NovelToon NovelToon
I'M Nathasya Gustari

I'M Nathasya Gustari

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Cintapertama / Patahhati / Nikahmuda / Tamat
Popularitas:250.7k
Nilai: 4.9
Nama Author: Virgoanz

Melarikan diri dari orang-orang dan masa lalu yang terlalu rumit untuk di jalani. Dan setelah banyak situasi tak memihak padanya, masih adakah secercah cahaya kebahagiaan untuk kehidupan baru seorang Natasya Gustari?

Bisakah seorang yang berkuasa seperti Tara menemukan gadis itu kembali?

Meraih kembali istri yang membawa kabur anak dalam kandungan bersamanya?

Selamat membaca 🤗

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Virgoanz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Seharusnya Aku

Banyak anak-anak berlarian di jalan menuju rumah Caca. Membuat Tara harus melambatkan laju kendaraannya. Padahal jam sudah menunjukan pukul tujuh malam. Dan sepertinya anak-anak malah semakin riang untuk bermain. Para ibu mengawasi anak-anaknya dari teras rumah dan saling bercengkrama satu sama lain.

"Siapanya neng Icha, mas?" tanya salah satu tetangga Caca yang kebetulan rumahnya bersebrangan dengan Caca ketika Tara tengah mengeluarkan beberapa mainan juga makanan ringan untuk Mentari dari kursi belakang.

"Mmm.. Saya.." Tara menggaruk kepala belakangnya, bingung harus menjawab apa. Karena ia tidak mungkin menjawab ayah dari Mentari, sedang orang-orang di sana tahu Rian adalah ayah dari gadis kecilnya itu.

"Calonnya ya?" tebak ibu itu saat melihat kegugupan Tara. "Sebelumnya banyak yang datang tapi tidak pernah ada yang di ijinkan masuk sama neng Icha. Tapi mas-nya sepertinya lain."

Ibu itu masih mencecar Tara. Karena ibu itu tadi pagi melihat Tara masuk ke rumah Caca dan lama berada di dalam sana.

"Mari bu, saya permisi dulu." pamit Tara tak ingin salah ucap yang malah menjadi bahan gosip. Ia tak ingin merusak kehidupan nyaman Caca di sana. Meskipun ia akan dengan senang hati mengajak Caca pindah ke rumahnya jika perempuan itu sudah tidak betah lagi tinggal di rumah itu.

Ibu-ibu itu hanya menggangguk. Tapi Tara masih mendengar bisik-bisik gunjingan mereka di belakang punggungnya.

"Assalamualaikum." ucap Tara setelah mengetok pintu beberapa kali.

Didalam terdengar gelak tawa antara Caca dan Mentari berhenti ketika mendengar salam darinya. Hingga Tara memundurkan posisi saat suara kunci dan hendle pintu terdengar.

"Sudah datang mas? mari masuk."

Tara sudah akan melangkah masuk, tapi teringat ibi-ibu yang tadi membicarakan mereka.

"Disini aja Ca." tunjuknya pada kursi teras.

"Lho kenapa?" Caca jelas saja bingung. Pasalnya tadi pagi saja pria itu berani mengikutinya hingga ke dapur. Tapi sekarang malah minta duduk di depan.

"Gak enak sama tetangga."

Caca menatap ke rumah di seberang yang memang tengah banyak ibu-ibu berkumpul. Beberapa juga tengah melihat ke arah rumahnya. Sedang beberapa tengah berbisik-bisik yang ia tahu pasti membicarakannya.

"Ya sudah. Mas duduk dulu. Aku panggilkan Mentari."

Di dalam Caca lagi-lagi harus berdebat dengan putrinya yang tak ingin menemui Tara. Tapi setelah Caca bujuk, gadis kecil itu mau keluar saat Caca melangkah ke dapur untuk membuat minuman.

"Om ngapain sih kesini lagi?" bukannya salam. Anak itu malah langsung duduk dan menatap Tara tajam.

"Anak siapa sih ini.." erang Tara dalam hati. Kenapa putrinya tidak semanis Caca. Kenapa Mentari justru mewarisi sifat dingin dan juteknya jika bertemu orang yang ia rasa tidak penting.

