Mengisahkan 3 anak kembar yaitu Farah, Gabriella, dan Galu dengan kisah cintanya masing-masing dan hubungan mereka dengan keluarganya
akankah hubungan mereka harmonis?
ikuti terus kelanjutan ceritanya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nafras, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Konser
" Kau tidak perlu berterima kasih Gabriella, Kau adalah adikku. Dan sebagai seorang kakak seharusnya aku memang harus hadir dalam acara mu ini."
" Terima kasih ya kak karena kakak selalu berusaha mendukungku dan juga keinginanku, aku masih ingat ketika Mami dan juga Papi melarang ku untuk nge-band bersama teman-temanku. Tapi pada saat itu kakak justru mendukungku, dan akhirnya aku bisa membuktikan kalau kami bisa terkenal."
" Kakak akan selalu berusaha mewujudkan keinginanmu dan juga Galuh, Gabriela. Bagi Kakak kalian berdua adalah yang paling utama, dan karena itu kakak akan selalu mengusahakan yang terbaik untuk kalian berdua."
" Memang kau adalah yang lebih cocok diantara kami menjadi kakak, mungkin kalau aku ataupun Galuh yang berada di posisimu sebagai seorang kakak. Mungkin kami tidak akan bisa seperti kak Farah, aku bersyukur memilikimu sebagai kakakku."
" Aku juga bersyukur karena memiliki kalian, Gabriela. jujur saja tanpa keberadaan kalian di dalam hidupku, maka hidupku tidak akan mungkin sebahagia saat ini."
" Ternyata takdir memang mengirimkan yang terbaik untuk kita ya Kak, Aku juga berharap Kau bisa sukses dengan keinginanmu."
" Doakan saja yang terbaik untukku, dan insya Allah doamu akan terjabah."
" Aku akan tetap selalu mendoakan yang terbaik untukmu kak, kalau begitu aku latihan dulu ya bersama dengan teman-teman. Nanti akan aku kirimkan undangan vip-nya, biar kakak bisa melihatku dari barisan paling depan." ucapnya yang kemudian langsung mematikan sambungan telepon.
...🐉🐉🐉...
Saat ini seorang gadis baru saja mendapatkan kabar mengenai Abdullah, tentunya ia sangat terkejut ketika lelaki pujaan hatinya itu justru dekat dengan wanita lain. Ia merasa marah dan kesal ketika mendengar kabar tersebut, dan ia pun menjadi penasaran dengan seperti apa rupa gadis yang berusaha mendekati Abdullah.
" Kau bilang kalau Abdullah berusaha mendekati seorang mahasiswa baru ketika di kantin tadi."
" Iya benar, aku melihatnya dengan mata kepalaku sendiri."
" Berani sekali gak di situ dekat-dekat dengan Abdullah, Aku tidak akan membiarkannya dan aku akan memberi pelajaran kepadanya."
" Kau memang harus memberi pelajaran kepada dia Acilia, agar dia tahu kalau Abdullah adalah milikmu dan tidak ada satu orang pun yang bisa merebutnya darimu."
" Yang kau katakan memang benar Acquilla, esok kau temani aku untuk bertemu dengan gadis itu."
" Dengan senang hati aku akan menemanimu untuk bertemu dengan gadis itu, jujur aku sudah tidak sabar dengan hukuman apa yang akan kau berikan kepadanya karena telah berusaha merebut Abdullah darimu."
" Kau lihat saja esok hari hukuman apa yang akan aku berikan kepada nya, jujur saja aku tidak terima kalau ada seseorang yang berusaha merebut Abdullah dariku. Terima kasih atas infonya ya Acquilla."
" Kau tidak perlu berterima kasih kepadaku Acilia, kita adalah sahabat. dan pastinya aku akan memberikan informasi apapun itu mengenai Abdullah kepadamu, Karena aku tahu kalau kau sangat mencintai Abdullah."
Gadis itu sudah tidak sabar untuk menunggu hari esok, karena Iya ingin memberi hukuman kepada seorang gadis yang berusaha mendekati Abdullah. Sebenarnya ia sejak dulu memang sudah ditunangkan dengan Abdullah, ya walaupun itu adalah cerita pertunangan masa kecil. Yang di mana mereka harus memperbaiki hubungannya lagi, agar pertunangan itu bisa dilanjutkan.
