NovelToon NovelToon
Polaris

Polaris

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:2.5M
Nilai: 5
Nama Author: Alana Kanaya

Arunika Gantari, seorang perempuan ceria yang tiba-tiba saja menghilang selama 4 tahun.

Asoka Danubrata, putra bungsu pemilik perusahaan yang menyembunyikan identitasnya sebagai putra pemilik perusahaan dan bekerja sebagai karyawan biasa di perusahaan miliknya sendiri.

4 tahun Asoka menunggu kepulangan Arunika, menepati janjinya untuk memantaskan diri. Namun ketika gadis itu kembali, sosoknya berubah. Tak ada lagi Arunika yang ceria, yang ada hanya Arunika yang tertutup.

Apa yang menjadi rahasia kepergian Arunika 4 tahun lalu? Akan kah Asoka berhasil mengembalikan kecerian perempuan yang dia cintai? Atau kan posisi Arunika sudah digantikan oleh perempuan lain?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alana Kanaya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

I Find You!

Blitz kamera serta riuhnya pertanyaan wartawaan yang saling bersautan mengisi samping kiri kanan menuju pintu masuk hotel R ketika para tamu undangan yang terdiri dari para pejabat, pengusaha, serta beberapa pesohor negri ini ke luar dari mobil mewah yang membawa mereka.

Begitu pula dengan Andi Santoso yang malam ini terlihat kharimatik mengenakan batik, di sampingnya berdiri sang istri yang terlihat cantik dengan mengenakan gamis berbahan brokat berwarna biru dongker dengan payet warna senada yang terlihat elegan.

Namun ada yang luput dari perhatian para wartawan yang langsung memberondong sang pengusaha properti itu dengan pertanyaan. Sopir yang membawa pasangan suami istri itu ke pesta, bukan sembarangan sopir, melainkan putra bungsu mereka yang terus melajukan mobil mereka ke parkir basement hotel.

“Seharusnya tadi kamu turun di atas saja sama mamah,” ucap Oka sambil melirik ke arah kaca spion dimana terlihat pantulan seorang gadis cantik yang tersenyum lembut.

“Banyak wartawan, Mas, saya takut.”

Oka tersenyum mendengar jawaban Salwa yang malam ini sangat cantik dengan gamis berwarna salem. Ketika kemarin menjemput kedua orangtuanya di bandara Oka dikejutkan oleh kehadiran Salwa. Ibunya mengatakan agar ada yang menemani Zelia dan Danish ketika mereka pergi ke undangan, namun yang terjadi pada akhirnya Danish dan Zelia dititipkan kepada Siska dengan imbalan nanti akan dibungkusin makanan dari hajatan pejabat, dan Salwa ikut ke undangan sebagai pasangan Oka.

Mereka berdua kini berjalan menuju lift setelah turun dari mobil Audi A8L yang khusus dipinjamkan Caraka untuk mertuanya malam ini.

“Masa ke undangan para pejabat pakai mobil operational,” ujar Caraka ketika ke Cibubur dengan mengendari salah satu koleksi kendaraannya itu. “Tidak mungin juga kan si bungsu mengeluarkan si ganteng buat ke undangan.”

“Jangan dong, si ganteng masih jomblo, dilarang keras dibawa ke undangan nikahan, takut sawan,” jawab Oka yang langsung jadi bahan bercandaan kakak-kakaknya kalau pemiliknya pun sama jomblonya, jadi hati-hati sawan di pesta nanti.

Lift yang membawa mereka dari basement hanya sampai lobi hotel, dari lobi hotel mereka berganti lift dengan menunjukan kartu undangan kepada penjaga yang berjaga di depan lift dan pintu lift bisa terbuka setelah penjaga itu menempelkan key card mereka.

“Silahkan, di ballroom 1, lantai 4.”

Oka dan Salwa masuk ke dalam lift bersama dengan tamu undangan lainnya yang malam ini mengenakan pakaian terbaik mereka. Para perempuan mengenakan gaun mewah, sedangkan para pria sebagian mengenakan batik dan sebagian lagi mengenakan stelan jas, seperti halnya Oka yang malam ini mengenakan stelan jas berwarna abu, meski tanpa dasi namun tetap terlihat formal dan membuatnya terlihat gagah.

Jantung Oka mulai berdebar tanpa alasan ketika memasuki ballroom dimana suasana pesta mulai terasa. Riuh rendah suara orang yang berbincang berpadu dengan musik pengiring yang menyajikan lagu-lagu cinta khas pernikahan.

Sebagian tamu undangan sudah duduk di kursi dengan meja-meja bundar yang telah ditutup kain satin putih dengan aksen merah muda, di setiap meja terdapat sebuah rangkaian bunga yang dibentuk setengah lingkaran, perpaduan antara bunga baby breath dan mawar merah yang menemani para tamu bercengkrama sambil menikmati makanan hasil racikan chef hotel bintang lima.

Di satu sisi ballroom hotel yang menampung seribu undangan itu terdapat pelaminan yang dihias elegant dengan bunga berwarna-warni yang menguarkan harum ke segala penjuru ruangan. Sepasang pengantin diapit oleh kedua orangtua yang tersenyum bahagia setiap menerima ucapan selamat dari para tamu yang hadir malam ini.

