"Kamu Kriminal" Ucap gadis itu ketus dengan tangan diikat.
" Saya bukan kriminal." Ucap Pria itu tegas.
Mereka saling bertatapan dalam situasi hening dan penuh ketegangan. Alih - alih merasa takut, Gadis itu terus menatapnya tajam.
"Kau monster." Celetuknya.
Senyum menyeringai. " Aku bukan monster,... Aku Vampir." Ucap pria itu pelan berbisik ditelinga gadis yang ia sekap.
Bukannya jeritan rasa takut yang didengar, Pria itu merasa heran gadis dihadapannya malah tertawa puas.
Kesal tak kunjung percaya, Pria itu menunjukan taring dan mata merahnya.
Sontak gadis itu terdiam mematung.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon laliza_xiexie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kiara Mencoba Berani
Eyden menerima uluran tangan Kiara dan mereka berjabat tangan. Namun tiba – tiba Kiara segera melepaskan jabatan tangan dan menarik tangannya dengan cepat sembari menatap tajam Eyden. Tangan Eyden sangat dingin, Kiara langsung berdiri mundur menjauhi Eyden.
Eyden kebingungan oleh tingkah Kiara dan berjalan mendekatinya.
“ Kenapa?” Tanya Eyden bingung.
“ Ka – kamu bukan manusia.” Ucap Kiara membuat Eyden terkejut.
Eyden menjadi salah tingkah dan mukanya tampak pucat.
“ Kamu mayat hidup.” Ucap Kiara yang membuat Eyden spontan tertawa.
“ Hahaha… Mana ada mayat hidup setampan diriku, lagi pula jantungku masih berdetak.” Ucap Eyden sembari menaruh tangan Kiara didadanya.
Kiara merasakan detak jantung Eyden, detaknya begitu kencang dan tak beraturan.
Kiara tersenyum dan merasa bersalah, sedangkan Eyden malah mengacak – acak rambut Kiara.
“ Baiklah kalo begitu, kamu besok mulai kerja jam delapan sudah ada disini ya. Aku ada rapat sampai jumpa.” Ucap Eyden langsung pergi sembari masih tertawa.
Namun tanpa sepengetahuan Kiara, tawa diwajah Eyden seketika menghilang berubah menjadi cemas. Karena Ia takut rahasianya akan terbongkar, bahwa Dia adalah Vampire.
Bagi Eyden, Kiara adalah wanita yang baik dan Dia berhak bahagia. Eyden berharap Kiara tidak akan tau siapa dirinya sebenarnya agar Ia bisa selalu ada disampingnya dan melindunginya tanpa membuatnya takut.
Di ruangan Kiara masih merasa aneh dengan semua ini, Dia tidak mengerti dengan semua yang terjadi. Lalu ia teringat mimpinya sewaktu tidur Di Bus Paman. Kota yang Ia mimpikan sama dengan Kota ini, lalu secara kebetulan Kiara mendatangi kota aneh ini.
Kiara menyambungkan mimpinya dengan cerita Eyden tentang tahta, penerus dan pertumpahan darah. Kiara sangat frustrasi memikirkan semuanya hingga akhirnya Ia keluar dari ruangan dan berjalan pergi. Saat berjalan menuju ruangan selanjutnya dibalik pintu yang sedikit terbuka Ia melihat lelaki yang hampir menabraknya sedang duduk dimeja menjilat sesuatu seperti permen.
Kiara melihat bibir lelaki itu penuh dengan cairan merah, yang mungkin itu permen yang meleleh. Semua tampak baik – baik saja sampai hal tak disangka terjadi. Lelaki itu menoleh ke arah pintu dan membuat Kiara terkejut dan bersembunyi. Karena rasa penasaran Ia mengintip kembali dan sangat terkejut, Lelaki itu melihat Kiara dengan mata merah dan taring dimulutnya. Sesegera mungkin Kiara berlari pergi meninggalkannya, dijalan menuju pulang Kiara terus memikirkan apa yang terjadi. Semua tampak sangat aneh, Kota ini sangat aneh dan mengerikan.
Di kamar Kiara duduk dibalik jendela sembari melamun ditemani pemandangan senja yang indah. Kiara mulai merasa cemas dan ketakutan, Ia merasa kota Hirosyuki bukanlah kota biasa. Atas apa yang Ia lihat tadi dikantor membuatnya tambah yakin, bahwa kota ini bukanlah kota biasa pada umumnya. Tiba – tiba ada yang mengetok pintu ruangannya, Kiara mendekati sembari merasa cemas. Ia melihat siapa yang datang lewat lubang kecil dibelakang pintu dan ternyata seorang pelayan membawa makan.
Kiara membuka pintu dan berusaha tersenyum pada pelayan wanita itu, namun pelayan itu hanya cuek dan bermuka datar.
“ Nona anda dari siang belum makan, silahkan diambil dan dinikmati makanannya.” Ucap Pelayan itu sembari menyodorkan makanan diatas baki.
“ Seharusnya kamu tidak perlu repot – repot.” Ucap Kiara berusaha akrab.
“ Ini pesan dari Tuan Eyden, Saya tidak ingin dipecat jika tidak mematuhi perintahnya.” Ucap Pelayan cuek.
Kiara tersenyum dan mengambil baki dari tangan pelayan, tangan mereka bersentuhan. Dengan tidak sengaja Kiara menjatuhkan semua makanannya karena terkejut tangan pelayan itu sangat dingin.
Dengan nafas terengah – engah Kiara dan pelayan tampak saling menatap satu sama lain.
“ Apa kamu manusia?” Tanya Pelayan yang membuat Kiara sangat takut.
Kiara berusaha menenangkan perasaannya, dan mengalihkan pembicaraan.
“ Maaf Aku tidak sengaja menjatuhkannya, kamu pergi saja biar Aku yang membereskan semuanya.” Ucap Kiara tersenyum.
Dengan wajah tanpa ekspresi pelayan itu langsung pergi meninggalkan Kiara dan Ia secepat mungkin membereskan semuanya lalu masuk ke dalam ruangan.
Kiara tambah merasa yakin ada misteri yang belum Ia tahu, bukannya takut dan kembali ke kota asalnya Kiara justru tertantang untuk memecahkan semua misteri yang membuatnya terus kepikiran.
Kiara teringat bahwa Ia berjanji akan membantu Eyden mencari pewaris tahta, dengan cara itu Kiara berharap mendapatkan beberapa informasi kota ini.
Lalu Ia menyimpan nomor ponsel Eyden atas nama ‘ Sweet Eyden’. Karena hari mulai semakin malam Kiara memutuskan menutup tirai jendela dan mandi.
Kiara berusaha melupakan apa yang sudah Ia alami hari ini dengan bernyanyi dan ceria.
Namun tiba – tiba Kiara terdiam mendengar sesuatu.
“ Arrrhh… arrrrhhh …arr arrhhh.” Suara misterius.
Suaranya tampak seperti seekor hewan yang sedang menyantap ikan mentah. Hal itu membuat Kiara tambah penasaran dan segera menyelesaikan mandi. Setelah semua selesai, Ia keluar kamar menuju tempat makan. Saat berjalan pandangannya teralihkan pada ruangan yang terletak disamping ruangan Kiara, kebetulan Ruangan Kiara paling pojok dilantai 3. Kiara merasa yakin bahwa suara misterius itu berasal dari ruangan itu. Namun ruangan itu sangat tertutup, tidak terlihat apa pun dari luar. Karena merasa sangat lapar Ia memutuskan meninggalkan ruangan itu dan berjalan menuju ruang makan.