NovelToon NovelToon
Hidup Santai Di Bukit Kultivasi

Hidup Santai Di Bukit Kultivasi

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Sistem / Budidaya dan Peningkatan
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: MishiSukki

Musim semi tiba, tapi Xiao An hanya mengeluh. Di dunia kultivator perkasa, ia malah dapat "Sistem" penipu yang memberinya perkamen dan pensil arang—bukan ramuan OP! "Sistem scam!" gerutunya. Ia tak tahu, "sampah" ini akan mengubah takdir keluarga Lin yang bobrok dan kekaisaran di ambang kehancuran. Dia cuma ingin sarapan enak, tapi alam semesta punya rencana yang jauh lebih "artistik" dan... menguntungkan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MishiSukki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15: Sketsa Ajaib Sang Kultivator

Di bawah pohon rindang di tepi telaga, Xiao An mengeluarkan perkamen dari penyimpanannya dan sebuah pensil arang. Pagi tadi dia memeriksa, dan menemukan dua benda itu muncul di dalam "direktorinya". Yang paling mengejutkan, nampaknya kedua item itu memiliki jumlah yang tak terbatas, seperti item yang ditarik berapapun tak akan habis.

"Sistem scam!" gerutunya.

"Kenapa tidak memunculkan burger atau croissant unlimited saja? Kenapa harus perkamen dan pensil arang?"

Ia mengeluh pada 'sistem' yang tak terlihat itu, merasa dicurangi dengan benda-benda yang jelas tidak bisa mengisi perutnya.

Lin Cheng, yang baru saja berjalan-jalan sebentar di kebun Xiao An, menemukan temannya sedang menggambar sesuatu di atas perkamen. Ia mendekat, dan matanya langsung terpaku pada jemari Xiao An. Jari-jemari itu bergerak dengan sangat halus dan terampil, menorehkan garis demi garis dengan presisi menakjubkan.

Ya, tentu saja, menggambar bagi Xiao An adalah hal yang sangat mudah. Dulu, di "kotak persegi" ruang perawatannya yang penuh dengan kabel dan selang konslet di mana-mana, menumbuhkan kegiatan hobi adalah hal yang sangat penting untuknya kala itu.

Menggambar adalah salah satunya. Karena itu, dia mahir sekali dalam menggambar, jauh melampaui rata-rata.

Lin Cheng tenggelam manakala melihat guratan demi guratan digoreskan oleh tangan Xiao An. Ia takjub. Gerakan jemari Xiao An, selain indah dan anggun, juga terasa sangat dalam, seolah setiap garis memiliki makna tersembunyi. Namun, Lin Cheng tidak mengerti apa yang sedang digambar Xiao An.

Meskipun begitu, dia merasakan sesuatu yang luar biasa. Pikirannya menjadi sangat tenang, setenang permukaan telaga di pagi hari. Bahkan, Lin Cheng merasa seolah-olah dalam mata terpejam, dia dapat merasakan berapa helai angin yang berdesir lembut di kulitnya, dan berapa daun gugur yang melayang ditiupnya.

Sebuah sensasi kesatuan dengan alam, ketenangan sempurna, dan peningkatan persepsi yang tajam menyelimutinya. Lin Cheng mengalami trans pencerahan yang tak terduga, hanya dari mengamati gerakan tangan Xiao An saat menggambar.

Namun, Lin Cheng tidak memahami kondisi apa itu sebenarnya. Ketika membuka mata, Lin Cheng tak berhenti berseru takjub. Matanya terpaku pada hasil sketsa Xiao An.

Di atas perkamen, tergambar seorang pemuda kultivator yang luar biasa. Pakaiannya seolah terburai angin, setiap lipatan kain menunjukkan gerakan dinamis yang hidup. Tangannya yang kokoh memegang pedang yang panjang dan ramping, bilahnya berkilau samar, seolah ditusukkan ke surga. Ujung pedang itu menunjuk lurus ke atas, menembus awan yang juga tergambar dengan detail.

