NovelToon NovelToon
King Mafia Di Zaman Kuno

King Mafia Di Zaman Kuno

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Reinkarnasi / Balas Dendam
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: BUBBLEBUNY

Xavier, king Mafia yang tak terkalahkan, ditangkap musuh dan terkena tembakan di dada hingga pingsan. Ketika sadar, dia terkejut melihat dirinya mengenakan hanfu kuno megah dan duduk di singgasana tinggi di lingkungan asing.

Dia menyadari dirinya seharusnya sudah mati, namun doanya terkabul dalam bentuk reinkarnasi. Kini dia berada di tubuh pemimpin sekte iblis yang dingin dan bijaksana, dengan perpaduan unik antara kekerasan masa lalunya sebagai Mafia dan kebijaksanaan baru.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon BUBBLEBUNY, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Keajaiban Api Emas dan Pil Surgawi

Hari-hari berikutnya di Sekte Langit berubah menjadi masa yang penuh dengan keajaiban dan kesibukan luar biasa. Seperti yang telah diperintahkan, ribuan pekerja dan ahli bangunan yang dikerahkan oleh Mo Xie bekerja tanpa henti siang dan malam. Di sebuah lembah indah yang terletak tidak jauh dari tempat tinggal Xiao Ling, sebuah bangunan megah mulai menjulang dengan kecepatan yang tidak masuk akal. Batu-batu giok putih yang sangat keras dan indah didatangkan dari pegunungan terpencil, kayu-kayu langka yang tahan api dan beraroma harum digunakan untuk tiang penyangga, serta formasi energi tingkat tinggi dipasang di setiap sudutnya untuk menjaga kestabilan suhu dan kemurnian udara. Tempat itu bukan sekadar bangunan biasa. Itu adalah Istana Alkimia Matahari Terbit, sebuah tempat raksasa yang terdiri dari puluhan ruang pendidihan, ruang penyimpanan, dan taman ramuan. Dan yang paling menakjubkan, tepat di pusat istana itu, terdapat sebuah tungku raksasa yang terbuat dari logam hitam misterius yang didatangkan langsung dari wilayah terdalam Sekte Tianmo yaitu Tungku Roh Naga yang bisa menahan panas ribuan derajat tanpa meleleh sedikitpun. Tiga hari kemudian, pembangunan selesai total. Istana Alkimia itu berdiri megah bak istana para dewa, memancarkan aura kuno namun agung. Hari ini, Ye Chen secara pribadi akan melakukan penyulingan pertama. Ia mengizinkan Xiao Yu, Zhao Hao, Tie Niu, Lin Yue, Situ Kong, dan tentu saja Xiao Ling untuk hadir dan menyaksikan dari ruang observasi khusus. Mereka berdiri di balik dinding kaca kristal bening yang kuat, menatap ke bawah dengan napas tertahan. Di tengah ruangan yang luas itu, Ye Chen berdiri dengan tenang. Ia mengenakan jubah berwarna emas yang membuatnya tampak seperti dewa api yang turun ke dunia. Di hadapannya, Tungku Roh Naga itu mengeluarkan suara gemuruh pelan seolah menanti perintah tuannya.

"Perhatikan baik-baik, alkimia bukan sekadar mencampur bahan dan memanaskannya sembarangan. Ini adalah seni tertinggi dalam memahami hukum alam semesta, dan ini adalah proses sakral dalam menciptakan kehidupan baru yang murni dari sekumpulan bahan mentah." Ucap Ye Chen, suaranya terdengar jelas hingga ke ruang observasi meski tanpa alat bantu.

"Api adalah nyawanya, ketelitian adalah jalannya, dan niat suci adalah kuncinya. Hanya dengan menyatukan ketiganya secara sempurna... barulah keajaiban bisa terlahir kembali ke dunia fana ini." Ucap Ye Chen dengan suara rendah namun penuh makna mendalam, seolah sedang membisikkan rahasia dunia.

