NovelToon NovelToon
Rose And Orchid

Rose And Orchid

Status: tamat
Genre:Romantis / Romansa-Percintaan bebas / Hamil di luar nikah / Tamat
Popularitas:88.4k
Nilai: 4.8
Nama Author: Jiel Ruu

Bagaimana jika kamu menjalankan kehidupan yang sama tapi semuanya tidak serupa lagi?

Ini adalah kisah dari Gill, wanita muda yang mengalami jatuh bangun di kehidupannya saat harus memilih antara jujur atau menyembunyikan identitasnya sebagai ibu muda dari seorang anak di luar nikah.

Apakah semua ini sudah digariskan oleh takdir?

Saat Gill harus terpuruk kembali oleh perbuatan sang mantan, dia mendapatkan pertolongan dari pria bernama Vince, orang yang memiliki latar belakang yang kuat dan ternyata juga telah memiliki seorang anak.

Vince menghadapi permasalahan yang melilitnya dan tepat disaat itu, dia juga membutuhkan wanita yang bisa membantunya.

Apakah Vince hanya mengambil keuntungan dari Gill dengan mendekatinya? Atau adakah yang Vince inginkan lebih dari itu?

Kisah keduanya seperti anggrek dan mawar. Yang satu bertahan hidup untuk tumbuh di berbagai medan sulit dan berusaha untuk mekar, dan yang satunya lagi terlihat cantik mempesona, tapi durinya yang tajam bisa melukaimu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jiel Ruu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 14 Gejolak masa lalu bagian (4)

"Halo, apa ini Federick? Ini saya Gill."

"Saya senang sekali anda menghubungi saya! Saya sempat berpikir anda melupakan saya lho,"

"Tentu tidak, saya cuma sibuk belakangan ini."

"Wah, itu membuat saya lega. Apa anda sudah pulang kerja?"

"Iya saya sudah pulang dan di rumah,"

"Maaf saya tidak bisa mengantar anda pulang saat itu,"

"Bukan apa-apa kok, terimakasih sudah menawarkan,"

"Apa besok anda punya waktu?" Wah, kenapa dia bertanya ya?

"Ya? Iya, saya libur besok, apa ada sesuatu?"

"Minggu depan sudah natal, apa anda mau pergi bersama saya untuk mencari kado? Saya belum memilih untuk Theodore juga,"

"Ah, itu. Tapi apa tidak apa-apa?" Astaga! Orang ini terang-terangan banget! Apa bisa ditolak ya, jadi ngak enak aku.

"Anda bisa merekomendasikan hal yang bagus dan saya juga kebetulan tidak punya teman untuk pergi." Anda bohong! Bohong ini!

"Saya akan sedih lho kalau pergi sendirian. Bagaimana nasib keponakan saya ini kalau natal nanti saya tidak memberikannya kado~"

Sial! Aku ngak bisa menolak sekarang. Kok aku agak menyesal ya jadinya ngechat duluan. Orang ini benar-benar bisa membuat seseorang ngak bisa menolaknya!

"Um, oke. Saya akan pergi bersama anda."

"Baiklah! Saya sangat senang! Saya akan kabari jam dan tempat pertemuannya."

Gill, semoga kamu ngak buat keputusan yang salah. Ayolah! Kita cuma jalan-jalan oke! Perasaanku jadi ngak enak.

Sekarang pikiranku tidak mau menurutiku. Rasanya sedikit aneh kalau berpikir akan keluar bersama Federick. Oke, sekarang aku harus buang pikiran itu jauh-jauh sementara. Hitung-hitung sambil membelikan sesuatu untuk Leon juga. Ah, aku coba menelpon Leon sekarang? Sudah lama juga aku tidak menelponnya, rasanya jadi sangat kangen.

Villa Golden Lion Park.

Rumah ayah Federick berwarna putih modern minimalis yang elegan. Pagar besi berwarna hitam klasik dan halamannya di tanami oleh berbagai tumbuhan hias. Rumah dengan 2 tingkat ini begitu bagus dipandang.

"Ah, ini sungguh tidak adil. Kakek lihat! Paman Federick menjual namaku untuk mendekati kakak teman kencannya!" Theodore di sana sedang menggerutu karena Federick menggunakan namanya untuk membujuk Gill.

"Hahaha! Tidak apa-apa, sesekali biarkan pamanmu ini mengejar masa depannya," Tawa Federick sambil mengelus kepala Theodore.

"Ah, sebenarnya kakek sangat penasaran lho dengan kakak yang di sukai pamanmu ini~."

"Kakek harus melihatnya lho! Pas di kafe kami bertemu, kakak itu manis banget," anak kecil yang luar biasa!

"Kamu ini ya, masih kecil sudah bisa memuji seperti itu, hahaha."

Pria yang dipanggil kakek oleh Theodore ini adalah Eliot Yuan. Umurnya sekitar 49 tahun dan masih terlihat muda dan segar. Dia merupakan ayah dari Federick dan Vince. Mereka jarang menggunakan nama marga keluarga jadi kebanyakan hanya mengenal nama aslinya saja.

