season 2.. SINGLE MOTHER
Isabella kehilangan cinta sejatinya karena dendam, saat terpuruk datang seseorang yang mengulurkan tangannya pada Bella.
kedua anaknya pun telah menerima Billy sebagai pengganti sosok sang ayah.
brilliant Harvey Utomo pria yang jatuh cinta pertama kali pada Bella apa bisa merebut hati wanita yang di cintai nya itu?
Yusuf Ali Giantoro pria yang mendapat donor jantung milik Reino, apa akan bisa merebut hati Bella dan anak-anaknya.
apa Billy dan Bella bisa bersatu?
apa rumah tangga mereka akan bahagia?
atau Bella akan bersama pria yang mendapat donor milik Reino?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon meidina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
hidup baru
pagi pun datang, Bella bangun terlebih dahulu dan melihat Billy yang masih terlelap memeluknya.
Bella mengeser tangan Billy perlahan agar tak membangunkan Billy, Bella langsung mandi dan turun ke bawah.
"pagi Bu dan mamak," sapa Bella.
"loh pengantin baru kok udah turun aja sih, rambutnya kok gak basah?" goda Bu Desi.
"idih kalian ini mah, kan Bella masih belum bersih tau," jawab Bella cemberut sambil memeluk Mak Siti.
"iya iya atuh sayang, udah jangan ambekan gitu ah, malu sama suami mu tuh," goda Mak Siti.
" ahh.. kalian berdua mah gitu godain Bella terus, Bella mau bikin kopi dulu," kata Bella membuat kopi susu untuk Billy.
setelah itu Bella membawanya ke kamar, sedang Mak Siti dan Bu desi tersenyum melihat Bella.
sesampainya di kamar Bella tak melihat Billy, ternyata Billy sudah ke kamar mandi, Bella langsung membereskan kamar dan menyiapkan baju Billy.
Billy keluar dengan hanya mengenakan handuk yang melingkar di pinggangnya.
"aduh mas ih, kenapa telanjang gitu sih," kata Bella menutup matanya.
Billy pun iseng malah langsung memeluk Bella yang tengah menutup mukanya.
"kenapa dek, sekarang kamu harus bisa ya," goda Billy.
"aduh malu mas ih, udah sana pakai bajunya, dan itu ada kopi untuk mas," kaya Bella.
Bella langsung berlari meninggalkan Billy yang malah tertawa melihat tingkah Bella, Billy sudah bersiap dengan baju santai nya.
Billy mencoba minum kopi yang di buatkan Bella dan dia tersenyum karena Bella tau jika dia dari dulu menyukai kopi susu.
Bella sudah turun dan mendengar keributan yang di akibatkan oleh Adel yang baru datang bersama Billa dan Adjie.
"bunda.. papa mana?" tanya Adel yang melihat Bella yang baru turun.
"papa lagi ganti bahu sayang, bentar lagi turun kok," jawab Bella.
"loh mbak Gabriel mana?" tanya Bella.
"Gabriel semalem di culik Mega tau, ah gadis itu bahkan tak bisa jauh dari keponakan ganteng ku itu," kata Billa.
"tapi kan masih ada JK," kata Namira yang juga baru sang bersama juragan Wawan.
"JK.. ayo main," kata Adel begitu antusias melihat kedatangan dari balita berumur 3th itu.
saat Adel dan JK bermain tak lama Billy turun sambil membawa cangkir kopi, Bella langsung meminta cangkirnya.
Billy berkumpul bersama para bapak bapak sedang Bella membantu di dapur sedang Namira dan Billa mengawasi Adel dan JK.
"Billy, ayah nitip anak dan cucu bapak ya, mulai saat ini mereka tanggung jawab mu nak," kata pak Kuncoro.
" iya yah, Billy akan menjaga mereka berdua," kata Billy.
"tenanglah, di sana nanti aku juga akan mengawasi Bella dan kedua anaknya," kata pak Bahar.
"terima kasih, kau adalah ayah kedua Bella, beruntungnya Bella mempunyai mu Bahar, bahkan kau ada saat di tengah sangat terpuruk," kata pak Kuncoro.