Ye Chen mengangkat tangannya perlahan. Tanpa menggunakan kayu bakar atau minyak, tiba-tiba api berwarna biru keemasan meledak keluar dari telapak tangannya langsung masuk ke dalam tungku! Api itu bukan api biasa, melainkan Api Roh Semesta yang dikendalikan sempurna oleh kekuatan mental dan qi Ye Chen yang tak terbatas. Mata semua orang terbelalak. Mengendalikan api dengan pikiran saja?! Ini benar-benar level dewa! Satu per satu bahan-bahan langka melayang di udara mengikuti gerakan tangan Ye Chen. Bunga Es Abadi, Akar Ginseng Berusia Seribu Tahun, Buah Naga Cahaya, dan puluhan jenis ramuan lainnya masuk ke dalam tungku secara bergantian dengan urutan yang presisi. Ye Chen memejamkan mata. Konsentrasinya mencapai puncaknya. Di dalam tungku, api biru itu menari-nari dengan indah, melelehkan semua bahan, memisahkan kotoran, dan menyatukan esensi murninya menjadi satu cairan kental yang berwarna-warni. Waktu berlalu sangat cepat. Hanya dalam waktu dua jam, yang bagi alkemis biasa butuh berhari-hari, proses itu selesai.

"Terwujudlah!" seru Ye Chen pelan namun penuh dengan penekanan yang dahsyat, suaranya bergema di ruang hampa bak suara dewa.

"Biarlah segala kotoran dan endapan busuk lenyap ditelan api, dan biarlah esensi murni yang sesungguhnya... lahir kembali ke dunia ini dengan sempurna! Hadirlah, Pil Roh Surgawi!" Teriaknya lagi, dan seketika seluruh ruangan dipenuhi oleh cahaya keemasan yang menyilaukan mata!

Tangannya menekan ke bawah. Suara lonceng besar terdengar dari dalam tungku. Tutup tungku terbuka dengan sendirinya, dan seketika itu juga... cahaya yang menyilaukan memancar keluar! Lima butir pil bulat sempurna, berwarna merah darah dan berkilau seperti permata, melayang keluar diikuti oleh asap berwarna-warni yang membentuk gambar naga dan phoenix! Aroma yang luar biasa harum dan menyegarkan menyebar ke seluruh ruangan, bahkan sampai ke luar istana. Hanya dengan menghirup baunya saja, rasa lelah di tubuh para murid langsung hilang, dan pikiran mereka menjadi jernih seketika!

"Pil... Pil Roh Surgawi tingkat menengah! Bahkan di sekte-sekte tertua pun, pil level ini dianggap harta karun!" Seru Situ Kong dengan suara gemetar.

"Cobalah," Ucap Ye Chen santai.

Xiao Yu dengan tangan gemetar mengambil satu butir. Ia menelan pil itu seketika. Energi yang sangat dahsyat namun sangat lembut meledak di dalam perutnya, lalu menyebar ke seluruh pembuluh darah dan merambat ke tulang-tulangnya. Tubuh Xiao Yu bersinar keemasan. Ia merasa seolah-olah ia telah berlatih keras selama sepuluh tahun dalam sekejap mata! Hambatan kultivasinya yang selama ini tertahan pecah seketika!

"Ah!! Kekuatanku... meningkat drastis! Hambatan yang selama ini membelenggu dan menghambat langkahku selama bertahun-tahun... pecah seketika! Rasa lelah dan sakit otot hilang begitu saja! Tubuhku terasa ringan seperti awan, dan aliran qi di dalam pembuluh darahku mengalir deras dan deras sekali! Ini... ini benar-benar kekuatan level baru!" seru Xiao Yu tak percaya, matanya berbinar liar penuh kegembiraan yang meledak-ledak.

Zhao Hao dan yang lainnya buru-buru menelan pil mereka juga. Satu per satu dari mereka mengalami lonjakan kekuatan yang luar biasa. Mereka merasa tubuh mereka menjadi lebih ringan, lebih kuat, dan lebih tajam indranya. Di sudut ruangan, Xiao Ling menyaksikan semua itu dengan mata terbelalak dan hati yang berdebar kencang. Ia benar-benar takjub. Pria ini... benar-benar melakukan hal yang mustahil. Ia bukan hanya kuat dalam bertarung, tapi juga menguasai ilmu penciptaan yang begitu agung. Ye Chen berbalik menatap gadis itu. Ia mengambil sebuah kotak giok kecil yang berisi tiga butir pil berwarna putih susu yang memancarkan cahaya lembut.

"Ini untukmu," Ucap Ye Chen lembut sambil menyerahkannya.

"Ini adalah Pil Hati Suci. Aku meraciknya khusus menggunakan bahan-bahan yang cocok dengan energimu. Pil ini akan membantu menumbuhkan Bunga Hati Suci di dalam tubuhmu menjadi lebih sempurna dan kuat." Lanjut Ye Chen lembut, matanya memancarkan perhatian yang tulus dan mendalam.