Ayah Federick adalah pemilik perusahaan permata. Dia memiliki beberapa cabang toko di sekitar sini dan hingga menjalar ke Hong Kong. Federick sebagai anak tertua tidak memiliki minat di perusahaan sehingga memilih menjadi dokter. Sedangkan yang menjalankan bisnis sekarang adalah Vince. (Mereka adalah sultan!)

"Ayah, mengenai Panti Asuhan Gabriella apakah sudah disetujui?"

"Iya, Nyonya Emila sudah memberikan berkasnya. Dia juga sudah meminta izin untuk melakukan kegiatan amal saat peringatan natal nanti."

Panti asuhan ini di bangun oleh Eliot Yuan untuk mengabulkan permintaan istrinya yang sudah meninggal. Dan Nyonya Emila adalah salah satu donatur tetap di sana.

"Paman akan semakin senang~ Kakak yang menjadi incarannya kan juga pengelola event tersebut."

"Wah sungguh?! Ini jadi semakin bagus! Federick, kenapa kamu tidak langsung lamar saja? Ayahmu ini sudah tua lho," Ayahnya Federick ini bahkan sampai berakting menangis,

"Pfft! Ayah ini bagaimana, dia bisa terkejut nantinya."

"Paman payah, pergerakannya lambat. Nanti keburu direbut orang lho,"

"Tuh, bahkan Theodore saja sudah mengerti. Tapi ayah heran, apa yang membuat kamu benar-benar suka dengan gadis ini?"

"Pastinya paman jatuh cinta pada pandangan pertama~ Dari balik meja dokter kulihat dia yang masuk ke ruanganku dan tatapan mata yang tidak bisa kami hindari~"

"Bhahahaha! Theodore cucuku! Darimana kamu belajar ini?! Pamanmu saja kalah, Federick kamu harus banyak belajar lagi,"

"Hahaha, sepertinya aku kalah telak dengan keponakanku sendiri. Baiklah berhenti membaca novel romantis sekarang nak,"

Krieett...

Seseorang membuka pintu dan berjalan masuk kedalam ruang keluarga itu.

"Ayah! Sudah selesai dengan urusannya? Ayah ketinggalan cerita seru lho,"

Vince masuk dan duduk di sofa satunya. Dia baru saja selesai mandi.

"Baiklah, karena sudah ada yang menemani Theodore, aku permisi menelpon Dilan dulu. Ada hal yang harus ku mintai saran darinya."

"Cieee, paman aku menunggu kabar bagus besok ya!"

Federick berjalan keluar ke teras atas dan menelpon seseorang. Di ruangan tersebut hanya tinggal Eliot, Vince dan Theodore.

"Federick kelihatannya senang sekali, ada apa?"

"Ckckck, apa ayah tidak tau? Paman sedang berbunga-bunga lho,"

"B-Berbunga?"

"Hahaha! Federick sepertinya menemukan orang yang membuatnya jatuh cinta sekian lama. Vince bagaimana kasusnya? Mira mendesakmu lagi?"

Pembicaraan mereka menjadi serius. Selama ini memang di ketahui bahwa Mira meninggalkan Vince dan Theodore yang bahkan masih kecil. Tapi Mira masih ibu kandung dari Theodore.

"Wanita itu menginginkan hak asuh setelah sekian lama. Aku tidak tau siapa yang dia nikahi sekarang, tapi sepertinya akan sulit karena tuntutan yang dia masukan berat mengingat dia ibu kandung Theodore."

"Theodore besar bersamamu dan semuanya melindungi Theodore. Mira tidak akan dengan mudah mengambilnya,"

"Itu benar! Ayah tenang saja, walau dia ibuku, tapi aku tidak akan ikut dengannya,"

"Aku juga berharap begitu. Walau wanita itu terus mendesak ke pengadilan, mereka tidak akan langsung mempercepat sidangnya."

"Tapi, sebenarnya apa tuntutan yang diberikan pengacaranya padamu sehingga kamu terdesak Vince?"

"Istri,"

"A-Apa?!"

Ayahnya Vince terkejut mendengarnya. Tuntutan yang di berikan Mira kepada Vince adalah Vince harus sudah menikah lagi atau istilah lainnya memiliki istri. Theodore di besarkan oleh Vince tanpa ada sosok seorang ibu. Saat perebutan hak asuh, Mira yang merupakan ibu kandung Theodore bisa mengambilnya karena sudah memiliki suami dengan syarat mencukupi.

"Ehem, ini rumit. Jadi apa kamu sudah memiliki jalan keluarnya?"

"Untuk sekarang masih belum,"

"Itu mudah. Ayah tinggal menikah lagi kan?"

Vince langsung terdiam. Walaupun dia anakku tapi bagaimana bisa semudah itu dia berbicara?!

"Ahahaha... . Sudahlah, soal ini nanti baru kita bahas lagi ya. Kakek mu ini mengantuk lho," Alihkan perhatian anakmu ini Vince!

"Theodore, ikut sama kakekmu,"

"Ah? Oke."

