NovelToon NovelToon
Jodoh Terbaik Pilihan Tuhan

Jodoh Terbaik Pilihan Tuhan

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis
Popularitas:685.6k
Nilai: 4.8
Nama Author: neng nur

menceritakan kisah seorang gadis cantik yang sholeha menjalani hidup dengan iklhas berharap menemukan pasangan yang tepat yang dipilihkan Allah untuk dirinya dan akhirnya dia menemukannya seorang pria tampan yang sangat mencintainya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon neng nur, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 15

Rey memberhentikan mobilnya di sebuah restoran yang berada di daerah desa.Dia turun di ikuti dengan Zahra yang membawa bekal makanannya juga.

Rey memilih tempat duduk lesehan dekat kolam ikan hias Zahra duduk di depan Rey dengan berbatas meja.

" Selamat siang pak, buk! mau pesan apa??. " tanya seorang pelayan restoran sambil menyodorkan buku daftar menu makanan.

" Kamu pesan apa? "tanya Rey pada Zahra.

" Bapak Aja yang pesan, saya kan da bilang tadi bawa bekal. " Zahra mengeluarkan kotak lunch nya dari paper-bag.

" Kamu mau bikin aku malu ya? udah cepatan pesan terserah mau kamu makan atau buang yang jelas kamu harus pesan, " Rey semakin kesal dengan Zahra yang keras kepala.

Zahra Masi diam dan tidal memperdulikan Rey.

" Cepat pesan!!, lagian kamu tenang saja, aku pasti tepati janjiku untuk mentraktir kamu dan semua karyawan kantor, dan kali ini kamu aku traktir duluan, gratis,,, " Rey menajamkan pandangannya pada Zahra,.

" Dasar orang aneh, jiwa sombong nya sudah kembali, emh baiklah aku ambil kesempatan aja." Batin Zahra." Mbak, nasi ayam penyet tiga, soto ayam tiga. minumnya jus jeruk aja." ucap Zahra pada mbak pelayan.

" Banyak banget dia pesan," bathin Rey. "

" Bapak pesan apa? " tanya pelayan lagi.

" Saya nasi putih, ikan gurami asam manis dan udang saus tiram, minumnya sama jus jeruk."

" Baik pak tunggu sebentar ya pak, " ucap pelayan lalu pergi meninggalkan rey dan Zahra.

Zahra memainkan ponselnya, sesekali ia melirik Rey yang terus memandangnya sambil tersenyum tipis.

" Kenapa bapak lihatin saya?? "

" Saya cuma heran gimana kamu ngabiskannya, tadi aja katanya gak mau pesan, eh malah pesan sebanyak itu? "

" Kan bapak yang maksa, ya udah saya pesan aja, kan lumayan gratis, jarang - jarang loh bisa di traktir bos jadi jangan disia-siakan." jawab Zahra santai.

" Tapi inget ya aku mau lihat kamu habiskan semua makanan yang tadi kamu pesan jangan ada yang di buang aku tidak suka. "

" Bapak jangan mendadak lupa ya, kan tadi bapak yang bilang terserah mau di makan atau di buang jadi ya terserah saya dong mau diapain tu makanan, ya kan pak?." Zahra tersenyum puas melihat wajah kesal bosnya Rey.

Tak lama kemudian, pelayan datang membawa makanan pesanan Rey dan Zahra. setelah semuanya di hidangkan di meja pelayan mempersilahkan mereka makan dengan sopan.

" Mbak, yang tiga ini tolong di bungkus ya, di jadikan tiga porsi." pinta Zahra sambil menunjuk nasi ayam penyet dan soto ayam pesanannya tadi.

" Baik mbak, " pelayan membawa kembali pesanan Zahra untuk di bungkus.

Zahra mengeluarkan bekal makannya.

" Kenapa di bungkus? " tanya Rey lagi.

