Fatimah dan Farrel, dua nama yang kalau disebut bareng, seluruh sekolah pasti langsung heboh. Bukan karena mereka pacaran, tapi karena setiap kali bertemu, pasti berantem. Farrel terkenal sebagai cowok jenius yang santai tapi super jail, tapi herannya jailnya cuma sama Fatimah. Sementara Fatimah dikenal sebagai cewek pintar yang gampang kesal dan nggak tahan lihat tingkah konyolnya.
Mereka dijuluki “Tom & Jerry versi sekolah” selalu ribut. Sampai suatu malam, sebuah kecelakaan tak terduga mengubah segalanya, setelah pertengkaran besar.
Saat sadar di rumah sakit, dunia mereka terbalik — Fatimah terjebak di tubuh Farrel, dan Farrel di tubuh Fatimah.
Dunia seakan berputar terbalik.
Farrel harus belajar jadi cewek yang biasa dandan, sementara Fatimah harus berpura-pura jadi cowok santai yang senyumnya bisa bikin satu sekolah teriak walaupun di saat dengannya kayak monyet. Bisa gak mereka bertahan di tubuh yang salah dan gak sesuai dengan gander mereka? Penasaran yuk baca Guys😘
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fatimah Cutꪻᶠᵃᵗᶦ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 15 Kita masih sekolah masa di nikahin. Ogah gue!
🧸🦋 Happy Reading 🦋 🧸
"BUAHAHAHA! ASTAGFIRULLAH NGAKAK BET COK!"
Suara tawa ramai memenuhi ruangan pasien, dengan dua orang berbeda gender yang wajahnya memerah seperti tomat. Dengan tiga gadis cantik yang ngakak sampai guling-guling di karpet.
"BUG!"
"BUG!"
"BUG!"
"Kalian berhenti gak! DIEM! Ngakak kalian kayak monyet tau!" decak Fatimah dengan wajah penuh kekesalan, sambil memukuli mereka satu persatu dengan bantal sofa yang membuat sahabatnya tambah ngakak.
Fatimah menatap mereka tajam yang masih aja ngakak kayak monyet. "Astagfirullah ini manusia apa radio butut rusak sih," batinnya.
Fatimah melirik Farrel seolah meminta bantuan dan Farrel cuma senyum nakal, mendekat dan membisikkan sesuatu pada Fatimah.
Dan saat itu, mata Fatimah berbinar cerah, dengan senyum lebarnya mendekati ke tiga sahabatnya, yang saat ini menatap Fatimah horor karena melihat senyum jahat Fatimah muncul membuat mereka was-was mundur satu langkah.
"YAKKK! RASAKAN INI!!" seru Fatimah dan menggelitik sahabatnya dengan menggebu-gebu, membuat mereka ketawa tanpa henti dan berteriak keras, dengan wajah memerah kayak mau KO agar Fatimah berhenti, tapi tak di hiraukan oleh sang empu.
Dan saat melihat sahabat-sahabatnya wajahnya memerah, dengan air mata yang jatuh karena ketawa brutal, membuat ia berhenti takut sahabatnya nanti metong karena ulahnya.
Sedangkan Farrel dengan coolnya cekikikan puas karena berhasil membuat mereka sengsara. "Siapa suruh buat gue pusing pas bangun koma," gumamnya, bangga.
Semua sahabat Fatimah menatap Farrel tajam. Membuat Farrel santai-santai aja sambil bersiul kemenangan.
"Dihh! Pasti lu kan yang pengaruhi Fatimah buat gelitikin kita! Sini gue gebuk lu!!" desis Syafira maju untuk memberi pelajaran pada Farrel.
"Ettsss! Lu mau apa? Gue lagi di tubuh sahabat lu. So? Lu yakin mau apa-apain gue!" tanya Farrel manaikkan alisnya dingin.
"Ya, ya gak! Gak jadi! Awas lu kalo pas lu balik ke tubuh lu gue gebuk sampe mampus!" seru Syafira sinis tak mampu membalas saat ini.
"Udah lah Sya! Kan kita ini buat seru-seruan bukan berantem! Cus bahas gimana caranya biar Farrel dan Fatimah bisa kembali ke tubuh mereka masing-masing," usul Humaira yang saat ini entah kenapa agak waras 5%.
"Tumben lu normal, Ra? Haha! Tapi bener sih kata Rara, gue setuju bet! GAS!" timpal Fahira dengan semangat menggebu-gebu.
"Maaf Mbak, akohh lagi gak jualan gas, gasnya lagi langka silahkan cari di tempat lain ya!" ujar Humaira ceria, yang kembali ke habitatnya. Dih normal hanya beberapa detik doang, itu lah yang ada di pikiran semua orang membuat mereka geleng-geleng.