Oka, Salwa, dan tamu yang baru datang di arahkan untuk ikut mengantri dalam antrian menuju pelamanin untuk memberi ucapan selamat.

“Mas Oka sedang mencari siapa?” tanya Salwa yang dari tadi berdiri di depannya dan melihat Oka lebih sering menyisir ruangan seperti mencari seseorang daripada fokus kepada pengantin. “Om sama tante sudah duduk di sana.” Salwa yang mengira Oka mencari kedua orangtuanya menunjuk ke arah meja dimana ayah Andi dan bu Mega sudah duduk bergabung dengan besan mereka juga sepasang suami istri yang Oka tak kenal.

“Oh iya,” jawab Oka sambil tersenyum dan mengalihkan pandangannya ke arah pelaminan yang tak jauh lagi.

Namun itu hanya bertahan satu menit sebelum mata Oka kembali berkeliling mencari sosok yang menjadi alasannya datang malam ini.

“Lagi nyari siapa?”

Oka terkejut ketika tiba-tiba seseorang berbisik di belakangnya. Kedua kakak juga kakak iparnya kini berdiri di belakangnya dengan senyum menggoda membuat Oka heran, bukankah tadi orang lain yang berdiri di belakangnya? Kenapa jadi mereka berempat.

“Maju! Jangan melamun saja!” Bentari sedikit mendorong punggung Oka untuk maju.

“Enakkan punya WO orang dalam, tinggal diatur sat-set, sat-set, kita bisa berdiri barengan,” bisik Kirana sambil terkekeh.

“Aku juga sudah siapkan meja untuk kita berenam, di ujung dekat jendela, pokoknya aman deh. Tapi aku tak bisa duduk bersama kalian, aku harus kembali kerja.”

“Semangat, Sayang, nanti pulang dari sini aku pijitin.”

“Thank you, Honey, but no!”

“Lho kenapa?”

“Aku bisa tambah capek kalau nanti kamu pijitin.”

Kirana, Caraka, dan Birendra menahan tawa mereka, berbeda dengan Oka yang memutar bola matanya sambil menggelengkan kepala sudah terbiasa dengan tema pembicaraan kakak-kakaknya, sedangkan Salwa yang tidak paham hanya bisa mengerutkan alis bingung.

Mereka akhirnya sampai ke atas pelaminan. Pertama mereka memberi ucapan selamat kepada orangtua mempelai wanita, kemudian kedua pengantin, dan akhirnya … orangtua mempelai pria.

“Selamat ya, Tante,” ucap Oka dengan senyum sopan yang tanpa diduga mendapat pelukan dari Arum.

“Terimakasih sudah datang,” ucap Arum dengan senyum tulus, tangan kirinya terulur untuk menepuk bahu Oka lembut.

Mendapat perlakuan seperti itu membuat Oka terharu sekaligus terkejut, dia bahkan tak bisa berkata-kata selain kembali tersenyum dan mengangguk sebelum akhirnya Oka berhadap-hadapan dengan Sigit Suwarno, pria yang dulu pernah menghinanya sedemikian rupa.

“Selamat, Om.”

Oka menjulurkan tangan yang disambut Sigit dengan canggung.

“Terimakasih.”

Oka menganggukkan kepala kemudian turun dari pelaminan. Sesampainya di bawah Oka menghembuskan napas secara perlahan. Pertemuan kembali dengan orang yang pernah membenci kita sekaligus orangtua dari perempuan yang kita cintai itu tidaklah mudah. Semua emosi bercampur aduk, seperti yang dirasakan Oka saat ini.

Tetapi apa Sigit masih membenci Oka? Sepertinya tidak, sorot matanya berbeda dengan dahulu. Tak ada sorot menghina, kali ini sorot matanya lebih menunjukan rasa bersalah.

Mereka kini berjalan menuju meja orangtua mereka untuk menyapa Rudi Mahesa dan Istri, bersamaan dengan terdengarnya lagu it’s you yang dinyanyikan dengan merdu oleh salah satu penyanyi jebolan ajang berbakat yang kini sedang naik daun.

Bentari sudah pamit untuk kembali berkeliling mengecek kondisi pesta. Kirana, Caraka, dan Birendra berbincang dengan orangtua mereka, sedangkan Oka lebih tertarik untuk kembali mencari sosok perempuan yang menghilang 4 tahun lalu. Sesekali Oka akan tersenyum atau mengangguk sebagai tanggapannya untuk Salwa yang entah membicarakan apa, karena selain suara Salwa yang lembut kalah oleh suara musik dan penyanyi, saat ini Oka lebih memfokuskan matanya daripada pendengarannya.

Sampai akhirnya Oka merasa seseorang tengah mengawasinya dalam kegelapan, mengandalkan instingnya Oka mengalihkan pandangannya dari dalam ballroom ke arah balkon yang gelap nan sepi.

Deg!

Jantung Oka seketika berhenti berdetak untuk sesaat sebelum akhirnya menggila, matanya menatap tak berkedip.

Sosok itu … dia!

