NovelToon NovelToon
Pengantin Pengganti

Pengantin Pengganti

Status: tamat
Genre:Komedi / Contest / Pengantin Pengganti Konglomerat / Tamat
Popularitas:326.1k
Nilai: 5
Nama Author: Rhiy Navya

Sekuel Dinikahi Konglomerat Sejagat!
Biar terasa greget baca dulu novel tersebut, baru maraton ke sini.

Devin terpaksa menikahi anak dari asisten pribadi orangtuanya, karena calon istrinya kabur di hari pernikahannya.

Perintah dari Argan selaku orangtua, tidak dapat dia tolak. Terpaksa menerima pengantin pengganti, meski dia tidak mempunyai perasaan apapun.

Akankah Devin bisa membangun cinta, bersama Tasya yang super cuek? Atau justru Tasya yang sulit membangun cinta, pada Devin yang dingin nan arogan?

Simak kisahnya hanya di sini!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rhiy Navya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Satu Kamar Berdua

Pria yang mengambil gambar Devin tadi, merasa gembira. Dia sungguh senang, karena mempunyai rencana.

"Aku akan memanfaatkan foto Devin bersama dengan perempuan ini hahah." Pria itu tertawa lepas.

Dia meneruskan kalimatnya. "Aku akan bilang ke publik, bahwa pernikahan dia gagal dengan Clara. Tunangannya kabur, karena mengetahui dia yang berselingkuh dengan perempuan di foto ini." Ucapnya.

Sore harinya, Tasya dan Devin sudah kembali bersama. Mereka terkejut dengan seisi rumah, penuh dengan balon berbentuk love love.

"Apa Mama dan Papa berubah menjadi ABG lagi?" Tanya Devin.

"Mungkin saja tuan, lihatlah dekorasi alai ini." Jawab Tasya.

"Berani-beraninya kalian membicarakan yang jelek, tentang kami." Sahut Argan.

"Eh Papa, bukan seperti itu maksudnya." Jawab Tasya.

"Lalu apalagi maksud kalian?" Tanya Argan.

"Maksud kami, untuk apa dekorasi ini disiapkan." Jawab Devin.

"Ini disiapkan untuk makan malam kalian berdua. Mama dan Papa sengaja, karena kalian sebentar lagi akan menggelar resepsi pernikahan." Ucap Argan.

"Hah, bukankah ini pernikahan rahasia." Jawab Tasya.

"Kamu sebentar lagi lulus, Papa tahu itu. Kamu tiga bulan lagi ujian 'kan?" Tanya Argan.

"Iya Pa, tapi aku dan Devin juga akan berpisah." Jawab Tasya.

"Mama dan Papa kamu melarang kalian berpisah. Kalau hanya tentang perasaan, itu bukan alasan yang kuat untuk berpisah." Ucap Nadin.

"Mama, kami 'kan terpaksa menikah demi menutupi Clara yang kabur." Jawab Tasya.

"Mama mengerti, apa kamu berpikir Mama dan Papa Argan menikah karena cinta." Ucap Nadin.

"Sepertinya iya." Jawab Tasya.

"Kamu salah besar, tidak seperti itu yang sebenarnya." Ucap Argan.

"Papa tidak berbohong 'kan." Sahut Devin.

Argan menceritakan yang sebenarnya, awalnya juga dari berniat menjadikan Nadin sebagai permainan. Lembaran kertas menjadi perjanjian di antara mereka. Sama-sama tidak mau mengakui, perasaan masing-masing. Mereka bagaikan manusia munafik, pada saat itu. Tapi, bukankah cinta tidak membutuhkan penjelasan. Pertolongan yang Argan berikan, malah tumbuh menjadi cinta.

'Oh, ternyata mereka juga awalnya tidak ada perasaan apapun.' Batin Tasya.

Tasya berjalan bersama Devin, mereka duduk di kursi. Ada makanan lezat di sana, benar-benar romantis suasananya.

"Kami tinggal dulu iya." Ujar Argan.

"Iya Pa." Jawab Tasya.

Argan menggandeng tangan Nadin, mereka mengintip dari balik tembok pembatas.

