NovelToon NovelToon
KINAN DAN RADIT

KINAN DAN RADIT

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / CEO / Single Mom / Crazy Rich/Konglomerat / Keluarga & Kasih Sayang / Tamat
Popularitas:651.2k
Nilai: 4.8
Nama Author: Armasita Wardhojo

Hidup Kinan berubah ketika pergantian CEO terjadi di kantor ia bekerja. Walaupun ia hanya seorang office girl, namun CEO yang baru tampak tak menyukainya. Berbagai alasan dibuat sang CEO untuk membuat kerja Kinan menjadi sulit. Hingga pada saat ia melakukan kesalahan sepele namun berdampak hingga ia dipecat. Kebenciannya kepada sang CEO pun semakin menjadi.

Raditya Abhimanyu, CEO tampan dan (tentunya) kaya raya kembali pulang dari Amerika dan menjadi pimpinan perusahaan konstruksi besar milik ayahnya. Raditya adalah pria dingin yang "mati rasa". Segala hal bisa ia dapatkan membuatnya ingin mencari hal baru untuk hidupnya. Untuk itu ia memulai sebuah petualangan. Petualangan yang membuat ia mengetahui sebuah rahasia yang sangat penting untuk hidupnya.

Bagaimana pertemuan Raditya dan Kinan terjadi?

Apakah mereka berakhir saling jatuh cinta?

Ini novel romantis komedi pertama saya. Semoga banyak yang suka dan menikmatinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Armasita Wardhojo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

DIA KEMBALI

Pak Bastian turun dari mobil di depan lobi rumah sakit tempat istrinya dirawat. Ia memasuki pintu masuk dan hendak menuju lift namun langkahnya terhenti ketika melihat Kinan sedang duduk sendiri di sofa ruang tunggu. Ia nampak melamun dan murung.

"Kau disini.." ucap Pak Bastian sembari duduk di depan Kinan.

"Pak Bastian" jawab Kinan dengan lirih. Ia lalu hanya menunduk, tak berani menatap wajah mantan bossnya itu.

"Hari ini kudengar Raditya sudah masuk kantor. Aku yakin kau yang menyuruhnya. Terima kasih karena sudah melakukan itu. Perusahaan sangat membutuhkannya."

Kinan hanya mengangguk. Ia masih tak berani bersuara.

"Apakah kalian berpacaran?" tanya Pak Bastian dengan serius. Kinan menatap mata pria paruh baya itu. Dalam benaknya ia tahu bahwa Pak Bastian menghendaki ia berkata tidak. Walaupun Pak Bastian sangat baik kepadanya bukan berarti hal itu bisa membuat Kinan menjadi calon menantu yang ia harapkan. Kinan tetaplah seseorang yang terlalu sederhana bagi penerus keluarga Abhimanyu.

"Tidak, Pak" Kinan berbohong. Dan nampaknya kebohongan itu merekahkan tawa Pak Bastian.

"Jadi Raditya hanya membual agar ia bisa lepas dari perjodohannya dengan Nuri. Ah, seharusnya aku tahu itu. Anak itu punya jiwa pemberontak, mana mau dia disuruh ini itu. Baiklah kalau begitu, eh ngomong-ngomong kau membuka kedai mie ya?"

"Iya Pak. Baru saja buka"

"Nanti aku pasti datang kesana. Sekali lagi terima kasih ya sudah mengijinkan Raditya untuk tinggal di rumahmu. Ini ada sedikit uang untuk anakmu"

Kinan menolak pemberian Pak Bastian namun pria itu tetap kukuh untuk memberikannya. Akhirnya Kinan menerima sambil beberapa kali membungkuk berterima kasih.

......***......

Bu Merliana nampak sangat bahagia menyantap semangkuk sup ayam. Ia bahkan tak menoleh ke arah Nuri yang sedang menatapnya dengan wajah masam. Bu Merliana menyesap kuah sup terakhir dan tersenyum dengan puas.

"Ahh.. nikmat sekali sup ayam ini. Aku tak menyangka kau pintar membuat sup seperti ini. Bagaimana kau tahu bahwa aku sangat suka dengan sup ayam?"

