Bijaklah dalam memilih bacaan
azizah fatimah azzahro gadis dekil dari 10 bersaudara.hidupnya yang serba kekurangan tak membuat keceriaan dan semangatnya berkurang.Hidup susah sepertinya sudah melekat di kehidupannya.
zizah yang masih sekolah mampukah menghadapi kelakuan sableng evan pengusaha kaya namun hobinya menjelajahi wanita cantik.
Bagaimanakah kisah hidup dan percintaan seorang azizah antara ran dan evan
apakah ia akan mendapatkan seorang kekasih hati yang tidak melihat dari wajah dan kekayaan?
maaf ya baru pertama kali bikin novel jadi bahasanya sedikit kaku.tapi semoga kalian menyukainya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Muslimah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
part 14
Evan mengacak ngacak semua buku yang berada dimeja kantor.masih terngiang di telinga permintaan ibu dewi untuk menikahi pembantu burik itu
"Sudah lah van kalau loe terus begini bisa hancur semua berkas penting ini"ucap rico yang membereskan kertas berserakan di lantai
" gue harus cari cara supaya gue batal nikah sama cewe burik itu apa loe punya ide?"tanya evan ke rico
Sejenak rico berpikir
"Gimana kalau loe minta bantuan sama ratih aja,pura pura dia jadi pacar loe?"
"Ide bagus...tumben otak loe pinter,yang begini nih baru gue demen"evan senyum membayangkan tubuh ratih yang bohai
"Dasar otak mesum...ingat ya bos gajih gue naikin dua kali lipat"rico menggerak gerakan alis
Evan mengacungkan jempol tanda setuju
Sementara di tempat lain zizah yang tidak bisa tidur seharian memikirkan permintaan bu dewi.
Zizah menghembuskan napas kasarnya memikirkan cara supaya bu dewi membatalkan permintaannya
Zizah tidak mau menikah di usia muda masih banyak cita cita yang belum ia wujudkan
Zizah meninggalkan sekolah tempat zizah menimba ilmu dengan mata yang bengkak karna kurang tidur menambah pucat wajah zizah
Pandangan zizah kabur tapi zizah terus melangkahkan kaki mengingat ia belum mengerjakan tugasnya memasak untuk evan
Ditengah jalan zizah sudah tidak bisa menyeimbangkan badan sementara di arah lain mobil mewah melaju dengan cepat
Dengan sisa tenaga yang ada zizah berusaha menghindar dari badan mobil melompat ke sisi jalan
" Bruk"badan zizah ambruk tersenggol badan mobil
lelaki itu langsung mengerem mobilnya mendadak,nampak terlihat dari kaca spion seorang gadis tergeletak di sisi jalan
Tanpa pikir panjang lelaki itu mendekati zizah yang menelungkup tidak sadarkan diri
Lelaki itu membalikan badan zizah ia sangat terkejut melihat wajah zizah
"Akhirnya aku menemukanmu"menarik bibir tersenyum ke arah zizah yang tidak sadarkan diri
***************
Di tengah kemegahan rumah seperti istana zizah masih pingsan selama 2 jam lamanya
Zizah mulai membuka mata pelan pelan.terlihat jelas kamar yang begitu mewah berwarna keemasan
Zizah sangat kaget melihat keberadaan seorang lelaki tampan di sisinya
" siapa kamu?"tanya zizah selidik dengan rasa takut
"Kamu tidak mengenalku?"
Zizah berusaha mengingat ngingat siapa lelaki yang ada di depannya
Tok tok suara pintu di ketuk,pelayan itu membawa bermacam macam makanan dan minuman di tambah baju lengkap dengan kerudung
"Maaf tuan ran ini pesenan tuan tadi"ucap dua orang pembantu
" letakan di sana" ran menunjuk meja dekat dengan zizah
"kalian boleh pergi " cakap ran singkat
"baik tuan" pembantu meninggalkan kamar ran
"Apa kamu sudah mengingat
nya?"
Zizah menggelengkan kepala
"Apa kamu ingat ini?" ran memperlihatkan gelang ditangannya
Zizah membulatkan mata sempurna dan menutup mulut dengan tangan
"Badruuuun"
ucap zizah tak menyangka bahwa lelaki itu ialah sahabat zizah waktu di kampung.penampilannya sangat berbeda sekali,kulit putih hidung mancung mata tajam seperti elang di tambah badan yang kekar dan tinggi
Badrun alias bettran malvino pewaris dari ran horizon group tersenyum ke arah zizah dengan rasa senang campur rindu mengenang masa masa dahulu
"Aku sangat merindukanmu" kata ran memandang mata zizah yang bulat
Zizah sangat kaget dengan ucapan ran
Ran sudah tidak bisa membendung rasa hendak memeluk zizah
Tapi zizah memundurkan badannya sambil membawa bantal yang menutupi badan
Alhasil ran hanya memeluk bantalnya sendiri.ran sedikit kecewa dan memasang muka cemberut
"Et....kita bukan muhrim apa kamu lupa?"tanya zizah mengacungkan telunjuk ke depan wajah ran
" maaf "? kata ran cengengesan
"Aku laperrr"zizah memegang perut ,cacing sudah bernyanyi riang
" makanya ayo cepetan makan,setelah itu ganti baju kotor kamu dengan baju yang udah aku siapkan"ran tersenyum hanya kepada zizah saja bila di kampus ran sangat dingin memasang muka datarnya
"Makasih"ucap zizah tersipu malu
Mereka sangat asik mengobrol mengenang masa dulu waktu smp ran dan zizah tertawa terbahak bahak. baru kali ini ran bisa tertawa lepas seperti ini lagi.
