NovelToon NovelToon
Takdir Hidupku

Takdir Hidupku

Status: tamat
Genre:Hamil di luar nikah / Tamat
Popularitas:28.5k
Nilai: 5
Nama Author: Kristina dinata

Bercerita tentang seorang gadis yang bernama Alia yang tidak sengaja mengenal laki-laki asing dalam sebuah kecelakaan membuatnya dirinya jadi hamil karna suatu kehilafan. Ibu dari Alia tidak terima anaknya hamil dari lelaki asing yang tidak di kenalnya itu sehingga ia membuang Bayi Alia di panti asuhan.

Hingga akhirnya bayinya di adopsi oleh ayahnya sendiri namun sang ayah tidak tau kalau itu adalah anaknya sendiri.

Berbagai Peristiwa kelam dan berbagai konflik yang dialami Alia dalam perjuangannya menemukan Bayinya.

Akankah ia bertemu dengan anaknya kembali dan dapatkah ia bersatu dengan pria yang merupakan ayah dari anaknya yang sengaja di buang ibunya itu. Temukan jawaban selengkapnya di dalam cerita berikut 👉 Takdir hidupku.

Selamat membaca semoga suka dan dapat menghibur para Reader tercinta.
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian, untuk sesama author Like, Komen, Subscribed dan beri hadiah agar bisa saling mendukung.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kristina dinata, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menemukan jejak.

Alia tidak dapat meneruskan perjalanannya karna ia merasa kecepean setelah seharian berada dalam mobil badannya terasa pegal akhirnya ia menginap di rumah keluarga Bik Sarifah. Arif merasa senang karna Alia mau menginap kerumahnya.

"Mungkin ini saat yang tepat untuk aku mengatakan seluruh isi hatiku pada Alia. Tapi bagaimana caranya ya? agar Alia mau mendengarkan aku dia cuek banget padaku," ujar Arif sendirinya. Ia terus memperhatikan Alia yang asyik mengobrol dengan mama, papanya.

Arif mencari-cari alasan untuk bisa bergabung dengan papa dan mamanya Ia berpura-pura menghantarkan makanan pada mereka.

"Hey kalian lagi bicarakan apa sih? asyik banget sepertinya. Maaf ganggu aku cuma ingin memberikan kalian ini biar makin asyik mengobrol nya," ujar Arif sambil menyodorkan sepiring Snack untuk semuanya.

"Wah makasih ya Sayang," ucap mama Helda pada Anaknya Arif.

"Alia. Ayo silahkan dimakannya Snack nya," tawar Mama Helda.

"Iya Tante makasih," ujar Alia berpura-pura terseyum pada Arif membuat Arif terdiam.

Alia melihat mu terseyum adalah hal terindah dalam hidupku, aku ingin melihatmu terus terseyum. batin Arif terpesona.

"Rif... kamu dimana beli Snack nya?" tanya mamanya. Arif tersentak, "Emang kenapa Ma?"

"Rasanya enak Rif, mama pengen beli lagi nanti buat anak-anak yatim."

"Bolehlah Ma, biar nanti Arif yang beli stok nya masih banyak kok," ujarnya.

"Apa Tante sering ke panti juga?" tanya Alia.

"Iya, tante sering kesana buat bagi-bagi makanan.

Mungkin besok tante kesana," ucap Mama Helda.

"Oh ya, apa Alia boleh ikut Tante?" Alia tertarik dengan ucapan mama Helda tentang panti.

"Tentu saja boleh," ujar mama Helda

"Makasih Tante. Sebenarnya bulan ini Alia berencana akan mencari anak-anak yang kurang beruntung yang tidak punya orang tua dan kurang mampu. Alia sudah siapkan tempat buat anak-anak itu. Jika Tante tidak keberatan Tante boleh kok ikut kerja sama dengan aku, siapa tau ada anak-anak di sini yang kurang mampu tante boleh mendaftarkan mereka.di tempatku," tutur Alia.

"Wah, hebat kamu Alia jiwa sosial mu sangat tinggi tante senang mendengarnya. Tante akan mencari anak-anak tersebut nanti."