Aku bisa gila karena mereka ini. Tapi mungkin Theodore benar, aku juga harus segera mencari jalan keluarnya sebelum Mira memulai niatnya lagi. Bagaimanapun aku tidak akan membiarkan dia mengambil Theodore.

"Wah? Semuanya sudah bubar?"

Federick kembali masuk dan mendapati ayahnya dan Theodore sudah tidak di sana. Dia duduk di sofa berhadapan dengan Vince.

"Bagaimana dengan kasusnya?"

"Semuanya jadi rumit saja,"

"Sepertinya Mira tidak akan melepas semudah itu lagi ya,"

"Iya. Apa kakak sudah mendapatkan hasil labnya Theodore?"

"Hasil Labnya akan keluar hari senin. Aku harap bisa membantu."

"Terimakasih kak. Kakak sudah banyak sekali membantuku,"

"Ah~ Adikku ini membuatku terharu, aku jadi menangis karena bahagia~"

Walaupun dia kakakku, tapi orang ini sungguh menyebalkan.

"Mira seperti rumput liar di keluarga kita Vince. Kamu dan aku sudah tau kalau dia beracun, dan kita berdua sudah pernah terperangkap olehnya. Kali ini dia pasti akan mengincarmu lagi setelah dia tau kamu yang mewarisi perusahaan ayah. Jadi berhati-hatilah. Aku juga pasti akan membantu. Ku harap hasil Lab yang akan keluar tidak akan merubah apa-apa sekarang."

Federick kembali tegas dengan perkataannya. Ekspresinya langsung berubah dan dia tidak pernah main-main soal menyingkirkan Mira dari keluarganya.

"Baik, aku mengerti yang kakak maksud,"

"Jadi kalau begitu, mau bermain sebentar? Kita sudah lama tidak bersama bukan?"

Kembali ke Rumah Gill

Drrttt! Drttt!

Saat aku sedang menggosok gigi, aku mendengar ponsel yang ku taruh di meja sedang berdering. Ternyata Renata sedang menghubungiku.

"Halo?"

"Halo sayang! Kamu sudah di rumah?"

"Hei, kamu lagi mabuk ya panggil aku sayang begitu?"

"Jangan begitu dong, besok aku tidak main ke rumah ya. Aku ada urusan lain nih,"

"Urus saja urusan kamu, jangan panggil aku begitu! Geli tau ngak?!"

"Haha! Nanti aku telpon lagi ya. Bye~"

Tuuuttt ....

"Sinting nih anak, dia lagi ngapain sampai ngomong ngak jelas begitu,"

Tapi Renata biasanya tidak mengerjaiku lewat telpon. Apa ada sesuatu ya?

Setelah aku menutup telpon dari Renata, aku merasa aneh dengan cara bicaranya tadi. Semoga saja hanya tidak ada masalah yang terjadi. Tapi kenapa perasaanku berubah jadi tidak nyaman.

Suatu tempat di dalam sebuah restoran.

Renata sedang duduk berhadapan dengan seorang pria asing. Dilihat sekilas, sepertinya mereka sedang membicarakan sesuatu yang penting.

Bagus, Gill sudah di rumah. Aku sempat khawatir dia akan keluyuran lagi.

Setelah Renata menutup telpon dari Gill, dia meletakkan ponselnya ke meja. Renata memandang sinis ke arah pria di depannya itu dengan tatapan yang tajam.

"Sudah sampai di sini. Saya juga tidak ingin membuang waktu saya, jadi langsung ke intinya saja.

Apa yang anda inginkan, tuan Oscar?"

1
anan
lanjut tor
Hiu_Ramah
ko dikit amat udh tamat..
@Lala
hahahahahahahahahahahahahahahahahahaahahahahaahahahahaha
✦:𝓦⃟֯𝓓𝐞𝐥𝐯𝒚𝒐𝒐𝒏𝒂𐀔¡!
Kerenn🤩
✦:𝓦⃟֯𝓓𝐞𝐥𝐯𝒚𝒐𝒐𝒏𝒂𐀔¡!
Ceritanya bagus kakヾ(^-^)ノ
Jika berkenan, novel saya menunggu kehadiran author untuk mampir sejenak. Aleesya: My Hubby, My KetBok datang memberi bintang 5 untuk kakak. Semangat ya, GBU😇🙏🏻
Yukity
Hadir Thor..

salken dari GADIS TIGA KARAKTER
Dhina ♑
Besok lanjut lagi
Dhina ♑
Author
Dhina ♑
Dah nangis kan
Dhina ♑
Thor
Dhina ♑
Eh eh
Dhina ♑
Eeeeee
Dhina ♑
Oiiiii
Dhina ♑
Hey Author
Dhina ♑
Author
Dhina ♑
Boleh yaaaaa
Dhina ♑
jawab sih Thor
nuna_ruu: aa.... ada apa ya? 😅
total 1 replies
Dhina ♑
apa harus marah dulu
Dhina ♑
Please ya Thor
Dhina ♑
Boleh ga Thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!