Sebenarnya sampai saat ini pertunangan antara keduanya masih belum bisa dipastikan akan berlanjut tetapi, karena Abdullah sampai saat ini masih belum membedakan respon mengenai Acilia. Abdullah tidak ada mengatakan kalau iya akan setuju dengan acara pertunangan tersebut, dan yang selalu berharap pertunangan itu akan berlanjut hanyalah Acilia saja. Dan hal itu memang diketahui oleh ibunda dari Abdullah, tetapi ia hanya diam saja karena pemegang aturan di rumah itu adalah Ayah dari Abdullah.
Ayah Abdullah dan juga Ayah Acilia sudah sepakat ingin menjodohkan mereka berdua, dan rencananya dalam waktu dekat mereka akan menggelar acara pertunangan keduanya. Sebenarnya wanita paruh baya itu kurang setuju dengan keputusan sang suami, tetapi ia juga tidak bisa menentang keputusan suaminya itu. Dan dia hanya bisa berdoa kalau memang Acilia adalah jodoh dari anaknya, Iya berharap gadis itu bisa berubah dan menjadi lebih baik lagi.
...🦖🦖🦖...
Winda dan juga Galuh serta Vallen saat ini telah sampai di rumah, tentunya hari ini adalah hari ulang tahun dari Winda. Vallen dan juga kedua orang tuanya telah merencanakan kejutan ulang tahun untuk Winda, dan hal itu tidak ada satupun yang mengetahuinya.
" Kenapaa rumah ini terasa sangat sunyi ya Kak, biasanya di rumah ini selalu ada saja suara dari para pembantu dan juga pelayan yang lainnya?"
" Happy birthday to you, happy birthday to you. Happy birthday, happy birthday, happy birthday Winda." ucap semua orang berteriak dan menyanyikan lagu happy birthday untuk Winda.
Saat ini sorot mata Winda teralihkan pada pasangan paruh baya, Iya pun akhirnya langsung memeluk kedua pasangan paruh baya itu. Menurutnya kepulangan keduanya adalah hadiah yang paling berkesan, karena Ia memang sudah lama tidak bertemu dengan kedua orang tuanya Itu. Dan kepulangan keduanya di hari ulang tahunnya adalah momen yang paling dinantikannya, dia merasa bersyukur karena kedua orang tuanya bisa pulang di hari ulang tahunnya itu.
" Aku sangat bahagia karena Mami dan Papi pulang di hari ulang tahunku, ini adalah mobil yang paling berkesan bagiku." ucapnya yang masih memeluk kedua orang tuanya itu.
" Tentu saja kami memang pulang karena ini adalah hari ulang tahunmu sayang, dan kami berharap kau bahagia dengan kado ulang tahun yang kami bawakan."
" Aku tidak butuh kado apapun Mami dan Papi, kepulangan kalian adalah kado yang paling bahagia untukku."
' Winda memiliki orang tua yang begitu sangat menyayanginya, seandainya saja orang tuaku seperti orang tua Winda. Pasti hidupku akan sangat bahagia sekali, Tapi sayangnya orang tuaku tidak mungkin seperti orang tua Winda. Orang tuaku memiliki sifat dan karakter yang sangat berkebalikan dengan kedua orang tua Winda, bahkan mereka saja bisa mengambil keputusan untuk bercerai di hadapan kami bertiga secara langsung.' batin Galuh dengan mengingatmu momen sebelumnya.
Kedua orang tua yang mengalikan pandangannya ke arah Galuh, mereka bisa merasakan kalau galau saat ini sedang bersedih. Mereka sudah mengetahui bagaimana kondisi keluarga Galuh, dan tentunya wanita paruh baya itu merasa kasihan dengan gadis kecil itu. Ya masih tidak menyangka kalau sahabatnya bercerai, dan akhirnya ketika Putri kembarnya memutuskan tidak ada satupun yang ikut dengan mereka.
" Kau sedang memikirkan apa Galuh?" tanya wanita paruh baya itu.
" Aku tidak sedang memikirkan apa-apa kok tante, aku hanya merasa bahagia ketika melihat Winda tersenyum dengan bahagia."
" Kalau begitu sini bergabung dengan tante dan juga yang lainnya, mulai hari ini dan seterusnya kau akan menjadi anak tante."