YOSHIDA HANA.Gadis 25 tahun , seorang cucu angkat dari seorang pemimpin mafia.
Gadis cantik dan kaya raya dengan berbagai bisnis dan berkemampuan khusus.
Hidupnya hancur dan bahkan menjadi pelakor. Kisah itu berawal dari masa lalunya yang memalukan.Hana diperkosa saat usia remaja dan selang beberapa tahun kemudian , Hana dijadikan budak seks oleh pamannya sendiri sampai Hana hamil dan terpaksa harus menikahinya.
Kisah yang berawal dari dendam dan berakhir menjadi cinta yang sulit untuk diuraikan.
Kecelakaan kedua orangtuanya semakin menambah pilunya nasib hidupnya.
Ini adalah novel pertamaku.Selamat membaca dan terimakasih.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nahya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ep. 15 Ke salon dengan si kumbang.
Setelah makan malam selesai ,Hana bergegas keluar ,tepatnya menuju halaman depan, tempat dua orang tadi dalam keadaan terikat.
"Selamat malam semua." Hana menyapa para penjaga .Mereka dengan serentak menyapa nonanya.
Kedua orang tadi sudah terlihat pucat pasi. Duduk terikat dengan mulut di tutup plaster. Dengan puluhan pengawal mengelilinginya.
Tiada siapa yang tahu apa yang akan terjadi pada mereka. Posisi Rumah yang terletak di area perkebunan dan dikelilingi tembok keliling setinggi lebih dari 3 meter . Pintu gerbangpun dibuat tertutup semua. Tidak lupa puluhan CCTV melengkapi Kediaman Ronald dari para penyusup.
Hana berjongkok dan menjambak salah satu rambut orang tersebut.
"Katakan dengan jujur, jika kalian masih sayang nyawa keluarga kalian." Hana tersenyum devil.
"Aku , tidak akan menyakiti jika tidak disakiti. Jadi jangan cuba-cuba untuk berbohong. Jika tidak,kamu tahu jawabannya."
Sementara yang lain hanya melihat pemandangan itu dari kejauhan.
"Anak sama bapak sama persis." Kakek berguman namun masih terdengar oleh mereka.
Dengan mata terpejam Hana memusatkan pikirannya. Lalu mengangkat tangannya. Dan hanya dengan satu kedipan, dua orang itu terpental jauh. Tiba-tiba tubuh mereka melayang dan membentur dinding dengan kerasnya. Mereka mengerang dan menjerit ,memegangi leher mereka masing-masing. Terdengar dengan jelas bunyi sesuatu yang retak dari mereka berdua.
"Krakkkkk krakkkkk."
"Ampun nona,ampun."
Hana berdiri mematung bersamaan jatuhnya tubuh mereka.
"Anggaplah aku hanya mencubitmu. Kalau kurang puas kusuruh temanku mencabikmu."
Hana menghajar habis-habisan kedua orang tersebut, mereka sudah menjadi mata- mata beberapa hari terakhir,sebelum kedua orangtuanya meninggal. Dan akhirnya mereka jujur dengan siapa mereka bekerja.
Mereka melihat secara langsung bagaimana nonanya menjadi sosok yang menakutkan.
➡️➡️➡️➡️
Pagi yang kelabu, sunyi dan sepi.
Hana baru saja berziarah dari makam kedua orangtuanya. Kakek, Uncle dan kedua kakaknya sudah pulang ke tempat masing-masing. Sekarang tinggallah Hana seorang diri, bersama para pengawal dan para pelayan.
"Maaf non, sarapannya dah siap. " Bu Ros memanggil Hana yang sedang bekerja dengan laptopnya di gazebo samping rumah.
"Ia bu saya segera datang?"Jawab Hana sambil membereskan pekerjaannya.
Sekitar 10 menit Hana sudah selesai, lalu bergegas berganti pakaian. Hari ini Hana akan ke berkunjung ke salon untuk mengurus semua urusan yang sempat terbengkalai.
Hana duduk, menikmati roti panggang dan segelas kopi susu. Ada juga beberapa topping kegemarannya.
"Oya Bu,nanti siang tidak perlu masak untuk Hana. Ibu masaklah untuk kalian semua saja. Sebab saya mau pergi ke apartemen nanti siang. "Perintah Hana kepada Bu Ros.
