NovelToon NovelToon
Obsesi Pewaris Kejam: Aku Dipaksa Menjadi Miliknya

Obsesi Pewaris Kejam: Aku Dipaksa Menjadi Miliknya

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Romansa / Obsesi
Popularitas:835
Nilai: 5
Nama Author: nupitautari

Warning!!!!!!

Shenina Valerie Arous hanya menginginkan satu hal—cinta yang tulus.
Namun, pria yang ia cintai justru memberinya kasih sayang karena rasa kasihan.

Saat hatinya hancur, seorang pria berbahaya muncul dalam hidupnya.
Arsen Erzaquel Lergan—pewaris keluarga ternama yang terbiasa mendapatkan segalanya, termasuk dirinya.

Obsesi Arsen bukan cinta. Itu lebih seperti penjara yang tak terlihat.

Di saat yang sama, Andrew Kyle hadir sebagai satu-satunya pria yang tulus, rela melakukan apapun demi kebahagiaannya.

Di antara cinta, obsesi, dan pengkhianatan—
pilihan Shena akan menentukan apakah ia akan diselamatkan… atau justru hancur lebih dalam.

Dan ketika sebuah rahasia besar terungkap, segalanya tak akan pernah sama lagi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nupitautari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14

Shena memegang perutnya yang sedikit sakit karena terbentur tadi. jalannya sedikit terseok. Ia merasa ada yang mengalir di lehernya. Shena memegang leher belakangnya dan melihat telapak tangannya. Langkahnya terhenti sejenak. Itu darah dan cukup banyak.

Arsen menabrak tubuh Shena yang berhenti mendadak. "Kenapa?" Tanya Arsen. Ia melihat kedepan dan terkejut melihat darah di telapak tangan Shena. Ia meraih tangan itu dan bertanya. "Darah dari mana ini?"

Mendengar itu semua orang menoleh ke arah Shena dan Arsen. Shena menarik tangannya dari cengkeraman Arsen dan melanjutkan jalannya. "Kau mau kemana? Jawab aku". Paniknya

"UKS" ketus Shena.

Arsen langsung menggendong Shena dan berlari membawanya ke UKS. Ia tidak perduli kala Shena berusaha memberontak. Ello juga berlari menyusul Shena dan Arsen.

Dokter sedang memeriksa kepala Shena. Ia memakai kupluk, tak ada yang tahu kalau kepalanya di perban. Ello dan Arsen cukup terkejut dan khawatir.

"Kepalamu di jahit? Kenapa bisa terluka seperti ini?" Tanya dokter.

"Terbesit kaca, dok" jawab Shena.

"Ini cukup dalam dan panjang. Jahitannya terbuka. Disini tidak ada obat bius. Kau bisa tahan rasa sakitnya?" Tanya dokter itu.

Wajah Shena sedikit panik. "Apa sangat sakit, dok?"

"Akan ku perlakukan sebaik mungkin" jawab dokter enteng. Ia mempersiapkan benang jahit dan perlengkapan lainnya. Hanya memperbaiki jahitan, itu tidak akan lama.

Ello mendekat. Ia menggenggam tangan Shena. "Jangan khawatir. Aku disini". Ucapnya berusaha menenangkan. Hati Shena tetap tidak tenang. Ia lebih butuh pelampiasan daripada genggaman tangan untuk saat ini. Ia melepaskan tanggan Ello dan meminta tangan Arsen. "Berikan tanganmu" pintanya.

Ello merasa di buang. Ia bengong dan mundur. Sementara Arsen sangat senang berasa di atas awan. Ia menyenggol tubuh Ello mundur lebih jauh dan memberikan tangannya.

Shena memeluk tangan Arsen. Tangan Arsen satu lagi menepuk pundak Shena untuk menenangkan. Dokter lalu memulai operasi memperbaiki jahitan di kepala Shena.

"Akhh......." Teriak Arsen kesakitan. Shena menggigit lengannya sangat kuat. Ia hanya bisa pasrah. Marah pun percuma. Situasinya tidak tepat.

Hanya satu menit dan dokter telah selesai. Shena melepaskan gigitannya dari lengan Arsen. Ia mengelap air liur di sekitar mulutnya. Tak lupa juga air matanya yang rembes karena kesakitan.

Bekas gigi Shena tercetak jelas di lengan Arsen. "Apa kau anak anjing? Kenapa gigitanmu sangat kuat?" Ia meringis kesakitan.

Hati Shena puas sedikit membalas dendam pada Arsen. Ia berkata dengan sesenggukan. "Apa kau majikan berhati sempit? Teganya kau memarahiku. Hiks... Hiks...".

Arsen merasa bersalah. "Jangan di ambil hati, aku hanya bercanda". Ia menenangkan Shena.

"Apa ada lagi yang sakit?" Tanya dokter memastikan.

"Dokter, apa ada kompres untuk luka memar?" Tanya Shena.

"Luka di kepalamu tidak perlu di kompres " jawab dokter.

"Bukan kepala ku, dok. Perutmu sedikit memar". Sahut Shena.

"Berbaringlah. Angkat bajumu" perintah dokter.

Arsen membantu Shena berbaring. Shena menyibak bajunya sebatas perut. Arsen dan Ello tercengang. Itu bukan memar yang kecil. Sebagian perutnya hampir memar dan itu bahkan sangat jelas. "Kenapa bisa seperti ini?" Tanya dokter. Shena menggeleng tak mau menjawab. Ceritanya terlalu panjang, ia malas menjelaskan. Dokter lalu memberinya kompres.