Nuri tidak langsung menjawab, ia sedang kebingungan mencari alasan. Tadi ketika ia datang, Sup itu sudah terhidang di meja pasien. Bu Merliana bertanya apakah ia yang membawakan sup ayam dalam rantang yang dibawa oleh suster, dan Nuri mengakuinya. Ia tentu saja tahu bahwa Kinan lah yang membawanya, namun ia takut Bu Merliana menjadi bersimpati dengan Kinan setelah tahu masakannya enak. Ia akhirnya berbohong bahwa dialah yang membawanya.

"Raditya yang memberi tahuku Bu. Bagaimana enak?"

"Enak sekali. Wah, aku beruntung memiliki calon menantu yang tak hanya cantik dan pintar tapi juga jago memasak. Kau sangat luar biasa Nuri" sanjung Bu Merliana. Muka Nuri memerah. Dalam hati ia senang karena berhasil menarik perhatian Bu Merliana kembali.

Pak Bastian memasuki kamar. Ia menyapa Nuri dengan hangat.

"Terima kasih telah menyempatkan waktumu yang sibuk untuk kemari"

"Tidak sama sekali Ayah. Aku juga sangat khawatir dengan kondisi Ibu" jawabnya dengan sopan. Bu Merliana terharu mendengar jawaban Nuri.

"Kau tahu, Nuri membawakan ku semangkuk sup ayam yang sangat lezat. Hari ini aku makan dengan lahap karenanya. Dia sangat jago memasak rupanya"

"Oya?" Pak Bastian tersenyum namun sesaat setelah melihat rantang yang ada di meja, ia menyerngitkan dahinya. Ia seperti sangat familiar dengan rantang itu. Rantang kecil yang biasanya Kinan bawa untuk membelikannya soto. Ah mungkin bentuknya sama, gumamnya dalam hati.

...***...

Bel pulang sekolah berbunyi. Anak-anak langsung menerobos gerbang dengan serentak. Beberapa orang tua telah menunggu anak-anaknya. Beberapa penjual jajanan jalanan pun dikerumuni anak-anak. Saat pulang sekolah adalah saat yang paling di nanti. Begitu pula dengan Shanju. Ia keluar dari gerbang dan nampak celingukan mencari seseorang. Bukan Ibunya, bukan Paman Bima ataupun Raditya, tapi ia mencari sosok lainnya.

Seorang pria kurus dengan rambut panjang dikuncir seadanya datang menemui Shanju. Ia mengenakan celana jeans, kaos putih dan jaket kulit berwarna hitam. Sekilas laki laki yang berjenggot dan berkumis itu nampak seperti preman. Namun preman dalam versi yang tampan. Kacamata hitam membingkai wajahnya yang tirus dan berahang tegas. Dialah Shandy Wicaksana.

"Ayah!" panggil Shanju sambil melambaikan tangan. Shandy tersenyum lebar dan menghampiri anaknya.

"Apa kau sudah menunggu lama?"

"Tidak, aku baru saja keluar"

"Ini, Ayah belikan es krim" Shan menerima es krim yang diberikan ayahnya. Dia nampak sangat bahagia.

"Ayah, ayo pulang kerumah!" ajak Shanju.

"Ibumu pasti tidak akan mengijinkan ayah tinggal disana"

"Aku akan merayu Ibu untuk mengijinkan ayah tinggal dirumah. Ibu pasti akan menyetujuinya"

"Benarkah?"

Shanju mengangguk. Mereka lalu asyik mengobrol tanpa mempedulikan sekitar. Di sisi lain ada seseorang yang sedang mengawasi mereka berdua. Orang itu sibuk memotret setiap aktivitas Shanju dan Shandy.

"Boss, saya mendapatkan sesuatu" ucap laki-laki misterius itu di ponselnya.

...***...

Bang Miko berdiri dengan sangat kaku di ruangan Boss. Raditya sedang sibuk menandatangani semua berkas yang ada di atas meja kerjanya. Selama ia pergi, tidak ada yang menggantikan posisinya, Pak Bastian pun hanya beberapa kali mengunjungi kantor.

Hasyyuuuuu.. Hasssyuuu..

Raditya beberapa kali bersin. Hidungnya yang mancung itu sampai memerah karena ia gosok berulang kali.

