NovelToon NovelToon
Gerhana Sembilan Langit 3

Gerhana Sembilan Langit 3

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Transmigrasi ke Dalam Novel / Menjadi NPC / Fantasi Timur
Popularitas:5k
Nilai: 5
Nama Author: Kokop Gann

(GERHANA SEMBILAN LANGIT SEASON 3)

Setelah menaklukkan Benua Kuno, Han Luo dan Long Tian bertujuan menginjakkan kaki di Cakrawala Suci—pusat dunia kultivasi yang sesungguhnya.

Di benua super-masif ini, kekuatan Jiwa Baru Lahir hanyalah prajurit biasa, dan para dewa Pemutus Roh menguasai langit. Menjadi buronan faksi raksasa akibat kematian Jian Wuji, Han Luo terpaksa menyembunyikan taringnya.

Dan saat rahasia sebenarnya di balik 'Dao Langit' dan Penjara Benua Kuno mulai terkuak, Han Luo bersiap menyalakan api pemberontakan terbesarnya. Di negeri para dewa, gerhana akan membuktikan bahwa ia mampu menelan matahari.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kokop Gann, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Gadis Es

Ruang Transaksi - Belakang Panggung.

Han Luo dan Long Tian dibawa ke ruang tertutup untuk menyelesaikan pembayaran. Seorang Penilai Senior dari Klan Bintang Jatuh duduk di balik meja kaca tebal, menatap Han Luo dengan senyum meremehkan.

Di sudut ruangan, sangkar besi berisi gadis Roh Es itu diletakkan. Gadis kecil itu meringkuk, menatap Han Luo dengan sepasang mata biru kosmik yang kosong dan mati.

"Seratus lima puluh ribu Batu Kristal Suci, Tuan," kata sang Penilai, suaranya dingin. "Jika Anda tidak bisa membayar, atau jika Anda mencoba menipu rumah lelang kami... pengawal Anda akan mati, dan Anda akan menggantikan gadis itu di dalam sangkar."

Han Luo (Xie Yan) terus terbatuk. Dia berjalan ke meja dengan langkah terseret, lalu membuka kantong kain yang dia bawa.

KLTING... KLING...

Bukan kristal yang dia tuangkan, melainkan sepuluh butir Mutiara Mata Laut berukuran raksasa. Cahaya biru pekat langsung menerangi seluruh ruangan. Energi spiritual murni dari kedalaman lautan memancar keluar.

Mata sang Penilai hampir keluar dari rongganya. Dia berdiri dengan kasar, kursinya sampai terbalik.

"I-Ini... Mutiara Mata Laut Kualitas Sempurna! Sepuluh butir?! Bagaimana mungkin orang sepertimu..."

"A-Apakah itu cukup, Tuan?" tanya Han Luo dengan nada ketakutan, menundukkan pandangannya. "Itu... itu adalah sisa warisan terakhir leluhur saya..."

Nilai sepuluh mutiara itu lebih dari dua ratus ribu Batu Kristal Suci. Sang Penilai buru-buru menyapu mutiara itu ke dalam brankasnya, matanya berkilat penuh keserakahan.

"Cukup. Sangat cukup," Penilai itu menyeringai. Dia menekan sebuah tombol, dan kunci sangkar besi itu berbunyi klik. "Gadis itu milik Anda. Saya sarankan Anda menyewa pengawal tambahan, Tuan Muda. Udara malam di Kota Gerbang Astral bisa sangat... 'berbahaya' bagi orang kaya baru."

"T-Terima kasih atas peringatannya..." Han Luo menunduk dalam-dalam.

Dia menoleh ke arah Long Tian. "Hei Mian, bawa sangkarnya. Tutup dengan kain. K-Kita harus cepat kembali ke penginapan sebelum penyakitku kumat."

Long Tian mengangguk, mengangkat sangkar besi yang berat itu dengan satu tangan tanpa usaha, lalu menutupinya dengan kain tebal.

Saat mereka berbalik dan berjalan menuju pintu keluar ruang bawah tanah, Han Luo sempat melirik sang Penilai dari sudut matanya. Sang Dalang tahu persis apa yang akan dilakukan pria itu: membocorkan rute pulang mereka kepada faksi-faksi pembunuh kota ini demi mendapatkan bagian dari sisa harta Han Luo.

Begitu mereka keluar dari gedung lelang dan melangkah ke jalanan Kota Atas yang mulai digelayuti senja, Han Luo menggunakan transmisi suara ke Long Tian.

Postur Han Luo masih membungkuk, tapi suaranya di kepala Long Tian terdengar setajam pisau bedah.

"Berapa banyak yang mengikuti kita, Hei Mian?"

Long Tian (Hei Mian) memindai sekeliling menggunakan insting naganya tanpa menoleh.

"Ada tiga kelompok berbeda, Tuan Muda. Sekitar lima belas orang. Rata-rata Inti Emas Akhir. Empat di antaranya memancarkan aura Jiwa Baru Lahir Awal... salah satunya adalah aura yang sama dengan Tuan Muda Yan dari bilik VIP tadi."

Han Luo terkekeh pelan di balik saputangannya.

"Sempurna. Mereka sangat bersemangat. Jangan gunakan Pelantar utama untuk turun ke Distrik Tikus. Arahkan langkah kita ke Area Pembuangan Limbah Giok di sektor timur. Tempat itu sepi, gelap, dan tidak ada patroli keamanan kota."

Long Tian mengangguk kaku. "Anda ingin mengubur mereka di sana?"

"Mengubur? Jangan buang-buang sumber daya, Anak Baru," Han Luo membatukkan darah palsunya ke jalanan batu, memainkan perannya hingga detik terakhir. "Mereka adalah dompet berjalan yang secara sukarela mengantarkan diri mereka padaku. Malam ini, 'Xie Yan' yang malang akan dirampok hingga habis..."

Mata merah dan biru Han Luo menyala mematikan dari balik poni hitam kusamnya.

"...dan Bai Ze akan memanen jiwa mereka."

1
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Jlebz 🔥🌽
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Clink 🔥🌽
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Yup yup yup 🔥🌽
Mamat Stone
/Smirk/💥
Mamat Stone
/Joyful/💥
Mamat Stone
/Casual/
Mamat Stone
/CoolGuy/
Mamat Stone
👻🤣
Mamat Stone
🤣👻
Mamat Stone
🤣
Mamat Stone
👻
Mamat Stone
/Smirk/
Mamat Stone
/Joyful/
Mamat Stone
👻
Mamat Stone
🤣
Mamat Stone
senggol tabok 👊💥
Mamat Stone
senggol bacok /Cleaver/💥
Mamat Stone
😍
Mamat Stone
🤩
Mamat Stone
Jagoan Neon /Casual/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!