NovelToon NovelToon
Terjebak Pernikahan Tuan Buta

Terjebak Pernikahan Tuan Buta

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Crazy Rich/Konglomerat / Diam-Diam Cinta
Popularitas:582
Nilai: 5
Nama Author: Clarissa19

" tidak! aku tidak mau menikah dengan orang buta!"
" tapi dia kaya, dia tampan. jika kamu menikah dengan dia kamu tidak perlu lagi bekerja"
" tapi dia buta"
" justru itu, kamu bisa memanfaatkan kondisinya yang buta itu",

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Clarissa19, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 19_khawatir

Sudah 2 hari ini, shakila tidak mendapatkan kabar dari shakira. dia sudah mengirimkan banyak pesan dan juga menghubungi nya. namun tetap tidak mendapatkan jawaban.

Seharusnya hari ini adalah hari kebahagiaan nya karena nanti malam dia akan resmi bertunangan dengan oliv. Tapi kini rasa cemasnya lebih dominan. Dia khawatir terjadi sesuatu pada sahabatnya.

Shakira Lo dimana? Lo baik baik aja kan? _ shakila

Ra balas chat gw dong _ shakila

Lo prank gw ya? Lo mau kasih gw kejutan nanti malam ya?_ shakila

Raa gw khawatir, please balas chat gw!_ shakila.

" jangan terlalu gelisah sayang, semuanya pasti akan berjalan lancar" ujar ibu panti menenangkan Shakila.

Ibu panti mengira shakila gelisah karena nanti malam adalah malam yang dia tunggu tunggu. Dia pikir Shakila takut acaranya tidak berjalan lancar.

Padahal aslinya shakila sama sekali tidak memikirkan acara tersebut. Bahkan jika bisa dia akan mengundurkan nya. dia lebih ingin menemui Shakira sekarang.

" iyaa Bu" jawab shakila " aku mau keluar dulu boleh Bu?" tanya shakila. dia berniat untuk mencari alamat rumah Elio. Dia benar benar tidak tenang.

" jangan sayang, nanti malam acara mu. takutnya terjadi sesuatu yang tidak baik nanti" ujar ibu panti dengan lembut " oh ya, kenapa shakira belum datang? coba kamu hubungi"

Ibu panti sedari tadi menyadari jika shakira belum datang. Seharusnya shakira datang lebih cepat untuk menemani shakila.

" aku sudah menghubungi nya Bu, tapi tidak di jawab" jawab shakila lesu " aku khawatir terjadi sesuatu padanya"

" biar ibu yang hubungi "

Ibu panti mengambil ponselnya lalu mencari nomor shakira. Begitu menemukan nya dia segera menghubungi nya.

Dreettt

Dreettt

Shakila menunggu sambil berharap panggil nya akan di jawab. doa demi doa terus dia bisikan di dalam dadanya.

" nggak di jawab" ujar ibu panti " biar ibu coba lagi"

Dreettt

Dreettt

Setelah mencoba beberapa kali namun nihil, tidak satu pun panggilan yang di jawab. Kini ibu panti pun ikut cemas. Namun dia tidak bisa membiarkan shakila cemas sekarang.

" jangan terlalu memikirkan shakira, mungkin shakira dalam perjalanan jadi tidak melihat ponselnya. fokus saja pada acara mu sayang" ujar ibu panti.

Meskipun begitu shakila sana sama sekali tidak tenang. Dia hanya butuh kabar dari shakira sekarang.

begitu malam tiba. Acara tersebut pun di mulai dan berjalan dengan meriah. Semua orang terlihat bahagia terutama calon pria dan juga keluarga nya.

namun tidak dengan shakira, dia tidak bisa bahagia. raganya memang disini namun pikiran ada pada shakira. Senyuman yang dia pancarkan malam ini adalah senyuman palsu.

jika orang orang di panti sedang berbahagia. Maka berbeda dengan shakira. Tubuh shakira lemah. kedua tangan nya di borgol dalam posisi berdiri. tubuhnya telanjang tanpa sehelai pakaian.

Tubuhnya di penuhi luka gigitan, matanya yang satu terlihat basah. Wajahnya pucat dan mulutnya tidak mampu lagi mengeluarkan suara. Sedangkan di belakangnya Elio terus menyetubuhi nya.

kaki shakira lemas, dia sudah tidak sanggup berdiri. Kedua pengelangan tanya terasa sakit dan perih. Dan area bawahnya rasanya sudah hancur.

