NovelToon NovelToon
OHH, No!!!

OHH, No!!!

Status: tamat
Genre:Wanita Karir / Keluarga / Teman lama bertemu kembali / Romansa / Dokter Genius / Cintapertama / Tamat
Popularitas:26.2k
Nilai: 5
Nama Author: Videlfi

29 tahun…

Apa yang ada dibenak kalian tentang seorang wanita yang hampir menginjak kepala tiga namun belum menikah, bahkan dirinya tidak pernah menjalin hubungan dengan seorang pria?

Karir, harta dan impian sudah ada pada genggaman tangan, lalu apa lagi yang dia cari?

Kesalahan fatal malam itu membawa bencana besar dalam hidup Kana, hingga Kana harus mengandung benih dari sang dokter.

Bagaimana bisa dia yang belum siap menikah tiba-tiba harus menjadi seorang ibu, sedangkan alasan dia belum membentuk bahtera rumah tangga karena dirinya belum siap mendidik calon generasi penerusnya. Dengan gangguan mental yang ia alami dan emosi negatif yang masih bersarang dalam diri. Sanggupkah dia mengendalikan diri sendiri, sebelum anak yang terkandung didalam perutnya itu lahir?

‘’BUKAN MENIKAH YANG AKU TAKUTKAN, NAMUN ANAK YANG AKU KHAWATIRKAN’’

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Videlfi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

15. Kebahagiaan Kari dan Trauma Kana

Apa kalian tau suasana malam paling menenangkan. Saat banyak orang yang berlaku lalang namun saling menghormati antar kamar, tidak berucap jika hal itu tidak penting. Tidak bersuara untuk hal yang tak ada faedahnya, tidak ada lelucon ataupun candaan di sana. Yaa, itu rumah sakit. Rumah paling nyaman yang saling menghormati dan saling memahami tanpa perlu kita bicara untuk menjelaskan bahwa saya butuh ketenangan. Kecuali poli anak ya, poli itu pengecualian. Satu nangis maka semua kamar akan ikut nangis.

Kari berjalan menelusuri lorong rumah sakit, yang penuh dengan cahaya lampu di atasnya. Namun hal itu sama sekali tidak mengurangi rasa horor yang menyelimuti dirinya disepanjang lorong.

Jemari tangan Kari membuka gagang pintu kamar VIP nomer 1 dengan pandangan mata menelusuri fasilitas yang ada didalam ruangan. AC, kamar mandi, kulkas, almari, sofa dll. Hingga mata bulat, indah nan bening itu terfokus pada perempuan cantik yang tertidur ditengah ruangan dengan kondisi badan yang nampak kurus dari terakhir kali Kari melihat dirinya. Sungguh hatinya bertanya-tanya ada apa dengan dia belakangan ini, saat dia tidak ada.

"Hai... Maaf. Maaf telah membuat kamu seperti ini. Dokter Mufi bilang kamu tidak bisa makan, banyak makanan yang dimuntahkan keluar, maka jika hal ini sangat menyiksa kamu. Jika saja saya bisa memutar waktu kembali maka lebih baik saya memberikan kamu pil kontrasepsi agar bayi ini tidak ada didalam diri kamu. Maaf atas keegoisan saya."

Suara isak tangis yang Kari keluarkan cukup membuat Kana terganggu akan tidur nyenyak nya. Perlahan mata indah itu terbuka melihat Kari yang ada disebelahnya.

"Dokter sudah pulang, gimana dengan ayah?" Ujar Kana dengan lirih dan pelan.

Suara tegas dan keras kian menghilang dari dalam diri Kana, berganti dengan suara lirih nan halus. Namun sangat menyayat jantung siapapun yang mendengar suaranya. Begitu juga dengan mata tajam Kana kian menjadi mata sendu yang membuat orang lain iba bila melihat sorot matanya.

