NovelToon NovelToon
My Fault Too

My Fault Too

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis
Popularitas:34.5k
Nilai: 5
Nama Author: aeni Masbait

DILARANG KERAS BOOM LIKE YAH, Kalau nggak berminat baca.
YANG MERASA BOCIL JANGAN BACA.

Adenia wulandari wanita cantik dan s*ksi dari dulu hingga kini tetap sama, berusia 29 tahun istri dari Adnan Dirgantara pengusaha cukup ternama sekaligus sahabatnya sendiri.

Awalnya pernikahan mereka berjalan baik-baik saja hingga menginjak tepat di tahun ke empat, badai pernikahan mulai menghampiri. Kehadiran orang ketiga dari masa lalu keduanya dengan sekejap mata menghancurkan pernikahan yang mereka bangun begitu saja.

Tidak sampai di situ, Adenia yang memiliki seorang adik kandung yang juga sejak lama ikut bersamanya terjebak juga dengan pesona sahabatnya itu. Hingga dia harus di hadapkan dengan seorang wanita yang dengan gampangnya merebut perhatian kedua pria terpenting dalam hidupnya itu.

Akankah Adenia masih bisa bertahan dalam situasi yang seakan tak sedikitpun berpihak kepadanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aeni Masbait, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hamil

............🌹Happy Reading🌹 .............

...Baca dulu, kalau suka silahkan meninggalkan jejak yah. Fav nya jangan lupa biar nggak ketinggalan....

.

.

.

"Sayang, kamu kenapa?" Tanya Adnan ketika Adenia berlari cepat ke arah kamar mandi dengan mendadak hingga Adnan terkaget bangun karena pergerakan cepat Adenia.

Pria itu pun menatap bingung sang Istri namun juga ikut bergegas bangun dan berlari menuju kamar mandi dimana Adenia sedang memuntahkan isi perutnya.

"Huek..huek..hah hah hah... Huek.. Aduh Mas." Keluh Adenia di ujung muntahannya.

"Sayang kamu kenapa?" Tanya Adnan yang ikutan panik melihat keadaan sang istri.

"Perutku Mas.. Huek... huek.." Kata Adenia sampai dia mengeluarkan air matanya sakin lemasnya.

Dengan cepat Adnan mengambil baju mandi untuk di pakaikan untuk Adenia, dia pikir istrinya itu masuk angin.

"Masih yang." Kata Adnan sambil memijit belakang leher Adenia namun wanita itu hanya bisa menggelengkan kepalanya.

"Kita ke rumah sakit yah, aku takut kamu kenapa-kenapa." Kata Adnan dan di angguki Ade tanpa penolakan. Wanita itu merasa lemas, dan sarang sang suami menurutnya hal yang tepat.

Setelah beberapa saat Adenia sudah sedikit mendingan, Adnan pun menelfon Bibi imas untuk membuatkan minuman hangat.

Tok

Tok

Tok

"Masuk Bi." Teriak Adnan dari dalam kamar mandi karena Adenia kembali mual.

"Bapak, Non Ade kenapa?" Tanya Bibi panik saat mendengar suara muntahan Adenia, sembari menaruh minuman dan roti yang beliau bawa di atas nakas dan setelahnya menuju kamar mandi untuk melihat keadaan nyonya nya.

"Aku nggak tahu Bi, Bibi tolong bantu Ade berpakaian yah. Aku panggil Brian dulu buat siapin mobil, kita akan ke rumah sakit sekarang." Kata Adnan dan langsung berlalu keluar tanpa mendengar jawaban Bibi sakin paniknya.

Dengan tergesa-gesa Adnan pun berlari turun menuju kamar Brian.

Saat sesampainya di kamar sang adik ipar Adnan langsung menggedor pintu itu begitu kuatnya membuat Brian yang baru mau menutup matanya jadi bergegas keluar karena mendengar suara sang kakak ipar.

"Brian, tolong siapkan mobil yah. Kamu yang nyetir kita ke rumah sakit sekarang, istriku sakit. Aku takut tak konsen saat menyetir." Ucap Adnan tanpa basa basi setelah melihat rupa Brian di hadapannya dan setelahnya dia kembali berlari ke kamarnya lagi-lagi tanpa mendengar lawan bicaranya.

...****************...