"kita adalah orang tuanya, sudah kewajiban kita membimbing putri kita," jawab pak Bahar.
pagi itu semuanya sarapan bersama, setelah itu Namira dan Billa membantu memberi bingkisan untuk tetangga yang kemarin membantu saat pernikahan Bella.
Billy tengah berada di depan rumah, sambil mengerjakan pekerjaan nya, Bella duduk sambil membawa cemilan dan kopi untuk Billy.
"masih sibuk mas?" tanya Bella.
"ya hanya memeriksa email yang semalam belum sempat di buka, mana Adel tumben kok sepi?" tanya Billy.
"dia udah tidur di kamar kak Namira, bareng JK bahkan mereka tak terpisah kan saat bersama," kata Bella lagi.
"Bella terima kasih," kata Billy mengenggam tangan Bella.
"untuk apa mas?" tanya Bella.
"telah mau menerima ku sebagai ayah untuk kedua anak mu," kata Billy.
" mas, Bella menerima mas bukan hanya sebagai ayah untuk anak anakku, tapi juga sebagai pendamping hidup ku," kata Bella.
Billy tersenyum mendengar perkataan Bella yang sudah bisa menerimanya, Billy bahkan tak menyangka.
"aku berjanji akan membahagiakan kalian semua dalam kehidupan ini," batin Billy.
sedang di sebuah kamar Yusuf tengah memandangi foto Bella dan kedua anaknya, semenjak pulang dari pesta pernikahan Bella.
perasaan Yusuf seperti sesak dan buruk, bahkan makan pun tak nafsu, apalagi ibunya terus bertanya tentang hubungannya dengan Tya.
entah lah, Yusuf seperti tak bisa menerima Tya, bukan karena Tya pernah hamil dan keguguran tanpa menikah, tapi hatinya yang tak memiliki perasaan sedikitpun padanya.
saat tengah memandangi foto itu ponsel Yusuf menyala menandakan ada pesan masuk.
"bisa kita bertemu di cafe xxx yusuf"," isi pesan dari Bu Andini.
"tentu Bu, Yusuf sampai 30menit lagi," balas Yusuf.
kini Yusuf pun bersiap menuju ke tempat janjian dengan Bu Andini, Bu Minah sedang berada di halaman pun kaget saat melihat Yusuf akan pergi.
"mau kemana Yusuf?" tanya Bu Minah.
"Yusuf mau keluar sebentar Bu, oh ya ibu mau nitip sesuatu mungkin?" tanya Yusuf pada sang ibu.
"tong belanja bulanan ya Yusuf, sebab di rumah persediaan sudah tipis, kamu mau kan?" tanya Bu Minah.
"tentu ibu ku tersayang, Yusuf siap kok, Yusuf pergi dulu ya Bu, assalamualaikum," pamit Yusuf saat mencium tangan sang ibu.
kini Yusuf mengendarai mobil miliknya menuju ke cafe untuk bertemu ibu kedua nya itu.
saat Yusuf tiba, ternyata bersamaan dengan kehadiran dari Yusuf, Bu Andini pun tersenyum pada Yusuf.
mereka pun masuk bersama kedalam cafe, Bu Andini dan Yusuf memesan ice lemontea, dan beberapa cemilan.
"Yusuf ibu ingin menyampaikan padamu sebuah pesan dari Bella, dan ibu harap kamu mau menerima nya," kata Bu Andini.
" apa itu Bu?" tanya Yusuf.
"Bella mempercayakan yayasan milik keluarga Wijaya padamu, dan Bella berharap kamu bisa menjalankannya dengan baik," kata Bu Andini.
"tapi Bu..." jawab Yusuf.
"ibu mohon Yusuf karena ini adalah impian Reino saat hidup, Bella tak bisa menjalankan ini karena dia akan ikut suaminya yang baru," kata Bu Andini.
"baiklah Bu jika itu keinginan kalian, insyaallah Yusuf siap menjalankan amanah ini dengan baik," jawab Yusuf.
Bu Andini pun begitu bahagia me dengar pernyataan Yusuf, kini mereka saling tertawa bersama dan larut dalam obrolan kecil.
.
.
.
.
.
.
.
mohon dukungannya ya dengan cara vote like dan komen 😘😍😘😍 terima kasih
trus Yusuf sama Ratih
...
Tya mlh yg duluan sm Yusuf?