kania dewi seorang pengusaha sukses dan tidak suka membaca nove,tiba-tiba transmigrasi ke novel yang ia pinjam dari sahabatnya.
bagaimana kisah kania dewi ketika tahu dirinya menjadi protagonis?
terima kasih yang sudah membaca.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ossi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 15
maaf jika aku harus memilih jalan ini,jika memang kita ditakdirkan untuk bersama maka kita akan bersama..
sebelum iris menjawab ada suara yang memanggil namanya.
"iris hingga are you? kamu dimana?"
"iris kamu baik-baik saja kan?"laki-laki tampan itu menghampiri lalu memutar tubuh iris seolah mencari sesuatu.
"maaf anda siapa?"tanya iris yang bingung tiba-tiba laki-laki ini menghampirinya.
"kamu beneran amnesia? ini aku kakak kamu Steven Enzo Abronela yang kemarin telpon kamu,jadi kakak sudah bilang ke mom and daddy buat nyuruh kamu balik dan pindah kuliah"lakii-laki itu langsung panikdan menjelaskan siapa dia,disaat iris yang bingung cavan yang melihat ini pun terkejut melihat sosok didepannya.
"tunggu apa maksud kak enzo? adik? dia?"
"hai cavan? apa kabar lama tidak bertemu,kenapa kamu bisa disini bersama iris? apa hubungan kalian?"tanya Steven setelah melihat reaksi sang adik dan temannya.
"kak Stev bilang iris adik kakak? bukannya kakak nggak punya adik?"cavan yang masih bingung bagaimana iris jadi adik Steven sedangkan keluarga Abronela tidak pernah bilang mempunyai anak perempuan.
"mm jadi memang benar iris itu adik kandung kakak,cuman sedari kecil dia itu ikut tante terus karena dia pintar dia selalu dapat beasiswa dan dia belum dikenali secara publik karena takut ada yang mencelakainya.lalu kenapa kamu bisa bersama iris?"
"karena aku pacar iris kak"jawab cavan dengan percaya diri padahal iris belum menjawab pertanyaan tadi.
"what? bagaimanakah ceritanya? kalian bisa pacaran?"dengan kaget Steven tidak percaya dan menengok ke iris yang masih diam.
"iya bisalah kak kan aku sama iris satu kampus jadi tidak ada yang tidak mungkin dan kayaknya kakak nggak perlu pindhin kuliah iris karena disini sudah aku yang menjaganya "rasa percaya diri cavan semakin meningkat saat melihat iris diam tak bersuara.
"sorry brother keputusan sudah bulat jadi iris tetap pindah,ayo kamu siap-siap"steven menarik tangan iris tanpa memperdulikan sosok kutub Utara yang tiba-tiba mencair.
"kak!"
"aku bukan kakakmu"teriak Steven yang malas berurusan dengan bocah cavan yang sudah ia kenal sejak kecil.
"kak apa maksud kakak?"iris yang baru tersdar karena teriakan Steven bertanya.
"mommy and daddy kawatir sama anak perempuan semata wayangnya yang sudah menghilang dari kecil jadi sekarang saatnya kamu untuk pulang,jangan membantah dan urusan bocah itu nanti saja lagian dia juga tahu dimana rumah kita"
"kakak kenal dari mana cavan?"tanya iris yang masih bingung dengan keadaan yang baru saja terjadi karena di novel tidak diceritakan.
"kakak kenal dari SMP dia adik kelas kakak dan apa hubunganmu dengan dia? apa benar kalian pacaran? setahu kakak dia itu anti perempuan kecuali mamanya sendiri jadi bagaimana kamu bisa dekat dengan dia"
"soal itu kita tidak sengaja mengenalnya dan soal pacar tadi sebelum kakak datang dia mengungkapkan perasaannya tapi aku belum bilang apa-apa "iris menjelaskan apa yang terjadi diantara ia dan cavan.
"lalu apa kamu mau menerima cinta dia?"dengan tatapan rumit Steven menatap mata iris yang penuh dengan kebingungan dan keraguan.
"aku..aku tidak tahu harus bilang apa? disisi lain hati aku mengatakan untuk menerima tapi disisi lain aku ingin pergi dari sini "ungkap iris sambil meremas kedua tangannya 'apa yang harus gue pilih?'.
"ikuti kata hatimu dan kalau untuk pindah kamu tidak bisa menolaknya karena daddy sudah mengurus semuanya,kalau untuk cavan tidak usah khawatir dia tahu rumah kita"ia tahu iris memiliki perasaan untuk cavan tapi dia juga punya keraguan.
rasa itu memang sulit
bagi mereka yang belum mengenalnya
dan ragu bagi mereka yang pernah menjalaninya
lalu apa yang harus dilakukan?
tanya hatimu mana yang membuatmu nyaman dan bahagia
dan mana yang membuatmu biasa saja
jangan terlalu terburu-buru untuk mengartikan
karena kita bisa terkecoh
lakukanlah perlahan maka kamu akan tahu.
terima kasih sudah membaca.
jangan lupa untuk like, vote and koment.