"Salam dulu dong cantik. Om bawa mainan lho buat Mentari." Tara mengangkat papperbag dan mengeluarkan isinya satu persatu. Ada boneka dan berbagai mainan yang sebenarnya membuat mata Mentari berbinar.

Tapi ternyata anak itu memiliki gengsi yang besar. Mentari melipat tangan dan melengoskan tatapannya agar tak tergiur.

"Aku punya banyak kok yang begitu. Ayah tiap datang juga bawa banyak mainan."

Mentari tadi siang mendengar temannya bercerita. Katanya papanya sering membawa teman wanita. Dan wanita itu sering membawakan mainan untuk temannya itu. Tak lama lagi katanya wanita itu akan menjadi mama dan menggantikan mamanya yang sudah meninggal.

Mentari tidak ingin Om Tara menggantikan ayah Rian. Karena ayahnya yang masih hidup. Dan ia sangat menyayangi ayahnya. Tidak ingin Ada yang menggantikan ayahnya itu.

Ada pancaran kecewa di mata Tara. Ia kira putrinya akan senang ketika ia bawakan boneka dan berbagai mainan itu. Ia sudah rela pergi ke mall untuk memilih mainan terbaik untuk anaknya. Hal baru yang ia lakukan dalam hidupnya.

"Gak pa-pa kalau Tari sudah punya banyak. Tapi tetap di terima ya? sayang kan kalau Tari gak mau. Soalnya Om gak punya kenalan anak kecil selain Tari."

"Ya udah kalau Om maksa. Sini buat Tari."

Tara terkekeh kecil. Meski dengan kalimat dan gerakan yang jutek. Tapi mata gadis kecilnya tidak bisa berbohong jika Mentari senang. Binar kecil itu sangat jelas terlihat.

"Bilang apa Mentari!" tegur Caca yang baru datang dengan nampan berisi kopi juga pisang yang belum lama ia goreng. Ada taburan keju juga krim coklat di atasnya.

"Makasih Om." meski masih dengan nada tak rela, tapi Tara tetap tersenyum dan mengusap lembut rambut putrinya.

"Maaf mas. Adanya cuma itu. Belum sempat kemana-mana." padahal online juga banyak. Hanya saja Caca lupa jika Tara akan datang ke rumah. Sedang Tara tidak terlalu suka biskuit.

"Gak papa. Ini saja cukup." Tara mengambil salah satu pisang dengan garpu. "Kamu buat sendiri?"

"Iya. Biasa kalau sore suka bikin cemilan bareng Mentari."

Tara mengangguk. "Enak."

Obrolan mengalir meski masih canggung. Bertanya apa kabar kakek sehat. Karena kemarin saat datang pria paruh baya yang sudah ia anggap kakeknya sendiri itu tidak ikut.

"Papa sehat. Ya meski sudah sering sakit karena usia. Tapi belakangan cukup stabil. Papa juga senang mendengar kabar kalian. Sebenarnya papa juga ingin kemari. Hanya aku melarangnya. Biar nanti saja saat aku kembali membawa kamu dan Mentari ke rumah."

Caca menghela napasnya berat. Bukan ia tak ingin kembali pada Tara. Ia hanya masih bingung dengan perasaannya sendiri. Cinta tapi juga kecewa. Rindu tapi juga enggan untuk bertemu.

"Tari gak mau punya papa." celetuk gadis kecil yang tengah memainkan boneka pemberian Tara. Gadis kecil itu ingat ketika nenek yang waktu itu datang bersama Tara mengenalkan Tara sebagai papanya.

"Kata teman aku, papa tiri itu jahat."

Caca meringis tak tahu harus berkata apa. Bahkan Mentari sangat menyayangi papa tirinya, Rian.

"Tapi kan Om tidak jahat. Om sayang sama Tari." bela Tara.

"Mana ada sayang tapi marah-marah. Bentak-bentak. Mama sama ayah sayang sama aku. Mereka gak pernah marahin aku."

Rasanya Tara ingin sekali mengatakan bahwa ia lah ayah kandung Mentari. Tapi ia tahan demi bisa meraih gadis itu dengan halus.

"Assalamualaikum." atensi semua orang beralih pada pagar rumah Caca dimana ada Rian di sana menenteng papperbag yang langsung di sambut Mentari dengan pelukan.

"Ayah dataaanng..."