Yang paling memukau adalah emosi di mata sketsa itu. Mata sang kultivator memancarkan kesakralan yang mendalam, sebuah ketenangan namun penuh tekad yang membara. Ada campuran kebijaksanaan kuno, kekuatan tak tergoyahkan, dan sedikit kesedihan yang misterius.

Aura yang dipancarkan dari gambar itu begitu kuat, seolah karakter di dalamnya benar-benar hidup, siap melesat kapan saja untuk menembus batas langit. Setiap guratan pensil arang pada sketsa itu terasa begitu nyata, menangkap esensi dari seorang ahli pedang yang telah mencapai puncak jalannya.

Lin Cheng tak henti-hentinya kagum dengan karya Xiao An. Dia menatap sketsa itu, seolah bisa merasakan aura dari pemuda kultivator di dalamnya.

INI

"Gila! Ini luar biasa, Xiao An! Kau benar-benar..."

Namun, belum sempat Lin Cheng menyelesaikan pujiannya, Xiao An menatapnya dengan mata berkaca-kaca.

"Saudaraku Lin Cheng yang budiman," ucapnya, suaranya bergetar.

"Juallah sketsaku ini. Semoga mendapatkan beberapa keping perunggu untuk nafkahku sendiri."

Lin Cheng "..."

Memang, di dunia asalnya, sebelum "terdampar" di bukit misterius ini, Xiao An bukanlah seniman sembarangan. Saat terbaring lemah di ranjang rumah sakitnya yang penuh kabel, dia sering menghabiskan waktu dengan menggambar.

Karya-karyanya itu bahkan kerap ia jual di berbagai situs berbayar di internet. Melalui penjualan online tersebut, Xiao An beberapa kali mendapatkan uang saku yang lumayan.

Bahkan lebih dari itu, dia memiliki konten karya gambar yang diunggah secara rutin, dan diikuti oleh ratusan ribu follower setia. Mereka mengagumi gaya dan teknik gambarnya yang unik.

Dengan mindset yang sama, ia yakin bahwa karyanya, bahkan sketsa sederhana sekalipun, seharusnya cukup baik untuk dijual dan mendapatkan sekadar uang kecil di sini. Lagipula, jika di dunianya saja karyanya bisa digemari begitu banyak orang, di dunia yang lebih "primitif" ini, ia punya peluang besar, bukan?

"Ah, ya, yaaa!" Lin Cheng mengangguk-angguk setuju, optimisme langsung menyala di matanya. Dia tahu betul kualitas lukisan di kota terdekat.

"Beberapa lukisan di kota terdekat bahkan kualitasnya jauh lebih buruk dari karyamu ini, Xiao An!"

Dengan cepat, Lin Cheng kemudian menggulung perkamen yang memuat sketsa luar biasa itu dengan hati-hati. Ini bukan buah surgawi yang mengundang malapetaka, ini adalah karya seni yang bisa dijual! Dia tersenyum, lalu melemparkannya ke keranjang bambunya, di samping sisa-sisa roti keras.

Setelah kesepakatan itu, suasana menjadi jauh lebih ceria. Lin Cheng dan Xiao An bersenda gurau, tawa renyah Xiao An dan kekehan Lin Cheng memenuhi udara bukit. Dengan tubuh Skin Tempering yang kini sangat kuat, Lin Cheng tidak menyia-nyiakan waktu. Dia segera membantu Xiao An mengelola kebun benih.

Dengan kekuatan dan staminanya yang luar biasa, Lin Cheng dengan mudah menggemburkan tanah, membuat bedengan, dan bahkan membantu menanam tanaman lain yang bisa tumbuh cepat untuk persediaan makanan darurat.

Ia juga merapikan pekerjaan Xiao An yang sebelumnya sedikit berantakan, mengubah kebun kecil itu menjadi lebih teratur dan efisien. Ada semangat baru di bukit tersembunyi itu, bukan hanya karena persahabatan, tetapi juga harapan akan masa depan yang lebih baik.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!