"Ketika aku tidak di kantor, bukan berarti ruanganku tidak dibersihkan sama sekali. Kau lihat itu, debu menumpuk banyak di lemari, laci meja, dan kaca jendela juga buram. Bang Miko, aku tak jadi menaikkan gaji anak pantry" tukas Raditya dengan bersungut-sungut.

"Ma..maaf Boss. Saya tidak berani masuk karena banyak sekali berkas penting. Saya takut ada yang hilang. Jadi saya hanya membersihkan ruangan ketika ada Pak Bastian di kantor" jawab Miko dengan raut menyesal.

"Setelah aku selesai menandatangani semua berkas ini bersihkan semua sudut ruangan. Aku tak mau ada sedikitpun debu ada di ruangan ini"

" Baik Boss"

Bang Miko melangkahkan kaki hendak keluar ruangan. Raditya telah kembali ke setelan semula. Namun ketika akan membuka pintu, Raditya memanggilnya kembali.

"Bang, kau tahu makanan favorit Kinan?" tanyanya dengan nada sedikit pelan. Bang Miko menyerngitkan dahi. Mencoba menerka apa yang sedang Raditya rencanakan. Ia pun menjadi ragu untuk menjawab.

"Kalau kau beritahu aku, gaji karyawan Pantry akan kunaikkan kembali" ujar Raditya dengan senyum menggoda. Bang Miko menyipitkan mata, lalu mendekati Raditya.

"Kinan suka makanan pedas. Ah, beberapa bulan terakhir dia suka makan ayam geprek di daerah dekat Plaza Kota. Coba saja kesana Boss"

"Apa itu ayam geprek?" tanya Raditya.

"Boss tahu pret ciken?"

"Fried chicken?"

"Ya..ya..itulah namanya. Nah pret ciken itu di tumbuk dengan diberi sambal bawang diatasnya. Memangnya di Amerika tidak ada pret ciken geprek?"

Raditya tak menjawab. Ia hanya memberi kode Bang Miko untuk segera keluar dari ruangannya. Bisa stres dia lama-lama bicara dengan Jatmiko.

Tak lama kemudian Nuri datang. Ia memasuki ruangan Raditya dengan wajah merah padam. Segera ia menghampiri Raditya yang tak mempedulikan kehadirannya.

"Kau benar berpacaran dengan Kinan?" hardiknya.

"Iya. Kenapa?"

"Bukankah kau sudah bertunangan denganku Raditya. Bisa-bisanya kau.."

"Nuri.. " ucap Raditya pelan. Membuat Nuri menghentikan ocehannya.

"Apa aku pernah menyatakan perasaanku padamu? Apa kau pernah bertanya apakah aku mencintaimu?"

"Jadi selama ini kau anggap aku apa? aku menemanimu sejak kecil Raditya"

"Kau sahabatku. Dan aku tidak minta untuk ditemani. Aku dan kau berteman, karenanya kita selalu bersama."

"Lalu kenapa kau menerima perjodohan kita? kenapa kau mau bertunangan denganku?"

"Karena dulu aku tak peduli dengan hidupku. Jadi kubiarkan orang tuaku mengaturku seenak hati mereka walaupun aku tak menyukainya. Sekarang, aku telah menemukan apa yang kumau."

"Kinan? itu yang kau mau? wanita rendahan itu. Kau tahu bahwa Ibumu tak akan pernah menerimanya menjadi menantu. Bayangkan betapa malunya keluarga Abhimanyu mempunyai menantu seperti Kinan"

"Cukup! Pergilah! Aku tak mau berdebat denganmu."

"Aku tak mau tahu Raditya. Kau akan menikah denganku bagaimanapun caranya. Walaupun kau tak mencintaiku, aku tak peduli."

Nuri keluar ruangan dengan membanting pintu. Raditya menahan emosinya. Ia merasa kesal namun juga kasihan dengan Nuri. Wanita itu tidaklah terobsesi dengan Raditya, namun terobsesi dengan Abhimanyu. Keluarga kaya raya yang terpandang.

