NovelToon NovelToon
Luka

Luka

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:60.1k
Nilai: 5
Nama Author: Gina

"Aku ingin putus"Ucap Michi tertunduk dia menahan tangisnya.
"Putus? kenapa?"Satria meminta penjelasan dia tidak terima begitu saja.
"Karena aku hamil"jelas Michi.

Duar....
Bagai di lempar Boom ke wajahnya Satria sungguh terkejut medengar pernyataan kekasihnya orang yang paling dia cintai hamil,bagaimana tidak karena selama ini mereka jarang bertemu bahkan Satria sangat menjaga Michi dia tak pernah berani menyentuh gadis itu meski sehelai rambut pun.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pindah Kamar

Mobil sampai di halaman ruko,Michi dan Agung segera turun dari dalam mobil Michi melangkah dengan cepat karena kesal dan begitu pun Agung dia kesal karena sejak tadi Michi memancing emosinya terus dengan menyebutkan nama Katrine.

Michi melangkah masuk ke kamarnya sedangkan Agung melangkah ke sofa yang ada di toko,dia duduk terdiam disana sebentar,tak lama dia mrnaiki tangga dan memperhatikan ada empat pintu disana tiga kamar dan satu kamar mandi dan juga teras balkon.

Agung lalu mengetuk kamar Michi,dia tahu itu kamar Michi karena ada namanya di depan pintu kamarnya.

"Chi..."panggil Agung sambil mengetuk pintu kamar Michi.

Michi ketakutan dan kesal juga dengan Agung kenapa Agung mengetuk kamarnya fikirnya.

"Apa?!"tanya Michi dari dalam dia tidak mau membukakan pintu kamarnya karena takut.

"Keluar dong....wajah ku sakit nih gara-gara kamu"keluhnya seperti anak kecil.

"Anda obati saja sendiri, di dapur ada kotak obat disana ada macam-macam obat"teriak Michi dari dalam kamar.

"Hueh...dasar"Agung kesal dan akhirnya meninggalkan kamar Michi dan berjalan ke arah dapur.

Di dapur Agung mencari kotak obat dan mengobati dirinya sendiri disana.

Sinta yang melihat Agung sedang mengobati dirinya sendiri hanya menhangguk sopan pada Agung,entah kenapa dirinya takut pada Agung karena memang aura Agung sangat menakutkan bagi orang yang baru mengenalnya,hanya Michi saja yang selalu cuek padanya.

Agung jadi teringat saat pertama kali.melihat gadis itu di pabrik jauh sebelum kejadian naas itu terjadi.

Flash back.

Saat itu.

Semua karyawan pabrik sedang fokus bekerja,tapi tiba-tiba sang CEO datang memantau cara kerja di lapangan,terlihat semua orang yang mengenal CEO menundukan kepalanya.

Ada yang takut,ada juga yang mencari perhatian dan menjilat,tapi sang CEO sama sekali tak memeprdulikan orang-orang yang seperti itu.

Tapi langkahnya tiba-tiba terhenti ketika melihat di salah satu line,melihat seorang gadis berambut coklat lurus dan panjang sedang konsentrasi bekerja,hingga tak menyadari kehadiran sang CEO sombong itu.

Seorang temannya menyenggol lengannya karena sang CEO memperhatikannya tapi gadis itu seolah tak menganggapnya ada.

"Chi...di lihatin Pak Agung tuh"bisik temannya.

Michi langsung pecah konsentrasinya dan melihat ke arah Agung namun gadis itu hanya mengangguk sopan saja,tak tersenyum dan tak terlihat ketakutan.

Agung pun berlalu dengan tatapan dingin pada semua karyawan pabrik hari itu.

Dan sore harinya saat Agung sudah berada di dalam mobilnya,tiba-tiba dirinya melihat gadis yang dia lihat tadi di pabrik menghampiri mobilnya.

Gadis itu mengaca di mobilnya,dia tak tahu kalau di dalam mobil tersebut ada seorang CEO sombong dan galak,gadis itu tanpa dosa mengaca di kaca mobil tersebut,dia menyisir rambut coklatnya dengan jarinya,mengatur poninya dan memutar-mutar tubuhnya melihat pantulan dirinya di kaca.

Dan tersenyum-senyum sendiri,terlihat rona merah di pipi gadis itu saat mengaca dan emtah kenapa gadis itu mengehentak-hentakan kakinya seolah sedang senang.

"Ih...aku harus bilang apa ya..."ucap gadis kecil itu.

Entah kenapa Agung jadi memeperhatikan tingkah konyol gadis itu di balik kaca mobilnya,bahkan Andri yang ingin keluar dari mobil dan akan menyuruh gadis itu pergi dari sana dicegah olehnya.

Melihat kepolosan gadis kecil yang ada di hadapannya ini menjadi hiburan sendiri baginya.

"Ya...aku juga menyukai mu...ah...tidak...tidak aku mencintai mu hihi...bener nggak sih ya...hihi"ucap gadis itu masih di depan kaca.

Entah kenapa Agung tersenyum melihat dan mendengarkan ucapan polos gadis ini.

"Aaaa aku mencintai mu"jeritnya.

Agung tergelak saat melihat itu dia melihat seorang gadis seolah sedang melafalkan naskah drama yang sebentar lagi akan dia mainkan di atas panggung sandiwara.

Tak lama gadis itu pun pergi dari hadapan mobil Agung.

Andri sendiri keheranan melihat tingkah bosnya yang seolah senang melihat gadis kecil buruh pabrik tersebut.

Flash back off.

"Ternyata waktu itu kau mau menemui adik ku sampai.seperti itu ck...dasar bocah"gumamnya saat mengingat kejadian beberapa tahun yang lalu.

