Ribuan tahun setelah Kaisar Primordial Wang Tian menghilang ke dalam keheningan dimensi untuk menjaga keseimbangan alam, silsilah darahnya telah bercabang menjadi klan-klan besar yang menguasai berbagai penjuru dunia.
Istri pertama, Lin Xuelan, melahirkan garis keturunan Penjaga Samudra. Istri ketiga, Mora, melahirkan klan Bayangan Langit. Istri keempat, Lin Xia (setelah menjadi manusia sepenuhnya), melahirkan garis Pedang Dewa. Namun, cerita kita kali ini bermula dari garis keturunan istri kedua, Sui Ren, Sang Permaisuri Angin.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Abai Shaden, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 14: Rekonstruksi Meridian dan Kebangkitan dari Dasar Jurang
Kegelapan di dasar Jurang Arwah bukanlah kegelapan biasa. Ia adalah kegelapan yang memiliki massa, dingin yang menusuk hingga ke esensi jiwa, dan sunyi yang mampu membuat seseorang kehilangan akal sehat. Di dalam ceruk gua yang sempit, aroma obat-obatan herbal yang pahit bercampur dengan bau amis darah yang mulai mengering.
**Wang Jian** terbaring di atas ranjang batu yang dialasi dengan lumut naga. Tubuhnya hampir tidak menyerupai manusia; perban yang melilit dada dan bahunya terus-menerus rembes oleh cairan bening kebiruan—efek dari sisa *Qi* es milik Penatua Ruo-shan yang masih bersarang di dalam dagingnya.
Di sampingnya, **Lin Meiling** tampak seperti bayangan dari dirinya yang dulu. Matanya cekung karena kurang tidur, dan jemarinya kasar akibat terus-menerus menggerus akar-akar beracun di dasar jurang untuk dijadikan obat penawar. Namun, dedikasinya tidak goyah. Tanpa Meiling, Wang Jian sudah lama menjadi tulang belulang di tempat terkutuk ini.
### **Bulan Pertama: Penderitaan Sang Pelahap**
Bulan pertama adalah neraka yang sesungguhnya. Meridian Wang Jian—jalur aliran energi di dalam tubuhnya—telah hancur berkeping-keping. Bayangkan sebuah sungai yang bendungannya meledak; airnya meluap ke mana-mana, merusak tanah di sekitarnya. Itulah yang terjadi pada *Qi* milik Jian. Energi Angin dan Petirnya mengamuk tanpa kendali, justru melukai organ dalamnya sendiri karena tidak ada lagi jalur yang mengaturnya.
"Jian, kau harus menahan ini. Jika kau melepaskan kesadaranmu sekarang, *Qi* itu akan meledakkan jantungmu," bisik Meiling sambil menempelkan kompres dingin di dahi Jian.
Jian tidak bisa menjawab. Setiap tarikan napas terasa seperti ribuan jarum yang ditusukkan ke paru-parunya. Namun, di tengah penderitaan itu, insting **Putaran 6: Pelahap Badai** bekerja secara pasif. Secara tidak sadar, pori-pori Jian mulai menghisap **Energi Yin** yang sangat pekat dari atmosfer jurang.
Energi Yin ini dingin dan berat, namun ia memiliki sifat "perekat". Jian mulai menggunakan energi ini sebagai semen untuk menyatukan kembali potongan-potongan meridiannya yang hancur. Ini adalah proses yang sangat menyakitkan—seperti menjahit saraf yang putus tanpa bius.
### **Bulan Ketiga: Merombak Struktur Internal**
Memasuki bulan ketiga, luka luar Jian mulai menutup, meninggalkan jaringan parut berwarna perak kehitaman di dadanya. Namun, masalah utamanya tetap ada: meridian lamanya terlalu kecil untuk menampung energi **Inti Primordial Ganda** yang kini semakin liar.
"Jika jalur yang lama hancur, maka aku akan membuat jalur yang baru," batin Jian dalam meditasinya.
Ia mengambil keputusan gila yang bahkan tidak berani dilakukan oleh para leluhur klan Wang. Alih-alih memperbaiki meridian yang ada, ia menggunakan energi Petir untuk **membakar habis** sisa-sisa meridian lamanya yang sudah rusak.
*AAAAARRRRGGHHH!*
Suara teriakan Jian bergema di seluruh jurang, membuat kawanan monster di kegelapan gemetar ketakutan. Meiling hanya bisa menangis sambil terus menuangkan cairan **Embun Bintang** ke tubuh Jian untuk menjaga agar suhu tubuhnya tidak melewati batas ledakan.
Setelah meridian lamanya hangus, Jian menggunakan **Kompresi Atmosfer** (Putaran 4) untuk memadatkan Energi Yin dan Angin menjadi jalur-jalur baru yang lebih lebar, lebih kuat, dan lebih elastis. Ia menyebutnya sebagai **Meridian Badai Abadi**. Jalur baru ini tidak hanya berada di tempat meridian manusia biasa, tetapi menjalar hingga ke permukaan tulang bajanya, menciptakan sirkulasi energi yang jauh lebih efisien.
### **Bulan Kelima: Mencapai Ranah Pemurnian Qi Secara Paksa**
Bulan kelima ditandai dengan perubahan drastis pada atmosfer di sekitar gua. Kabut Arwah mulai berputar-putar membentuk pusaran raksasa dengan Jian sebagai pusatnya.
