Belum selesai Revisi
Bagaimana rasanya jika dijodohkan dengan orang yang tidak kita Cintai? Bisakah Kita menerima perjodohan dengan menunggu kepastian masa lalu yang menghilang tanpa kabar?
Siapakah yang akan Muti pilih? Renald atau Rizky?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tufa_hans, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Jangan tinggalkan aku
Renald yang hatinya kacau balau karna berusaha melupakan Muti, kini duduk termenung sendiri di sebuah kursi taman yang biasa ia dan Muti kunjungi, dan tempat mereka bermain dan bersenda gurau, bayangan Muti se akan-akan menari-nari di otaknya, Renald termenung se olah-olah melihat bayangan dirinya dg Muti yang sedang kejar kejaran di taman itu.
"Kak Renald tangkap aku." Ucap Muti melambaikan tangannya pada Renald, Renald yang gemas dg tingkah Muti, akhirnya Renald mengejarnya dan menangkap Muti, Muti tertawa lepas setelah di tangkap oleh Renald, lalu Renald mengangkat tubuh Mungil Muti sambil berputar-putar, Muti tertawa lepas sambil merentangkan kedua tangannya.
Begitulah bayangan-bayangan Muti yg selalu hadir dalam memory Renald.
"Arghhhh......."
"Kenapa sesulit ini melupakanmu Muti? kenapa aku nggak bisa melupakanmu kenapa?" Renald berteriak.
"Semakin aku mencoba untuk membuangmu dari ingatanku, kenapa seolah-olah kau menari-nari dlm ingatanku."
"Aku lemah Muti, aku rapuh tanpamu."
Setelah puas berterik-teriak, kini Renald melajukan mobilnya dg kecepatan tinggi, Renald pergi ke sebuah Bar untuk menenangkan pikirannya, namun di tengah jalan Yunda melihat mobil Renald yg melaju kencang, karna khawatir, Yunda mengikuti Renald dan melajukan mobilnya dg kecepatan tinggi juga.
Setelah sampai di sebuah Bar, Renald turun dari mobilnya, dan masuk ke dalam, sedangkan Yunda hanya memperhatikan Renald dari kejauhan, karna takut ketahuan Renald kalau ia mengikutinya.
Setelah beberapa jam menunggu, Yunda jadi khawatir karna Renald sudah sangat lama di dalam, akhirnya Yunda memutuskan untuk melihat apa yang di lakukan Renald di dalam.
Sesampainya di depan pintu masuk, matanya langsung menangkap se sosok laki-laki yang sedang mabuk, dia adalah Renald, Renald minum sambil tertawa dan menangis sambil ngoceh ngoceh nggak jelas, karna nggak tega,Yunda membopongnya dan sesekali terjatuh karna tidak kuat menahan tubuh Renald yg berat.
"Muti, kau datang padaku?" Renald menatap Yunda sambil tersenyum lembut, karna mabuk, Renald berpikir Yunda adalah Muti.
"Aku mencintaimu Muti, aku mohon jangan tinggalkan aku, aku tidak bisa hidup tanpamu, hatiku sakit saat kau bersama orang lain, jangan tinggalkan aku lagi Muti, Jangan tinggalkan aku...." Renald menangis sambil memeluk Yunda dari samping yg sedang duduk di kursi kemudi, lalu tertidur di dalam mobil setelah lelah menangis.
Yunda membopong tubuh Renald ke mobil Yunda sendiri,dan menitipkan mobil Renald di Bar tersebut, lalu Yunda mengambil dompet Renald untuk mencari tau alamat mansionnya.
Setelah beberapa menit berlalu, kini mobil Yunda telah sampai di mansion milik Renald, Yunda lalu menyalakan klakson mobilnya, tapi karna merasa asing dg mobil Yunda, ke amanan di Mansion Renald tidak membukakan pintu pagar mansion, lalu Yunda keluar dari dalam mobil untuk memberitahukan kalau majikan mereka sedang mabuk.
Setelah petugas ke amanan melihat tuannya di dalam mobil Yunda, mereka membiarkan mobil Yunda memasuki halaman Mansion milik Renald.
Lalu mereka membopong tubuh Renald, dan membawanya ke kamar utama yg biasa Renald tempati.
Setelah petugas di mansion Renald membawa Renald masuk ke dalam, Yunda memutar balik mobilnya dan pergi meninggalkan mansion Renald.
"Andaikan aku yang kau cintai sampai seperti itu ka', pasti aku akan menjadi orang yang paling bahagia di dunia ini, aku akan selalu berusaha menjauhkanmu dari Muti, karna kau hanya di ciptakan untukku, buktinya, sekarang Muti sudah menikah dg orang lain, dan aku semakin yakin kalau kau hanya untukku, hanya untukku ka', bukan untuk Muti, ataupun orang lain."
"Hah...." Yunda menghela nafas sambil mengemudi mobilnya, "Jika saja kau bisa mencintaiku sama seperti kau mencintai Muti, aku akan berjanji padamu ka', aku tak akan menyia nyiakanmu, dan tak akan membiarkanmu pergi jauh dariku."
"Kenapa harus Muti yang kau cintai ka'? kenapa bukan aku? aku sakit melihatmu begitu ka'... kenapa kau tak pernah memandangku lebih dari sekedar sahabat orang yang kau cintai."
"Aku selalu berusaha menjadi yang terbaik untukmu dg menjadi sahabatmu, tapi apa? Kau tak pernah memandangku sedikitpun."
"Arghhhhh....." Yunda berteriak sambil menangis di dalam mobilnya.
🍁🍁🍁🍁🍁
Bersambung...
sukses
semngat
mksh
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu, searchnya pakek tanda kurung biar gak melenceng yaa