NovelToon NovelToon
Milik Bos Mafia: Benci Tapi Harus Jadi Istrinya

Milik Bos Mafia: Benci Tapi Harus Jadi Istrinya

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Cinta Seiring Waktu / Cintapertama
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: Jumling

Rayya, seorang perawat yang terperangkap dalam permainan cinta dan kekuasaan Marsel, seorang ketua Mafia yang sangat di takuti.
Marsel tidak mau melepaskan nya, Rayya sudah memiliki pacar dan akan segera menikah, akan tetapi Marsel menyatakan kepemilikan terhadap Rayya.

Marsel membuat Rayya tidak bisa menikah selain dengan nya. Ciuman di pertemuan pertama mereka membuat Marsel tidak bisa tenang memikirkan Rayya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jumling, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pulang Tanpa Diriku

Di sinilah mereka berada, dalam pusat perbelanjaan milik Marsel yang super lengkap dan besar di seluruh kota. Tiada yang menandingi keterkenalan pusat perbelanjaan tersebut.

Mendapati ajakan dari Lily tadi, Rayya hanya bisa setuju karena tidak ada respon apapun juga dari Marsel yang mungkin keberatan dengan dirinya jika ikut dua ekor ular berbisa itu.

"Rayya, belilah apa yang kamu inginkan. Mama yang akan belikan," kata Lily lembut pada Rayya.

Di sana bukan cuma ada Lily, Mona dan Rayya namun juga ada Maksim yang menemani. 

'Karena kalian mengatakan aku miskin, sekarang aku akan mengeluarkan jiwa miskin yang ku punya' batin Rayya berencana akan membeli dan menghabiskan uang Lily. Siapa suruh dia sok menawari Rayya. Walau Rayya tahu tidak mungkin menghabiskan uang mereka, tapi ia ingin membuat wanita itu kesal.

Rayya tersenyum jahat dalam hati membayangkan apa yang ingin dirinya lakukan.

"Iya," sahut Rayya menanggapi perkataan Lily.

Tidak lama setelah itu ponsel Maksim berdering. Terlihat pria itu berbicara serius di telepon.

"Kalian bersenang-senanglah dulu, Papa mau kembali ke kantor. Pengawal Papa akan menjaga kalian" kata Maksim setelah mengakhiri panggilan telepon.

Kini Maksim telah pergi meninggalkan tiga wanita tersebut, tentu saja ada pengawal yang menemani mereka, dan Lily tahu betul pengawal yang Maksim tinggalkan adalah kepercayaannya.

"Papa mertua sudah pergi. Ayo antar aku berbelanja," kata Rayya sambil melangkah lebih dulu.

"Heh! Memang nya kau kira kami apa, main suruh-suruh begitu, hah? Jangan seenaknya ya," sahut Mona membuat langkah Rayya terhenti. Wanita itu berbalik dengan sebelah alis terangkat.

"Loh, bukan nya tadi Mama Mertua akan membelikan semua yang ku mau?"

Rayya melihat Lily sambil tersenyum ramah yang di buat-buat.

Lily melihat pengawal memperhatikan mereka dan meraih tangan Mona.

"Sudah, jangan berdebat lagi," lerai nya dengan wajah enggan.

"Tapi, Ma."

Mona ingin protes tapi Lily menggeleng mengisyaratkan agar Mona tidak mengatakan apa-apa lagi.

Biarlah Rayya bersikap semaunya, agar pengawal memberitahu Maksim kalau menantu perempuan nya itu bukan wanita baik, sehingga tidak memperlakukan Rayya lagi dengan baik.

Mereka pun mulai berjalan dan Rayya mendekati toko berlian diikuti oleh yang lain.

"Saya ingin berlian teratas," kata Rayya pada penjaga di toko tersebut.

"Pilihkan yang paling besar dan mahal," katanya lagi setelah berlian dengan berbagai ukuran dan ukiran diperlihatkan.

"Nona, ini adalah satu-satunya yang paling mahal. Harganya dua belas miliar."

Bola mata Rayya membulat sempurna saat mendengar nominal harga berlian tersebut.

'Mahal sekali. Tapi sudahlah, biar saja'

Rayya tertawa dalam hati. Senang karena akan menguras uang wanita bak penyihir itu.

"Eh, itu sangat mahal."

Mona mencegah penjaga toko membungkus berlian itu.