"Meiling, menjauhlah!" Jian akhirnya bisa berbicara, suaranya berat dan mengandung getaran listrik.
Jian menyadari bahwa untuk benar-benar pulih, ia tidak bisa lagi tinggal di **Ranah Penguatan Tulang**. Tulang-tulangnya sudah mencapai batas maksimal kesempurnaan; sekarang, ia harus memurnikan *Qi*-nya—mengubah energi gas di dalam tubuhnya menjadi cairan energi yang padat.
Namun, meridian barunya belum sepenuhnya matang. Melakukan terobosan sekarang adalah bunuh diri. Tapi Jian tidak punya pilihan. Energi Yin di jurang ini mulai mencoba "melahapnya" karena ia dianggap sebagai benda asing.
"Jika dunia ini ingin melahapku, maka aku akan melahap dunia ini lebih dulu!"
Jian mengaktifkan **Seni Pelahap Primordial** pada tingkat maksimal. Ia membuka seluruh gerbang energinya. Jutaan partikel Energi Yin, sisa-sisa energi naga purba di dasar jurang, dan hawa dingin yang membeku ditarik masuk secara paksa ke dalam Dantiannya.
*BUMMM! BUMMM! BUMMM!*
Tiga ledakan energi terjadi di dalam tubuhnya. Inti Angin dan Inti Petirnya berputar begitu cepat hingga mereka mulai meleleh dan menyatu. Di bawah tekanan **Kompresi Atmosfer**, gas *Qi* tersebut mulai menetes menjadi cairan berwarna ungu tua yang berkilau.
Satu tetes... dua tetes... hingga akhirnya sebuah kolam cairan energi terbentuk di Dantiannya.
**Ranah Pemurnian Qi!**
Jian berhasil mencapainya secara paksa di tengah kondisi tubuh yang belum pulih seratus persen. Efek sampingnya sangat berat—seluruh rambutnya kini berubah menjadi putih perak murni, dan matanya memancarkan cahaya listrik yang tidak pernah padam.
### **Bulan Keenam: Sang Predator Kembali Terbang**
Bulan keenam adalah masa stabilisasi. Jian menghabiskan waktunya dengan berlatih di bawah tekanan air terjun beracun di dasar jurang. Ia tidak lagi menggunakan senjata; setiap gerakan tangannya mampu menciptakan bilah angin yang bisa memotong batu kristal magnetik seolah-olah itu adalah kertas.
Meiling menatapnya dari kejauhan dengan rasa syukur yang tak terhingga. "Dia bukan lagi Wang Jian yang dulu. Dia telah menjadi sesuatu... yang lain."
Suatu pagi, Jian berdiri di tepi jurang, menatap ke arah puncak yang tertutup kabut. Luka di bahunya sudah tidak terasa sakit, namun bekas lubang pedang es itu tetap ada sebagai pengingat abadi akan pengkhianatan klannya.
Ia merentangkan tangannya. Kali ini, sayap yang muncul di punggungnya bukan lagi sekadar bayangan tipis. Mereka adalah sayap besar yang terbuat dari bulu-bulu petir biru dan api hitam, membentang sejauh empat meter. **Sayap Malaikat Badai**.
"Enam bulan..." gumam Jian. "Mereka pasti berpikir aku sudah menjadi debu. Mereka pasti sudah merayakan kematianku dengan pesta dan tawa."
Ia menoleh ke arah Meiling dan mengulurkan tangannya. "Ayo, Meiling. Waktunya kita keluar dari kegelapan ini. Aku punya janji yang harus ditepati... dan banyak nyawa yang harus ditagih."
Dengan satu kepakan kuat, Jian melesat naik dari dasar Jurang Arwah. Kecepatannya menciptakan ledakan sonik yang menghancurkan dinding-dinding gua di sekitarnya. Ia tidak lagi mendaki; ia menaklukkan gravitasi.
Di atas sana, klan Wang-Sui dan seluruh dunia kultivasi tidak tahu bahwa sebuah bencana berjalan sedang menuju ke arah mereka. Badai yang telah dikompresi selama enam bulan di dasar neraka kini siap dilepaskan.
### **Status Kultivasi Akhir - Bab 14:**
* **Nama:** Wang Jian
* **Ranah Kultivasi:** **Pemurnian Qi Bintang 2** (Mencapai Ranah ini secara paksa dengan fondasi Meridian Badai Abadi).
* **Fisik:** Tubuh Dewa Angin-Petir (Tahap Menengah) - Tulang menyatu dengan Energi Yin dan Api Hitam.
* **Teknik Utama:** * Sembilan Putaran Angin (Hingga Putaran 6: Pelahap Badai - Sempurna).
* Langkah Angin Kilat (Berevolusi menjadi Langkah Kilat Hitam).
* Seni Pelahap Primordial (Tingkat Lanjut).
* **Kondisi:** Pulih 90%, Meridian lebih kuat 10x lipat dari sebelumnya, Rambut Putih Perak (Efek samping pemurnian paksa).
adalah bacaan wajib bagi penggemar genre kultivasi yang mencari cerita dengan kedalaman emosional dan aksi yang memukau. Meskipun memiliki beberapa kiasan (tropes) klasik genre Xianxia, eksekusinya tetap terasa segar dan membuat ketagihan.