Dominic bukan laki-laki yang baik, kegagalan di pernikahan pertama sama sekali tidak membuat dia jera.
Baginya pernikahan karena kecelakaan bukan disebabkan oleh kecerobohan nya, melainkan kebodohan perempuan yang tidak bisa menjaga Marwah nya.
Setelah dia mendapat kan apa yang dia mau tinggal dia buang sesuka hatinya.
Sang Papa dan Mama nya sudah mulai gerah dengan kelakuan Dominic soal pandangan nya pada perempuan mencari cara untuk menjebak putranya sendiri dalam lubang penyesalan karena terlalu sering meremehkan kaum perempuan.
Bagi Dominic perempuan itu sama saja, sedikit diberi perhatian, limpahan materi, kartu hitam dan di bujuk rayu maka tempat mereka berakhir di atas kasur Milik nya.
Tapi siapa sangka perjodohan yang di atur sang Mama dan Papa nya menyeret hati nya semakin dalam pada sosok gadis Muslimah dengan sejuta trik dan intrik nya.
Tidak segampang itu menjatuhkan Zeline ke atas ranjang milik nya, sebab gadis itu bukan sembarang gadis yang bisa dibeli dengan benda apa saja.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nila KingShop Wati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Titik terlemah nya
Dominic melihat barisan barang-barang yang persis seperti kotak-kotak hantaran pernikahan tersusun rapi di belakang mobil milik Daddy nya.
Laki-laki itu jelas mengerutkan keningnya, dia menoleh ke arah Mommy nya sambil bertanya.
"Apa ada yang akan menikah?"
Tanya Dominic cepat kearah wanita tua itu.
Mommy Ailee terlihat mengembangkan senyuman nya, menyentuh lembut bahu putra nya untuk beberapa waktu.
"Nanti akan Mommy jelaskan disana"
Mendengar jawaban sesingkat itu membuat Dominic merasa tidak puas, dia merasa memiliki beban besar atas segala pertanyaan nya saat ini.
Seperti nya ada hal yang tidak beres sedang terjadi, mungkin lebih tepatnya ada sesuatu yang coba orang-orang sembunyikan dari dirinya.
Sedikit aneh Daddy nya tidak banyak bicara, ah tidak memang Daddy nya tidak banyak Bicara, tapi ekspresi nya aneh, yah... Sangat aneh.
Belum lagi kelakuan Mommy nya yang bisa membuat dirinya menaruh kecurigaan fatal disana.
Ditambah omongan adik bungsu kesayangan nya yang mulai melantur kemana-mana.
"Kak....bantu aku"
Tiba-tiba Eisha bicara sambil mengangkat sesuatu dari dalam sana.
Entahlah apa yang ada di dalam paper bag 🛍️ yang dibawa adik nya itu, tapi seolah-olah itu akan menjadi oleh-oleh istimewa untuk keluarga yang mereka tuju.
Hingga akhirnya Dominic memilih untuk tutup mulut ketika Daddy nya mulai turun dan naik ke atas mobil milik Daddy nya sendiri.
Dia fikir dia akan membawa mobil nya sendiri, tapi Realita nya Daddy nya meminta sang sopir untuk membawa mobil nya.
"But..."
Laki-laki itu bicara sedikit keberatan.
"Bantu Daddy membàwa nya, kau tahu Son? Daddy sudah cukup tua dan tidak sekuat dulu dalam berkendara"
Mendengar ucapan Daddy nya seketika Dominic terdiam, kata tua dan tidak kuat membuat dia ciut.
Dia benci mendengar kata tua dan tidak kuat, seolah-olah kata-kata itu merujuk pada ketidakberdayaan, kehilangan waktu dan ingin bersiap pergi untuk meninggalkan semua orang..
Karena itu berarti sudah waktunya juga manusia untuk mati.
Dan Dia begitu membenci kata kematian!.
Kejadian kematian keluarga besar mereka di masa lalu terus menyisakan trauma didalam dirinya.
Dia benar-benar takut saat orang-orang didalam keluarga nya berkata soal kematian.
Sebab Satu-satunya kelemahan Dominic saat Orang terdekat nya berkata "Waktu ku tidak akan banyak lagi, atau aku mungkin akan Mati" kepada dirinya.
Dia langsung mati kata saat orang-orang membahas persoalan itu kepada nya.
Dia benar-benar menjadi lemah bahkan bisa menangis karena hal itu.
Terdengar begitu memalukan, tapi Realita nya sekuat-kuatnya manusia, mereka tetap memiliki satu kelemahan yang akan mereka sembunyikan rapat-rapat didalam hidup mereka.
Sejenak laki-laki itu menatap wajah Daddy nya, meskipun terlihat masih begitu gagah dan kharismatik dengan rambut yang memutih menutupi seluruh kepala nya, tapi tetap saja Dominic tahu satu hari akan tiba waktunya mereka berpisah.
Meskipun tidak bisa dia ketahui siapa yang akan lebih dulu pergi, tapi tetap saja dia berfikir satu hari orang-orang yang dia cintai akan pergi meninggalkan dirinya satu persatu.
"Baiklah"
Jawab Dominic pelan, laki-laki itu meraih kunci mobil dari tangan Daddy nya, kemudian dia mulai masuk ke arah bangku kemudi.
Sang Daddy langsung melesat duduk tepat disampingnya, sedangkan Mommy dan Adik nya jelas berada didalam mobil nya bersama sang sopir Daddy nya.
Sebab di bangku belakang ada berbagai macam barang yang dia fikir adalah hadiah yang akan di antarkan mereka kepada keluarga yang mereka tuju tidak lama lagi.
"So...kita akan pergi ke arah mana, Dad?"
Tanya Dominic kemudian.
"Keluarga Abimanyu dan Hillatop"
Jawab Daddy nya mantap tanpa menoleh sedikit pun ke arah dirinya.
"Ya?"
Dominic mengerutkan dahi nya.
"Pergilah ke kediaman utama Keluarga Abimanyu, mereka telah menunggu kita disana sejak tadi"
Lanjut Daddy nya kemudian langsung memejamkan bola matanya.
apakah dr sekian banyak koment sy ada benar pa salah mf ya kk tor tapi kau bikin aku pengen ktemu jika allah riddho pokoknya 😍😍😍😍👍🙏
autor kau begitu piaway dlm berkarya, bagiku ini nyata dlm kehidupan, entah karna sy biasa menikmati di tiap sajian cerita dg hati dan meresapi sampay sesegukan, tapi 1 yg sy dpt dr stiap karya yg sy baca syukur dlm segalanya pd allah,
mohon tetap sehat tor 👍trimakasih💪🙏😍