"Sudah, ayah kamu baik-baik saja." Dengan bibir gemetar dan tubuh yang menegang Kari menjawab pertanyaan Kana dengan tatapan mata yang tak lepas dari wajah perempuan yang dia rindukan dua hari ini. "Apa yang kamu rasakan saat ini, apa ada yang sakit?"

"Benar kata dokter ternyata hamil tidak semudah mengandung lalu melahirkan, tapi banyak sakali cobaannya. Saya tidak bisa makan nasi dari kemarin." Kari yang mendengar rintihan jawaban dari bibir Kana, langsung naik ketempat tidur dengan tangan terulur menggulung tubuh Kana dalam dekapannya.

"Dokter sudah pulang?" Suara pertanyaan dari seorang perawat yang baru saja masuk membuat tubuh Kana menegang.

"P-pergi.... Akhhh pergi... pergi... Jagan mendekat pergi!" Kari terkejut dengan reaksi tubuh Kana yang melihat Hasta didepan mata. Kana menangis histeris dengan tangan menutup wajahnya.

"KELUAR KAMU HASTA!" Tanpa sadar Kari membentak Hasta untuk pergi dan hal itu cukup membuat Hasta terkejut karena pasalnya Kari tidak pernah meninggikan volume suara, bahkan dalam keadaan marah sekalipun Kari akan berbicara dengan tenang dan lembut.

Hasta mengurungkan niatnya untuk mendekat setelah mendengar bentakan Kari, "D-dokter?" Ujar hasta lirih dan langsung keluar dari ruangan.

Dengan tubuh yang menegang Kari menekan tombol yang ada disamping bed Kana dan setelahnya ia memeluk Kana begitu erat, sangat erat sebagai bentuk menyalurkan rasa rindu dan rasa sakit hati Kari pada dirinya sendiri. Tangan Kari terulur berusaha mengelus punggung ramping Kana untuk meredakan usak tangisnya. "Tenang yaa, tarik nafas perlahan hembuskan. Bagus. Ulangi lagi secara bertahap. Pelan-pelan jagan terburu-buru."

Tak lama dari itu Devin dan Zino datang dengan tergesa-gesa memasuki ruangan Kana. "Sudah pulang kar?" Masih dengan nafas memburu Devin bertanya pada Kari yang merengkuh tubuh Kana begitu erat.

"Belum, ini arwahnya. Kari masih dibandung lagi tidur di hotel bintang lima. Tolong titip Kana ya, besok malam saya kembali."

Suara pukulan Devin kala memukul punggung Kari terdengar menggema dalam ruangan, "S-SAKIT TOLONG!" Bukan suara Kari namu suara Kana yang kembali pada mode awalnya sebelum kehadiran mereka. Dia tidak membuka matanya, namun Kana memukul kepalanya sendiri berkali-kali dengan kedua tangannya dan sesekali dia menutup kedua telinganya. "S-sakit... "

Kari berusaha memegang tangan Kana yang memukul kepalanya sendiri, sungguh fisik Kari lelah dan sekarang batinnya juga terserang setelah menyaksikan keadaan Kana yang sebenarnya.

"Kana Feo Indahlia... Dengarkan dokter, kalau kamu terus memukul kepala kamu sendiri maka saya tidak segan-segan untuk menyuntik kamu sekarang juga."

Fokus Kana kian kembali setelah mendengar ucapan Zeno yang mengancam dirinya dan dengan patuh Kana terdiam menatap Zeno yang berdiri di samping dirinya. "Hua... hiks, pak dokter saya nggak mau sama dokter itu." Adu Kana dengan memeluk tubuh Kari kembali.

Mufi berjalan mendudukkan diri pada sofa yang ada di sana, di ikuti oleh Devin yang menghampiri Mufi lalu Zeno dan membiarkan Kari yang sedang menenangkan Kana. Sisi lain dari Kana kian tampak jelas disini, dirinya yang cengeng saat sedang sakit dan sangat manja sakali.

