NovelToon NovelToon
Delapan Tahun Dicari Mafia Kejam

Delapan Tahun Dicari Mafia Kejam

Status: sedang berlangsung
Genre:Single Mom / Lari Saat Hamil / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:9.4k
Nilai: 5
Nama Author: Ayumarhumah

Malam itu hidup Alena hancur setelah tanpa sengaja menumpahkan minuman ke tubuh Kael Ardion, mafia paling kejam di kota. Satu malam kelam merenggut segalanya, lalu pria itu membuangnya tanpa belas kasih saat Alena datang membawa kabar kehamilan.

Delapan tahun berlalu.

Alena hidup susah membesarkan putranya seorang diri hingga takdir mempertemukannya kembali dengan Kael. Namun pria yang dulu menghancurkannya itu kini justru terobsesi mendekati putra kecil Alena, tanpa tahu bahwa anak tersebut adalah darah dagingnya sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayumarhumah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Empat Ibu Satu Anak

Setelah keributan kecil itu, Senna dan Anne langsung menggandeng tangan Kai untuk mengantarnya pulang.

Sepanjang perjalanan, Senna masih terus mengomel kesal. Wajahnya terlihat tidak terima mengingat bagaimana Kai tadi diperlakukan oleh tetangga mereka.

“Dasar mulut ember,” gerutu Senna sambil melipat tangan di dada. “Aku paling nggak suka kalau ada yang ngomong sembarangan soal anakku.”

 Sementara Anne yang berjalan di sampingnya hanya menghela napas pelan. Wanita itu sudah terbiasa melihat sifat meledak-ledak Senna.

“Sudahlah, Sen,” ujar Anne lembut, mencoba menenangkan. “Yang penting sekarang anak kita nggak kenapa-kenapa.”

“Ya nggak bisa gitu juga!” balas Senna cepat. “Kita nggak tahu mental Kai gimana. Dari dulu si Marisa selalu saja ngomong seenaknya.”

Anne menepuk pundak sahabatnya pelan. “Makanya jangan terlalu dipikirkan. Kai jauh lebih kuat dari yang kita kira.”

Di depan mereka, Kai berjalan diam sambil menggenggam gulungan benang layang-layangnya erat. Wajah kecilnya tetap terlihat tenang seperti biasa. Namun di balik sikap dingin dan dewasanya itu… ada sesuatu yang diam-diam mengusik pikirannya.

Tentang ayah.

Kenapa dirinya berbeda dari anak-anak lain?Kenapa setiap kali ada acara sekolah atau festival, anak-anak lain selalu ditemani ayah mereka? Lalu kenapa dirinya tidak pernah punya sosok itu?

Langkah Kai perlahan melambat. Untuk kali ini... anak itu benar-benar memikirkan seseorang yang selama ini tidak pernah hadir di hidupnya.

“Ayah…”

Kata itu akhirnya terucap pelan di dalam hati kecilnya.

Entah seperti apa wajah pria itu. Entah bagaimana sifatnya, dan jauh di lubuk hati terdalamnya, Kai ternyata juga memiliki rasa ingin tahu yang selama ini ia pendam sendiri.

Tanpa terasa langkah ketiganya akhirnya sampai di depan rumah kayu sederhana milik Alena.

  Sementara dari ruang tamu, Alena sudah melihat kedua sahabatnya itu datang dengan ekspresi yang sangat berbeda.

  "Wah, tumben sekali kalian terlihat kompak datang bersamaan seperti ini!" seru Alena.

  Senna yang dari tadi masih meledak-ledak tanpa menghiraukan sapaan Alena wanita itu langsung duduk begitu saja di kursi plastik depan rumah Alena.

  Seketika Alena mengangkat kedua alisnya pada Anne sebagai isyarat. Apa yang sebenarnya terjadi. "Ada apa?"

Dan sebelum menjawab pertanyaan Alena. Anne terlebih dahulu menyuruh Kai masuk ke dalam kamarnya.

"Nak, masuk kamar dulu ya," ujar Anne dengan lembut.

Kai langsung mengangguk patuh, dalam diam anak itu seolah mengerti jika para ibu mereka akan membicarakan suatu yang penting meskipun ia tidak paham sepenuhnya.

  Setelah Kai masuk kamar. Alena mulai bertanya kembali karena merasa penasaran. "Mbak Senna kenapa?"

  Wanita itu hanya diam saja, sementara Anne langsung menimpalinya. "Senna lagi kesal sama Marisa."

  Alena langsung mengerutkan kedua Alisnya. "Marisa tetangga samping rumahnya?"

