NovelToon NovelToon
Polaris

Polaris

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:2.5M
Nilai: 5
Nama Author: Alana Kanaya

Arunika Gantari, seorang perempuan ceria yang tiba-tiba saja menghilang selama 4 tahun.

Asoka Danubrata, putra bungsu pemilik perusahaan yang menyembunyikan identitasnya sebagai putra pemilik perusahaan dan bekerja sebagai karyawan biasa di perusahaan miliknya sendiri.

4 tahun Asoka menunggu kepulangan Arunika, menepati janjinya untuk memantaskan diri. Namun ketika gadis itu kembali, sosoknya berubah. Tak ada lagi Arunika yang ceria, yang ada hanya Arunika yang tertutup.

Apa yang menjadi rahasia kepergian Arunika 4 tahun lalu? Akan kah Asoka berhasil mengembalikan kecerian perempuan yang dia cintai? Atau kan posisi Arunika sudah digantikan oleh perempuan lain?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alana Kanaya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Promise

“I Find You.”

Satu kalimat dari Oka berhasil membuat hati Arunika bergetar, sungguh ingin rasanya dia menghambur ke dalam pelukan Oka sekarang juga. Menangis, menumpahkan perasaan yang selama empat tahun ini dia pendam seorang diri. Namun Arunika sadar, 4 tahun dia pergi tanpa kabar berita pastilah sudah banyak yang terjadi. Di antara kejadian itu mungkin saja Oka sudah menemukan penggantinya, dan bisa saja saat ini Oka sangat kecewa juga membencinya.

Menyadari hal itu maka yang bisa Arunika lakukan hanya terdiam dengan tubuh gemetar menahan kerinduan yang menyeruak, membuat matanya mulai berkaca-kaca menatap Oka yang perlahan kembali melangkah semakin mengikis jarak antara mereka.

“Kenapa bersembunyi di sini?”

Pintu kembali tertutup membuat suara hingar bingar pesta di dalam ballroom sedikit teredam, hingga bisikan suara Oka begitu jelas terdengar di antara desir angin malam.

“Apa tidak lelah selama 4 tahun ini kamu bersembunyi dari ku?”

Oka kembali melangkah ketika dia hanya mendapati gelengan lemah dari gadis yang mata bulatnya hampir saja tak kuasa menahan air mata.

Arunika menelan ludahnya yang terasa berat, tubuhnya gemetar, kakinya terasa lemas ketika jarak yang memisahkan mereka hanya tinggal selangkah. Dia bahkan bisa mencium wangi tubuh pria yang selama ini bertahta di hatinya.

“Apa kamu pergi karena aku?”

Arunika kembali menggeleng, kepalanya tertunduk tak kuasa menatap sosok pria yang selama ini dia rindukan setengah mati dan kini berdiri di depan mata. Arunika menggigit bibirnya yang sudah gemetar menahan tangis.

“Kamu pergi karena membenciku?”

Lagi-lagi Arunika menggelengkan kepala. Setetes airmata lolos dari pertahanannya hingga membasahi pipinya yang mulus dan itu tak luput dari perhatian Oka.

Tangan Oka terulur, perlahan dihapusnya airmata itu dengan lembut yang semakin membuat hancurnya pertahanan Arunika meski tanpa suara.

“Sttt … jangan menangis.” Oka menangkup kedua pipi Arunika, matanya disejajarkan dengan mata Arunika yang tak berani untuk menatap mata hitam Oka.

“Lihat aku,” perintah Oka dengan lembut.

Kepala Arunika terus tertunduk hingga tangan Oka memaksanya untuk sedikit menengadah menatapnya.

“Ra, lihat aku!”

Meski masih dengan suara lembut namun kali ini Arunika bisa mendengar ketegasan di dalam nada suara Oka.

Perlahan mata Arunika yang sudah basah menatap tepat ke dalam manik hitam Oka yang jernih. Tiba-tiba dada Arunika semakin terasa sesak, tenggorokannya tercekat, pandangannya semakin mengabur terhalang oleh airmata yang semakin deras, dan tangisnya pun pecah ketika Oka menariknya ke dalam pelukan.

Di dalam ballroom pesta meriah tengah berlangsung, semua orang yang hadir tertawa berbahagia. Namun di balkon yang sepi dan gelap, dua insan manusia tengah menumpahkan semua rasa yang selama ini terpendam di bawah cahaya bulan dan bintang utara yang setia benderang.

Dengan hangat Oka memeluk Arunika yang terisak, tangannya mengelus punggung gadis itu sesekali menepuknya lembut. Ratusan bahkan ribuan kali Oka membayangkan pertemuan kembali mereka, tapi tak pernah satupun dalam bayangan itu akan seperti ini. Terdiam dan hanya memeluknya.

