NovelToon NovelToon
Melodi Cinta Untuk Davin

Melodi Cinta Untuk Davin

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Cinta pada Pandangan Pertama / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:30.5k
Nilai: 5
Nama Author: Moms TZ

Hati Davin hancur ketika mengetahui cintanya pada Renata juniornya, bertepuk sebelah tangan dan ternyata hanya dimanfaatkan untuk kepentingan karir.

Dia lalu memilih pergi menjadi relawan medis di daerah bencana, dan bertemu Melodi, gadis yatim piatu nan tangguh merawat adiknya yang lumpuh

Ketulusan dan ketegaran Melodi mampu membuat Davin terpikat. Namun, perbedaan status di antara mereka terlalu besar membuat Melodi ragu.

Mampukah Davin meyakinkan Melodi bahwa cinta sejati tak mengenal batas? Atau justru perbedaan akan memisahkan mereka selamanya?

Yuk, ikuti kisahnya hanya di sini;
"Melodi Cinta Untuk Davin" karya Moms TZ, bukan yang lain

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Moms TZ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

14. Jatuh

Hari pertama tinggal di tenda rasanya sungguh berbeda. Pagi itu ketika fajar mulai menyingsing di ufuk timur, Melodi terbangun oleh suara kokok ayam yang bersahutan. Ia merasakan tidurnya begitu nyaman. Dipandangi wajah polos adiknya yang masih terlelap dengan napasnya yang teratur. Melodi tersenyum lalu mengecup kening adiknya penuh kasih.

"Sepertinya kamu sangat nyaman di sini, Dik?" Dibelainya lembut pipi adiknya, lalu membetulkan selimut yang sedikit melorot agar sang adik merasa hangat.

"Sebaiknya aku segera ke dapur umum untuk membantu menyiapkan sarapan," gumamnya pelan.

Melodi membuka tenda kemudian keluar. Membuka kedua tangannya lebar-lebar sambil memejamkan mata, menghirup udara pagi yang masih segar.

"Selamat pagi, Mbak Mel," sapa Davin.

Pemuda itu baru saja pulang dari mushola yang tak jauh dari tenda mereka.

"Apa tidurnya nyenyak?" lanjutnya bertanya.

Melodi buru-buru membuka mata, netranya langsung bertemu dengan wajah tampan Davin yang tersenyum manis menatapnya. Mengenakan baju koko warna putih lengan panjang dipadu kain sarung kotak-kotak gelap. Tak lupa memakai peci, semakin menambah aura ketampanannya. Melodi terpukau untuk sesaat. Bohong jika dirinya tidak terpesona oleh sosok dokter muda itu yang menurutnya sangat sempurna.

"Sadar diri, Mel. Dirimu hanyalah remahan kerupuk miskin, tak pantas jika berandai-andai."

"Pak Dokter adalah pangeran yang sangat nyata, sedangkan dirimu bagaikan debu jalanan yang terhempas dan berterbangan jika tertiup angin."

"Jadi jangan pernah menghalu. Singkirkan jauh-jauh dari pikiranmu itu."

Melodi menggelengkan kepalanya cepat. "Astaghfirullah...! Nggak seharusnya aku berkhayal yang bukan-bukan."

Davin mengerutkan keningnya memperhatikan Melodi. Dia melambaikan tangannya di depan muka gadis itu. "Halo, Mbak Mel kenapa? Nggak nyaman ya, tinggal di tenda yang kecil?"

Melodi segera tersadar dari lamunannya. "Oh, nggak, Pak Dokter. Kami merasa sangat nyaman tinggal di sini. Iya begitu," jawabnya gugup.

"Syukurlah kalau begitu."

"Hahhh...." Melodi terbeliak dan reflek menutup mulutnya.

"Permisi, Pak Dokter."

Melodi membalik badan lalu masuk kembali ke dalam tenda. Ia sangat malu, baru bangun tidur sementara Davin sudah pulang dari mushola.

"Ish... pede banget sih, kamu, Mel. Jangan-jangan ada iler pula di pipiku." Melodi mengambil cermin kecil bekas bedak yang sudah patah lalu melihat wajahnya dengan seksama.

"Alhamdulillah, nggak ada iler." Ia meletakkan kembali cermin itu, lalu beranjak.