" Bapak kan lihat saya bawa makanan, makanan ini sudah dimasak dari tadi pagi kalau tidak dimakan siang ini nanti basi, yang di pesan tadi kan baru di masak jadi bisa dimakan nanti. bapak mau terus berdebat apa mau makan?? katanya tadi lapar?" tanya Zahra.

" Berdebat dengan kamu ini percuma dasar keras kepala." ucap Rey lagi

Zahra tak memperdulikan perkataan Rey yang barusan, ia membuka tutup tempat makannya, Rey tertawa melihat bekal makanan Zahra.

" Kenapa bapak tertawa??" tanya zahra kesal.

" semua orang juga pasti akan tertawa bila melihat bekal makanan mu Ra, udah macam bekal anak Tk hahaha... "

Zahra melihat kearah makananya, ia menitikkan air mata.

" Zahra kamu kenapa? " Rey berhenti tertawa melihat Zahra yang menangis.

" Aku inget mama, mama selalu buatkan aku bekal seperti ini, meski sekarang aku udah besar, mama masih saja menganggapku seperti anak tk, dan aku tidak pernah mempersoalkan nya karna dulu aku yang selalu minta dibuatkan seperti ini, "

" Memanggnya mama kamu dimana? "

" Mama di Rumah Sakit. mungkin bibik tahu dari kemarin aku gak tentu makan makanya hari ini bibik buatkan bekal yang sama seperti buatan mama hiks... hiks.... " kini airmatanya tak dapat di bendung lagi.

" Udah Ra kamu jangan nangis, aku da gak punya sapu tangan lagi nih, yang tadi kan belum kamu kembalikan? "

Zahra melihat Rey, dan menghapus air matanya sendiri.

" Yuk kita makan? ajak Rey lembut.

Mereka makan, tapa berkata kata hanya dentingan sendok yang terdengar. Rey makan sambil melihat Zahra makan yang masih menangis mengingat mamanya.

" Zahra ingin rasanya aku memelukmu untuk menenangkan dirimu, tetapi itu tidak mungkin. Jika kau gadis yang berpenampilan biasa tidak berhijab pasti aku akan menarikmu dalam pelukanku. tidak ku biarkan kau menangis seperti ini." batin Rey.

setelah selesai makan mereka pergi dari restoran tak lupa Zahra membawa tiga bungkus makanan yang di pesannya tadi.

" Apa kita kembali ke danau lagi pak? " tanya zahra.

" Tidak kita lanjutkan di kantor aja. " Rey tetap fokus menyetir.

" Pak kita singgah ke Masjid depan ya pak!! udah masuk waktu zuhur. "

Rey memarkirkan mobilnya di halaman masjid, Zahra turun dari mobil sedangkan Rey masih duduk di mobil memainkan ponselnya.

" Bapak tidak turun?? " tanya Zahra.

" Tidak, " jawab Rey singkat.

" kenapa dia tidak sholat ya, kan gak mungkin dia datang bulan, ah sudahlah." batin zahra ia berjalan sambil membawa mukena yang selalu ia bawa dalam tasnya dan dua bungkus makanan yang di pesan dari restoran tadi.

Rey melihat zahra berjalan, di teras masjid Zahra berbicara dengan seorang bapak paruh baya. Rey membuka sedikit kaca jendela mobil, ia ingin tahu percakapan Zahra dengan bapak itu, kebetulan jarak parkir mobil dengan teras tidak jauh.

" Assalamu'alaikum pak" sapa Zahra pada bapak yang ternyata penjaga masjid.

" Wa'alaikumsalam, neng Zahra ya? anaknya bapak Arman kan? " tanya si bapak.

" Iya pak" zahra tersenyum.

" Udah lama gak kemari neng? ikut pak Arman?"

" Iya pak Zahra emang udah jarang ikut papa"

"Oh,,, nengnya dari mana ni? "

" Tadi ada kerjaan kantor pak, jadi pas lewat sini udah waktu zuhur makanya singgah pak mau sholat dulu baru kembali ke kantor. "

" Oh ya udah neng silahkan!! "

" Pak ini Zahra ada sedikit makanan untuk bapak, di terima ya pak!"