"Ayo dong bicara, jangan diam-diaman." Argan bersemangat, sampai menepuk tembok.

"Sungguh payah, seperti kita dulu." Jawab Nadin. Dia teringat masa mudanya dengan Argan.

Tasya menusuk daging yang ada di piring. Dia memakannya duluan, tidak menghiraukan Devin yang sibuk dengan ponselnya.

"Sya, kamu makan saja. Aku mau segera mandi." Ucap Devin.

"Iya, tidak masalah." Jawab Tasya acuh.

Devin segera beranjak dari duduknya, dia masuk ke kamar Tasya. Devin tahu, bahwa barangnya sudah dipindahkan.

Argan menghentakkan kakinya ke lantai. Dia merasa kesal, karena Devin malah pergi meninggalkan Tasya.

"Aduh, kenapa harus gagal sih." Gerutu Argan.

"Masih banyak waktu, jangan seperti anak kecil." Jawab Nadin, sambil tertawa kecil.

Tasya menyudahi makannya, lalu meneguk air putih di dalam gelas. Tasya memandang balon-balon love, dia segera mengambil spidol lalu menggambar bibir cemberut. Tasya juga menuliskan bacaan pria kaku berwajah es.

"Dasar menyebalkan, kenapa harus membuat aku seperti ketimun bungkuk." Gerutu Tasya.

Dia menjadi rindu dengan Elina, biasanya mereka suka bercerita bersama. Tapi, sekarang Elina menghilang. Tidak ada satupun yang mengetahui Elina kemana.

Devin keluar dari kamar mandi, bersamaan dengan Tasya yang masuk ke dalam kamar. Dia memegangi balon, lalu meletakkannya di atas ranjang tidur.

"Tasya, kenapa kamar kamu berantakan." Ledek Devin.

"Kalau hanya menumpang, jangan terlalu banyak protes." Sindir Tasya.

"Ini rumah orangtuaku, siapa bilang aku menumpang." Ujar Devin.

"Ini rumah mertuaku, siapa bilang kamu berhak menguasai sendiri." Jawab Tasya, tak mau kalah.

Dia segera masuk ke dalam kamar mandi, sambil membawa handuk. Tasya menyiram tubuhnya, yang sudah merasa lengket dengan keringat.

"Aduh, aku lupa bawa baju ganti. Ini semua karena tuan Devin, dia mengajakku berdebat. Dia telah membuat pikiranku lupa." Monolog Tasya.

Tasya segera melilitkan handuk ke tubuhnya, membuka pintu kamar dengan kepala saja yang muncul. Dia memperhatikan Devin, yang sedang fokus dengan buku kuliahnya.

Tasya segera keluar dari kamar mandi, Devin masih fokus membaca buku. Tasya secepat mungkin membuka lemari baju.

'Sepertinya, hari-hari memang sial karena bersama dia. Iya aku ingat, sejak menjadi pengantin pengganti.' Batin Tasya.

Devin melihat ke arah Tasya. Dia sedang sibuk memilih baju ganti. Tasya menoleh ke belakang, ternyata Devin sedang memandanginya.

"Ngapain tuan Devin lihat-lihat?" Tanya Tasya.

Dia menyilang kan tangannya di dada.

"Kamu jangan merasa percaya diri tingkat langit. Aku juga tidak sudi, menyentuh tubuhmu." Jawab Devin ketus.

Tasya menirukan ucapan Devin yang memarahinya. Devin melihat Tasya seperti anak kecil.

"Bocah kecut, apa maksudmu ini?" Devin mengambil balon yang dicoret-coret Tasya.

"Itu urusanku." Jawab Tasya.

"Kamu menghina aku 'kan?" Tanya Devin.

"Kalau kamu merasa gitu, aku iya saja." Jawab Tasya, sambil tersenyum.

Dia hendak berjalan menuju ruang ganti baju. Devin malah menarik lengannya. Handuk Tasya hampir saja melorot.

"Dasar kurang ajar." Pekik Tasya.

"Berisik kamu, sudah ngalahin mercon." Jawab Devin.