Kecewa, kesal, dan marah yang selama ini Oka rasakan menguap begitu saja ketika melihat sosok Arunika yang terdiam dengan wajah pucat pasi dan mata berkaca-kaca, dan semakin menghilang ketika airmatanya luluh lantah.

Dibesarkan oleh seorang ibu dan kakak perempuan membuat Oka menjadi sosok pria yang selalu ingin melindungi kaum Hawa. Airmata perempuan bisa menjadi kelemahannya, karena haram baginya membuat seorang perempuan menangis.

Arunika bukan sosok cengeng yang akan menangis karena hal sepele. Pernah sekali Oka melihatnya menangis ketika Arunika mengetahui identitas kelahirannya, dan sekarang gadis itu kembali menangis. Oka tak tahu apa yang menjadi alasan tangisnya kali ini, tapi Oka bisa merasakan tekanan yang begitu besar tengah dipikul gadis yang tubuhnya semakin kurus.

Di dalam terdengar hiruk pikuk protokoler kedatangan RI 1, musik dihentikan sesaat untuk menyambut tamu VVIP sehingga suasana hening semakin terasa ke luar dimana hanya terdengar sisa isak tangis yang teredam dada bidang Oka.

Entah berapa lama Arunika menangis dalam pelukan Oka, hingga akhirnya Arunika yang sudah merasa tenang merenggangkan pelukan mereka. Masih dengan kepala tertunduk dia berusaha menghapus sisa-sisa airmatanya.

“Sudah nangisnya?”

Arunika mengangguk, hatinya kini terasa lega setelah menangis, beban yang menghimpitnya sedikit terangkat. Tetapi kembali mematung terkejut ketika dia merasakan sesuatu tersampir di bahunya. Sebuah jas berwarna abu.

“Apa kamu tidak kedinginan memakai baju seperti ini?” Oka membetulkan posisi jasnya agar pas di tubuh Arunika. “Angin di atas sini cukup kencang, kalau masuk angin bagaimana?”

Oka terdiam, memerhatikan tubuh Arunika yang semakin kurus dan terlihat ringkih di balik jasnya yang terlihat kebesaran. Hatinya terasa sedih mengetahui Arunika yang dahulu selalu tertawa ceria, kini terlihat sangat menyedihkan juga kesepian. Oka menghela napas panjang sambil berjalan ke arah pagar pembatas.

Di sisi lain Arunika masih diam membeku. Tak pernah dia bayangkan akan mendapatkan perlakuan hangat seperti ini dari Oka setelah apa yang ayahnya lakukan, setelah dia meninggalkannya begitu saja 4 tahun lalu.

“Abang … mengapa tidak marah padaku?” Suara Arunika terdengar parau, matanya yang masih merah menatap punggung Oka yang kini berdiri dengan siku bertumpu di pagar pembatas.

Semilir angin malam kembali berhembus seolah menenangkan jiwa Oka yang kini berkecamuk, merasakan berbagai macam emosi di saat yang bersamaan.

“Marah? Apa kalau aku marah kamu akan memberi tahuku alasan kepergianmu?” Oka membalikan tubuhnya menghadap Arunika yang masih berdiri di tempatnya tadi. “Tidak, bukan? Jadi percuma aku marah. Aku hanya akan menunggumu untuk memberitahuku apa yang sebenarnya terjadi. Seperti biasanya … tenang saja, menunggu sudah menjadi keahlianku sekarang.”

Hati Arunika terasa diremas mendengar penuturan Oka meski pria itu tersenyum, tapi sorot matanya jelas memancarkan kekecewaan yang mendalam.

“Kamu tidak akan bersembunyi lagi, kan?”

Arunika terdiam menatap sorot mata Oka sesaat sebelum akhirnya dia menggeleng sebagai jawaban.

“Bagus! Karena aku sudah lelah, Ra.” Suara Oka benar-benar mencerminkan apa yang dia ucapkan. Lelah. “Menunggu dalam ketidak pastian itu sangat melelahkan.”

Oka menunggunya? Jadi selama ini Oka menunggunya dalam ketidak pastian? Arunika baru menyadari hal itu. Selama ini dia pikir pergi menjauh adalah demi kebaikan Oka agar tidak terlibat dalam apapun rencana politik sang ayah, tapi dia tak menyangka kalau kepergiannya 4 tahun lalu memberi dampak begitu besar kepada seorang Asoka Danubrata.

“Maaf.” Hanya itu yang bisa Arunika katakan saat ini.

Kata maaf saja tidak akan cukup untuk menggambarkan rasa bersalahnya, apalagi untuk menghapus kesalahan yang telah ayahnya dan dia lakukan, tapi Arunika tak tahu lagi harus berkata apa selain kata maaf.