"Ya, benar sekali. Lagi-lagi dia ..." ucapan Anne menggantung.

  "Dia kenapa Mbak?" tanya Alena tambah penasaran.

  "Dia menyinggung Kai tentang ayahnya,' sahut Anne akhirnya.

 Hati Alena begitu terpukul, ini bukan hal yang baru bagi dirinya, sejak kecil Kai kerap sekali mendapat pertanyaan bahkan olokan dari anak-anak sebayanya. Dan tak jarang pula orang dewasa ikut mengambil andil pada anak yang tak bersalah itu.

  Seketika tatapan Alena mulai beralih pada Senna, diantara mereka berempat Senna memang yang paling meledak-ledak akan tetapi dibalik semua itu Alena tahu betapa besar rasa cinta Senna pada Kai.

 Refleks ia berdiri menghampiri Senna lalu memeluk tubuh wanita paruh baya dihadapannya itu.

Pelukan mereka begitu erat, dan tidak lama kemudian Anne ikut memeluk kedua sahabatnya itu.

  Di dalam pelukan itu suara Alena terdengar putus-putus dan sesenggukan. "Aku tidak tahu harus mengucapkan rasa terima kasih yang seperti apa pada kalian."

"Kau tidak perlu mengucap terima kasih. Kai anak kita, bahkan sejak dia dilahirkan kita sudah menjadi ibunya," sahut Senna.

Pelukan itu semakin erat, seolah menjadi tempat saling menguatkan setelah begitu banyak badai yang mereka lewati bersama.

Tidak ada yang tahu… betapa sulit perjalanan mereka selama delapan tahun ini. Tentang malam-malam panjang saat Alena harus menahan lapar demi memastikan Kai tetap bisa makan.

Tentang Senna yang diam-diam menjual barang berharganya hanya untuk membeli susu.

Tentang Anne yang rela mengambil banyak pekerjaan tambahan agar Kai tetap bisa sekolah dengan layak. Dan tentang Rina yang meski jauh di kota, tak pernah lupa mengirim kabar serta bantuan saat mereka mulai kehilangan harapan.

Mereka bukan keluarga yang terikat darah. Namun dunia seolah lupa… bahwa kasih sayang kadang lahir dari luka yang sama. Dan di tengah segala kekurangan itu, mereka berhasil membesarkan seorang anak kecil dengan penuh cinta.

Suasana sedikit mencair Alena menghapus air matanya begitu juga dengan Anne dan Senna, semuanya terdiam hingga akhirnya suara Alena mengisi keheningan itu.

  "Sudah-sudah jangan menangis terus," potong Alena seolah ingin menyudahi kesedihan ini. "Kalian duduk saja dulu, aku mau masak ikan hasil memancing anak kita tadi," lanjutnya.

  Keduanya saling tatap, seolah hasil pancingan yang tak seberapa itu menjadi rasa bangga yang tak bisa diucapkan dengan kata-kata.

  "Jadi selain menang layang-layang, anakku juga bawa ikan?" tanya Senna seolah tak percaya.

 "Iya dong, kaya gak tahu Kai saja. Dia itu kalau disuruh mancing begitu senang seolah dunianya ada di dalam laut sana."

"Kan anak pantai," celetuk Anne.

Seketika tawa mereka memenuhi halaman rumah Alena, bersama dengan hembusan angin laut dari kejauhan.

  ☘️☘️☘️☘️

Sementara di kota sana seorang pria terlihat begitu sibuk menatap tumpukan dokumen di ruang kerjanya yang bernuansa gelap dan dingin itu.

Delapan tahun berlalu… Dan nama Kael Ardion kini bukan lagi sekadar mafia biasa.

Pria itu menjelma menjadi sosok paling ditakuti di kalangan elit. Jaringan bisnisnya berkembang ke berbagai negara. Hotel mewah, kasino kelas atas, club malam eksklusif, hingga pelabuhan besar kini berada di bawah kendalinya.

Tidak ada yang berani menentang Kael Ardion sebab jika ada maka sudah bisa dipastikan hidup orang tersebut tidak akan aman dalam waktu hanya semalam.

Namun dibalik semua jabatan dan kekuasaan yang mentereng itu, tidak ada yang tahu jika hidupnya terasa kosong.

Setiap malam ia hanya duduk sendiri di lantai paling atas Ardion Group sambil ditemani segelas whiskey yang bahkan jarang ia sentuh.

Setelah kejadian itu Kael mencoba memulai hubungan baru dengan seorang wanita, tapi tidak ada yang bertahan lama dengannya seakan tidak ada yang benar-benar bisa menggantikan sosok Alena di pikirannya.