Kari menenangkan Kana hingga dia tertidur kembali dan setelahnya dia berjalan bergabung dengan teman-temannya.

"Kana sebelumnya tidak seperti itu dia sudah kembali setelah satu hari sejak kepergian kamu. Mufi yang terapi dan membantu meditasi Kana, hingga dia bisa fokus dan menerima dirinya sendiri dengan bayi yang ada di kandungannya dan dia juga telah memahami bahwa rumah tangga itu sangatlah penting dengan adanya sosok ayah. Namun itu tak berlangsung lama setelah Kana kami pindahkan dalam ruang ini dan kami fokus pada pekerjaan, selang berapa jam setelahnya Kana kembali seperti tadi bahkan jauh lebih parah dari tadi, dia menjambak rambutnya sendiri dan memukul kepalanya. Dia takut dengan suntikan dan suster yang datang, tak sampai disitu saja dia bahkan tak segan-segan melukai dirinya sendiri seperti tadi yang kamu lihat. Cctv susah kami cek namun tidak ada tanda-tanda dari penyebab Kana mengalami depresi." Jelas Zeno pada Kari setelah dia mendudukkan diri.

"Tidak mungkin, pasti ada yang melakukan sesuatu pada Kana," ujar Kari setelah menyimak dan memahami apa yang Zeno jelaskan.

"Memang, namun kami tidak tau apa yang terjadi, Cctv ruangan dihapus oleh pelaku dan entah siapa pelakunya." Imbuh Mufi

"Keadaan Kana sudah sehat dia pulih dengan baik, kau boleh membawa pulang Kana besok. Namun untuk keadaan mental Kana itu Mufi yang menentukan," Jelas Zeno karena selama dua hari ini Kana makan dengan teratur walaupun tidak sering namun dia makan pagi, siang dan malam dengan benar. Tapi untuk berat badan Kana menurun karena beban pikiran yang dia simpan sendiri, Kana tidak ingin bercerita ataupun berbicara.

"Saya setuju jika Kana kamu bawa pulang, karena disini tempat Kana mendapat trauma. Sejak Kana lahir banyak yang ingin menyingkirkan dirinya, banyak kepentingan diantara mereka untuk menguasai harta warisan yang diturunkan ibunya pada Kana dan ditambah lagi saat ayahnya Kana mengenal sosok wanita lain dia tidak lagi mempedulikan Kana dan dulu salah satu penyebab ibu Kana bunuh diri karena selingkuhan Ayah Kana bahkan dulu almarhum ibu tiri Kana juga sempat hampir membunuh Kana, Kana kecil banyak menerima luka pada dirinya, Kana akan menangis histeris dan melukai dirinya sendiri saat ada perawat yang datang dan dari reaksi yang Kana perlihatkan kemungkinan besar yang melakukan hal buruk pada dirinya saat tidak dalam jangkauan pengawasan kami adalah seorang perawat dan Kana takut dengan jarum suntik, maka kemungkinan besar benda itu yang digunakan untuk mengancam Kana." Jelas Mufi pada Kari dengan pandangan mata datarnya. "Kana tersabotase oleh pikirannya sendiri, Kana bukanlah seorang yang keras kepala. Hanya saja dia berdiri diatas egonya, tidak mudah bagi dia untuk percaya pada orang lain. Saya telah menyampaikan pada Kana jika kamu ke Bandung untuk menemui ayahnya dan meminta dia menikahkan Kana untuk kamu dan Kana telah menerima hal itu, dia mau mencoba kehidupan berumah tangga dengan kamu. Jadi saya mohon jangan khianati kepercayaan Kana." lanjut Mufi menatap lekat Kari.

"Baik kak, besok pagi Kana akan langsung saya bawa pulang."

"Cie... Manggil kakak," Goda Devin pada Kari yang telah resmi menjadi Adik ipar dari Mufi.