"Matikan semua sambungan telepon dan tetap stanby dengan HP kalian! " Perintahnya lagi.
"Baiklah, non. " Jawab Bu Ros.
"Hana,pamit dulu Bu. "
"Silahkan non, hati-hati. " Mengingatkan Hana agar awas dan hati-hati.
Dengan telaten membereskan meja makan dan merapikan dapur.
Hana keluar dan menuju garasi. Setelah meminta kunci mobil dari Pak Restu,suami Bu Ros,kepala pelayan di kediaman Ronald.
Mereka sudah bekerja lama dengan almarhum papanya Hana.
TIT
Sebuah ruangan terbuka dengan sensor ,Hana memasuki garasi bawah tanah,tempat berkumpulnya koleksi rahasia keluarga Monaga. Terutama milik Hana dan almarhum papanya.
Pilihannya hari ini jatuh kepada Si Sport Hitam Metalik alias Si Kumbang. Hana membuka kain penutup yang selama ini selalu menutupinya. Ia sangat jarang membawanya jalan-jalan dan memang lebih sering terbungkus rapi.
Selain tampilannya yang memukau, menyilaukan mata, ia juga mematikan.Kerap memakan korban. Meski dirampok, diletakkan disembarang tempat atau dijual sekalipun, ia akan kembali dengan sendirinya. Sudah 7 nyawa menjadi korban dan sudah beberapa kali sengaja dijual oleh pemilik asal, tetapi ia akan kembali lagi. Dimana Hana berada, ia juga akan dekat dan datang dengan sendirinya menemui Hana. Akal normal manusia tak mampu untuk memikirkannya. Seperti sebuah magic, ia aneh tapi nyata adanya.
Hana mendapatkan Si Kumbang dari seorang pengusaha sekaligus pimpinan mafia The eagle. Mr Smith. Sahabat sang kakek. Beliau memberikannya secara percuma kepada Hana, karena Si Kumbang selalu mengikuti Hana. Beliau yang tidak percaya akan hal ghoib, menjadi tertantang kenapa mobilnya selalu terparkir, dirumah Hana.
Sementara Hana sendiri acuh saja. Dan ia selalu mengikuti Hana pergi. Aneh, tetapi awalnya memang seperti itu, akhirnya Hana membuka mata batin Mr. Smith untuk sebentar dan memperlihatkan siapa yang menghuni mobil kesayangannya. Sampai akhirnya beliau menyerahkan Si Kumbang kepada Hana. Karena takut nanti akan mencelakai keluarganya.
Jadilah Si Kumbang teman Hana yang cantik dan menyeramkan.
"Temani aku jalan-jalan dan bersikaplah dengan baik dan sopan! " Hana berkata kepada Si Kumbang seraya meletakkan sebuket bunga mawar hitam di kursi samping kemudi.
Kursi itu terlarang untuk siapapun. Suara deru mobil menggema ruangan itu, Hana menekan tombol pintu keluar dan Si Kumbang siap membelah jalanan.
Sekitar 1 jam perjalanan dari kediaman Ronald ke salon HAN. Selama itu pula pikiran Hana bercabang kemana-mana. Hidupnya seakan roller coaster. Baru saja beberapa minggu kemarin, dirinya berselisih paham dengan kedua orangtuanya namun disaat mereka dah baikan, Tuhan memberi cobaan baru dengan berpisahnya mereka untuk selamanya.
Tak terasa mobil sudah memasuki halaman salon. Hana memarkirkan Si Kumbang dengan hati-hati.
"Pagi semua. " Sapa Hana kepada para pekerja dan pelanggan yang sudah antri dari tadi.
"Pagi Bos" Aling, Ailin dan Jessica serempak.
"Pagi mbk." Para pelanggan menyapa Hana.
"Kami turut berdukacita, Bos. " Aling mewakili mereka.
"Iya terima kasih banyak semua. " Hana menjawab dengan lembut.
"Silahkan dibuat senyaman mungkin ya,moga betah di salon saya. " Hana berbincang sebentar kepada pelanggan dan berbisik kepada Aling.
"Kalau pekerjaanmu sudah selesai datanglah ke ruanganku! " Kata-kata Hana lembut namun tegas. Menatap tajam manik mata Aling.
"Siap Bos. " Aling menjawab sambil mengangguk.