"Dengan meminumnya, kekuatan penyembuhan dan perlindungan dirimu akan meningkat berkali-kali lipat. Tidak ada lagi rasa sakit atau rasa takut yang bisa mendekatimu lagi." Ucap Ye Chen lembut namun tegas, memberikan jaminan keamanan yang mutlak.

Xiao Ling menerima kotak itu dengan kedua tangan gemetar. Wajahnya memerah padam. "Te... Terima kasih, Pemimpin. Kamu... kamu benar-benar luar biasa."

"Kita adalah keluarga. Tentu saja aku akan memastikan kalian semua tumbuh menjadi yang terkuat." Ucap Ye Chen lembut namun penuh keyakinan mutlak.

Malam harinya, setelah semua orang beristirahat dan menikmati kekuatan baru mereka, Ye Chen kembali ke ruang kerjanya. Wajahnya yang tadi tenang dan ramah, kini kembali berubah menjadi sedingin es dan tajam seperti pedang. Mo Xie sudah siap di sana dengan sepuluh sosok bayangan yang berdiri diam di belakangnya. Mereka adalah Pasukan Bayangan tingkat tertinggi, pembunuh handal yang tidak pernah gagal dalam misi.

"Kaisar, semuanya sudah siap. Informasi terakhir menyebutkan bahwa kelompok pemberontak di Sekte Lembah Bunga Suci sedang merayakan kemenangan mereka. Mereka mengira Xiao Ling sudah mati atau hilang, dan mereka kini menguasai penuh sekte itu." Lapor Mo Xie dengan nada dingin.

"Bagus, mereka berpesta pora sementara gadis malang itu menangis ketakutan." Gumam Ye Chen pelan, senyum miringnya terlihat sangat mengerikan.

"Hari ini... giliran kalian untuk membayar hutang itu. Bersiaplah... karena malam ini kalian akan merasakan dengan jelas... bagaimana rasanya jatuh ke dalam neraka yang paling dalam!" Ucap Ye Chen dingin, suaranya memancarkan hawa kematian yang membekukan.

"Mo Xie, kau tetap di sini untuk mengawasi pembuatan pil selanjutnya dan menjaga Xiao Ling serta yang lainnya. Aku akan pergi sendiri." Ucap Ye Chen dengan nada tegas dan tak terbantahkan.

"Kaisar?! Kau bermaksud pergi sendirian?! Tapi musuh di sana jumlahnya ratusan, dan mereka sedang dalam kondisi waspada... Bukankah lebih baik membawa pasukan bayangan sekalian agar lebih cepat dan aman? Kenapa harus berbahaya seperti ini?!" Seru Mo Xie dengan wajah panik dan bingung, tidak habis pikir dengan keputusan tuannya.

"Tidak tapi. Aku ingin pergi sendiri. Aku ingin melihat wajah keputusasaan mereka dengan mata kepalaku sendiri." Ucap Ye Chen dingin dan tegas, memotong ucapan lawannya dengan wibawa yang menekan.

"Aku ingin mereka merasakan keputusasaan yang nyata, dan aku ingin mereka sadar serta mengingatnya selamanya... siapa sosok yang sebenarnya telah mereka singgung dan lawan dengan bodohnya!" Ucap dengan mata memancarkan kilatan mematikan.

"Dan... ada satu hal lagi yang lebih penting daripada sekadar membasmi kejahatan," Lanjut Ye Chen pelan.

"Kaisar bermaksud...?" Tanya Mo Xie bingung.

"Aku ingat perkataan Xiao Ling. Dia mengatakan bahwa Gurunya, seorang tetua yang bijaksana, dikurung di penjara bawah tanah bersama dengan beberapa murid yang masih setia. Mereka disiksa dan dipenjara hanya karena tidak mau tunduk pada kebusukan." Ucap Ye Chen perlahan, suaranya terdengar berat dan penuh pertimbangan mendalam.

"Mereka adalah mutiara yang terpendam di dalam lumpur. Mereka adalah orang-orang baik yang terjebak dalam kekacauan yang tidak mereka buat sendiri. Membiarkan mereka hancur bersama sekte busuk itu adalah sebuah pemborosan besar. Mereka masih memiliki ilmu, mereka masih memiliki hati, dan mereka masih berhak mendapatkan masa depan yang cerah." Ucap Ye Chen perlahan, suaranya terdengar berat dan penuh pertimbangan mendalam serta niat mulia.