Inilah hal yang tak disukai Raditya, pandangan kolot orang-orang kelas atas yang tak bisa melihat manusia dengan apa adanya. Selalu ada motif dibalik itu. Anak siapa? Keluarga bagaimana? Perusahaan apa? Pendidikan apa? Ah, membosankan. Itulah kenapa ia memilih untuk pergi ke Amerika. Disana ia bebas melakukan apapun tanpa ada yang tahu siapa dia. Dia bebas berkencan dengan wanita manapun tanpa harus diselidiki latar belakangnya. Kembali ke rumah membuatnya tertekan. Namun, jika ia tak kembali, ia tak akan bertemu dengan wanita yang ia cintai saat ini.

Tiba-tiba ia teringat Kinan. Ingin rasanya menghubunginya namun Kinan tidak bisa ditelepon. Ia bahkan tak membalas pesan Raditya. Dimana ia sekarang? gumam Radit.

...***...

Jam dinding berwarna hitam itu menunjukkan pukul 08.00 malam. Kinan menutup pintu kedainya dan mulai mengangkat kursi dan membaliknya ke atas meja. Setelah itu ia mengepel lantai. Hari ini ia tak terlalu sibuk. Ia hanya buka setengah hari saja.

Seorang pengunjung tiba-tiba masuk dan mengagetkan Kinan.

"Ah maaf, kedai sudah tutup" sambut Kinan dengan sopan. Lelaki itu tersenyum. Kinan terkejut hingga seluruh badannya serasa membeku. Ia tak percaya dengan apa yang dilihatnya saat ini.

"Mas.." ucap Kinan lirih.

Lelaki berjaket hitam itu mendekatinya namun Kinan pun menghindari. Mengetahui Kinan yang ketakutan melihatnya, Shandy menghentikan langkahnya.

"Kau masih membenciku?" tanyanya.

"Apa yang kau lakukan disini?"

"Aku merindukanmu."

"Kita sudah bercerai. Pergilah! Pergilah sejauh mungkin seperti yang kau lakukan dulu. Aku dan Shanju tidak membutuhkanmu lagi"

"Oya? Bagaimana mungkin Shanju tidak membutuhkanku? Aku tetaplah ayahnya"

"Pergi! Aku tak mau melihatmu lagi. Pergi!" teriak Kinan semakin kencang. Tiba seorang laki-laki datang dan memukul Shandy hingga ia terjatuh.

"Berengsek!" umpat Shandy, ia kemudian bangkit dan memukul balik laki laki itu. Mereka berdua akhirnya berkelahi. Kekacauan pun tak terhindarkan. Meja dan kursi kedai menjadi berserakan.

"Radit hentikan!" sergah Kinan namun sepertinya Raditya tak mendengar. Raut wajahnya penuh dengan emosi. Ia memukul Shandy tanpa henti. Hingga saat Shandy mampu menendang perut Raditya dan ia pun tersungkur.

Shandy mengambil sebuah kursi, ia bermaksud untuk melemparkan kursi itu ke arah Raditya. Namun dengan cepat Kinan memeluk tubuh kekasihnya. Hingga kursi itu pun mengenai punggungnya.

"Ah..." Kinan menahan sakit. Shandy melarikan diri setelah itu. Radit meraih tubuh Kinan.

"Kinan..Kinan..Kin.." pekik Raditya sembari merebahkan tubuh Kinan di pangkuannya.

"Aku masih hidup, jangan terlalu panik. Suaramu itu memekikkan telinga" jawab Kinan dengan santai.

"Syukurlah kalau begitu"

"Syukurlah? Punggungku sakit begini kau bilang syukurlah?"

"Siapa suruh kau berlari melindungiku?" Raditya menjawab kesal sambil mendorong tubuh Kinan ke lantai.

"Ah kau ini! lebih baik punggungku yang sakit daripada wajahmu yang tampan itu tergores. Nanti Nuri akan melabrakku lagi" gerutu Kinan sambil berdiri. Ia lalu meregangkan punggungnya yang masih sakit.

Raditya lalu ikut berdiri kemudian memijat punggung Kinan dengan pelan.

"Apa yang Nuri bicarakan denganmu?"

"Dia hanya bilang kalau dia tunanganmu dan aku harus sadar diri. Menurutku, lebih baik kau lanjutkan pertunangan mu dan menikahlah dengan dia."

Raditya menghentikan pijatannya. Kedua tangannya kemudian memutar pundak Kinan, membuat wanita itu berada tepat di hadapannya.

