Sebelum membaca jangan lupa di Favoritin ❤️ dulu ya kakak.
"Maaf aku hanya mampu menjadi pengagum rahasia mu dan seseorang yang senantiasa melangitkan namamu" Ryeana.
Ryeana Allura Clarabelle adalah remaja SMA yang sangat mencintai sahabat laki-lakinya sejak SMP. Ryeana adalah tipe gadis yang sangat sulit dimengerti, dia akan terlihat dingin dan cuek didepan orang baru. Dan akan terlihat hangat di depan orang terdekatnya.
Ryeana bukanlah tipe gadis yang mau menunjukkan perasaannya secara frontal, gadis itu lebih memilih memendam dan menyalurkan rasa cinta dan sukanya lewat cara rahasia dia sendiri.
Jadi, mungkinkah bagi seorang gadis remaja seperti Ryeana berhasil mendapatkan cinta yang sangat diinginkannya dari sahabat laki-lakinya itu ?
Ikuti dan baca terus novel "Cinta Ryeana" dan jangan lupa kasih komentar mu di setiap Bab.
Happy Reading 🌻
Follow Instagram : @nona_rie
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hertati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ryeana-13
..."Jika bahagia mu bersama orang lain, aku rela. Karena bukti mencintai yang paling berkelas ialah merelakan kamu tertawa sekalipun aku tidak menjadi alasannya. "...
...Ryeana Allura Clarabelle...
...🌻🌻🌻🌻🌻...
"Couple Goals sekali ya dek" goda pelayan cafe pada sepasang anak muda yang baru saja masuk dan duduk disalah satu meja di cafe tersebut.
"Ma-maksudnya Mbak?" tanya gadis itu bingung.
"Iya, cantik dan tampan. Pakaian juga couple lagi." Ucapnya sambil tersenyum ramah kemudian berlalu setelah meletakkan pesanan dua anak muda itu.
Cewek dan cowok itu memeriksa penampilan mereka. Kemudian tertawa. Benar, tanpa ada kesepakatan pakaian mereka kompak. Ryeana memakai kemeja putih dengan lengan panjang terdapat pita di pergelangan tangannya dengan celana jeans biru, sedangkan Nicholas memakai Hoodie putih dengan bawahan celana jeans hitam.
"Ri sehati kita" ucap Nicholas tanpa sadar berhasil menghentikan tawa gadis didepannya.
"Kok bisa sama gitu ya" sambungnya masih tidak percaya sambil memeriksa pakaian keduanya.
"Kebetulan kali" ucap Ryeana pura-pura acuh setelah itu menyeruput jus worjel (wortel jeruk) miliknya. Nicholas mengangguk lalu meminum jusnya.
Berhubung masih pukul 8.15 malam Nicholas mengajak Ryeana mampir disebuah cafe yang tidak terlalu jauh dari pasar malam tadi. Ryeana mengeluh haus dan lapar kembali setelah berteriak dan mencak-mencak gara-gara kalah saat bertanding tadi. Dari sepuluh anak panah yang dipunya hanya 1 yang berhasil tertancap ditengah. Dan berakhir Nicholas yang menang.
"Dok jadi kamu mau minta apa nih dari aku" ucapnya sambil mulai memakan nasi goreng pesanannya.
"Em tapi janji harus ditepati ya, gak boleh curang" ucap Nicholas tegas. Ryeana mengangguk mantap.
"Permintaan pertama, Aku mau kamu jauhin Dino!" Ucapnya sambil menatap lekat gadis yang didepannya.
Uhuk uhuk uhuk
"CK. Pelan-pelan dong Ri." decak Nicholas kesal sambil menyodorkan minuman pada gadis itu.
"Sorry, ya habis aku bingung maksud kamu apa?" Ucapnya setelah merasa tenggorokan nya baik-baik saja.
"Memang kurang jelas ya. Aku mau kamu jauhi Dino! Aku gak suka!" ucapnya jujur dengan nada ketidaksukaannya.
" Kak Dino XI-IPA 1?" tanyanya memastikan. Nicholas berdehem.