"Dunia persilatan sudah terlalu banyak sampah, tapi masih ada beberapa mutiara yang terpendam di dalam lumpur. Guru Xiao Ling itu memiliki hati yang baik dan ilmu yang mumpuni. Jika dibiarkan mati sia-sia bersama sekte busuk itu, itu adalah kerugian besar bagi dunia." Ucap Ye Chen dalam, matanya memancarkan pandangan jauh ke depan dan rasa menghargai yang tinggi.

"Jadi rencanaku adalah..." Suara Ye Chen menjadi dalam dan tegas.

"Aku akan menghancurkan para pengkhianat itu hingga rata dengan tanah. Tapi... aku akan menyelamatkan Guru dan orang-orang baik yang masih setia itu. Aku tidak akan membiarkan mereka terpuruk atau menjadi pengembara. Aku akan mengajak mereka... tidak, aku akan meminta mereka untuk bergabung dengan Sekte Langit." Ucap Ye Chen tegas dan penuh keyakinan, matanya bersinar terang membayangkan masa depan yang lebih cerah.

"Ide yang luar biasa, Kaisar! Jika mereka benar-benar orang baik dan memiliki kemampuan, bergabung dengan kita adalah jalan terbaik! Lagipula, dengan adanya Guru Xiao Ling di sini, Xiao Ling pasti akan merasa lebih tenang dan bahagia! Itu akan membuat ikatan mereka dengan Sekte Langit semakin kuat!" Seru Mo Xie dengan antusiasme yang meledak-ledak, sangat setuju dengan rencana mulia tuannya.

"Benar sekali. Sekte Langit tidak hanya membutuhkan orang-orang yang memiliki otot dan kekuatan tempur yang dahsyat. Kita juga sangat membutuhkan orang-orang yang berhati bersih, bijaksana, dan memiliki wawasan serta ilmu pengetahuan yang luas." ucap Ye Chen mengangguk pelan.

"Mereka bisa menjadi guru yang mengajar, menjadi penasihat yang membimbing, dan yang paling penting... mereka bisa menjadi jembatan indah yang menyatukan kekuatan keras kita dengan energi suci dan lembut yang mereka miliki. Keseimbangan adalah kunci kekuatan abadi. Kekuatan tanpa kebijaksanaan adalah kebrutalan, dan kebijaksanaan tanpa kekuatan adalah kelemahan. Bersama-sama... kita akan membentuk sebuah kekuatan total yang tak ada satu pun kekuatan lain di dunia ini yang mampu menandinginya!" Lanjutnya dengan suara yang dalam dan penuh makna, menyusun fondasi kekuatan yang sempurna dan tak tergoyahkan.

"Aku tidak akan membuang-buang waktu lagi." Ucap Ye Chen dingin, matanya memancarkan ketegasan mutlak.

"Sebelum matahari terbit menyingsing besok pagi, nama Sekte Lembah Bunga Suci... harus lenyap selamanya dari peta dunia ini. Namun, untuk para orang baik dan hati yang suci di sana... aku tidak akan membiarkan mereka hancur. Mereka akan kubawa pulang, kembali ke tempat yang layak, menuju rumah baru mereka di Sekte Langit." Lanjutnya dengan tegas, memisahkan takdir antara kejahatan dan kebaikan dengan jelas.

Di tempat yang jauh, di sebuah wilayah pegunungan yang hijau, asri, dan terkenal sangat indah, berdiri sebuah sekte kuno yang telah berusia ratusan tahun yaitu Sekte Lembah Bunga Suci. Dulunya, tempat ini adalah surga kedamaian yang dipenuhi aroma bunga dan aura suci, namun malam itu, suasana telah berubah total menjadi sesuatu yang sangat menjijikkan dan penuh kebusukan. Suasana di dalam aula utama sangatlah riuh dan gaduh. Alunan musik yang melankolis dan suci kini telah digantikan oleh dentuman genderang dan nyanyian liar yang tak sopan. Gelak tawa yang keras dan memekakkan telinga terdengar di setiap sudut ruangan, bercampur dengan bau minuman keras dan asap dupa yang menyengat. Di singgasana utama yang seharusnya ditempati oleh sosok bijaksana, kini duduk seorang pemuda berwajah jahat dan penuh kesombongan. Dia adalah Wen Chang, murid senior yang telah memimpin pemberontakan berdarah. Di sekelilingnya, ratusan murid yang juga telah membelot dan menjadi pengkhianat sedang berpesta pora dengan liar, merayakan kemenangan mereka yang kotor. Mereka makan, mereka minum, dan mereka tertawa seolah-olah mereka adalah penguasa dunia, sama sekali tidak peduli bahwa di atas penderitaan dan air mata orang lainlah mereka kini berdiri dan bersenang-senang.