Nela yang baru keluar kamar dan melihat kesunyian di rumah itu pun langsung bergegas ke tempat Bibi Imas.

"Bi, Bibi." Panggil Nela saat melihat punggung Bude imas yang sedang sibuk dengan laundry'an.

"Yah Mba ada apa? Tanya Bibi sedikit tak bersahabat dan Nela merasakannya namun dia tak terlalu ambil pusing.

"Yang lain kemana yah?" Tanya Nela sebab tadi dia terlalu larut dalam menangis usai dari kamar Brian, membuatnya tertidur tanpa sadar hingga dia tertidur dan baru bagun beberapa menit yang lalu.

"Ke rumah sakit, ah itu mobilnya baru masuk." Ucap Bibi dan langsung berlalu ketika mendengar mobil memasuki pekarangan rumah. Sejak tadi beliau begitu tak konsen bekerja sakin kepikirannya dengan keadaan Adenia, bagaimanapun Adenia sudah beliau anggap sebagai anak sendiri karena kebaikan keluarga wanita itu terhadapnya sejak dulu.

Nela yang mendengar itu, langsung bergegas dia mengikuti langkah Bibi.

"Aku bisa sendiri Mas Dek." Ucap Adenia pada kedua pria di kiri kanannya.

"Jangan bantah sayang."

"Non, Non sakit apa?" Tanya Bibi ketika Brian dan Adnan sedang memapah wanita itu namun tak di pedulikan keduanya.

"Aku baik-baik saja Bibi." Kata Adenia namun dia sedikit kesal dengan dua pria posesifnya itu.

"Tolong buatkan teh hangat ya Bi." Kata Adnan dan di angguki Bibi walau beliau masih penasaran dengan keadaan Adenia tapi rasa penasaran itu harus di tahan karena perintah majikannya itu.

"Ade kenapa Ad?" Tanya Nela yang baru ikut bergabung.

"Hamil." Kata Adnan setelah menatap Nela tanpa memikirkan perasaan wanita itu.

Ada rasa senang di hati Nela ketika mendengar itu karena sahabatnya itu sudah lama sekali menantikan kabar baik ini. Namun entah kenapa ada rasa sakit tak tahu dirinya menyusul entah itu dari rasa cemburunya atau rasa bersalahnya karena sudah menipu wanita yang sudah teramat baik kepadanya itu. Entahlah, rasanya cukup campur aduk sekarang.

"Aku turut bahagia Ade, semoga selalu sehat. Akhirnya setelah sekian lama kalian di beri amanat ini juga. Empat tahun loh, bukan waktu yang singkat." Kata Nela tulus terlepas dari semua di belakang wanita itu.

"Yah terima kasih Nel, akhirnya ponakanmu mau hinggap juga di rahimku." Kekeh Adenia sembari duduk dan di ikuti yang lain.

Kehamilan Adenia pun sudah terdengar sampai di telinga keluarga besar Adnan dan mereka sangat bahagia akan hal itu terutama bagi Ibunya Adnan. Beliau yang paling berlipat ganda senangnya, akhirnya yang beliau nantikan muncul juga.

Tadi dalam perjalanan pulang, Adnan sempatkan memberi tahu kabar itu. Seolah ingin berkata pada sang Ibu jika sabar itu di perlukan.

...****************...

Beberapa hari setelah kabar kehamilan Adenia, Adnan sudah jarang sekali menyambangi kamar Nela sakin dirinya sibuk dengan sang istri walau sesekali jika dia ingin dan tak mau membuat Ade lelah maka dia akan menemui Nela untuk sekedar menggantikan peran Adenia.

Sikap Adnan itu selalu di terima Nela tanpa protes karena dia tahu posisinya. Dan hal itu membuat Nela sering sekali menghabiskan waktu dengan Brian, atau bahkan sering menyendiri di kamar karena kedua suami istri itu sering menghabiskan waktu mereka di kamar berdua saja sesuai keinginan Ade yang kini lebih nyaman berbaring di ranjang mereka. Sampai makan pun wanita itu lebih suka di kamar sekarang.

"Mau kemana?" Tanya Brian ketika baru sampai rumah dan mendapati Nela yang hendak keluar rumah.

"Mini Market depan."

