingin, dan wajahnya ditutupi sebagian menggunakan topeng, rahangnya terlihat tegas seperti seorang CEO.

Resepsionis pun menyerahkan kartu kunci dan kartu identitasnya pada pria itu.

“Tuan, kenapa Anda membantu saya?”

“Anggap saja, saya sedang membantu Anda.”

“Kalau begitu, berikan saya kartu akses itu.”

“Saya akan memberikannya saat sudah di dalam kamar.”

Agnes mengernyit, namun tetap mengikuti langkah pria itu.

Mereka pun masuk ke dalam lift beserta dengan ketiga bodyguard. Lift pun naik hingga akhirnya berhenti di lantai 15.

Saat pintu terbuka, seorang pelayan terlihat menunduk. “Tuan.”

Mereka berjalan di atas karpet merah hingga akhirnya sampai di sebuah pintu. Pria itu menempelkan kartu aksesnya pada alat scan.

Klik.

Pintu terbuka.

Pria itu dan ketiga bodyguardnya masuk lebih dahulu, lalu duduk di sebuah kursi depan tv.

“Apa kau akan berdiri di depan pintu atau mau masuk?”

Agnes pun masuk perlahan, bersamaan dengan seorang pelayan yang datang membawa minuman.

“Duduklah, nona Agnesia Alexander,” titah pria itu.

Agnes terkejut.

“Bagaimana... Anda tahu nama saya?

“Tentu saja saya tahu, Karena Anda pernah mengikuti pesta perusahaan.”

“Ah... iya.”

“Selain itu, saya juga tahu Anda kabur dari rumah karena tidak ingin menikah dengan alasan sebagai pelunas hutang.”

Deg. Jantung Agnes berdetak kencang.

Pria itu tersenyum kecil. “Minumlah dulu, agar lebih rileks.”

Agnes pun menuruti hingga minumannya habis.

“Agnesia Alexander... Putri pertama Darius Alexander dan Viony Alexander. Suka menjadi pusat perhatian. Tidak suka kalah dan... sangat membenci adik perempuannya.”

Agnes mengepalkan tangannya dengan kepala yang terlihat mulai berputar.

“Bagaimana Anda bisa tahu... semua tentang... saya?”

“Itu hal yang mudah bagi saya...”

BRUUUK!

Agnes jatuh tak sadarkan diri dari kursinya.

Pria itu berdiri lalu mendekat.

“Kau sudah terlalu jauh untuk menjebak adikmu sendiri, Agnesia.”

“Bodyguard.”

“Siap, tuan.”

“Bawa wanita ini ke kamar sebelah. Dan bawa dua laki-laki ke kamar yang ditempati Agnes.”

“Baik, tuan.”

Mereka pun menjalankan tugasnya. Sedangkan tangan kanan Tuan X memberi uang pada pelayan karena sudah bekerja dengan baik, lalu ia pun menghubungi Tuan X.

📞“Saya sudah menjalankan perintah Anda, Tuan. Lalu apa langkah selanjutnya?”

📞“Pasang kamera kecil yang mengarah ke ranjang. Lalu aktifkan CCTV di kamar itu.”

📞“Baik, tuan.”

Panggilan pun berakhir. Ia pun berjalan ke kamar sebelah. Memasang kamera-kamera kecil. Tak lupa, ia juga memasang empat dupa perangsang besar, lalu menyalakannya.

Setelah selesai, ia keluar dan mengaktifkan kamera dan CCTV di ponselnya. Terlihat, ketiga orang itu mulai menggeliat, efek dupanya ternyata bekerja dengan cepat. Adegan demi adegan pun mulai terekam.

Tangan kanan Tuan X tersenyum tipis. Dalam hatinya ia bergumam, “Inilah akibatnya karena telah mengganggu wanita kesayangan tuannya.”

...----------------...