"Iya, Alia kesepian Tante... sejak kepergian Mama rumah itu sunyi, aku bertekad akan menjadikan nya panti asuhan saja. Setelah semuanya selesai alia akan beri kabar tante ya," ucapnya.

Alia juga meminta ijin pada mama Helda untuk mengajak Bik Sarifah untuk tinggal bersamanya. Mama Helda pun mengijinkan Alia.

Arif mendengarkan obrolan mereka menjadi tertarik ingin gabung juga dengan begitu pasti dia akan lebih dekat dengan Alia. Mamanya dan Alia akan kerja sama Bik Sarifah pun menyetujuinya kesepakatan itu.

"Aku juga ikutan dong... !" ujar Arif tiba-tiba membuat semua terdiam.

"Arif? kamu mau ngapain sih ikut-ikutan, kamu kan sudah ada pekerjaan?" ujar mamanya jadi heran.

"Em, buat selingan aja Ma...!" sahut Arif cengengesan.

"Alaa bilang aja mau dekat-dekat Alia, dia ma cuma akal-akalannya saja Hel... ," ujar Bik Sarifah mencibir.

"Tante nyambung aja diam napa? Arif kan juga mau ikutan berpartisipasi sekalian cari amal juga," ucap nya beralasan.

"Boleh ya Ma Arif ikutan..." pintanya.

"Jangan tanya sama mama Rif... nanyak nya sama Alia saja, Pantinya kan milik Alia." jelas mama Helda pada Anaknya yang tidak mau kalah itu.

Alia memandang sinis ke arah Arif tapi tiba-tiba di saat Helda melihatnya Alia berpura-pura terseyum.

Dasar si kunyuk satu nih! ikut-ikutan aja kerjanya, siapa juga yang mau kerja sama dengan nya. Iih amit-amit. batin Alia merasa jengkel.

Helda memandangi wajah Arif dan Alia secara bergantian, dari tatapan Arif ke Alia, Helda mengetahui kalau Arif anaknya menyukai Alia.

Arif terus memandangi Alia. Hal itu membuat Alia merasa dongkol ia memandang tajam ke arah Arif sambil melotot.

"Eehem...!" Helda berdehem mengalihkan perhatian mereka.

Arif kaget begitu juga dengan Alia. Arif langsung pamit ke belakang pada mamanya karena takut di pelototi Alia. Hem gagal lagi deh ungkapin perasaan ku pada Alia mungkin ini cobaan aku harus sabar dan lebih sabar lagi. ujar Arif sambil berlalu di hadapan mamanya dan Alia.

Tidak lama kemudian setelah Alia mengobrol banyak hal dengan Helda, ia pun ikut pamit untuk istirahat dikamar Bik Sarifah.

Bik Sarifah sudah duluan masuk di kamar sedang menunggu Alia untuk menunjukkan sesuatu padanya. Melihat Alia datang Bik Sarifah langsung menyuruh Alia masuk.

"Alia sini...!" ajak Bik Sarifah menyuruh Alia untuk segera mendekat dengannya.

"Ada apa Bik?" Alia duduk di samping Bik Sarifah yang tampak sibuk membongkar berkas-berkas.

"Lihatlah! bibik ada kejutan untuk mu," ujar Bik Sarifah. Alia merasa penasaran ia lebih mendekat lagi dengan Bik Sarifah. Dengan kagetnya ia melihat dua lembar foto yang di tunjukan bibik padanya.

"Ini siapa Bik?" tanya Alia terbelalak melihat dua lembar foto itu.

"Itu adalah anakmu," ucap Bik Sarifah langsung membuat Alia shock.

"Hah, yang benar ini anakku Bik?" Alia terbelalak matanya langsung berkaca-kaca seolah tidak percaya dengan apa yang dilihatnya dan dikatakan bibik.

"Iya benar Al, dia memang anak mu ini foto kecilnya dan ini foto dia sekarang," tunjuk bibik pada kedua Poto itu.

"Anakku...!" tangisan Alia pecah sambil memperhatikan kedua foto itu seorang anak laki-laki yang lucu dan menggemaskan.

"Apa dia benar-benar anak ku Bik? dari mana bibik tau?" tanya Alia keheranan.