"Hahaha. Tenang aja. Aku gak dekat kok sama dia. Tapi btw kenapa kalo kak Dino dekat samaku?" tanya Ryeana tidak mengerti. Ia menatap Nicholas bingung.
"Aku gak suka Ri. Lagian kamu gak kenal Dino itu siapa dan seperti apa. Jangan jadi murahan Ri, baru juga kenal udah main bonceng aja, kalo dia berniat macam-macam gimana?" ucap Nicholas ketus, tanpa sadar ada kalimatnya yang terselip, berhasil melukai hati gadis didepannya.
"Apa? Murahan? Segitu rendahnya aku di matamu Dok??" Ryeana terkekeh tidak terima didalam hati.
"Jangan nuduh sembarangan Dok!"
"Nuduh gimana Ri? Aku tuh tadi lihat kamu pulang sekolah diantar sama dia kan. "
"Memangnya salah???"
"Salah. Aku gak suka! "
Ryeana terkekeh. Jujur ia bingung dengan sikap Nicholas kali ini. Ada rasa senang, karena diperhatikan oleh Kodoknya, namun ada rasa tidak terima dikatai murahan.
"Oke aku jauhi Dino!" Putus Ryeana. Kemudian ia berdiri dari duduknya.
"Mau kemana?" Cegah Nicholas menahan lengan Ryeana.
"Pulang yukk. Aku mulai ngantuk" kilah Ryeana. Jujur ia masih ingin berlama-lama dengan Nicholas karena malam itu peristiwa yang tak pernah dibayangkan olehnya. Namun berkat perkataan ketus Nicholas yang berhasil mencubit hatinya hingga perih, Ryeana kehilangan moodnya. Malam ini ia ingin menyendiri.
Nicholas bangkit dari duduknya, membayar pesanan mereka lalu pulang menuju rumah Ryeana.
Sepanjang perjalanan senyuman Ryeana seakan hilang diterpa bersamaan dinginnya angin malam. Pandangannya lurus ke depan, menatap jalanan yang semakin indah dimalam hari berkat lampu jalan.
Jika saat pergi tadi tangannya diletakkan di atas pundak Nicholas sekarang posisinya berada di atas paha gadis itu.
Sesekali Nicholas melirik perubahan raut wajah Ryeana yang berbeda saat berangkat tadi. Tidak ada senyuman.
"Apa Ri marah?" Tanyanya pada dirinya sendiri.
Sungguh melihat ekspresi wajah Ryeana yang dingin membuat Nicholas merasa bersalah. Hingga ditikungan jalan ia memiliki ide jahil, ia menaikkan kecepatan motor sportnya, membuat gadis dibelakangnya refleks memeluk pinggangnya dan wajahnya menubruk punggung cowok itu.
Nicholas tersenyum jahil didalam helmnya. Berbeda dengan Ryeana. Ia sungguh ketakutan, detak jantungnya tak karuan apalagi pelukan yang sangat hangat itu refleks terjadi. Ryeana memejamkan matanya sekilas dibalik punggung Nicholas. Sebanyak mungkin ia menghirup aroma tubuh cowok itu. Hingga tanpa sadar air matanya lolos begitu saja, buru-buru ia mengusapnya agar tak dilihat Nicholas.
Ryeana melepas tangannya yang melingkar di pinggang cowok itu lalu memukul punggung cowok itu pelan.
"Ishh Dok. Pelan-pelan dong" ucapnya datar sambil memukul pelan pundak Nicholas.
Nicholas hanya terkekeh kecil. Senang rasanya kembali mendengar suara gadis itu walaupun sangat datar. Rasanya canggung sekali kalo sikap cuek gadis itu sudah mode on.
Ryeana dan Nicholas sudah tiba dirumah gadis itu sebelum pukul 9 malam. Ryeana turun dari motor Nicholas, lalu membenahi rambutnya yang sedikit berantakan.
"Mau langsung pulang?" Tanya Ryeana sambil merapikan rambutnya. Nicholas mengangguk.