"Okeh, sekarang gimana? Kalian mau di nikahin jirr! Kalian kan gak pernah akur, gimana kalo kalian baru beberapa menit nikah langsung pisah?! OMG GAK LUCU! Nikah tuh bukan main-main woi!" seru Syafira tegas mode mak-mak on. Ia berkacak pinggang di depan mereka.
"Gue juga ogah kali nikah sama pantat panci! Tapi lu liat sendiri kan orang tua Farrel tadi gimana!? Gue sampe luka gini jirr! Untung dah lumayan gak sakit lagi setelah kalian obati," sahut Fatimah kesel menaruh tangannya di dada.
"Apalagi gue, nabati basi! Gue juga ogah nikah sama lu! Tapi papa gue, kalo udah ngomong serius gitu berarti kita benar-benar mau di nikahin!" decak Farrel kesel sambil menyebut nama Fatimah 'Nabati basi' nama itu dia buat untuk panggilan Fatimah saat kecil. Dengan di bales nama dia di buat oleh Fatimah 'Pantat panci' mereka saling ejek satu sama lain di mulai dari kecil sampe sebesar ini.
"DIH! Kenapa lu nyebut nama itu lagi! Jelek amat nama yang lu kasih ke gue! Liat nama yang gue kasih ke lu, bagus banget gitu 'Pantat panci' keren bet kan? namanya sangat estetik! Gue gitu loh," ucap Fatimah bangga dengan hidup kembang kempis.
"Estetik pala lu peang! Nama gue jelek bet lu kasih! Masa pantat panci, beda jauh sama gue yang ganteng banget ini!" ketus Farrel sambil mencubit tangan Fatimah kuat.
"Awwh! Sakit dodol! KDRT lu sama gue, belum juga nikah, gila! Btw ini juga tubuh lu, nih liat tangan lu merah, rasain wlekk!" ejek Fatimah dengan puas.
Farrel buru-buru mendekat dan mengelus tangannya yang di isi oleh jiwa Fatimah dengan sayang, "Jirr gue baru sadar! Duh tangan mulus gue jadi gini kan! Kenapa gak lu bilang dari tadi nabati ba–" perkataan Farrel berhenti saat matanya menatap Fatimah yang saat ini wajah mereka sangat dekat.
"Cieeee, ada yang lagi romantis nihh!"
"Mau gimana lagi, Fatirel bentar lagi mau nikah lohh ... mesra-mesraan dikit gak ngaruh lah ya!"
"Kalian gak usah pengen, yang bisa gitu cuma mereka kiw-kiw, kalo pengen gas cari pacar jangan halu mulu!"
"Yoi lah guys! Hahaha. Ini nama judulnya 'Menikah dengan musuh bebuyutanku' ciahhh hahah bengek!"
"Apaan sih kalian!" seru malu Fatimah dan Farrel setelah menyadari bahwa mereka sangat dekat tadi, dan sadar saat mendengar suara rusuh dari sahabat Fatimah. Wajah mereka memerah semerah tomat.
"Udah! Stop main-mainnya! Cari cara dong! Gimana caranya biar kita balik ke tubuh masing-masing! Dan gimana caranya agar rencana pernikahan itu tidak jadi kenyataan!" ucap Fatimah serius nahan napas, mengerut keningnya pusing kalo memikirkan masalah ini.
"Bener. Kita masih sekolah masa di nikahin, mana sanggup gue hidup bareng lu Fati. yang ada darah gue naik mulu. Satu lagi, kita nikah tanpa cinta nanti gimana bakal langsung cerai. Gue gak mau ya, gue mau nikah sekali seumur hidup kalo bisa," kata Farrel tegas dengan memijit pelipisnya karena stres.
"Gue juga gak mau!" decak Fatimah frustasi.
Ruangan jadi hening sesaat.
Lampu di ruangan tiba-tiba berkedip.
Fatimah menoleh cepat dengan mata terbelalak. "Eh ... kalian liat itu?"
Tapi sayangnya, semua orang sibuk sendiri karena pusing.
Hanya Farrel yang sempat melihat bayangan kecil di balik pintu membuat matanya membulat lebar.
🧸🦋 Bersambung 🦋🧸
Begitulah rasanya yaya sebelum ini 🤭
itu pantas bagi kalian... karena kalian telah melakukan kejahatan yang begitu mengerikan/Angry/
Kok bisa g saling cinta punya anak 2 🤭
Sekarang terjadi di kalian 🤭
Mungkin alasan ini jg jiwa Fatimah & Farel ketukar 🤗