"HAHAHA! Wen Chang! Mulai hari ini kau adalah Pemimpin Baru! Ke mana perginya si Xiao Ling? Mati dimakan serigala atau kabur menjadi pelacur? Tidak peduli! Yang penting kita yang berkuasa sekarang!" Teriak salah satu dari mereka dengan mabuk.

"Benar! Guru tua itu sudah kami kurung di penjara bawah tanah. Segera setelah kami berhasil menyerap energi si bodoh itu, kita akan menjadi kekuatan terbesar di wilayah ini!" Teriak Wen Chang dengan bangga dan sombong.

"Tak ada lagi yang berani menentang kita! Semua sekte lain akan berlutut dan kita akan menguasai segalanya! Hahaha! Dunia ini milik yang kuat! Dan kelembutan serta kesucian yang mereka bangga-banggakan itu... hanyalah sampah yang pantas diinjak-injak!" Serunya dengan penuh keserakahan dan keangkuhan yang memuakkan, tertawa dengan wajah bengis dan penuh kejahatan.

Namun, tepat di puncak tawa mereka yang paling keras dan memuakkan itu, segala suara tiba-tiba terhenti seketika bak terpotong pisau. Angin malam yang tadinya sepoi-sepoi berubah dalam sekejap menjadi sangat dingin, menusuk tulang, dan membawa hawa mencekam yang begitu berat hingga membuat dada mereka terasa sesak napas. Sreeett... Desiran angin itu terdengar menyeramkan, seolah ada ribuan hantu yang sedang berbisik menanti kematian. Dan tanpa ada satu pun yang menyentuhnya, lampu-lampu lilin yang menerangi seluruh aula itu padam satu per satu secara serentak! Hanya dalam hitungan detik, kemegahan dan cahaya yang tadi ada lenyap total. Suasana di dalam ruangan itu berubah menjadi gelap pekat, sunyi senyap, dan sangat mencekam, seolah-olah mereka telah dipindahkan ke dalam mulut neraka yang paling dalam!

"Ada apa ini?!" Teriak Wen Chang kaget.

"Siapa yang berani mengganggu pesta kemenangan kita?!! Kau pikir kau ini siapa?! Keluar dan tunjukkan wajahmu, dasar pengecut!!" Teriak Wen Chang dengan panik namun berusaha terdengar garang, tangannya mencengkeram gagang pedang erat-erat sementara keringat dingin mulai menetes di dahinya.

Tiba-tiba, sebuah sosok berpakaian putih turun perlahan dan megah dari kegelapan langit, melayang turun bak sehelai awan yang dituntun oleh angin. Sosok itu mendarat dengan sangat anggun dan tenang tepat di puncak atap aula utama, seolah berat tubuhnya sama sekali tidak ada artinya. Di bawah cahaya bulan purnama yang menerangi malam itu, sosok itu tampak begitu mempesona namun juga begitu menakutkan. Dia berdiri tegak memancarkan aura keagungan yang begitu berat dan padat, sebuah tekanan mental yang begitu dahsyat hingga membuat seluruh bangunan megah sekte itu bergetar hebat, lantai berderak, dan dinding-dindingnya retak hanya karena kehadirannya saja! Seolah-olah Dewa Kematian sendiri telah turun ke dunia fana untuk menuntut balas.

"Kalian mencari Xiao Ling?" Suara itu terdengar pelan namun bergema di seluruh penjuru sekte, dingin dan mematikan.

"Dia sekarang hidup dengan sangat bahagia di tempat yang jauh lebih layak daripada lubang kotor ini. Dan kalian... kalian yang telah menganiaya dia... siap-siap membayarnya dengan nyawa kalian sendiri." Ucap Ye Chen pelan namun dingin dan mematikan, suaranya bak vonis mati yang tak bisa ditawar lagi.