Wanita sederhana yang dulu datang dengan mata penuh luka sambil mengatakan bahwa dirinya sedang mengandung anaknya.

Tapi karena keegoisannya itu justru ia kehilangannya segalanya, separuh hidupnya seolah dibawa pergi oleh gadis itu pada delapan tahun yang lalu.

“Apa dia masih hidup…” gumamnya lirih sambil menatap hujan di balik kaca gedung tinggi itu.

Dan di sela-sela kegelisahannya itu seorang asisten pribadinya datang memasuki ruangannya.

"Tok... tok ... tok ...."

"Masuk," sahut suara datar sari dalam sana.

Pria bernama Ergan itu langsung melangkah dan menyerahkan sebuah map baru. "Tuan ini hasil akhir pelabuhan baru kita, yang terletak pada sebuah kota kecil."

Kael menanggapi map itu, lalu membacanya satu persatu dengan teliti dan dari salah satu isi data tersebut mengatakan. Jika di hari peresmiannya nanti akan diadakan festival layang-layang sebagai simbol penghormatan untuk dirinya.

"Heeemb, hal receh seperti ini yang kau bawa Ergan," ucapan itu terdengar datar dan dingin.

"I-iya Tuan. Akan tetapi pemerintah setempat begitu mengharapkan kehadiran Tuan," sahut Ergan sedikit gugup.

Bibir Kael menyeringai tipis acara semacam itu seolah tidak ada apa-apanya, namun dari sisi lain. Pria itu seolah mendapatkan dorongan lain tentang tempat itu.

"Pestival layang-layang," gumamnya lirih. "Apa tidak ada acara lebih terhormat dari pada ini."

Bersambung ....

1
Sugiharti Rusli
bahkan dengan kekayaan yang si Kael miliki berapapun, ga akan membuat Alena silau sejak dulu dan sampai kapanpun,,,
Sugiharti Rusli
meski sekarang dia mengatakan ingin menebus kesalahannya dulu, tapi luka yang Kael buat terlalu dalam bagi Alena,,,
Sugiharti Rusli
padahal dalam rahim Alena saat itu sedang dikandung putra yang dulu tidak dia harapkan kehadirannya,,,
Sugiharti Rusli
dan itu dulu Kael lakukan dengan sadar saat gengsi dalam dirinya terlalu tinggi dan meremehkan perempuan rendah menurut dia seperti Alena,,,
Sugiharti Rusli
yah terkadang manusia tuh baru menyadari kalo sebenarnya dia sudah kehilangan harta paling berharga karena keegoisannya sendiri yah,,,
Sugiharti Rusli
sepertinya dia harus melakukan pendekatan berbeda kepada Alena sih, karena dia pasti trauma kalo sampai berhadapan kembali sama si Kael
Sugiharti Rusli
masa iya si Kael akan melakukan hal yang sama kepada yang dia yakini kalo Kai adalah putra kandungnya sendiri
Sugiharti Rusli
karena baik Alena dan teman" nya tidak tahu masa lalu Kael yang sangat kelam tentang ibunya yang dibunuh ayahnya sendiri kan,,,
Sugiharti Rusli
padahal di sisi lain justru si Kael takut Alena akan pergi lagi begitu melhat dirinya, apalagi saat melihat dirinya kecil pada wajah Kai,,,
Sugiharti Rusli
di sini Alena dan sahabatnya mengkhawatir kan apa yang akan bisa Kael lakukan terhadap putranya yah,,,
tia
ditunggu kelanjutannya thor
Sugiharti Rusli
entah apa yang nanti Alena akan lakukan setelah kembali bertemu si Kael setelah 8 tahun berusaha hidup dengan tenang meski serba sederhana bersama sang putra,,,
Sugiharti Rusli
kalo si Kai mungkin masih belum nyadar yah kalo wajah laki" itu ada kemiripan dengannya,,,
Sugiharti Rusli
apalagi dulu dia yang menyarankan agar Alena mendatangi si Kael ke kantornya,,,
Sugiharti Rusli
tapi seharusnya Rina tahu kan kalo dulu Alena dilecehkan oleh bos Ardion itu namanya,,,
Sugiharti Rusli
memang jadi semacam ada rasa tegang dan canggung tanpa semua yang di sana ketahui yah,,,
Boby The Blind Massage Entertaiment AND Freelance (BOBY_freelance)
Ayu Alina segera saja kabur lagi sejauh-jauhnya!
tia
hayo gerak kael jgn lemot lemot.
Hesty
good
Hesty
yah thorrr up gi☺
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!