Ini kisah lanjutan #LuckyDaisy yang bercerita keluarga Buwono setelah kelahiran Kenzie. Bagaimana dokter Lucky dan istrinya dokter Daisy menikmati kehidupan rumah tangganya bersama dengan pebinor nya, Winston. Belum kasus dengan divisi kasus dingin termasuk dokter Lucky masih saja takut dengan tim arwahngers. Kemungkinan sampai kehamilan Elina dan kelahirannya yang penuh warna.
Generasi ke 8 klan Pratomo
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hana Reeves, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Netflix and Chill
Dokter Lucky tampak kesal dengan wanita yang diketahui bernama Samira. Berdasarkan data KTP nya, dia sudah menikah dan Iptu Fariz yang datang karena laporan Suster Lia, berhasil mendapatkan ponsel Samira dan bisa membukanya.
Untuk sementara, Samira dirawat di ruang rawat inap karena luka-lukanya dengan penjagaan dua suster yang punya tubuh besar karena wanita itu ingin bersama dokter Lucky. Sekarang, dokter Lucky berada di ruang kerjanya bersama dokter Rahmat, Suster Lia dan Iptu Fariz.
"Lha ini wajah suaminya. Beda banget mukanya sama Dok Lucky!" ujar Iptu Fariz sambil memperlihatkan foto pernikahan Samira dan suaminya.
"Ini mah beda jauh! Lihat, mukanya mirip aktor Korea Ahn Hyo Seop. Sementara Dok Lucky ... mirip ... Dok Lucky," kekeh Suster Lia ke arah dokter Lucky.
Dokter Lucky menatap sebal ke suster kesayangannya yang seperti adiknya sendiri. "Bilang aja gue kagak ganteng!"
"Lha sadar ... Dok, dikau pakai pelet apa sih? Ini sudah dua cewek lho suka sama dikau," goda Suster Lia.
Dokter Lucky menghela nafas panjang. "Aku pulang deh! Sudah janji mau beliin martabak buat Jeng Daisy dan Buto Cakil Mini aku. Fariz bukan RM, kamu cari tuh suami si Samira! Aku kagak mau ada gegeran di rumah tangga aku! Ingat, papa mertua sudah senang aku jadi makanan piaraannya!"
Dokter Rahmat tertawa kecil. "Kamu pulang saja Dok. Kalau Dok Daisy dengar, ya kamu kasih penjelasan dengan gaya kamu. Aku yakin, Dok Daisy bisa maklum karena kondisinya kan pasien terkena benturan di kepala."
"Iya Dok. Aku tidak mau jiwa mafiawati Jeng Daisy keluar. Apalagi kalau sampai bawa Glock kemana-mana."
"Serius Dok?" tanya Suster Lia.
"Serius. Ada dua Glock di rumah. Udah kebiasaan," jawab dokter Lucky.
Pria berkacamata itu pun berdiri dan berjalan keluar dari ruang kerja tim bedah. "Aku pulang dulu. Assalamualaikum."
***
Rumah dokter Lucky dan Daisy
"Yang benar?" tanya Daisy saat mendapatkan laporan dari Suster Lia.
"Iya Dok Daisy. Bukan apa-apa Dok. Aku hanya ingin tidak ada kesalahpahaman nanti kalau misalnya ada yang ngaku-ngaku istri Dok Lucky yang lain," jawab Suster Lia.
Daisy tahu Suster Lia tidak ada perasaan pada suaminya apalagi dokter Lucky selalu bilang kalau sudah ada perasaan ke Suster Lia, sudah dari dulu. Tapi kenyataannya, dokter Lucky lebih memilih ( dengan terpaksa awalnya ) bersama Daisy.
"Jadi pasien bernama Samira ini sudah menikah?" tanya Daisy.
"Sudah Dok. Mana suaminya lebih ganteng dari Papanya Kenzie. Yang aku heran, kok bisa bilang begitu ke Dok Lucky?"
"Lalu, suaminya dimana?"
"Sedang dicari sama pak Fariz. Katanya sih koko-koko yang kerja di PIK. Oh, si Samira itu kecelakaan karambol di tol. Dia nyetir sendiri di mobil paling belakang," lapor suster Lia.
"Sekarang mas Lucky dimana?" tanya Daisy.
"Perjalanan pulang. Katanya mau beliin martabak bua Dok Daisy dan Kenzie. Memangnya Kenzie sudah boleh martabak?"
Daisy tertawa. "Boleh tapi baru icip-icip. Biar lidahnya merasakan banyak makanan yang berbeda. Cuma lidah Italia tidak bisa bohong ya. Kenzie suka sekali lasagna."