"Bibik menemukan panti asuhan yang menampung banyi mu dulu, lalu bibik mencocokkan tanggal dan bulan dan foto bayi mu kepanti itu dan waktunya sama dengan tanggal dan bulan waktu Suami bibik mengantarkannya Al... Jadi sudah jelas itu bayimu," jelas bik Sarifah.

Alia terlintas sesuatu namun ia melupakannya perasaannya memang tidak bisa di bohongi sepertinya ia mengenali wajah anak itu.

Alia berusaha mengingatnya dimana ia bertemu dengan anak mirif difoto itu dan ia pun ingat.

Bukannya aku kemarin pernah jumpai anak selucu dia? jadi anak itu anak ku...? ucapnya membatin.

Alia langsung menangis. Ia menceritakan semuanya pada Bik Sarifah kalau ia pernah bertemu dengan anak itu dan sungguh ia tidak menyangka kalau anak itu adalah anaknya. Pantas saja ia selalu terbayang dengan wajah anak itu. Alia berpikir keras tidak dapat konsentrasi bercerita dengan Bik Sarifah ia sugukan dan bicara kurang jelas.

Alia menyimpan kedua foto yang diberi Bik Sarifah.

Ia membawanya sambil rebahan sebab sudah tidak mampu berkata-kata lagi. Alia menangis bahagia melihat foto sang anak yang sangat di rindukannya itu. Bik Sarifah membiarkan Alia untuk sendiri ia pamit keluar.

Alia bertekad akan mencari anak itu lagi bila perlu keliling dunia ia akan mencarinya. Ia tidak akan pulang sebelum menemui anak itu. Terlintas di benaknya saat anak itu duduk di antara kedua orang tuanya kemarin.

"Anak ku telah menemukan orang tua baru aku berharap bisa menjumpai kedua orang tuanya untuk meminta ijin menemui anakku dan jika mereka mau aku akan memberikan semua harta pada orang tua anak itu asal mereka mengijinkan aku untuk membawa kembali anakku," lirih Alia seorang diri.

Tidak bosan-bosannya Alia memandangi foto anak itu dan menciuminya teringatlah ia pada lelaki yang membuatnya hamil dan semua yang terjadi pada anak itu. "Dimana kamu berada saat ini? apa kamu tau kalau aku mencintaimu? dan mencari-cari keberadaanmu, aku tersiksa dengan semua ini..." Alia melirih tentang lelaki asing itu. Setelah itu Alia akan mencari anaknya ia tidak henti-hentinya berdoa agar segera bertemu dengan anaknya.

1
Serlyoktva
Melahirkan adalah sakit yang tak bertahankan bertaruh jiwa untuk melihat sang anak
Serlyoktva
Gimana ceritanya ini kok gak kenal bapaknya?
Rini Antika
Semangat terus ya, iklan untuk cerita yang bagus ini, 💪💪
Rini Antika
Aku sedih baca endingnya, semoga selalu bahagia Alya, kasih Bayu adik juga, 😍😍
Rini Antika
masih aja nenek lampir sirik
Rini Antika
bagus deh kalau Alya sama Arif, mereka cocok sama sama baik dan dermawan
@Kristin: Iya cocok banget
total 1 replies
Rini Antika
semangat terus Mak
@Kristin
Wkwkwkwk ada2 saja tangan 🤭😂
Rini Antika
Semangat terus Mak iklan untukmu
Rini Antika
kasihan bgt sih Alya..
Rini Antika
kenapa Danu nya jd Daun Mak? 🙈
Rini Antika
halah dasar buaya buntung
@Kristin
ancorek 🤦
@Kristin
garasi maksudnya 😂
Rini Antika
kamu tega banget sih Danu bicara seperti itu
Rini Antika
mobil danu kok muat ya masuk bagasi? 🤭✌️
Rini Antika
semangat terus Mak, iklan untukmu
Rini Antika
ngomong aja km kangen Rif, 🤭
Rini Antika
itu harga yg harus kamu bayar Pak Arman..
Rini Antika
terus kemarin" Ayah kmn saja sampai lupa Anak istri? Ayah udah puas ya senang" sama selingkuhan? 🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!