" a-a-aku t-ti-dak ku-at" ujar shakira terbata bata dengan suara lemahnya. Hingga detik berikutnya kesadarannya pun hilang.

Meskipun dia sudah tidak sadar. Elio tetap tidak berhenti. dia tetap melanjutkan kegiatannya sampai dia puas.

Setelah puas Elio membuka borgol di tangan shakira. Menggendong tubuh lemah shakira ke kamar. lalu membaringkan tubuhnya dengan lembut di atas ranjang.

" apa kau masih sanggup hidup? atau sudah ingin menyerah? " tanya Elio menatap wajah menyedihkan shakira " tapi tidak untuk sekarang, kamu belum saatnya untuk pergi"

Elio membersihkan tubuh shakira menggunakan tisu basah dengan talenta. Gerakan nya begitu lembut seolah tidak ingin shakira terluka. padahal semua luka itu muncul karena ulahnya.

Setelah selesai dia menyelimuti tubuh istrinya lalu berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.

Pagi tiba, namun ada yang berbeda pagi ini. Elio terbangun kesiangan. dan di sampingnya masih ada shakira yang masih berbaring sama persis seperti posisi semalam.

" dia belum bangun? Apa dia benar benar lelah? " gumam Elio menatap wajah shakira yang sangat pucat. Terlihat seperti mayat hidup.

Terselip rasa khawatir di dalam benaknya. Namun Elio berusaha keras menyingkirkan nya. Dia memilih bangun untuk bersiap ke kantor. hari ini dia akan keluar negeri.

Setelah memakai baju rapi dan tentunya lengkap dengan lensa putih dan juga kaca mata hitamnya. Dia ingin segera pergi karena sudah telat. namun langkah nya terhenti, dia menoleh kembali pada shakira.

" *tidak perlu pedulikan. dia akan bangun sendiri nanti*"

" *tapi bagaimana jika dia tidak bangun? Bagaimana jika dia mati?"*

*" bukankah itu lebih bagus? Bukankah itu yang kita inginkan?"*

*" tapi ini terlalu cepat* "

hati dan otaknya terus berdebat. Otaknya ingin abai, namun hatinya tidak tenang. Tanpa sadar kakinya melangkah menghampiri shakira, dia menyentuh kulit wajah shakira yang terasa sangat dingin bak mayat.

wajahnya berubah cemas, jantung nya berdegup kencang. dengan tangan bergetar dia mengecek denyut nadi shakira.

lemah, sangat lemah. Mungkin sebentar lagi shakira akan pindah alam.

Dengan gerakan cepat Elio mengambil ponselnya menghubungi dokter pribadinya. Dia mengabaikan banyak notif panggilan dari Steven.

" *hall*\_"

" datang ke rumah ku sekarang juga! Jika kau telat kau akan tahu akibatnya!"

Tanpa menunggu jawaban dari dokter itu Elio segera mematikan panggilan nya. Matanya jelas memancarkan kekhawatiran. sangat berbeda dengan dirinya yang biasanya. Bahkan tanpa sadar bibirnya terus mengucapkan doa.

" *tidak! kamu tidak boleh pergi sekarang. Ini belum saatnya" batin Elio* .

dokter rian datang dengan asistennya. Dia tahu ini pasti keadaan darurat. Karena jika tidak, tidak mungkin Elio bisa se khawatiran itu.

Tanpa di perintah, dokter rian segera memeriksa shakira. Memberikan pertolongan pertama. Ini jelas gawat, keadaan shakira benar benar lemah.

" kita harus memindahkan nya ke ruangan rawat tuan" ujar dokter rian.

Elio melangkah dari langkah ingin mengendong shakira. namun langkahnya terhenti kala mengingat sesuatu. dia tidak boleh membongkar rahasianya disini. dia buta.

" lakukan! Cepat lakukan!" ujar Elio.

Setelah mendapatkan perintah dari Elio. dokter rian segera mengendong tubuh lemah shakira menuju ruangan yang memang Elio siapkan khusus untuk orang sakit.

Ruangan yang sama persis seperti rumah sakit. Bedanya ini lebih luas dan warnanya pun berbeda dengan rumah sakit biasanya. Ruangan ini di car dengan warna cream.

tubuh shakira di baringkan di atas ranjang yang luas namun tidak seluas ranjang milik Elio. Tanpa buang buang waktu dokter rian dan asistennya segera memasangkan beberapa alat pada tubuh shakira untuk menyelamatkan nya.

Elio menunggu dengan perasaan cemas. jika shakira bisa di selamat dia tidak akan percaya jika Elio begitu mencemaskan nya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!