"Aku antar ya Nel." Tawar Brian yang kini sudah mengganti panggilannya pada wanita itu ketika mereka hanya berdua.

"Boleh." Ucap Nela dan keduanya pun pergi dengan mobilnya Brian.

Sesampainya di mini market, Brian tak menemani wanita itu karena kata Nela dia bisa sendiri dan alhasil Brian hanya duduk santai menunggu di mobilnya.

Tak berselang lama Nela keluar dengan tak membawa apapun di tangannya, membuat Brian mengerutkan keningnya.

"Nggak beli Nel."

"Nggak ada barang yang ku cari, pulang aja yuk." Kata Nela dan di tanggapi anggukkan kecil kepala Brian dan pria itu langsung membawa mereka kembali.

Sesampainya di rumah Nela langsung bergegas ke kamarnya dan di ikuti Brian namun wanita itu melarangnya dengan alasan ingin istirahat.

"Baiklah." Kata Brian dan berlalu dari hadapan Nela yang langsung masuk ke kamarnya.

"Hoh semoga tidak." Ucap Nela sembari mengeluarkan beberapa benda kecil yang dia beli dan sembunyikan di dalam tas jalan nya tadi.

Melangkah gugup ke kamar mandi, Nela pun menggunakan alat yang tadi di belinya.

Beberapa saat dia tertegun melihat hasil yang dia dapat dari empat alat yang dia gunakan.

"Tidak." Kata Nela sambil dia menjatuhkan dirinya kelantai dan langsung mendekap erat lututnya sendiri dan menangis sejadi-jadinya meluapkan rasa yang entah.

"Kenapa kau hadir di saat yang tak tepat." Ucap Nela dengan isak tangisnya, karena hal ini yang dia takuti beberapa bulan belakangan ini. Sebelum hubungannya dengan Brian terjadi, Nela sudah merasakan aneh dengan dirinya namun selalu di tepisnya dan sekarang kecemasannya malah menjadi kenyataan. Hamil di saat sang pembuat dirinya hamil kini sedang bahagia dengan kehamilan pasangan sahnya.

...Btw, Jangan lupa like dan komennya yah🥰. Terima kasih sudah meluangkan waktunya untuk membaca cerita ini🙏🤗. Sehat-sehat untuk kalian semua di manapun kalian berada😇...

1
Khairul Azam
ini orang" dinovel ini gak ada yg bener semua
Khairul Azam
kenapa ya kabanyakan novel begini, lemah klo mu bunuh diri. iarkan saja
anan
aku mampir k
Nenie desu
jangan lupa mampir di novel aq
"Rasa yang terpendam"
Nenie desu
bagus sudah aq favoritkan kak
Senajudifa
kisah cintax ini rumit y thor
Senajudifa
mampir thor
Lee
Up lg kak...
q jg bru siuman dri semedi...hehe
semangat !
Shantie Rhizhuan
sedih aku thor ,,d sakiti olh org yg palig kita sayang
dan cerita aku suka
Prolice Sadarita
smg athor di lancarkan segala urusannya
aeni: Aamiin, makasih ya kak💕
total 1 replies
Prolice Sadarita
jijayyy sama laki2 ini, egoisss
auliasiamatir
Thor, jangan kelamaan dong perselingkuhannya, cepet bongkar
auliasiamatir
cepet ketahuan dong.... gak sabar aku bacanya.
auliasiamatir
astaga.... gak nyangka Adnan SE bejat itu, manis di depan istrinya, tapi busuk di belakang. sama sahabat istrinya lagi.dua dua nya syaitonirrojim
auliasiamatir
sama sama gatal kalau ini mah, gak ada yang di rayu di goda atau menggoda, keduanya Menang Daras gatal
auliasiamatir
kalian sengaja menanam duri dalam rumah tangga kalian.
auliasiamatir
kesalahan pertama buat Nia,
auliasiamatir
beuh.. gatal juga di nela, pengen di garukin, udah kuduga, bakal jadi setan pelakor
auliasiamatir
Nela awas jangan jadi pelakor ya, habis tar kamu di buli READERS
auliasiamatir
salam kenal dari

Sofia , MENCINTAI SAHABAT KU,

cerita nya seru, rumah tangga yang romantis dan harmonis,
jangan sampai kedatangan nela meretak kebahagiaan mereka.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!