Melodi melongokkan kepalanya keluar, menengok ke kiri dan ke kanan memastikan nggak ada orang. Ia lantas buru-buru keluar membawa peralatan mandi menuju mushola.

Selesai dengan urusan pribadinya, Melodi segera kembali ke tendanya lewat jalan belakang agar tidak bertemu dengan para tim relawan.

Begitu masuk ke dalam tenda, ia disambut oleh Alvian yang ternyata sudah bangun.

"Kak Mel darimana?"

"Dari mushola, numpang mandi. Kamu udah bangun dari tadi, Dik?"

Alvian mengangguk. Tanpa bertanya Melodi segera mengangkat tubuh kecil Alvian dan menggendongnya menuju MCK portable yang tersedia. Melodi membantu adiknya dari membuang hajat sampai mandi, semua dilakukannya dengan tulus ikhlas. Gadis itu bahkan sempat-sempatnya bersenandung untuk menghibur sang adik.

"Bagaimana tidurnya? Nyaman nggak?"

"Iya, kak. Selimutnya hangat sekali, nggak kayak yang di Puskesmas," kata Alvian antusias.

"Pak Dokter baik sekali ya, Kak."

"Hu'um. Sudah selesai, yuk!" Melodi kembali menggendong tubuh Alvian setelah memakaikan handuk dan masuk kembali ke dalam tenda.

Tanpa Melodi ketahui, Davin menyaksikan semuanya. Dia sangat terkesan dengan ketulusan dan kesabaran gadis itu. Senyum tipis terbit di bibirnya, lalu membuka ponsel dan mengetik pesan di grup chat yang mereka beri nama Pandawa.

["Halo...abang, kakak, mas...?]

["Iya, Dik...? Ada apa?"] Darrel, Darren, Daniel, dan Danish membalas hampir bersamaan

["Kapan pembangunan rumah di mulai?"]

["Adik maunya kapan?" Daniel]

["Terserah kalian. Tapi adik maunya bantuan langsung berupa material, jangan berupa uang, karena sangat rawan dikorupsi."]

["Oke, siap." Danish]

"Secepatnya, Bang. Kasihan kemarin ada yang diusir dari pengungsian."

["Baiklah, Adik tunggu saja. Besok sudah bisa dimulai.] Darrel.

["Oh, ya. Kursi roda kapan datang?"]

["Abang sudah kirim sepuluh unit, adik tunggu saja. Hari ini mungkin akan sampai."] Darren.

["Baiklah, terima kasih banyak."]

Davin menutup aplikasi chat, bibirnya tersenyum puas. Dia merasa bersyukur dibesarkan oleh keluarga yang hangat dan penuh sayang serta peduli pada sesama.

.

Pagi itu, matahari bersinar hangat, setelah sarapan bersama Davin langsung kembali beraktivitas. Namun, dia tidak pergi ke Puskesmas Pembantu, melainkan mendatangi para korban di tenda pengungsian. Itu dirasa lebih efektif daripada menunggu mereka yang datang ke Puskesmas.

Sementara itu, Melodi juga sudah meninggalkan tendanya, di mana Alvian sendirian di sana. Namun, bocah itu tidak akan bosan lagi karena Davin memberinya crayon dan buku-buku mewarni.

Melodi mengayuh sepedanya menuju rumah Murni. Namun saat dirinya sampai di persimpangan dan akan berbelok sebuah motor dari arah bekakang tiba-tiba memepet sepedanya dengan paksa disertai dorongan, sehingga ia jatuh tersungkur di parit.

Byuurrr

"Rasain itu...!" terdengar seruan dari pengendara motor yang tak lain adalah Dahlia. Bukannya menolong ia justru pergi mengendarai motornya begitu saja sambil tertawa puas tanpa merasa bersalah.

Sebelumnya Dahlia melihat Melodi dari kejauhan yang membelok arah. Ia pun langsung merencanakan niat jahatnya untuk mencelakai gadis malang itu.

"Astaghfirullah al'adzim," gumam Melodi sambil meringis menahan rasa nyeri.

Sepintas dirinya masih bisa melihat siapa sosok yang telah mencelakainya tadi.

Kemudian mencoba duduk di tepian parit, menatap pakaiannya yang basah kuyup dan kotor bersimbah lumpur serta tangannya berdarah tergores rumput liar. Rasa perih langsung terasa begitu terkena air dan ia menahannya.