"Kau... kau siapa?!!" Teriak Wen Chang dengan suara gemetar, wajahnya pucat pasi dan kakinya terasa lembek karena ketakutan yang luar biasa.

"Aku? Aku hanya... pembawa kematian yang datang untuk membereskan sampah." Jawab Ye Chen pelan, suaranya terdengar datar namun memancarkan kengerian yang tak terbayangkan.

Ye Chen mengibaskan tangannya dengan santai. Sebuah gelombang energi tak terlihat meledak. Pintu gerbang sekte yang tebal hancur berkeping-keping. Seluruh penjaga yang berdiri di sana langsung terpental dan pingsan atau mati seketika.

"Bajingan keparat!! Serang dia!! Bunuh dia!!" Teriak Wen Chang panik, menarik pedangnya dan memimpin ratusan murid menyerbu ke atas atap.

"Malam ini... tidak ada yang boleh hidup." Gumam Ye Chen dingin.

Matanya memancarkan cahaya merah darah. Malam yang panjang dan penuh teror pun dimulai. Teriakan ketakutan, suara bangunan runtuh, dan cahaya pertarungan yang menyilaukan menerangi malam gelap itu. Dalam hitungan menit, ratusan murid pemberontak itu tumbang. Tidak ada satu pun yang mampu bertahan lebih dari satu serangan. Ye Chen bergerak seperti hantu pembawa maut, membersihkan kejahatan dengan cara yang paling mutlak. Setelah aula utama sunyi senyap dan dipenuhi tubuh para penjahat, Ye Chen melayang turun dengan tenang. Ia tidak langsung pergi. Ia tahu, ada orang yang harus diselamatkan. Dengan satu sentuhan kakinya, ia menghancurkan lantai yang menuju ke penjara bawah tanah. Bau busuk dan darah menyengat keluar dari sana. Di dalam penjara yang gelap dan lembap, terlihat seorang lelaki tua dengan pakaian compang-camping, tubuhnya penuh luka cambuk, namun matanya masih menyala dengan tekad yang kuat. Itu adalah Guru Xiao Ling, Elder Qing Yun. Di sebelahnya ada beberapa murid yang juga terikat rantai.

"Siapa di sana...?" Gumam lelaki tua itu dengan suara parau dan sangat lemah, hampir tak terdengar.

"Apakah kalian... datang untuk mengakhiri penderitaanku? Atau ada perintah baru dari murid-murid durhaka itu? Lakukanlah... Aku tidak takut mati. Aku hanya menyesal... tidak bisa melindungi murid-muridku dan warisan leluhur..." Gumam lelaki tua itu dengan suara parau dan sangat lemah, hampir tak terdengar, matanya memancarkan kepasrahan yang menyedihkan.

"Tenanglah, Tuan Elder." Ucap Ye Chen dengan suara lembut namun agung, memancarkan ketenangan yang menular.

"Aku datang bukan untuk mencabut nyawa atau menambah penderitaan. Aku datang... untuk membebaskan kalian dari belenggu yang mengikat kalian selama ini." Lanjutnya tegas, matanya memancarkan niat baik yang tak terbantahkan.

Tanpa Ye Chen menggerakkan satu jari pun, tanpa suara, dan tanpa sentuhan fisik sedikitpun... Rantai-rantai besi tebal yang terbuat dari logam keras yang mengikat tubuh dan tangan Elder Qing Yun serta murid-murid setianya tiba-tiba bergetar hebat, lalu meledak dan hancur berkeping-keping secara bersamaan! Seolah-olah ada kekuatan gaib yang menghancurkannya dari dalam, besi-besi itu pecah menjadi serpihan-serpihan kecil dan berantakan jatuh ke lantai batu hanya karena satu tatapan mata tajam dan dahsyat dari Ye Chen! Kebebasan pun hadir di hadapan mereka dalam sekejap mata.

"Kau... kau ini siapa?! Bagaimana mungkin kau memiliki kekuatan yang sedemikian rupa?!Bahkan di masa kejayaan dan puncak kekuatan sekte kami ratusan tahun lalu pun... tidak ada satu pun pendekar atau tetua yang sanggup melakukan hal sehebat dan semegah ini!" Seru Elder Qing Yun dengan suara gemetar hebat, matanya terbelalak menatap sosok muda di hadapannya bak melihat sosok legenda yang turun ke dunia.