*Kembali ke Ayah Darius dan Mamah Viony

Papa Darius melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Ketika lampu merah berhenti, nampak Mamah Viony yang mulai terlihat menggaruk leher dan tangannya.

Papa Darius yang melihatnya pun bertanya, "Mah, kenapa mamah garuk-garuk seperti itu?"

Sambil garuk-garuk, Mamah Viony menjawab, "Gak tahu, Pa. Tiba-tiba leher, tangan dan badan mamah rasanya gatal banget."

Lampu hijau pun menyala, mobil Papa Darius kembali melaju. Awalnya terlihat baik, tapi lama kelamaan, Papa Darius mulai menggaruk lehernya, lalu lengan dan kemudian punggung.

"Mah, bisa garukan punggung ayah, gak? Rasanya gatal banget. Tangan Papa gak nyampe."

Mamah Viony pun menggaruk punggung Papa Darius, namun lama-kelamaan, gatal yang dialami Mamah Viony semakin menjadi.

"Pa cepetan dong. Aduh rasanya gatal banget, pengen cepet-cepet ganti baju."

" Sebentar lagi sampai," jawabnya sambil menggaruk badannya.

Akhirnya mobil pun sampai di depan gerbang kediaman Alexander. Papa Darius menyembunyikan klaksonnya dan berteriak.

"Pak Maman! Cepetan buka gerbangnya!" teriak Papa Darius.

Sedangkan Mamah Viony, ia sudah keluar dari mobil karena sudah tidak tahan dengan rasa gatalnya.

" Pak Maman! Buruan buka!"

Pak Maman yang baru kembali dari toilet pun segera berlari ke arah gerbang dan membukanya.

"Kenapa lama banget buka gerbang saja!" bentak Mamah Viony yang kemudian berlari ke dalam rumah.

Papa Darius, ia berusaha untuk bisa memarkirkan mobilnya walaupun tidak rata. Karena rasa gatalnya kembali menyerang.

"Pak Maman, masukkan mobilnya ke dalam garasi!" teriak Paap Darius.

Sedangkan Pak Maman, ia hanya melongo melihat majikannya yang berlari seperti dikejar anjing.

Tapi Pak Maman mengabaikannya dan kembali menutup pintu gerbang. Lalu ia memasukkan mobil majikannya ke dalam garasi.

Di dalam kamar utama, Mama Viony sudah masuk ke dalam kamar mandi, ia pun langsung mandi dan menggosok-gosokkan badannya menggunakan sikat mandi.

Di luar pintu kamar mandi, Papa Darius mulai menggedor-gedor pintu.

"Mah! Cepetan!" teriaknya sambil menggaruk-garuk.

"Tunggu sebentar lagi!"

15 menit akhirnya selesai.

Mamah Viony pun keluar dengan perasaan lega.

"Lama banget sih!" ucap Papa Darius sambil mendorong Mamah Viony keluar dari kamar mandi.

Sedangkan di sudut kamar, seseorang yang tak terlihat tengah menikmati pemandangan itu.

"Hahaha... Rasakan itu...kau pikir rasa gatal itu telah selesai? Oh, tentu saja..... Tidak," ucap Aerin yang sudah diperintahkan untuk mengikuti kedua orang tua toxic Violet sejak di gedung pernikahan.

Dan benar saja, setelah mengganti baju, rasa gatal itu terus menyerang kembali!

"Ahhhh... Gatal gatal!" sambil menggaruk-garuk, apalagi ketika di bagian punggung, rasa gatal semakin menjadi, tangannya tidak sampai untuk menggaruk.

Mamah Viony dan Papa Darius pun mulai menggesek-gesekkan nya pada tembok, tetapi rasa gatal terus semakin menjadi hingga tengah malam.

Karena tidak kuat, akhirnya mereka tidak sadarkan diri, dan terjatuh ke lantai.

Aerin yang menikmati itu tertawa kencang . "Rasakan itu. Baru segitu saja sudah langsung tepar! Itulah balasannya karena kalian telah membunuh Violet dengan secara tidak sadar."