Malam pun tiba.

Michi sudah selesai memasak makan malam dan menyediakannya di meja makan di dekat toko,dia melihat Agung sedang bersandar di sofa sambil memainkan ponselnya.

Michi menyuruh Sinta memanggil Agung untuk makan bersama mereka,dan meski takut Sinta pun berbicara dengan Agung dan Agung hanya melirik saja pada Sinta tak berbicara sepatah kata pun padanya.

Agung berjalan ke meja makan,kemudian mereka pun makan bersama disana.

Saat Agung akan menyuap nasi kedalam mulutnya tiba-tiba Agung berbicara dengan Michi,entah kenapa bila dengan Michi mulutnya itu rasanya gatal bila tak berbicara dengannya.

"Chi....aku lihat di atas ada tiga kamar"ucapnya.

"Ya terus?"Michi masih menyuap nasi kemulutnya.

"Aku mau tidur di kamar,tidur di sofa badan ku pegal-pegal"ucapnya.

"Semua kamarnya penuh pak Agung"jelas Michi.

"Kalian kan semua perempuan bisa kan kalian tidur satu kamar?"jelas Agung.

"Kalau anda tidak nyaman tinggal disini sebaiknya anda cari saja tempat lain yang menurut anda nyaman"ucap Michi ketus.

"Dimana Chi...nggak ada?! aku sekarang ini sedang tidak pegang uang,semuanya di tarik oleh papah"ucap Agung sewot.

Michi menghela nafas dalam.

"Kau kan bisa tinggal dengan pacar mu itu pak..."Michi sewot.

Brak...

Agung menggebarak meja makan hingga semua yang ada disana terperanjat,tapi tidak dengan Michi,wanita itu hanya memandang sinis seolah menantang Agung.

"Sudah aku bilang jangan sebut dia lagi"Agung kesal.

Acara makan malam jadi berubah acara debat antara Agung dengan Michi.

"Aku tidak meyebutkan namanya pak...apa anda hanya punya satu wanita di dunia ini?"pertanyaan Michi memgandung singgungan sekaligus meledek.

Agung nampak kesal karena dirinya merasa terhina baru kali ini dirinya merasa terhina,bahkan di hina oleh seorang wanita biasa seperti Michi.

Agung meninggalkan meja makan dia lalu melangkah cepat ke arah tangga,Michi masih menatapnya sinis.

Saat Agung melangkah di tengah tangga dia berhenti dan berbicara pada Michi lagi.

"Aku akan menempati kamar mu,bila kau tidak mau memberi ku kamar"ucap Agung sambil meneruskan langkahnya menaiki tangga.

Michi mendengar itu langsung panik dan langsung beranjak dari meja makan.dan berlari mengejar Agung.

"Pak...Agung anda jangan gila itu kamar ku"jeritnya.

"Oh...jadi kau tidak memperbolehkan aku tidur di kamar mu?lalu aku boleh tidur di kamar yang lain?"ucap Agung santai.

Michi semakin geram dengan kelakuan orang yang satu ini.

"Tidak boleh"

"Lantas aku harus tidur dimana?apa kau lupa aku ini pemilik sah ruko ini hah?"Agung kesal.

Michi mengehela nafasnya lagi.

"Oke anda boleh tidur di kamar ku,tapi jangan sembarangan menyentuh barang-barang ku anda hanya boleh tidur disana,dan aku akan tidur di kamar Pingki"Michi Akhirnya mengalah karena Agung malah akan semakin gila bila tidak di turuti kemauannya,begitulah fikiran Michi.

"Oke...lagi pula siapa juga yang tertarik dengan barang-barang mu,pasti semuanya barang murahan"begitulah Agung tak jauh dari kata menghina.

Michi sudah malas menanggapi ocehannya,dia lalu masuk ke kamarnya dan memgambil.beberapa barang yang dia perlukan,selebihnya nanti akan dia pundahkan besok ke kamar Pingki.

"Dasar menyebalkan"gumam Michi yang masih bisa di dengar Agung.

Agung hanya tersenyum saat mendengar itu.

Gara-gara Agung dirinya jadi harus pindah kamar,sesuatu yang sangat menyebalkan baginya.

Bersambung.

1
andi hastutty
akhirnya akhir yg bahagia 😍❤️🥰😘😇jangan mempermainkan hati seseorang meskipun berkuasa. kejarlah cinta dan libatkan Allah dan sabar. sehat slalu Thor dan tambah banyak karyanya
Gina: Terima kasih sudah mampir 🙏
total 1 replies
andi hastutty
Hem mau dimarahi atau mau dinikahkan ?🫣
andi hastutty
dilamar saat pesta temannya yuhhuuu
andi hastutty
tabibnya baik banget dan benar tu agung jangan datang dan pergi sesuka hatimu
andi hastutty
astaga agung aneh2 ajha fikirannya 😜🤭
andi hastutty
sama2 ngga mau jujur dasar yah mereka menyiks diri
andi hastutty
agung yg nyerah duluan sebelum bertempur kan sakit liat orang disayang menikah
andi hastutty
menyiksa diri masing2
andi hastutty
wah agung mundur
andi hastutty
aduh tambah so sweet ajha 😂
andi hastutty
moga lekas sembuh
andi hastutty
agung parah
andi hastutty
katrine ih dasar yah ngga kapok ajha
andi hastutty
astaga sesingkat i2 hahahahha 😜🤭
andi hastutty
larinya kepesantren
andi hastutty
kasian agung
andi hastutty
dasar wanita yg ular
andi hastutty
ulat bulu mau apa lagi sih ?
andi hastutty
Naura dan Michi kan baik akur hehehhe
andi hastutty
betul satria
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!