"Sabar, Mel. Apapun perbuatan jahat yang orang lakukan padamu, suatu saat nanti pasti akan berbalik pada dirinya sendiri. Percayalah, Allah nggak tidur, pasti akan membalas setiap orang yang berbuat zalim," gumamnya dengan yakin.

Melodi lantas berusaha bangkit dari dalam parit dengan susah payah. Rasa nyeri di beberapa bagian tubuhnya langsung menyeruak begitu dirinya berdiri. Lalu ia berusaha menaikkan sepedanya, tetapi sayangnya sepeda itu patah dan tak bisa dipakai lagi.

Dalam keputusasaan dan kesakitan, Melodi duduk berjongkok, menyembunyikan wajahnya di balik kedua telapak tangannya yang bertumpu pada paha. Ia menangis dalam diam. Bukan hanya sekujur tubuhnya yang terasa remuk, tetapi sakit di hatinya jauh lebih mendalam. Melebur jadi satu membentuk dinding tak kasat mata yang mungkin akan mengubah hidupnya, entah dirinya menjadi lebih kuat atau sebaliknya.

1
Nar Sih
pasti terlejutt nih melody nya ,dan untung nya renata gk berhasil dgn rencana nya
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: huumm
total 1 replies
𝕸𝖆𝖗𝖞𝖆𝖒🌹🌹💐💐
pasti Melodi terkejut..
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: mungkin...
total 1 replies
𝕸𝖆𝖗𝖞𝖆𝖒🌹🌹💐💐
Aamiin🤲🤲
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: /Drool//Drool//Drool//Drool//Drool/
total 1 replies
Aditya hp/ bunda Lia
reaksinya melongo ..... 😲😲
pertama nih ceritanya lagi santay kerjaan beres jahitan beres 😂
Aditya hp/ bunda Lia: Iya moms 🤭
total 2 replies
ora
Dih. Masih arogan. Penjara seumur hidup/Determined//Facepalm/
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: /CoolGuy//CoolGuy//CoolGuy//CoolGuy//CoolGuy/
total 1 replies
ora
Salahmu. Mending sejak awal terima nasib, fokus karir dulu. Ehh, ini malah coba-coba😏😏😏
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: lha iyo
total 1 replies
〈⎳ FT. Zira
coba suruh dia minum atau makan yg sudh dicampur obat.. cwonya kasih acak aja selama jangan cogan/Silent//Silent//Silent/
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 🤧🤧🤧🤧🤧
total 1 replies
bibuk Hannan & Afnan
untyk=untuk typo mom
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: sudah direpisi sih, tp masih repiu
total 1 replies
𝕸𝖆𝖗𝖞𝖆𝖒🌹🌹💐💐
si Renata sakit jiwa😬
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: entahlah
total 1 replies
𝕸𝖆𝖗𝖞𝖆𝖒🌹🌹💐💐
makanya Renata terima nasib jangan jadi serakah😏😏
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: huummm
total 1 replies
Aditya hp/ bunda Lia
Masukan rumah sakit jiwa ajah Bu pol si Renata emang udah gila ...
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 😂🤭😂🤭🤧
total 3 replies
Tiara Bella
aku suka nh adegan ini Renata ditangkep polisi tp....kynya dia pantesnya msk RS jiwa.....🤣
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: ya udah, klo pada suka🤭
total 1 replies
vj'z tri
terpuji ya Bu /Slight//Slight//Slight/
bibuk Hannan & Afnan: kmrn aku mau ingetin kurang kata tp aplikasi ku lg error😁😁😁
total 2 replies
Dew666
💜💜
Nar Sih
seperti nya perlu dr spesialis jiwa nih renata ,biar bnr lgi jiwa nya yg eror
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 🤭😂🤭😂🤭😂🤭😂
total 1 replies
ora
Penjara langsung/Determined//Angry/
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: siap....
total 1 replies
ora
Masih kecil kamu Alvian🤭🤣🤣
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: lha iyo
total 1 replies
ora
Euuh banget tidur sama kamu😤😤😁
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 🤧🤧🤧🤧🤧
total 1 replies
Patrick Khan
wahhh Renata mw di usirrr.. senang nyaaaa😂😂😂
Dew666
🍎🍎🍎
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!