NovelToon NovelToon
Cinta Satu Malam Mr. Arrogant

Cinta Satu Malam Mr. Arrogant

Status: tamat
Genre:Romantis / Perjodohan / Nikahkontrak / Tamat
Popularitas:3.6M
Nilai: 4.9
Nama Author: Viviane

Pertemuan tak sengaja Justin si tuan muda arogan dengan seorang perempuan malam bernama Erika. Keduanya berakhir dengan bermalam bersama. Dari perbuatan mereka itulah Erika hamil dan Justin harus bertanggung jawab.

"Gue jijik dengan perempuan malam seperti Lo," ungkapnya.

Si tuan muda arogan itu tidak menerima kenyataan bahwa anak yang dikandung Erika adalah anaknya. Menolak habis-habisan Erika dari kehidupannya. Memperlakukan Erika bak sampah yang menjijikkan. Siksaan dan hinaan dia berikan kepada Erika.

Apakah pria arogan itu akan terus mengelak anak yang dikandung Erika adalah anaknya? Bagaimana kelanjutan kehidupan Erika si perempuan malam itu? Simak terus cerita Cinta Satu Malam Mr. Aroggant

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Viviane, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hanya Mimpi

Setelah mengadakan meeting dengan karyawan di perusahaan MIU. Sang CEO itu kembali ke ruangannya, dia melewatkan makan siang hari itu. Memilih untuk mengistirahatkan tubuhnya pada kursi kerja miliknya.

"Keluarlah! Dan jangan ganggu waktu istirahat gue!" tegasnya kepada sang pengawal pribadi. Gery pun dengan segera keluar dari ruangan atasannya.

Tidak membutuhkan waktu lama untuk pria yang merasa sangat lelah itu. Akhir-akhir ini pekerjaan dan pikirannya sudah terkuras habis-habisan. Maka tidak salahnya siang ini dia istirahat walau hanya sejenak.

*

*

Seorang perempuan seksi yang akhir-akhir ini selalu menganggu pikirannya hadir didepan matanya. Siapa lagi kalau bukan Erika, dia mengenakan setelan kerja resmi dengan blazer beserta rok berwana coklat muda. Berjalan dengan berlenggak-lenggok mendekat kearahnya. Terpampang nyata kaki putih, mulus nan jenjangnya. Dipadukan dengan high heels yang menambah kesan semakin tinggi.

"Apa kabar sayang?" ucapnya dengan nada suara yang lembut dan renyah ditelinga Justin.

Detak jantung pria itu berdetak tidak sesuai irama pada umumnya. Dia hanya diam, tak mampu berkata-kata dan berbuat apa-apa. Matanya membulat menatap perempuan yang semakin mendekati dirinya.

"Lama tak berjumpa," lirih perempuan itu.

Kini perempuan itu sudah mendudukkan tubuhnya diatas pangkuan Justin. Melepas ikatan rambutnya yang tadinya dicepol, kini tergerai indah. Tak lupa dia mengibaskan rambutnya panjangnya yang tebal itu untuk semakin menggoda Justin.

"Kamu jangan malu-malu dong sayang," ucapnya lagi sembari mengerlingkan matanya.

Satu tngannya sudah menarik dasi yang dikenakan oleh Justin. Sementara tangan yang lainnya mengusap-usap dada kekar pria itu. Tubuh seksinya sengaja dia busungkan dan memepetkannya dengan tubuh Justin.

"Jang--- an ..." hanya satu kata itu yang mampu terucap dari mulut Justin. Pria itu memanas diatas kursi kerjanya.

Tak menghiraukannya larangan dari Justin. Perempuan itu justru semakin nakal dalam menggodanya. Semakin lama, tangan itu membuka kancing kemeja yang dikenakan oleh sang CEO.

"Justin!" tiba-tiba suara milik papanya terdengar dari balik pintu.

Bisa matti saat ini juga kalau sampai papanya memergoki dirinya berbuat messum saat jam kerja dan didalam ruangan kerjanya. Untuk itu sebisa mungkin Justin menghentikan aksi perempuan itu.

"Stop! Jangan lakukan itu!" teriak Justin dengan sangat kencang.

Suaranya menggelegar memenuhi seisi ruangannya. Untung saja ruangan itu kedap suara. Sehingga karyawannya tidak bisa mendengar teriakannya.

"Tolong hentikan!" teriaknya berusaha lepas dari perempuan itu.

"Pergi kau!"

"Dasar perempuan penggoda!"

Pria yang tertidur diatas kursi kerjanya itu berteriak dan meronta-ronta. Mulutnya terus mengeluarkan kata-kata perintah dan umpatan. Tubuhnya menggeliat seolah melepaskan dirinya dari sesuatu yang mengikatkan.

"Er ... Chelsea ..." setelah mengucapkan itu bersamaan dengan matanya yang terbuka mendadak.

Napasnya tersengal-sengal parah, seperti orang yang baru saja lari maraton. Jantungnya masih berdetak dengan cepat. Keringat bercucuran memenuhi seluruh tubuhnya. Diusapnya dadanya, sedikit merasa lega karena semua itu hanya mimpi.

"Astaga gue mimpi dia?" gumamnya.

"Untung cuma mimpi. Dasar perempuan siialan," sambungnya.

Diraihnya segelas air mineral yang tersedia dimeja kerjanya. Masih berusaha mengatur napas dan detak jantungnya. Seraya mengelap keringatnya dengan tisu yang tersedia.

"Kenapa bisa perempuan itu masuk ke dalam mimpi gue?" protesnya seolah tidak terima dengan mimpi itu.

"Kurang kerjaan banget!" imbuhnya dengan perasan sangat kesal.

##

Ciye pada kecewa yak kalau itu cuma mimpi. Sabar ya guys. Ikuti alurnya. Jangan slip-skip.

Sebelum lanjut ke bab berikutnya minta klik love (favorit-kan), like dan komentar-nya ya kakak. Sehat dan sukses selalu. Terima kasih 😇

1
Nindy rachmawati
suka ceritanya
Butet Bandar baru
Biasa
lovely
e.mang murah ko Etika ngerayu laki² di saat ga sadar guru rasa klo jadi justine pasti akan marah² apalagi Etika bukan cewek baik² pstilah jijik tukang cukup sana sini🥵
Wirda Wati
Oma yen
Wirda Wati
Gerry the best...
Tinggalkan aja Justin
biar tau rasa.
Wirda Wati
Dasar Justin lebay....
Wirda Wati
tinggalkan aja justinnya Erika.
penyesalan memang terlambat.
terlalu arogan.
Wirda Wati
keguguran
Wirda Wati
lanjut
Wirda Wati
tapi...jastin ngga suka sama Erika.
biarkan aja Erika diculik...
Wirda Wati
lanjuut
Wirda Wati
lanjjut
Wirda Wati
simalamaka buat Erika.
Bagusnya tinggalkan rumah itu
jadi perempuan yg baik.
Wirda Wati
kurang suka Erika ..licik...
cocok sama jastin...
Wirda Wati
lanjuut...
Wirda Wati
Bagusnya tinggalkan jastin...
Erika yg bodoh...
Wirda Wati
Berlebihan jastin...
Wirda Wati
pintar juga jastin
Wirda Wati
🤣🤣🤣🤣
Wirda Wati
mampir
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!