"Hanya karena arloji murah ini, kau membuang tiga tahun hubungan kita?"
Vandiko Elhaz hanyalah pemuda miskin yang bekerja keras demi masa depan kekasihnya, Clarissa. Namun, di hari ulang tahun Clarissa, Vandiko justru dipermalukan di depan kaum elit dan dicampakkan demi seorang pewaris kaya.
Di titik terendah hidupnya, di bawah guyuran hujan dan hinaan yang membakar dada, sebuah suara mekanis menggema di kepalanya
Sejak malam itu, hidup Vandiko berubah total.
Orang-orang yang dulu meludahi kakinya, kini mengemis di depan kantornya.
Wanita yang dulu mencampakkannya, kini menangis memohon kesempatan kedua.
Dengan kekayaan tak terbatas dan sistem yang terus memberinya misi rahasia, Vandiko akan menunjukkan pada dunia: Siapa yang sebenarnya berkuasa?
"Dulu kau bilang aku sampah? Sekarang, bahkan seluruh hartamu tidak cukup untuk membeli satu jam
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ginian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 13: Kematian Sang Dewa Kuno
Pertempuran di kedalaman Palung mencapai puncaknya
Cahaya emas dari zirah Vanguard milik Vandiko berbenturan dengan aura ungu pekat yang memancar dari Subjek Zero, menciptakan gelombang kejut yang meruntuhkan struktur kubah fasilitas rahasia di sekitarnya.
Vandiko melesat di antara barisan tentakel yang mencoba mencabiknya
Setiap tebasan Void Slasher meninggalkan luka bakar energi yang mencegah regenerasi instan makhluk itu
Namun, Subjek Zero bukanlah lawan sembarangan
Makhluk itu membuka mulutnya, menembakkan sinar partikel hitam yang menghantam bahu kiri Vandiko, menghancurkan sebagian zirahnya dan melemparkannya menghantam dinding karang
[Peringatan! Integritas Zirah: 40%.]
[Kondisi Fisik: Pendarahan Internal Terdeteksi!]
"Tuan! Kembali ke kapal! Makhluk itu terlalu kuat!" teriakan Gia bergema di komunikator, namun Vandiko hanya mengatur napasnya yang mulai berat
Darah mengalir dari sudut bibirnya, namun matanya justru bersinar lebih terang dari sebelumnya
"Kuat?" Vandiko tertawa dingin di balik helmnya. "Dia hanyalah akumulasi dari keserakahan manusia
Jika aku tidak bisa membunuh monster ini, maka aku tidak layak memegang nama Elhaz."
Vandiko memaksakan dirinya untuk berdiri di dasar laut yang berguncang
Ia merentangkan tangannya, membiarkan sistem mengakses cadangan energi terakhirnya
[Ting! Mode Pengorbanan Aktif.]
[Mengonversi Seluruh Kekayaan Tunai Menjadi Energi Penghancur...]
[Saldo: 150 Triliun Rupiah -> Dikonversi...]
"Isabella, Ayahmu dan para Naga itu...
mereka pikir mereka bisa mengendalikan kiamat?"
Vandiko berteriak saat pusaran energi emas raksasa mulai terbentuk di tangannya, menyedot air laut di sekitarnya
"Hari ini, aku akan menunjukkan bahwa uang bisa membeli bahkan kematian seorang Dewa!"
Subjek Zero meronta, merasakan ancaman nyata
Ia mencoba melarikan diri, namun gravitasi dari serangan Vandiko mengunci seluruh tubuhnya
[Serangan Final: 'World Reset'!]
Vandiko menghantamkan tinjunya ke arah jantung Subjek Zero
Cahaya putih yang menyilaukan meledak, menelan kegelapan palung tersebut
Suara raungan makhluk itu perlahan lenyap, tergantikan oleh dentuman energi yang memekakkan telinga
Saat cahaya itu meredup, Subjek Zero telah lenyap, hanya menyisakan sebuah kristal hitam kecil yang mengambang di air—inti dari kekuatan naga
Fasilitas bawah laut itu kini hancur total
Namun, di antara reruntuhan, Vandiko melihat sebuah kapsul pelarian yang meluncur cepat menuju permukaan
Di dalamnya, seorang pria tua menatapnya dengan senyum licik melalui layar monitor
Itu adalah pemimpin sejati para Naga, ayah Isabella, yang masih hidup
Vandiko jatuh berlutut, napasnya tersengal
Sistemnya mulai memasuki mode hibernation karena kehabisan energi
[Misi Selesai: Subjek Zero Dimusnahkan.]
[Status: Kehilangan Seluruh Harta Kekayaan. Saldo: Rp 0.]