"Diam atau saya lempar," Ancam Mufi menghentikan Tawa Davin. Karena apa yang Mufi katakan itu penuh dengan kenyataan tanpa gurauan ataupun candaan.

1
Defi
Thor aku belum rela tamat ☹️.. ditambah dong thor kisah Kana yang momong dua bayi
Defi: oke 👍
total 2 replies
Defi
si baby girl tahu ada Onty Kana yang mau menjadi ibu susunya.. semoga Kana mau ya
Defi
wajahnya mirip Reza, loh ini typo maksudnya mirip Kari atau memang beneran thor wajahnya mirip Reza 🤭
Vilaa: Typo maaf, nanti saya perbaiki dari awal secara perlahan 🙏
total 1 replies
Defi
Selamat Kana dan Kari, si baby lahir dengan sehat 💃🌹
Defi
semangat othor lanjut up
Defi
masak nama hujungnya si baby nama Aris 🤣
Defi
Aris suka sekali ganggu bumil, gak tahu rasanya Kana udah bertanduk dan pengen bolak balik si Aris di atas oven biar diam dan pas kembali fikirannya 😄
Defi
sedari tadi Kana menahan diri tapi akhirnya jebol juga pertahanan Kana.. Thor jangan buat Kana kenapa-kenapa, pokoknya gak boleh 😭
Defi
ya ampun, serasa Kana jadi bahan praktek mereka 😱
Defi
Aamiin, semoga nurun dari kakak-kakaknya ya dek
Defi
komunikasi itu sangat diperlukan apalagi Kana lagi mode sensitif yang bisa menyimpulkan sendiri apa yang dia alami
Defi: kamu keren thor 👍
total 2 replies
Defi
mood ibu hamil yang sensitif ya
Defi
gak semua orang juga sanggup hidup dalam koridor yang lurus-lurus saja Kari.. ada saatnya bosan dan ingin hal-hal baru seperti Kana yang bosan makan masakan yang diatur ahli gizi, rindu dengan makanan pinggir jalan yang menggiurkan walau jauh dari kata sehat.
Defi: meluncur thor
total 2 replies
Defi
takut Kana melipir kemana-mana
Defi
setuju dengan Kana, karena ada sebagian orang yang menjual kesedihannya padahal dia mampu sehingga saat orang yang memang patut ditolong malah tidak ditolong karena berfikir sama dengan orang yang menjual kesedihannya..
hayo loh bisa marah dokter Kari sama kalian, padahal kalian ditugaskan untuk menjaga istrinya yaitu Kana 😂
Defi
kejutanmya berhasil ya untuk ultah Vina, sampai-sampai dedek bayi mau ikutan juga
Vilaa: Terimakasih buat kamu yang udah setia nungguin cerita ini 🫶
total 1 replies
Vilaa
Akhirnya bisa up juga setelah sekian lama pengajuan akhirnya akun ini kembali lagi pada saya 🫶🙏
delya
Hai.... semuanya 🤗
sebelumnya saya selalu author pemilik akun Ini, ingin menyampaikan jika karya ini sudah tidak bisa di lanjut lagi untuk bab selanjutnya karena saya lupa sandi gmail dan handphone saya rusak tidak bisa menyala sama sekali. Jadi dengan berat saya harus melepaskan karya ini. Jujur sedih banget mana udah banyak banget lagi pembacanya, namun mau bagaimana lagi. Mungkin saya akan membuat cerita baru lagi, jadi buat teman-teman sekalian bisa nantikan karya saya selanjutnya dengan penuh kejutan di dalamnya. Cerita ini sebenarnya sudah tamat hingga bab akhir dan itu ada di catatan handphone saya dulu. Tapi... 🥹
Defi
lanjut up thor 💪🌹
Defi: semangat othor
total 2 replies
Defi
Kari kamu memang egois, teganya meninggalkan Kana sendiri di tempat parkir yang sepi.. Kana berjumpa dengan siapa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!