Dokter kembali ke ruangannya. Hanya mereka bertiga sekarang. Arsen duduk di kursi sebelah kiri Shena dan Ello duduk di kursi sebelah kanan Shena. Shena berdehem. "Ehem... Kalian kembalilah ke kelas. Aku sudah baik-baik saja".

Arsen menjawab dengan santai. "Mana bisa kutinggalkan babu ku yang terluka di sini. Aku akan menjagamu dengan baik" ia tersenyum sambil menepuk-nepuk puncak kepala Shena. Shena menepisnya bagai lalat.

Ello jengkel melihat tingkah Arsen. Ia berkata dengan sengit. "Aku pacarmu, aku akan menjagamu ".

"Shena, kenapa kau bisa terluka?" Tanya Ello khawatir.

Shena buang mata kesal. "Sekarang kau bertanya. Kemarin kau memarahiku". Ketusnya.

"Kemarin?" Ello mengingat. "Waktu malam-malam kau menelpon?" Lanjutnya. "Kau tidak bilang apapun padaku". Sambungnya.

"Aku bilang. Tapi perempuan lain yang mengangkatnya. Dia bilang kau sedang mandi. Apa dia tidak sampaikan padamu kalau aku di rumah sakit" ketusnya lagi.

Ello merasa bersalah. Ia tidak tahu kalau Shena sedang terluka waktu itu. Kalau ia tahu sudah pasti ia akan segera menemui Shena. "Shena, maafkan aku. Aku tidak tahu".

"Tidak apa. Hati ku luas. Lagi pula Dian tidak ada yang menjaga. Sedangkan aku ada dokter yang merawat ku sudah seperti anak kandungnya sendiri" sarkasnya.

Arsen menikmati tontonan gratis di depan matanya. Ia senang mereka bertengkar.

"Shena, bukan seperti itu. Kau selalu menjadi yang utama bagiku". Jelas Ello.

"Tapi kemarin kau mengabaikan ku" tandas Shena. Ia menangis.

Arsen mulai bereaksi ketika melihat Shena menangis.

"Shena, aku tidak akan mengulanginya. Aku berjanji".

"Keluarlah" perintah Arsen dingin pada Ello. Ello menoleh padanya sinis. "Jangan ikut campur". Tegasnya.

"Kau membuatnya tambah sakit" nada bicara Arsen meninggi.

Ello menoleh ke arah Shena. Shena menangis karenanya. Sepertinya ini bukan waktu yang tepat untuk bicara. "Shena....". "Keluarlah, El". Potong Shena. Ello pasrah dan pergi keluar.

Shena menangis sesenggukan. Arsen tak tega melihatnya tapi tak tahu harus berkata apa. Dia belum pernah membujuk wanita yang sedang menangis. Arsen mengelus lembut kepala Shena. "Jangan menangis lagi. Dia sudah pergi".

"Ahh... Aku pasti sudah gila. Nick pasti akan menertawakan ku kalau tahu aku membujuk seorang wanita" batinnya. Seorang Arsen Erzaquel Lergan yang di kenal menakutkan dan berhati dingin di sekolah siapa yang menyangka ia bisa bersikap normal dan kekanakan jika bersama Shena. Ia akan tertawa, tersenyum, jahil, marah, kesal dan songong jika bersama Shena.

.

.

.

Malam harinya, Shena sedang berdiri di dapur memasak mie. Ponsel berdenting. Ada pesan yang baru masuk. Itu Drew.

"My Hero, aku punya kejutan untukmu besok?" Isi pesannya.

Shena terkekeh. Ia membalas. "Apa kau akan memberiku boneka beruang yang besar?".

"Alih-alih boneka beruang, aku akan memberikan diriku padamu". Balas Drew. Shena tertawa membacanya.

"Ting... Ting....."

Bell pintu berbunyi. Shena mematikan kompor dan berjalan ke arah pintu. Dari layar nampak itu adalah Ello. Shena tersenyum senang melihat Ello datang. Ia menghela nafas sejenak untuk menetralkan ekspresinya lalu membuka pintu.

*Hi readers. Jangan lupa untuk memberikan dukungan kalian pada novel ini dengan cara berikan komentar terbaik kalian, kasih like dan vote novel ini ya. Dukungan kalian pada novel ini sangat berarti karena itu akan menjadi semangat buat author menyelesaikan cerita ini hingga akhir. Tetap pantau terus ga kelanjutan dari cerita ini. Akan ada banyak keseruan yang kalian dapatkan. Happy reading all 🙏

1
Queen Rose
kalian jangan lupa kasih dukungan ya guys....
Queen Rose
kalian jangan lupa ya kasih komentar dan like kalian buat author, jujur aja aku sebagai penulis baru sering overthinking mau menekuni dunia nulis ini karena takut gagal. tapi aku coba buat selalu semangatin diri dan berpikir positif. aku selalu nanemin ke diri aku kalau ini bagian dari proses aku
Queen Rose
guys aku mau bilang sama kalian semua kalo di akun author, setiap bab itu udah siap tayang pukul 20.00 ya. Semua bab udah di kirim dengan waktu terjadwal, jadi semua bergantung sistem untuk cepat atau lambatnya perilisan setiap bab
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!