"Setelah bertemu denganmu akhirnya aku bisa menjadi diriku sendiri. Akhirnya aku bisa menjalani hidup yang aku inginkan. Sekarang kau suruh aku kembali kepada diriku yang dulu. Kau sungguh menginginkan itu?"

Raditya memandang wajah Kinan lekat-lekat. Dan seperti sudah biasa terjadi, Kinan tak berkutik dengan mata laki-laki itu. Mata Raditya yang dingin dan tajam itu menyimpan kesedihan dan kesepian yang luar biasa.

"Tapi aku bukan wanita yang pantas untukmu. Ayahmu, Ibumu, Nuri, dan mungkin juga keluarga besar mu tak mungkin bisa menerimaku. Aku sangat berbeda denganmu."

"Aku bahagia bersamamu Kinan"

"Radit..."

Kinan tak bisa melanjutkan lagi ucapannya. Bibir Raditya telah mengecup rapat bibirnya. Kinan hanya bisa pasrah menerima ciuman pria itu. Raditya mengangkat tubuh Kinan, Kinan pun dengan spontan menautkan kedua kakinya di pinggang Raditya. Mereka masih berciuman dengan penuh semangat.

Raditya mendorong tubuh Kinan ke tembok. Kinan mencoba meraih tombol lampu di dekatnya, lalu dimatikannya. Dan seketika ruangan menjadi gelap gulita. Hanya temaram lampu jalan yang menerangi dua manusia yang sedang dimabuk cinta itu.

"Apa kau tak merasakan cintaku? aku tak pernah seperti ini sebelumnya" ucap Raditya dengan nafas memburu.

"Aku juga mencintaimu" balas Kinan sembari menautkan kembali bibirnya di bibir Raditya. Malam ini mereka menggila.

...***...

1
💦tiatiandra💦
bagus banget... singkat tapi mengena di hati... Alhamdulillah sejauh ini tidak ada istilah yg menjengkelkan seperti "mension" dan "hiks"... /Joyful/ sukses selalu Thor...
Armasita Wardhojo: thank you yaa❤️❤️
total 1 replies
💦tiatiandra💦
benar2 kisah masa lalu yang tak terduga...
Kusmia Mia
ini lanjutan ke episode selanjutnya ko jyk diputuskan HD dak nyambung
Riyantie Yanzz
🤣🤣🤣🤣🤣 sirik Bosque
Armasita Wardhojo
Terimakasih mbak untuk semua komentar komentarnya ❤️
Hesty Mamiena Hg
Selamat Kinan.. hidupmu berubah drastis dlm semalam 🤭
Hesty Mamiena Hg
Akhirnya Bu Merliana sadar juga, sebelum kehilangan anak utk kedua kalinya 🙂
Hesty Mamiena Hg
ikutan sedih 😔
Hesty Mamiena Hg
Ternyata Shandy pria yg tampan, baik dan setia.. hanya nasibnya aja yang buruk ☹️
Hesty Mamiena Hg
Kasih sayang Kinan melebihi nenek kandung Shanju sendiri 😔
Hesty Mamiena Hg
Kirain nyonya besar ini udah berubah. Gk taunya 😒
Mau ngorbanin anakmu yg tinggal satu2nya ini ya Nyonya, demi status dan gengsimu?
Hesty Mamiena Hg
Mau dipecat kayaknya nih /Facepalm//Facepalm/
Hesty Mamiena Hg
wkwkwk 😂🤭
Hesty Mamiena Hg
Siapa tuh Dahlia? Jangan2 ibunya Kinan 🤔
Hesty Mamiena Hg
Begitupun Radit akan memperjuangkan cintanya..
Hesty Mamiena Hg
Oo.. Jadi Shandy itu licik, pengecut dan pecundang..
Apa Shandy ingin memanfaatkan Shanju, utk mendapatkan uang dari orang tua Juliana?
Hesty Mamiena Hg
Mungkin Shandy nih?
Hesty Mamiena Hg
Untung Nuri bertemu orang baik, syukurlah.. Mungkin itu Bima abangnya Kinan?
*k🎧ki€*
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Hesty Mamiena Hg
Shanju nya nangis krn apa nak? Krn bahagia atau sedih? 😔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!