Meski dalam kegelapan Oka bisa mengenali sosok itu. Sosok yang selama ini selalu dia cari dalam keramaian, sosok yang selalu ingin dia lupakan, namun selalu dia rindukan.

Perlahan tanpa memutus pandangan Oka berjalan ke arah balkon, tak memedulikan pertanyaan orang-orang yang bingung dengan reaksi tiba-tibanya. Oka hanya terus berjalan, takut kalau sedetik saja dia berpaling maka sosok itu akan kembali menghilang.

Di sisi lain Arunika hanya bisa berdiri mematung dengan jantung berdebar kencang, tubuhnya sedikit gemetar, dia ingin kembali lari namun seluruh organ tubuhnya seolah berkhianat dan hanya diam terpaku, terhipnotis oleh tatapan Oka yang kini semakin mendekat.

So take my hands up, seen me

(Genggamlah tanganku, tatap aku)

‘Cause you’ve made me into this man

(Karena kau lah yang membuatku menjadi seperti ini)

Jarak yang memisahkan Oka dan Arunika semakin dekat.

10 langkah …

9 langkah …

8 langkah …

7 langkah …

You …

(Kamu) …

You’re my love, my life, my beginning

(Kau, kau adalah cintaku, hidupku, permulaanku)

And I’m just so stumped I got you

(Da aku masih bingung kenapa bisa mendapatkanmu)

Girl, you are the piece of me missing

(Sayang, kaulah bagian diriku yang hilang)

Oka terus berjalan perlahan mengikis jarak di antara mereka, sampai akhirnya jarak yang memisahkan mereka hanya terhalang sebuah pintu kaca. Tangan Oka terulur memegang handle pintu membuat jantung Arunika semakin menggila, dan akhirnya … pintu itu terbuka. Tak ada lagi jarak dan penghalang bagi keduanya.

“I find you!” bisik Oka dengan senyuman yang membuat dada Arunika berdesir dengan jantung berdetak lebih cepat.

*****

Let me hear, let me hold mine

(Biarkan ku mendengar dan menggenggammu)

Through that door straight to you

(Menuju pintu yang ada di depanmu)

You’re my love, my life, my beginning

(Kau adalah cintaku, hidupku, permulaanku)

It’s you …

(Itu kamu)

1
Nina Mariana
Ga afdol rasanya kalau ga nengokin Abang Oka, setelah kmrn udh nengok Kirana & Bi😍
Reread lagi nih mbak Kanaya di bln Juni 2026, sambil berharap Novel br dari Mbak Kanaya🥰🙏
Yanti Yanti
sekejam apapun ibu, tetap lha seorang ibu, yg akan melakukan apapun buat anak nya... 👍👍👍
🪴🍓🌟💫sangdewi💫🌠💐🏵️
gak ada bosennya cerita ku ulang berkali kali ❤️❤️❤️❤️❤️
siska nirmala
seperti biasa, kk alana tidak pernah gagal membuat alur cerita yang menarik
Lia Kiftia Usman
selangkah...yg mendebarkan...ketemu kan kan....
Lia Kiftia Usman
kangen oka arunika...baca lagi yg kesekian ..
Sri Wulandari
bu mega sangat luar biasa bisa menenangkan & membujuk ara dg mudah hingga kepercayaan dirinya mulai kembali lagi walaupun blm sepenuhnya
Sri Wulandari
segera cerita sm abang ara sebelum badai dtng menghantam klrg sigit Suwarno karna masa lalu itu telah dtng yaitu ibu kandung mu😔
Sri Wulandari
arunika pasti paham klu abang oka g suka identitasnya d ketahui smua orang jd dia lebih memilih identitasnya yg d ketahui orang lain karna arunika lebih memilih pasang badan utk melindungi privasi abang oka
Sri Wulandari
saling membuka diri itu lebih baik daripada memendam dlm hati yg akan terus berikan luka...
terkadang ego harus d turunkan demi suksesnya sebuah hubungan agar kesalah pahaman yg selama ini terjadi bs terurai sedikit demi sedikit
Sri Wulandari
akhirnya arunika kembali k mode aslinya yg sllu membuat oka merindukannya😂😂😂
lala
pokoknya nih novel kereeen banget, wajib kalian bacaaaa
bunga citra
dar der dor
bunga citra
et daaah
Ria Mersi Akmal
lagu kesukaan aku di up disini, ah senangnya 🤭
Adeeva Haboo
abaaaaang aku rinduuuuuuuuu
ida nurhalimah
karya yg luar biasa bagus ada banyak pelajaran yg d dapat
ummi_Շɧ𝐞𝐞ՐՏ🍻muneey☪️
wkwkwk nggak bilang2..cuman bikin pengumuman aja kok 🤣🤣🤣
Indah Ekawati
huhuhuu...namgis bacanya thor....keren bgt...ini mah keren bgt dijadikan film .../Drool/
Lusyana_njus⋆⃝🌈
balike lagi kesini setelah kmrn singgah di Kirana - Caraka, Bi - Abi skrg bareng Abang Oka - Ara.
btw makasih teh Al krna kisah Abang ini anak ke 3 ku kukasih nama Arunika 😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!