semenjak ayahnya pak william mengurus kehidupannya,ran terus disibukan dengan kegiatan belajar dan mengurus perusahaan milik ayah sehingga ran menjadi orang sukses dan pintar bisa menyelesaikan sekolah dan kuliahnya dengan cara singkat berkat gemblengan pak william
Tak terasa jam sudah menunjukan angka 11 malam.Malam ini zizah tidak bisa pulang ke rumah bu dewi karna kaki zizah masih sakit akibat kejadian tadi
"kamu tidak usah khawatir biar aku saja yang mengabari mereka,untuk dua hari kedepan kamu tidur aja di sini.Selamat tidur"ucap ran mengusap kepala zizah yang memakai kerudung
Ran tidak asing dengan keluarga wijaya karna keluarga horizon dan keluarga wijaya sudah seperti keluarga,mereka adalah teman dekat sekaligus patner kerja
Dua hari zizah berada di rumah ran.baru kali ini zizah diperlakukan seperti ratu.terbebas dari pekerjaan yang menguras tenaga
Kaki zizah sudah lumayan membaik.ran mengajak zizah jalan jalan ke pantai
Di tengah deruan ombak dan angin menyapa tubuh zizah yang mungil.
Sekali kali zizah berteriak sekencang kencangnya mengeluarkan beban hidup dalam dirinya
" aaaaaaaaa aku bebas "teriak zizah
Sedangkan dari tadi ran terus memandangi zizah yang basah kuyup terkena air laut
Ran mendekati zizah yang duduk di tengah hamparan pasir
"Zah aku mau ngomong sesuatu sama kamu" ucap ran menatap mata zizah dalam dalam
"Soal apa?" tanya zizah yang merasa grogi dengan tatapan ran
"Kamu tahu selama ini aku tidak pernah melepas gelang pemberianmu dari tanganku" ran memegang gelang pemberian zizah
"Kamu mau minta izin sama aku ya... jangan sungkan sungkan bila kamu mengganti dengan yang lebih bagus,itukan udah jelek" jawab zizah sambil cengengesan
"Aku serius"ucap ran yang terus mendekati zizah hingga hembusan napas ran terasa di muka zizah
Zizah merasa terhipnotis dengan tatapan ran ingin menjauh tapi badannya terasa kaku
"dari dulu aku sudah menyimpan rasa ini dalam dalam aku takut kamu menjauhiku"ucap ran
"Memangnya apa yang kamu rasakan" tanya zizah polos
"Aku mencintaimu"
Deg jantung zizah bergetar dengan hebat ia masih tidak percaya apa yang di katakan ran kepadanya
Ran langsung memegang pundak zizah,deburan rasa sudah tak sanggup ia tahan.pelan pelan ran mendekati bibir zizah
"Ha.....ha...ciih" zizah bersin menutup mulut
Sontak saja ran merasa kaget jutaan rasa yang sudah memuncak di kepala ubun ubunnya mendadak sirna menjauh tersapu badai tsunami
"Kamu merusak suasana saja"cakap ran yang langsung membalikan badan malas
Zizah memukul punggung ran
" sakit tahu.... tangan kamu dari dulu masih sama kaya pohon jati"
ran memegang punggung yang sakit
"Itu belum seberapa kamu tahu ini?"
Zizah mengepalkan tangan
"Is..... mulai deh premannya kambuh" jawab ran ketus
"Dari kemarin kamu berusaha memelukku dan sekarang kamu berusaha menciumku,emangnya aku wanita apaan?" tanya zizah tidak suka
"Romantis dikit ke....dasar wanita jadi jadian"
"Apa kamu bilang...." zizah langsung berdiri dan mengepal kedua tangan.
Ran melihat gadis yang di cintainya berubah seperti banteng wulung,tanpa pikir pikir ran langsung lari terbirit birit takut.meski ia melawan pasti ran akan kalah karna zizah lebih jago bela diri ketimbang dirinya
"Mau kemana kamu?" teriak zizah lari sambil membawa sandal yang copot sayang kalau di buang bisa di sol ulang
Jangan lupa dukung terus authooor tinggalkan jejak ya....dah........