"Kekuatan macam apa ini...? Dewa... atau manusia?!" Gumam Elder Qing Yun dengan napas tertahan, tubuhnya gemetar hebat bukan karena sakit, melainkan karena rasa takjub dan terkejut yang meledak di dalam dadanya.

"Aku adalah Ye Chen, Pemimpin Sekte Langit. Dan... aku adalah orang yang telah menyelamatkan murid kesayanganmu, Xiao Ling, dari cengkeraman maut dan penderitaan." Ucapnya dengan suara tenang namun penuh wibawa, memperkenalkan diri sebagai sang penyelamat yang telah ditunggu-tunggu.

"Xiao Ling?!!" Seru Elder Qing Yun terkejut setengah mati, matanya yang semula keruh seketika memancarkan cahaya harapan.

"Gadis itu... muridku yang malang itu... dia masih hidup?! Dia selamat dari kejaran para iblis itu?!" Tanyanya bergetar, suaranya tercekat oleh emosi yang meluap-luap, tak percaya mendengar kabar baik itu di saat-saat terakhirnya.

"Dia baik-baik saja. Dia sekarang berada di tempat yang aman, di bawah perlindunganku. Dia sangat khawatir padamu." Ucap Ye Chen lembut, menenangkan hati lelaki tua itu dengan kabar yang paling ia rindukan.

"Syukurlah... Syukurlah dia selamat... Maafkan Gurumu yang tidak bisa melindungimu..." Gumamnya dengan suara parau dan bergetar, air mata harapan dan penyesalan bercucuran membasahi pipinya yang keriput.

"Tidak perlu menyesali masa lalu, Elder, tempat ini sudah mati. Sekte Lembah Bunga Suci sudah hancur malam ini juga, dimakan oleh kebusukan yang kalian ciptakan sendiri. Tidak ada masa depan di sini." Kata Ye Chen lembut namun tegas.

"Aku tahu Tuan adalah orang yang berhati mulia dan memiliki ilmu yang sangat tinggi serta mendalam. Namun dunia ini begitu luas dan megah... sayang sekali jika sisa usia dan ilmu yang Tuan miliki justru habis terbuang sia-sia di dalam tempat yang gelap, sempit, dan menyedihkan seperti ini." Ucap Ye Chen lembut namun tegas, matanya memancarkan ketulusan yang mampu menyentuh jiwa terdalam.

"Aku datang dengan sebuah tawaran. Bergabunglah denganku. Mari kita bangun sesuatu yang baru. Di Sekte Langit, kebaikan dan kekuatan bersatu. Xiao Ling ada di sana, aku ada di sana, dan kita akan bersama-sama menciptakan era baru di mana orang baik tidak perlu lagi takut ditindas." Lanjut Ye Chen dengan suara yang megah dan penuh harapan, membentangkan visi masa depan yang cemerlang.

"Bagaimana, Elder? Maukah kau membantu membangun masa depan yang cerah bersamaku?" Ucap Ye Chen dengan nada ramah namun penuh harap, menatap mata lelaki tua itu dengan sungguh-sungguh.

"Di sana, murid-muridmu bisa belajar dengan tenang, dan ilmu suci yang kau jaga selama ini bisa bersinar kembali dengan lebih terang dari sebelumnya."

"Mari kita mulai lembaran baru ini. Bersama-sama... kita akan membuat nama Sekte Langit bergema di seluruh penjuru dunia!" Lanjut Ye Chen dengan nada ramah namun penuh harap, menatap mata lelaki tua itu dengan sungguh-sungguh dan penuh keyakinan.

1
Fajar Fathur rizky
thor mau tanya ranah Kultivasi ada berapa ranah
BUBBLEBUNY: oh itu ada 6
total 3 replies
BUBBLEBUNY
Bener 🤣🤣🤣
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⒋ⷨ͢⚤zc❖Aisyah Chris
sekte Hua Shan sedang mengali kubur sendiri🤣
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⒋ⷨ͢⚤zc❖Aisyah Chris
baru singgah.. keren thor ceritanya.
BUBBLEBUNY: bagus kalo suka dengan ceritanya
total 1 replies
BUBBLEBUNY
betul 👍
🌹Widian,🧕🧕🌹
ohhh ternyata Ye tianhong adalah ayahnya Ye. Chen ?
BUBBLEBUNY
sabar masih permulaan
🌹Widian,🧕🧕🌹
sekte iblis, tapi pemimpinnya masih punya rasa kemanusiaan..... gimana inih ?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!