RUANGAN KERJA JOSEE MONAGA (YOSHIDA HANA)
Sebentar lagi Hana akan meninggalkan tempat ini, meninggalkan sahabatnya, dan meninggalkan para pegawainya. Hana berencana menyerahkan salon ini untuk Aling kelola. Ia tidak kuatir sedikitpun karena Hana yakin Aling adalah orang yang dapat dipercaya. Sementara ia akan menyuruh Aling tinggal di apartemennya agar dia tidak perlu lagi ngontrak atau kos bulanan ditempat yang kurang layak.
Hana memutuskan untuk tinggal bersama sang kakek tercinta. Sekaligus melupakan semua kenangan pahit yang ada. Kematian kedua orangtuanya adalah sebab utama, ia harus segera pindah.Bukan hanya kematian yang tiba-tiba, tapi dirinya yakin ada seseorang dibalik itu semua.
Dan Hana sedang berusaha keras memecahkan teka-teki tersebut. Hana tidak ingin menimbulkan kecurigaan, sehingga dia beracting sebaik mungkin. Seolah olah dirinya dah melupakan jika papa mamanya meninggal secara tak wajar.
Bunyi ketokan membuyarkan lamunannya.
TOK
TOK
TOK
"Masuk!"
"Maaf Bos ,apakah ada yang bisa saya bantu? " Aling bertanya dengan lembut kepada Hana.
"Duduklah, ada sesuatu yang ingin aku bicarakan ." Hana menyuruh Aling duduk bersama di sofa.
Beberapa saat suasana nampak hening. Hana menatap Aling lembut. Menghela nafas panjang, dan.
" Kedepannya jaga dan kelola dengan baik usaha ini. Meski kecil tapi moga bermanfaat untuk banyak orang. " Hana memulai.
"Aku akan kembali ke Jepang tak lama lagi. " Hana menambahkan.
Aling masih diam mendengarkan dengan baik apa yang akan Hana lanjutkan.
" Oh ya pindahlah ke apartemenku, sayang kalo tidak ditempati !" Hana menyuruh Aling pindah ke apartemennya. Daripada ngontrak atau kos ditempat yang kurang layak.
"Tapi Bos kenapa saya bos? " Aling bertanya sambil menunduk. Ia takut Hana akan murka.
"Karena aku percaya." Dengan singkat Hana menjawab.
"Tapi bos,saya tidak punya uang untuk membayar sewa apartemen." Lagi-lagi Aling mengutarakan isi hatinya.
"Hahahahaha dasar bodoh. "
"Dengar baik-baik dan tidak ada siaran ulang, ngerti! "
" Semua gratis alias free paham." Hana pura-pura serius. Ia tahu Aling lagi menangis haru.
"Bos ,aku." Aling terhenti dengan ucapan Hana.
"Dengan terima kasih ,itu sudah lebih dari cukup untukku." Itulah ucapan Hana.
"Terimakasih banyak bos. " Berhambur memeluk Hana. Yang dipeluk tersenyum hangat.
"Sudah sudah lanjutkan pekerjaanmu. " Perintah Hana.
"Jangan lupa cuci mukamu tu, kusut sekali. " Hana menambahkan.
Aling memberi hormat dan meninggalkan ruangan Hana dengan hati berbunga,penuh kebahagiaan.
Sementara Hana menghubungi seseorang yang jauh di negeri seberang.
"Halo ."
"Hai Han,pa kabar? jadi kapan nih sampainya? "
"Hmmmmmm tunggu dulu. "
"Aku turut berduka cita atas meninggalnya papa dan mamamu,Han."
"Hmmmmm. "
"Jangan kuatir semua akan baik-baik saja Han."
"Ya."
"See you then dear. "
TIT
Hana langsung memutus sambungan telepon dan melemparnya asal.
Duduk di kursi kerjanya sambil memandang photo keluarga. Hana diapit kedua kakak dan kedua orangtuanya. Tak terasa air matanya mengalir bercucuran tanpa bisa dibendung.
"Aku pasti akan menemukan pembunuh kalian. " Dengan berderai air mata, Hana mengelus lembut photo tersebut.
Tuhan berikanlah hamba petunjuk Mu.
sukses
semangat
mksh
salam dari Cinta Satu Malam Ceo 🤗
mampir juga ya ke karya aku ( Ayah dari calon anak sambungku )
Terimakasih 🙏