Tara dapat melihat kedekatan dua orang berbeda generasi yang tengah berpelukan itu. Betapa irinya ia. Karena seharusnya yang disambut hangat seperti itu adalah dirinya. Bukan pria yang tengah menggendong putrinya mendekat.

"Maaf gak tau kalau Om ada di sini. Aku cuma mau pamit. Besok aku berangkat lagi ke Ausie."

*

*

*

1
Nani Desmiwati
Sedih
Mawar berduri
cerita yg manis tdk bertele2. trima kasih. sukses sll
Mawar berduri
pak tua smakin hot jeletot deh🤭
Mawar berduri
masak sih hampir 6 th LN org2 masih ingat. palingan udh pd lupa. lagian hr gini masih aja kepo dgn urusan orglain. kayaknya gk gt deh.
Mawar berduri
enak bgt rasa daun muda ya pak tara🤭👍
Endang Werdiningsih
caca bukan hamil diluar nikah,,,
nikah siri secara agama sah hukum'a...
dan setahu sy si anak msh bisa mengikut nashab ayah'a,,,jika terlahir perempuan maka sang ayah msh berhak yg menjadi wali nikah,,,,cuma secara hikim negara tdk bisa nama ayah tercantum di akte kelahiran...
beda dengan hamil tanpa ada'a pernikahan....
dan cava blom ditalak sama tara kok sdh dinikahi sama rian.....
sedang caca pergi jg tanpa sepengetahuan tara,,,, ga bisa dibilang sdh jatuh talak....
Rina Fauzie
bagus cerita nya 👍
Aisyah Hayati
lahhh gimana ceritanya wanita lagi hamil+masih isteri orang alias masih punya suami udah dikawinin lagi tor?? semisal dia udah cere pun masa iddahnya sampe dia selesai melahirkan boskuuuu,ini masih melendung udah dikawinin aja. meski ini hanya cerita piksi tapi tolonglah plis atulah utk hal2 yg beraroma norma2 dan aturan2 yg berlaku dimasyarakat harus diperhatikan,ga bisa bebas ngehalu sakarepe penilis naglor ngidul bercerita. Klo belum tau alangkah baiknya dicari tau dulu biar kesanya ga asal njeplakkkk nabrak norma yg berlaku.Jujurli suwerli ini ceritanya yg tak kira bakal seru jadi ambyarrrr absurd surd surd menyebalkan kau buat.
fa _azzahra
pantes td agak sedikit bingung krna dcerita sblm nya caca anak kandung nini.good jd mudeng aku
Sitialmira
rian mungkin
yanti auliamom
Ngikutin aja alurnya seperti imajimu Thor.

Tapi biasanya orang bule tuh lebih easy soal jodoh anak. Biasanya yang ribet itu bangsawan meski ga semua.

lanjut..
yanti auliamom
Jadi ada hikmahnya ya Thor. Jadi tau tentang hukum islam .

Kalau mantan kakak atau adik ipar boleh/ halal di nikahi.
baik karena cerai hidup atau karrna meninggal.
Khalisah Rochman
good thor.... aq suka ceritax beda
sri fauziah
hadeuh klo liat mentari jdi ingat sma anak sy waktu masih kecil...kritisny luar biasa nyampe sy bingung dan mentok mau jwab apa...untungny suami selalu bisa kasih jawaban yg bikin anak sy puas😁😁😁
Rianty Aksan
Cerita Yang Keren Begini, Kenapa Like nya dikit Banget ya..
Puja Kesuma
lama upny thor..lanjutin donk thor
japalibels
haram ini. msh dlm status pernikahan dgn tara.
AsYanti
nah lhooooo siapakah dia... si pemilik "mata" yang kepo-an itu???
AsYanti
baru aja niat mau komen soal sejarah Caca waktu diangkat anak apakah dibahas juga di keluarga besar Abraham dan apakah Caca pernah diperkenalkan kepada keluarga besar Abraham semasa hidupnya Nindi.... keburu Authornya bercerita hehehe.... terjawab langsung
AsYanti
wekekekeek.... rasaiiin looooo... emang gampang harus mikir jawaban buat anak yang kritis????... padahal para emak tiap hari harus jadi orang "pinter" trus buat anak2nya yang cerewet...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!