[Evolusi Sistem Dimulai... Harap Tunggu...]
Vandiko tersenyum pahit saat kegelapan mulai menyelimuti kesadarannya
Ia kembali miskin, tanpa uang sepeser pun di rekeningnya
Namun, ia tahu satu hal
ia kini memiliki kekuatan yang jauh lebih berharga daripada angka di bank
Dan perburuannya terhadap para Naga yang tersisa, baru saja dimulai
Vandiko terbangun di atas tumpukan pasir pantai yang dingin
Suara ombak yang menderu seolah mengejek nasibnya yang kembali berputar 180 derajat
Tidak ada lagi setelan jas ratusan juta, tidak ada lagi limusin yang menunggu
Ia hanya mengenakan kaos hitam yang robek dan celana taktis yang kotor
Ia meraba sakunya, mengeluarkan ponselnya yang layarnya telah retak seribu. Dengan tangan gemetar, ia membuka aplikasi m-banking
[Saldo Anda: Rp 0,00]
Vandiko tertawa getir, Tawa itu perlahan berubah menjadi tawa liar yang bergema di sepanjang pesisir sunyi itu
Ia telah membakar ratusan triliun rupiah hanya untuk satu serangan mematikan di dasar palung
Secara finansial, ia kembali menjadi sampah
Namun, saat ia mengepalkan tangannya, udara di sekitarnya mendadak bergetar hebat
[Ting! Evolusi Sistem Selesai.]
[Selamat, Tuan Vandiko Elhaz. Anda telah melampaui fase 'Triliuner' dan memasuki fase 'Penguasa Dimensi'.]
[Status Baru: Saldo Uang Tidak Lagi Diperlukan. Anda dapat memanifestasikan materi dari kehendak.]
"Apa maksudmu?" bisik Vandiko
[Contoh: Fokuskan pikiran Anda pada sebuah objek yang Anda inginkan.]
Vandiko menatap sebuah batu karang kecil
Ia membayangkan batu itu berubah menjadi emas murni
Wush! Dalam sekejap, batu itu berpendar dan berubah menjadi bongkahan emas 24 karat yang berkilau
Vandiko tertegun, Sistemnya bukan lagi sekadar alat pencari uang, tapi alat pengubah realitas
Tiba-tiba, sebuah helikopter dengan lambang Wijaya Group yang masih tersisa mendarat di kejauhan
Beberapa pria bersenjata lengkap turun, dipimpin oleh seorang pria yang sangat dikenal Vandiko: asisten pribadi ayah Isabella
"Tuan Vandiko," ucap pria itu dengan nada mengejek
"Kami mendeteksi ledakan energi di sini Melihat penampilanmu, sepertinya kau telah kehilangan segalanya di bawah sana
Tuan Besar mengirim kami untuk menjemput 'inti kristal' yang kau ambil, Berikan secara sukarela, atau kami akan menguburmu di pasir ini."
Vandiko berdiri dengan tenang. Ia menatap para tentara bayaran itu seolah mereka adalah semut. "Kalian datang di waktu yang salah. Aku sedang ingin mencoba mainan baruku."
Vandiko tidak bergerak
Ia hanya menjentikkan jarinya
Bzzzt!
Senjata-senjata di tangan para pria itu mendadak mencair, berubah menjadi debu besi yang beterbangan
Helikopter di belakang mereka tiba-tiba terlipat seperti kertas, merenyuk menjadi bola logam kecil dalam hitungan detik
"Kembali dan katakan pada tuanmu," suara Vandiko kini terdengar seperti ribuan guntur yang menyatu
"Aku tidak butuh uangnya lagi, Aku akan datang ke markasnya
bukan untuk membeli sahamnya, tapi untuk menghapus keberadaannya dari sejarah dunia."
Para pria itu lari tunggang-langgang ketakutan, meninggalkan Vandiko sendirian di pantai
Vandiko menatap kristal hitam di tangannya—inti kekuatan Subjek Zero
Ia tahu, ayah Isabella melarikan diri ke sebuah pulau rahasia yang tidak terdaftar di peta dunia
Tapi dengan kekuatan barunya, tidak ada tempat yang bisa bersembunyi
"Gia, kau masih hidup?" Vandiko berbicara melalui transmisi mental yang tiba-tiba terhubung
"Tuan? Saya berhasil mendaratkan kapal selam di pangkalan rahasia Sektor Nol. Kami menunggumu," suara Gia terdengar lega namun penuh kekaguman
"Siapkan pasukan
Kita tidak akan melakukan merger atau akuisisi lagi,"
Vandiko berjalan menuju laut, namun alih-alih tenggelam, air laut membeku di bawah kakinya, membentuk jalan kristal yang megah