Tasya membenarkan handuknya, lalu menghempaskan lengan Devin. Dia segera berlari menuju ruang ganti. Setelah selesai, dia baru keluar. Tasya sengaja berkacak pinggang di depan suaminya itu.

"Kenapa sibuk sekali tadi, seolah ada hal gawat darurat." Ujar Tasya.

"Memang ada hal gawat darurat. Semua laporan kamu berantakan, sejak kamu menjadi pengantin pengganti." Jawab Devin jujur.

"Apanya yang berantakan, tugas asisten hanya belajar. Biarkan CEO yang bergerak untuk menyelesaikan. Dia 'kan yang paling berkuasa dan juga pria hebat." Ujar Tasya.

"Kamu berani melawan ku." Jawab Devin menantang.

"Sepertinya, harus ada yang berhati-hati dengan Tasya. Karena momen saat melompat ketakutan, hanya melihat cacing karet aku abadikan di dalam ponselku." Ucap Tasya, sambil tersenyum lebar.

"Kamu memang benar-benar, mulai tambah parah iya." Jawab Devin, dengan raut wajah kesal.

"Salah sendiri menindas ku dengan ancaman." Ucap Tasya.

Devin segera kembali ke posisi duduknya, dia berpikir cara untuk menghapus rekaman video di ponsel Tasya.

'Aha aku punya ide, aku tunggu sampai dia tidur saja.' Batin Devin.

Tasya merasa lega, karena posisi terancam berpindah pada Devin. Giliran Tasya yang akan menindas Devin. Dia mengerjai si Devin, sengaja mengemil di depannya.

"Ummh enak sekali, pilus Garuda ini." Tasya memamerkan, sambil terus mengunyah makanan renyah tersebut.

Devin fokus pada laptop, terpaksa memperbaiki semua laporan Tasya yang salah.

1
De'Ran7
ngapain buat orang nangis..kek kurang kerjaan aja dah nih orang
De'Ran7
dih udah baik di gantiin..kalo gak yg malu banget kan situ ya.wkwk dikhianati udah gitu pengantinnya lari lagi sama sahabatnya
De'Ran7
hm..lucu sekali ya itu kata²(maaf)..pasti sakit banget dah tuh n malu jga sama orang yg undang
De'Ran7
ini mah udah keliatan kaleus kalo dia cewek gk bener..mudah dirayu
Amanah Amanah
lanjut ahh..
Amanah Amanah
Yana minta adiiik😄😄
Amanah Amanah
satu kawan satu musuh ya...
Amanah Amanah
singkat padat dn jesusu ya thooor
Amanah Amanah
ooooh ..gitu ya...Rumi bls dendam
Amanah Amanah
aneh ah ...Heru dn argan Kya g pernh menghdpi mslh yg lebih besar dri ini,jln pkirannya g mennjukn klo dia seorng yg konglomerat😏😏
Amanah Amanah
msa orng Kya g bisa menyelesaikan mslh Kya gini,g nyruh orng2 utk mnyeldikinya gitu
Amanah Amanah
kenapa sikap Heru sama argan jdi ksar si thooor secara dia itu kndlu asistennya argan,dan ada apa dg Rumi ya ...koq dia dendam SMA Tasya dn devan
Amanah Amanah
siapa ya...dalng di balik semua ini apa dia rumi atau Ferdian?
Amanah Amanah
iiiiih Smpe segitunya ya Ruby...itu kriminal,g mkir nnti dia mendekam di oenjara
Amanah Amanah
sabaaar hdpi ujian dg kepla dingin sya
Amanah Amanah
Tasya si nangis knpa thooor?
Amanah Amanah
kembali ke pelakor2 GJ
Amanah Amanah
ngebalas pesn dri kampus koq SMA mm nya yg nelpon g di bls ya...?
Amanah Amanah
begitulah klo g nrut swami,menyesl setelah kejdian yg menimpanya,semoga Tasya segera di temukn
Amanah Amanah
duuuuh tuh dokter lgi pdkt ya....SMA rubis,sayang jga si dr. tmpn,baik HTI hrus Deket dengn ult kket mcm rubis
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!