"Salam sama Om dan Tante ya"
"Oke. Hati-hati Dok." Pesan Ryeana mengingatkan tanpa menatap wajah Nicholas.
"Iya. Ingat ya permintaan aku tadi" ulang Nicholas mengingatkan. Ryeana mengangguk kemudian berbalik ingin masuk ke dalam rumah namun batal.
"Oh iya Dok. Aku lupa ucapin. Selamat ya udah dapat pacar yang baru. Kamu hebat, dia cantik dan imut" ucap Ryeana berusaha tersenyum manis namun sangat pahit terasa didalam hatinya. Setelah mengatakan itu gadis itu berbalik masuk kedalam rumah tanpa mendengar jawaban Nicholas.
"Jika bahagia mu bersama orang lain, aku rela. Karena bukti mencintai yang paling berkelas ialah merelakan kamu tertawa sekalipun aku tidak menjadi alasannya. " Suara hati Ryeana sendu.
Setelah gadis itu menghilang ditelan pintu yang sudah tertutup. Nicholas masih ditempat dan posisi yang sama bergeming. Ia mematung mendengar ucapan Ryeana.
Artinya Ryeana sudah tahu, kalau dirinya tadi menembak seorang gadis bernama Lala. Tapi kenapa bisa? Darimana gadis itu tahu?
Entah kenapa rasanya tak nyaman saat Ryeana mengetahui hubungan barunya. Ada rasa penyesalan yang muncul didalam dirinya. Tapi kenapa harus menyesal?
"Gue kenapa sih sebenarnya? Pasti itu gak mungkin kan? " Sangkalnya pada dirinya sendiri.
"Ri itu sahabat gue. Pasti rasa sayang yang gue punya selama ini hanya sebatas sebagai sahabat. Gak lebih pasti. Ri juga gitu kali. Kalo Ri emang suka sama gue, pasti dia udah bilang kan. Iya gue yakin itu. Gak mungkin dia nutupin hal itu dari gue. Dan gue merasa bersalah gini pasti karena gak jujur sama Ryeana mau nembak cewek. " Nicholas bergumam sendiri di atas motornya masih didepan rumah Ryeana. Berulang kali ia menyangkal rasa yang tidak mungkin muncul itu.
"Gue itu cintanya sama Lala. Lala i Miss you" ucap bibirnya, namun otaknya membayangkan wajah Ryeana. Sialan.
Nicholas tersadar dengan kebodohan dirinya sendiri berkat suara gonggongan anjing tetangga Ryeana, Nicholas menghidupkan motornya, lalu melajukan dengan kecepatan sedang.
Disepanjang jalanan hatinya gelisah tak menentu. Dimulai sejak tadi siang saat dirinya boncengan dengan Lala menuju rumah Zidan, ia tidak sengaja melihat Ryeana naik ke atas motor Dino, laki-laki yang mendekati Ryeana dulu saat masa MOS. Entah kenapa timbul rasa tidak suka didalam dirinya. Bahkan selama di rumah Zidan pun, ia sulit tersenyum karena tidak terima Ryeana dekat dengan cowok lain.
Hingga ia memutuskan untuk mengajak gadis itu keluar. Sejak dulu Nicholas belum pernah mengajak gadis itu keluar malam. Hanya sebatas berkunjung ke rumah gadis itu bersama teman-teman masa SMP nya dulu.
Di pasar malam tadi rasa gelisah itu berganti dengan rasa bahagia, bahkan rasanya jauh lebih bahagia dibandingkan saat Lala menerima dirinya sebagai pacar.
Namun rasa bahagia itu sekejap hilang saat ucapan selamat keluar dari bibir sahabatnya itu. Tidak suka. Kira-kira begitulah jabaran perasaannya.
Nicholas mengerang frustasi tentang perasaannya di atas motor. Ia menambah kecepatannya sedikit agar lebih cepat sampai dirumah.
fokusnya ttep ryeana & nicho
trs kok alex nyalahin ryeana?
emosi sih emosi tpi g mesti nyalahin orang lain kan..