“Kalau kamu benar-benar menyesal, jangan menghilang lagi seperti kemarin.” Oka kembali melangkah mendekat. “Jangan pergi ke tempat di mana aku tak bisa menemukanmu.” Oka semakin mendekat. “Kalau kamu tak ingin melihatku, bilang … kali ini aku yang akan pergi dan menghilang dari hadapanmu.”

Mata Arunika membelalak menatap Oka yang kembali sudah berada tepat di hadapannya, jantungnya terasa diremas membayangkan Oka menghilang dan tak bisa melihatnya lagi, reflex Arunika pun menggelengkan kepala dengan perasaan takut.

“Janji tidak akan pergi lagi?” Oka menatap langsung manik mata Arunika yang mengangguk. “Bilang, janji.”

“Janji.” Arunika berkata dengan sungguh-sungguh membuat Oka tersenyum, kali ini senyuman lembut yang telah ribuan kali mampir dalam mimpi-mimpinya, membuat hati Arunika kembali terasa hangat dan nyaman.

Seribu satu pertanyaan tentang alasan kepergian Arunika berputar di kepala Oka. Bisa saja dia memberondong gadis itu dengan pertanyaan-pertanyaan untuk menghilangkan rasa penasarannya selama ini, tapi melihat bagaimana kondisi Arunika saat ini Oka menyadari apa yang dikatakan Atharya beberapa hari lalu memang benar adanya. Arunika tidak dalam keadaan baik-baik saja untuk mendapat beragam pertanyaan yang seolah menyudutkannya.

Seperti dulu Arunika kini kembali menarik garis batas. Dan seperti dulu, Oka kan kembali bersabar dengan berdiri di seberang garis hingga Arunika sendiri yang melewati garis batas itu untuk datang kepadanya.

Untuk saat ini sebuah janji untuk tak akan kembali menghilang sudah cukup bagi Oka. Dengan begitu dia akan memiliki banyak waktu untuk mendapatkan jawaban-jawaban atas pertanyaannya selama ini.

*****

1
Nina Mariana
Ga afdol rasanya kalau ga nengokin Abang Oka, setelah kmrn udh nengok Kirana & Bi😍
Reread lagi nih mbak Kanaya di bln Juni 2026, sambil berharap Novel br dari Mbak Kanaya🥰🙏
Yanti Yanti
sekejam apapun ibu, tetap lha seorang ibu, yg akan melakukan apapun buat anak nya... 👍👍👍
🪴🍓🌟💫sangdewi💫🌠💐🏵️
gak ada bosennya cerita ku ulang berkali kali ❤️❤️❤️❤️❤️
siska nirmala
seperti biasa, kk alana tidak pernah gagal membuat alur cerita yang menarik
Lia Kiftia Usman
selangkah...yg mendebarkan...ketemu kan kan....
Lia Kiftia Usman
kangen oka arunika...baca lagi yg kesekian ..
Sri Wulandari
bu mega sangat luar biasa bisa menenangkan & membujuk ara dg mudah hingga kepercayaan dirinya mulai kembali lagi walaupun blm sepenuhnya
Sri Wulandari
segera cerita sm abang ara sebelum badai dtng menghantam klrg sigit Suwarno karna masa lalu itu telah dtng yaitu ibu kandung mu😔
Sri Wulandari
arunika pasti paham klu abang oka g suka identitasnya d ketahui smua orang jd dia lebih memilih identitasnya yg d ketahui orang lain karna arunika lebih memilih pasang badan utk melindungi privasi abang oka
Sri Wulandari
saling membuka diri itu lebih baik daripada memendam dlm hati yg akan terus berikan luka...
terkadang ego harus d turunkan demi suksesnya sebuah hubungan agar kesalah pahaman yg selama ini terjadi bs terurai sedikit demi sedikit
Sri Wulandari
akhirnya arunika kembali k mode aslinya yg sllu membuat oka merindukannya😂😂😂
lala
pokoknya nih novel kereeen banget, wajib kalian bacaaaa
bunga citra
dar der dor
bunga citra
et daaah
Ria Mersi Akmal
lagu kesukaan aku di up disini, ah senangnya 🤭
Adeeva Haboo
abaaaaang aku rinduuuuuuuuu
ida nurhalimah
karya yg luar biasa bagus ada banyak pelajaran yg d dapat
ummi_Շɧ𝐞𝐞ՐՏ🍻muneey☪️
wkwkwk nggak bilang2..cuman bikin pengumuman aja kok 🤣🤣🤣
Indah Ekawati
huhuhuu...namgis bacanya thor....keren bgt...ini mah keren bgt dijadikan film .../Drool/
Lusyana_njus⋆⃝🌈
balike lagi kesini setelah kmrn singgah di Kirana - Caraka, Bi - Abi skrg bareng Abang Oka - Ara.
btw makasih teh Al krna kisah Abang ini anak ke 3 ku kukasih nama Arunika 😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!