" Alhamdulillah, makasih ya neng., semoga nengnya murah rezeki dan semoga semua doa neng di kabulkan Allah"

" Aamiin, Zahra masuk dulu ya pak? " pamit Zahra

"Iya neng, bapak juga mau pulang" jawab bapak tersenyum pada Zahra.

zahra masuk kedalam masjid sedangkan si bapak pergi setelah menerima dua bungkus makanan dari Zahra.

Rey mendengar semua percakapan Zahra dan bapak penjaga masjid itu.

" Ternyata ini alasannya mengapa Zahra meminta aku mentraktir karyawan satu kantor, Zahra sudah terbiasa berbagi pada orang lain. Sungguh mulia hatinya wanita yang benar benar sempurna tidak seperti ku yang tak pernah menganggap orang lain ada, kami berdua sangat bertolak belakang." Rey berbicara pada diri nya sendiri nafasnya kembali terasa berat, dia mengingat kembali kejadian 19 tahun lalu dimana ia harus kehilangan mamanya, membuat Rey sekarang tidak percaya dengan yang Maha Pencipta. Ia marah padahal Rey kecil adalah anak yang baik penurut dan taat agama tetapi Allah malah merenggut orang yang paling dia sayangi.

" Mama Rey rindu sama mama " ucap Rey, tak sadar butiran bening miliknya sudah di sudut matanya, segera dihapusnya. Rey paling tak suka dengan tangisan, selama ini hampir tak pernah lagi dia menangis, dia tidak ingin menjadi orang yang Lemah itulah yang menjadikan Rey sekarang selalu bersifat kasar, berhati dingin dan tak punya rasa empati pada orang lain.

**** Zahra selesai sholat, ia kembali ke mobil. Zahra melihat Rey hanya diam saja. setelah Zahra memasang seat belt Rey menjalankan mobil menuju kantor.

Di parkiran kantor mereka turun bersama, sebelum masuk ke dalam kantor Zahra berjalan menuju abang parkir, dia memberikan sebungkus makanan lagi kepada tukang parkir itu.

Di pos dekat pintu kantor seperti biasa Zahra menyapa satpam yang bertugas. Rey melihat semua apa yang di lakukan Zahra membuat dirinya semakin kagum kepada Zahra, gadis yang bukan hanya cantik, tetapi mempunyai banyak kebaikan dalam dirinya, tidak memandang orang lain dari kasta jabatan atau pun harta. Kini Rey sudah benar benar mencintai Zahra hanya saja rasa cintanya itu masih tertutup rapat oleh keegoisan dan keangkuhannya.

.

1
Amjumijum
di tunggu kelanjutan nya kak😍
Sofhia Aina
Salam.....hai thor ape cerita nie da habis kok Upnya lama amat da berthn² nie nunggu LANJUTANnya.......
Mukmini Salasiyanti
Assalamu'alaikum
mampir ya thor
Dedlik Lik
lanjut donk
Ria Astrid Hardiana
lanjut thor
Ria Astrid Hardiana
menarik
elyn mawarni
bagus banget, lanjut thor
Ika Ikha
bagus
Romadhoni Indra5758
bos sok2an pengen nonjok mukanya si rey
Yati Nurjati
Rey cepat tembak Zahranya biar Zahra ga sama Fery.
Yati Nurjati
Luar biasa
Al Rafiqi
kash donk kla jutany
Al Rafiqi
kk kelanjutan y mn
Mirza Yulia Hidayah
Lanjut kak
Metapurnama Sari06
karyanya bagus sekali senang dech bacanya
Wina Kusuma
lanjut dong Thor...lama bgt.
Wina Kusuma
ceritanya bgs banget
Rachmadinnar
staun pas ni thor ptus gtu z crtanya pdhl bgus alurnya crtany.
Kanza Nia
up dong tor cerita y lagi seru bgt
Beby Rhinoz
ayo dong,.
up lg,...
kog lm bgt sih,..
ada lanjutannya g sih,....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!