"Lha gimana dok. Kenzie aja sudah kelihatan bakalan modelan pemain sepak bola Italia yang ganteng. Tapi jangan bilang ke Dok Lucky ya Dok. Bisa-bisa aku kena lemburan shift," pinta Suster Lia membuat Daisy tertawa.
Suara pintu dibuka membuat Daisy yang berada di ruang tengah menoleh. Dia tahu itu suaminya karena layar tv yang khusus memperlihatkan CCTV, menunjukkan siapa yang datang.
"Sayaaaang, aku bawakan martabak kesukaan kamu."
Daisy lalu menyudahi telepon Suster Lia dan menghampiri suaminya.
"Sudah pulang mas? Sampai malam begini?" sapa Daisy sambil mencium bibir dokter Lucky.
"Antri di martabak! Entah kenapa pada heboh beli martabak! Manyun lah aku di sana jadi aku makan yamien di warung sebelah martabak langganan kita. Maaf, tidak kirim pesan ke kamu karena aku lapar banget ... makan sampai dua mangkuk aku," lapor dokter Lucky membuat Daisy tertawa kecil.
"Laporannya panjang banget," kekehnya. Dokter Lucky tidak tahu kalau Daisy sudah tahu berkat GPS yang dipasang di jam tangan Patek Philippe hadiah darinya saat suaminya ulang tahun.
"Biar kamu tidak salah paham. Eh, kok sepi? Pada kemana?" tanya dokter Lucky.
"Mbak Pum dan Mbak Gita sudah tidur. Tadi Kenzie bobok cepat dan sekarang di kamar sama Winston. Tadinya aku larang Winston bobok bareng Kenzie tapi dia tahu kalau adiknya sedang gak enak body. Jadi ya ... di kamar deh berdua." Daisy merangkul lengan dokter Lucky. "Katanya, kamu punya istri lagi mas. Kok aku nggak tahu?"
Wajah dokter Lucky memucat. "Ya Allah Jeng ... Aku nggak nikah lagi! Istriku cuma kamu seorang, sebiji, the one and only! Kayake dia kena benturan yang cukup keras jadi rada error otaknya!"
Dokter Lucky meletakkan bungkusan martabak itu di atas meja ruang tengah.
"Aku mandi dulu ... Nanti kita nonton Chino ngamuk di Netflix ya?" ajak dokter Lucky.
"Movie Time? Netflix and chill?" goda Daisy.
"Hayuk!" jawab dokter Lucky semangat.
"Aku tahu mas. Kamu tidak mungkin macam-macam. Mata-mata aku banyak di Bhayangkara dan mereka tidak pernah menolerir perselingkuhan, pelakor, pebinor supaya tidak kena mudaratnya. Lagipula, kamu kan selalu on time pulang dan selalu cerita kemana, ngapain ...."
"Karena aku mau jujur semuanya Jeng," jawab dokter Lucky sambil berjalan ke dalam kamar mereka berdua. "Pesan almarhum papaku, apapun cerita ke istri. Apapun! Meskipun yang jelek sekalipun! Karena apa? Karena kalau kamu tidak terbuka, akan menjadi b0m waktu. Prinsip aku, menikah sekali seumur hidup dan menghabiskan waktu dengan orang yang aku cintai hingga menua. Aku sudah pakai kacamata kuda karena mataku dan hatiku hanya buat kamu seorang, Jeng Daisy."
Daisy tersenyum. "Jadi, setelah menjemput impian terus satu kayuh berdua yang menjadi romansa?" ucapnya sambil mengalungkan kedua tangannya di leher suaminya.
"Ya Allah Jeng, kenapa jadi judul lagu KLa Project semua sih?" gumam dokter Lucky sambil memeluk tubuh Daisy.
"Kan kamu yang doktrin aku dan Kenzie," cengir Daisy. "Mau mandi plus plus nggak?"
Mata dokter Lucky terbelalak. "Moso aku nolak tho Jeng ... Hayuk dong!"
Daisy cekikikan. "Hayuk mas."
Malam itu mereka makan martabak dengan rambut masih basah sambil nonton drama silat China di ruang tengah.
Tanpa mereka tahu, ujian rumah tangga mereka masih berlanjut dan membuat keduanya sebal.
***
Yuhuuu up Siang yaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu
hikksss.....
kasihan banget flint, padahal dia nggak tau apa-apa
ayahnya itu ampun deh...
ibunya juga kurang aware😓😓😓
lgian,spa jg yg bkln sbar kl ktmu orng ga wrs ky gt....bgus bgt idenya dok gabut yg mau bkin dia gatal2,biar kapok....
yang dikhawatirkan sama kan.... pispot🤣🤣🤣🤣