Aerin pun langsung menghilang dan kembali ke ruang dimensi Violet.

...... To be continued ......

1
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM
akang atuh harusnya🤣
🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya яᷢ⃞🐰☕︎⃝❥: /Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
≛⃝⃕|ℙ$ Ŋบ𝑟ļịãŊã ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🍃
My Alpha My Luna 🤔 ganti nama pa begimane ini nda mudeng /Facepalm/
≛⃝⃕|ℙ$ Ŋบ𝑟ļịãŊã ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🍃: 🫨 Ooohh
total 4 replies
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Vier jangan buat aku iri dong/Scream/ aku malah pernah kesiram air mendidih sepanci, kamu gak khawatir sama aku gitu/Curse/
🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya яᷢ⃞🐰☕︎⃝❥: pasti kalau kaget teh...

disini juga ada yang kesiram air panas, tapi sampai melepuh, ngeri😬😬
total 11 replies
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Kenapa gak kamu panggil kakanda aja sih🤣🤣
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ: Betul betul betul🤣🤣🤣
total 6 replies
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
uhukkkk my luna😱 Luna Maya kah?
🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya яᷢ⃞🐰☕︎⃝❥: bukan bukan/Scream/ Luna maya punya Maxime /Scream/
total 1 replies
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
Ciaaaa My Alpha
🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya яᷢ⃞🐰☕︎⃝❥
nanti ada bagiannya🤭
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
bestinya si Irene gimana? belum di basmi tuh cacar ular
Dewi Payang
Aman berarti🤭🤭🤭
🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya яᷢ⃞🐰☕︎⃝❥: selamat selamat🤭
total 1 replies
Dewi Payang
Wh, ada Supra X disini🤭 peace kak✌️
Dewi Payang: /Facepalm//Facepalm/
total 2 replies
Dewi Payang
Sang gelang udah bertemu jodohnya😍
Dewi Payang
Kelakuan Aerin🙈🙈🙈🙈
Dewi Payang
Apa.dia Angkasa?
Dewi Payang: Weh mantap😁
total 2 replies
꧁𐌡𐌉𐌙𐌀𐌍𐌀♡♥︎࿐
karna gak penting katanya cuyy 😌
❤️⃟Wᵃf꧄ꦿV⃗a͢n꙰a͢a⃗ꦿᵏⁱᵉˡяᷢ⃞🐰
Se-sayang itu Daddy nya/Proud/
❤️⃟Wᵃf꧄ꦿV⃗a͢n꙰a͢a⃗ꦿᵏⁱᵉˡяᷢ⃞🐰: iya lgi😭
total 2 replies
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM
jadi siapa wanita itu?
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩: yang jualan tahu bulat🏃🏃🏃
total 6 replies
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Ayo kembali fokus pada tujuanmu Vio, kasihan mereka jika terlalu lama menunggu hadiah darimu🙃
≛⃝⃕|ℙ$ Ŋบ𝑟ļịãŊã ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🍃
Jadi di dalem tubuh Violet ada berapa jiwa 🤔 masih nda mudeng aku 🤣
≛⃝⃕|ℙ$ Ŋบ𝑟ļịãŊã ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🍃: Emang ada berapa lagi yg belom keluar /Slight/
total 4 replies
≛⃝⃕|ℙ$ Ŋบ𝑟ļịãŊã ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🍃
Nama na sammaaa 🤣🤣/Facepalm/
🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya яᷢ⃞🐰☕︎⃝❥: wahhh, iya 🤭... aku baru ngeh loh teh🤭
total 1 replies
≛⃝⃕|ℙ$ Ŋบ𝑟ļịãŊã ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🍃
Mak na saha tah 🤔
🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya яᷢ⃞🐰☕︎⃝❥: tempeh mahal, tahu aja teh 🤣
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!