"Memang nya kenapa?" tanya Rayya

"Memang nya kamu bisa beli semahal itu?" Balik tanya Mona merendahkan.

"Kan mau di belikan sama mama mertua. Iya kan, mama mertua? Jangan ingkar loh, tadi katanya mau belikan semua yang aku mau."

Rayya menjawab tidak lupa mengingatkan Lily tentang apa yang sudah dirinya katakan sebelumnya.

Rayya tidak tahu apakah Lily akan peduli dengan harga dirinya di depan umum. Kalaupun Lily tidak mau membelikan yaa sudah.

"Biarpun begitu, kau jangan tak tahu diri."

Lily menahan Mona yang ingin kembali berbicara.

"Biarkan saja," kata Lily dan dengan terpaksa mengeluarkan kartunya.

"Tapi, Mah."

Mona menghentakkan kakinya kesal dan menatap Rayya penuh dendam.

"Sudah, biarkan saja dia senang. Setelah ini dia akan menangis," bisik Lily pada putrinya itu tanpa sepengetahuan Rayya karena Rayya sedang menanti berlian yang ia inginkan.

"Iya Mah. Dia harus diberi pelajaran," balas Mona kesal.

_______________

Setelah puas menghabiskan banyak uang Lily, Rayya berjalan menenteng banyak belanjaan dan kini mereka semua berencana untuk pulang.

Sejujurnya Rayya tidak membutuhkan barang-barang yang dia beli, Ia berencana akan memberikan semua itu untuk orang lain yang lebih membutuhkan. Dirinya hanya senang melihat Lily dan Mona kesal setiap Rayya menunjuk benda yang super mahal. Biarlah Ia menyumbangkan semua itu, toh pahalanya untuk Lily juga.

Ddrrttt....

Ponsel milik Rayya berdering dan wanita itu segera mengambil benda pipih miliknya. Rayya segera mengangkat panggilan tersebut. Di samping itu, terlihat pula Lily dan Mona saling tatap dengan penuh misteri lalu saling melempar senyum yang entah apa maksudnya.

"Hallo," sapa Rayya karena itu panggilan dari nomor yang belum terdaftar dalam kontak milik nya.

"Nona, apa kalian masih berbelanja?" tanya dari balik telepon. Rayya tidak merespon karena Ia tidak tahu siapa yang berbicara tersebut.

"Bu Bos, Saya Alex Bos Marsel mengatakan Bu Bos Rayya harus menemui, Bos. Jemputan untuk anda sudah dalam perjalanan," katanya lagi yang ternyata adalah Alex sang Asisten Bos Mafia.

"Oh, Alex. Kami sudah akan pulang. Baiklah, aku akan langsung menunggu jemputan tersebut."

Rayya bernafas lega setelah mengakhiri panggilan dari Alex. Karena menghabiskan banyak waktu bersama Lily dan Mona membuat Rayya muak dengan kedua betina itu. Ternyata Marsel ingin ia pergi menemui pria itu.

"Dari siapa?" tanya Lily masih kuat mempertahankan sikap ramah lembut nya.

"Alex. Sepertinya kalian pulang tanpa diriku," kata Rayya.

"Oh, baiklah. Kalau begitu kami pulang duluan."

Rayya mengiyakan dan kedua betina itu pun pergi bersama pengawal yang Maksim tempatkan meninggalkan Rayya sendiri.

.............

Setelah menunggu beberapa saat, akhirnya mobil yang akan menjemput Rayya pun datang dan wanita itu langsung masuk saat si supir mengenali dirinya sebagai Istri Bos mereka.

Karena terlalu lelah, Rayya tidak sadar telah ketiduran di dalam mobil dan saat dirinya sadar ia tetap tenang dan berusaha mengumpulkan nyawanya yang masih kembali sebagian setelah tertidur.

Beberapa saat waktu menyadari ada yang aneh, Rayya memperhatikan sekitar dan tersadar jika mereka mengikuti jalan yang belum pernah Rayya lewati sebelum nya.

"Pak, kita mau ke mana?" tanya Rayya dan mulai dihinggapi rasa was-was, apalagi Ia melihat dari spion, si supir yang tengah mengemudi tersenyum tipis, seakan senang karena berhasil membawa Rayya.

1
Ruth Berliana
bagus ceritanya tp msh sepi yg baca nya
Jumli: makasih ❤️
total 4 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!